
Bayu memakaikan helm ke kepala Rinjani. Setelah itu dia memakai helmnya sendiri. Setelah selesai memakai helm, Rinjani kemudian naik ke atas motor. Bayu melajukan motornya membelah jalanan kampus tersebut.
"Sayang peluk aku. Kamu mau jatuh?" ujar Bayu meminta agar Rinjani memeluk dirinya dari belakang.
Rinjani kemudian memeluk Bayu. Rinjani juga takut jatuh dari motor.
"Sayang, untung aku pakai celana ke kampus, kalau pakai tok gimana coba" ujar Rinjani yang dari pagi tadi sudah berkeinginan memakai celana panjang.
"Padahal ini ya sayang, aku tiap ngajar selalu pakai rok. Ntah kenapa tadi aku pengen sekali pake celana panjang dan baju kemeja. Eeee ternyata ada yang bawa aku jalan jalan pake motor" ujar Rinjani sambil memeluk Bayu.
Rinjani kemudian meletakkan dagunya di pundak Bayu. Mereka berdua menikmati jalan jalan pake motor yang baru sekali ini mereka lakukan selama mereka memadu kasih.
"Kita makan dimana?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Di mall aja gimana sayang? Aku lagi pengen makan di foodcourt" ujar Rinjani yang sudah membayangkan jalan jalan dengan kekasihnya di mall terus mereka makan di foodcourt.
"Oke sayang. Apa kamu nggak malu jalan dengan aku yang pake baju dinas kayak gini?" ujar Bayu sambil tetap fokus melajukan motornya membelah jalanan utama kota P.
"Lah ngapain malu. Malahan aku bangga sayang, jalan dengan aparat seperti kamu. Kata anak kampus aku tu ya sayang, rela joging sore asalkan dapat oom berbaju hijau" ujar Rinjani yang memang sering menemani teman satu kosnya joging di dekat asrama Bayu.
"Jadi, kamu sering joging di samping barak aku itu?" tanya Bayu yang sama sekali tidak pernah joging di daerah itu.
Daerah joging yang dikatakan oleh Rinjani adalah daerah pinggiran atau bantaran pengendali banjir. Nah disitulah mahasiswi sering joging sore sambil tebar pesona kepada tentara yang juga sedang joging sore.
"Apa ada yang nyangkut tentaranya sayang?" tanya Bayu.
"Lah ke aku ne nyangkut walaupun bukan gara gara joging sore. Tapi gara gara tabrakan." ujar Rinjani yang mengingat awal mulai dia berkenalan dengan Bayu.
"Hahahahaha.Tabrakan yang akhirnya membuat kita menjalin kasih ya sayang. Aku bersyukur banget hari itu di tabrak kamu sayang" ujar Bayu.
"Lah aneh ne orang ditabrak malahan bersyukur" ujar Rinjani sambil menahan senyumnya
"Iyalah sayang bersyukur. Kalau nggak ada adegan tabrakan itu, aku ya masih jomblo sampe sekarang." ujar Bayu sambil tersenyum bahagia.
"Bayangin aja apa kata kata ibuk ibuk asrama. Om Bayu, apa kurangnya Om Bayu coba. ganteng iya, berpangkat juga udah. Apalagi coba yang kurang" ujar Bayu mengucapkan kalimat kalimat yang sering dilontarkan oleh Ibuk ibuk asrama tempat dia tinggal.
"Sekarang tinggal jawab aja sayang. Udah ada yang punya Ibuk. Tinggal nunggu dia wisuda aja lag. Ngomong gitu ajalah Sayang susah bener" ujar Rinjani menggoda Bayu.
"Kalau sekarang ganti lagi sayang. Om Bayu mana tantenya. Kok nggak pernah di ajak ke asrama. Memang aneh dunia perasramaan sayang. Saat aku jomblo di ejek. Aku udah ada pacar eeee masih juga ditanya kapan di ajak ke asrama." lanjut Bayu bercerita di sepanjang jalan menuju mall terbesar di kota P.
Tak terasa mereka telah sampai di mall yang mereka tuju. Bayu memarkir motornya di tempat parkir khusus kendaraan roda dua. Bayu dan Rinjani membawa helm mereka ke tempat penitipan helm. Mereka tidak mau meninggalkan helm di motor, mereka lebih memilih cari aman dengan menitipkan ke bagian penitipan helm.
Bayu menggenggam tangan Rinjani masuk ke dalam mall tersebut. Mereka berdua sibuk bercanda dan tertawa kecil karena obrolan mereka sendiri.
Tiba tiba.
"Eh Dian, sama siapa loe?" tanya Rinjani yang melihat Dian hanya sendirian.
"Sama Eki Kak. Tu dia sedang sibuk milih mug lucu. Ntah mau berapa banyak. mug yang dia punya" ujar Dian sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan teman satu kampung sekaligus satu kamarnya itu.
"Biarin aja. Oh ya kami jalan dulu Yan" uajr Rinjani berpamitan dengan Dian
"oke sip. Hay kak Bayu" ujar Dian menyapa Bayu.
Bayu hanya tersenyum sekilas saja. Bayu memang bukan tipe orang yang bebas tersenyum kepada siapa saja. Mungkin karena latar belakangnya membuat dia seperti itu.
"Sayang, kalau aku boleh tau nih ya. Waktu kamu di akmil kemana kamu pergi jalan jalan?" ujar Rinjani yang penasaran dengan kegiatan liburan Bayu waktu menempuh masa pendidikan tentara.
"Pelesiran nya ya sama kayak gini ke mall palingan. Paling banter toko buku" jawab Bayu sambil mesin menggenggam tangan Rinjani.
"Aku kira anak angkatan itu nggak ada masuk mall sayang" ujar Rinjani.
"Ternyata sama aja sama kami yang kuliahan ini. Libur masuk pasar, paling banter ujungnya mall kalau nggak toko buku logo G itu." ujar Rinjani yang memang hanya itu kebiasaannya sebelum dia merajut kasih dengan Bayu.
Mereka berdua melanjutkan jalan jalan berkeliling mall sambil menuju tempat foodcourt berada di lantai tiga mall tersebut.
"Sayang ke situ bentar" ujar Rinjani membawa Bayu ke deretan penjual jepit rambut.
Rinjani memilih dua buah jepit rambut dan juga dua pasang kaus kaki. Bayu mengambil belanjaan Rinjani, dia pergi membayar ke kassa yang sedang sepi itu. Bayu melakukan pembayaran atas apa yang dibeli oleh Rinjani.
"Kakak itu pacarnya ya?" tanya seorang SPG kepada Rinjani.
"Iya bener kak, kenapa ya?" tanya Rinjani penasaran dengan pertanyaan SPG tersebut.
"Jarang jarang loh kak tentara apalagi berpangkat gitu mau pergi bayarin belanjaan pacarnya. Ini baru kami nampak yang seperti itu kakak. Kayaknya pacar kakak barang langka" ujar SPG tersebut berbicara kepada Rinjani.
Bayu yang mendengar dan dikatakan sebagai barang langka hanya bisa mencolos saja. Dia tidak menyangka hal sepele yang dilakukan olehnya terhadap Rinjani bisa membuat pamor dia menjadi meningkat. Tetapi sayangnya karena pake barang langka ini.
"Sayang udah selesai?" ujar Rinjani berjalan menuju Bayu yang sedang melamun itu.
"Udah sayang ini barang barangnya." ujar Bayu sambil memberikan paperbag kecil kepada Rinjani. yang berisi barang barang yang dibeli oleh Rinjani tadi.
"Kok nggak sekalian di bawain Bang?" ujar SPG yang tadi sempat menyatakan bahwa Bayu sebagai manusia langka.
"Malaes Mbak. Nanti saya dibilang manusia ajaib, karena tadi sudah dikatakan sebagai manusia langka" ujar Bayu memukul telak mbak mbak yang tadi mengatakan dia sebagai manusia langka.
Mbak mbak SPG hanya bisa terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu. Mereka memang salah telah menggosip kan pembeli mereka. Apalagi dengan mengatakan Bayu sebagai manusia langka.
Setelah mengatakan hal itu, Bayu dan Rinjani pergi meninggalkan mbak mbak SPG yang terlihat menahan malu tersebut. Rinjani hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan Bayu yang dengan gampangnya membalikkan keadaan