
"Bisa kita jalan sekarang sayang?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani sambil menatap wajah kekasihnya yang sekarang sudah seperti awan gelap menggelantung di langit biru.
Bayu benar benar tidak sanggup melihat wajah kekasihnya mendung seperti itu. Rinjani biasanya ceria dan bahagia selalu. Bayu tidak ingin dirinya menjadi pusat kesedihan dari seorang Rinjani yang selalu dijaga hati dan perasaannya oleh seorang Bayu Anggara dengan segenap jiwanya.
Rinjani yang mendengar Bayu berbicara seperti itu, langsung saja memeluk Bayu dengan sangat kuat. Rinjani benar benar memeluk Bayu dengan begitu kuatnya. Pelukan yang diberikan oleh Rinjani seperti pelukan seorang kekasih yang putus asa dengan keadaan yang sedang mereka hadapi sekarang ini. Bayu bisa merasakan arti pelukan yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya. Bayu semakin yakin kalau kekasihnya itu sedang dalam keadaan galau tingkat dewa.
Bayu menunggu sampai Rinjani bisa tenang terlebih dahulu. Kalau sekarang Bayu langsung mengemudikan mobilnya, bisa dipastikan Rinjani akan langsung marah. Makanya Bayu menunggu saat yang tepat. Bayu tidak ingin membuat hati Rinjani semakin kacau. Bayu masih dalam posisi memeluk Rinjani, begitu juga Rinjani masih memeluk Bayu dalam posisi yang sangat erat sekali.
Rinjani berusaha dengan keras menata hatinya kembali. Dia tidak boleh egois dan membuat Bayu berpikiran buruk atas sikap yang ditunjukkan kali ini oleh Rinjani. Setelah lima belas menit berjuang untuk mengembalikan hatinya pada posisi semula akhirnya membuat Rinjani memutuskan untuk melepaskan pelukannya dari Bayu. Bayu yang melihat Rinjani sudah melepaskan pelukannya juga melakukan hal yang sama. Bayu juga melepaskan pelukan Rinjani.
"Sayang maaf" ujar Rinjani kepada Bayu
"Tidak apa apa sayang" jawab Bayu sambil tersenyum dan maklum dengan apa yang sedang dihadapi oleh Rinjani.
"Apa sekarang kamu sudah oke sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani
"Sudah sayang, aku sudah oke kembali" jawab Rinjani
"Serius?" tanya Bayu yang perlu diyakinkan oleh Rinjani sekali lagi
"Ya aku oke" jawab Rinjani
"Kasih senyum dulu" ujar Bayu mulai menggoda Rinjani dengan pertanyaan pertanyaannya.
Rinjani kemudian tersenyum kepada Bayu. Bayu melihat senyuman itu sudah sampai ke mata Rinjani. Sekarang Bayu yakin kalau Rinjani memang sudah dalam mode baik baik saja.
"Sip"
Bayu kemudian mengemudikan mobilnya menuju sebuah cafe yang terletak di jalan menuju pantai air manis. Tetapi melalui jalan lama bukan jalan baru. Sebuah cafe yang sangat sangat keren dan eksotis. Bayu akan membawa Rinjani ke sana. Mereka berdua akan berbincang bincang dan mengobrol di sana.
Sepanjang perjalanan Rinjani selalu menggenggam tangan Bayu. Rinjani hanya melepaskan saat Bayu harus memakai kedua tangannya untuk menyetir mobil, kalau tidak maka tangan Bayu akan selalu digenggam oleh Rinjani.
Bayu yang semula sudah yakin kalau Rinjani sudah dalam kondisi baik baik saja, kembali meragukan keadaan kekasihnya itu. Bayu mulai kembali berpikir kalau Rinjani tidak dalam kondisi baik baik saja, melainkan sedang memikirkan sebuah masalah yang tidak tau pangkal dan ujungnya dan bagaimana Rinjani bisa menyikapi masalah itu, sehingga hal ini membuat Rinjani menjadi uring uringan dan tidak bisa berpikir dengan jernih seperti biasanya.
Tapi Bayu sama sekali tidak mau membahas hal itu di mobil. Bayu harus cepat sampai di tempat tujuan mereka. Kalau sedikit lebih lama lagi, maka Rinjani bisa bisa kembali menangis. Bayu tidak akan bisa membujuk Rinjani karena Bayu sama sekali tidak mengetahui apa permasalahan yang sedang dialami oleh Rinjani saat ini. Sehingga salah satu langkah terbaik adalah cepat sampai di tempat tujuan sehingga bisa membuat Bayu menanyakan langsung kepada Rinjani apa yang sedang dialami oleh dirinya dan apa yang sedang dipikirkan oleh Rinjani sehingga membuat Rinjani menjadi seperti sekarang ini.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat lama dirasakan oleh Bayu (padahal masih seperti biasanya itu) akhirnya selesai juga. Bayu membelokkan mobil yang dikemudikan oleh dirinya untuk masuk ke dalam area parkir kafe yang terletak di atas ketinggian tetapi memiliki pemandangan yang luar biasa bagusnya itu. Bayu memarkir mobilnya di tempat khusus parkir tamu yang menggunakan mobil.
"Sayang, ayuk turun" ujar Bayu mengajak Rinjani untuk turun dari dalam mobil.
"Oke sayang" jawab Rinjani sambil memberikan senyuman terbaiknya kepada Bayu.
Bayu dan Rinjani kemudian turun dari dalam mobil. Rinjani menuju ke arah Bayu. Bayu kemudian menggenggam tangan kekasihnya itu. Kekasih yang sekarang dalam mode tidak baik baik saja dan menyimpan sejuta pertanyaan yang akan ditanyakan oleh dirinya kepada Bayu.
"Selamat datang di pantai aia manih bungalaw Uda dan Uni" ujar pelayan yang bertugas sebagai resepsionis menyapa Bayu dan Rinjani.
Bayu menganguk menjawab sapaan dari resepsionit kafe tersebut.
"Saya mau pesan satu tempat yang menghadap ke laut lepas" ujar Bayu mengatakan apa yang dibutuhkan oleh Bayu pada saat ini kepada resepsionist tersebut.
"Oke tempatnya masih ada Uda. Apa ada lagi yang uda dan uni butuhkan?" kata resepsionis menanyakan kebutuhan dari Bayu dan juga Rinjani.
"Untuk menu makanan dan minuman bagaimana?" tanya Bayu
"Silahkan di pesan saat Uda dan Uni sudah duduk di saung yang ada di sana" ujar resepsionist menjelaskan bagaimana cara Bayu untuk bisa memesan menu makanan dan juga minuman.
"Uda dan Uni akan di antar oleh salah seorang rekan kami" ujar resepsionist memberitahukan kepada Bayu dan Rinjani siapa yang akan mengantarkan mereka ke tempat yang dipesan oleh Bayu karena begitu banyak tempat duduk yang berupa saung di kafe itu.
Resepsionit kemudian memanggil salah seorang pelayan yang akan mengantarkan Bayu dan Rinjani ke saung tempat duduk mereka. Pelayan yang dihubungi oleh resepsionist secepatnya datang menuju Bayu dan Rinjani yang sekarang sedang berdiri di depan meja resepsionist.
"Uda, Uni mari ikut dengan saya. Saya akan mengantarkan uda dan uni ke saung yang telah uda dan uni pesan" ujar pelayan yang akan mengantarkan Bayu dan Rinjani ke saung yang telah di pesan oleh Bayu.
Pelayan membawa juga dua gelas welcome drink yang menjadi ciri khas dari kafe tersebut. Welcome drink yang sekarang sudah sangat jarang dilakukan oleh hotel hotel berbintang maupun bungalaw bungalaw yang ada di kota Padang.
"Uda, Uni di sini tempatnya. Silahkan pesan menu makanan dan minumannya" ujar pelayan yang sudah sampai mengantarkan Bayu dan Rinjani di tempat yang telah di pesan oleh Bayu tadi.
Bayu dan Rinjani kemudian memilih menu makanan dan juga minuman yang akan mereka pesan. Rinjani terlihat sangat enggan memilih apa yang akan dinikmati oleh dirinya saat ini. Rinjani pada saat ini tidak bisa membayangkan makanan apa yang akan dinikmati oleh dirinya dengan kondisi dirinya yang seperti saat sekarang ini. Posisi yang tidak pernah sekalipun dirasakan oleh Rinjani. Rinjani benar benar tidak mengerti dengan apa yang dirasakan oleh dirinya sekarang ini.