Its My Dream

Its My Dream
Mengungkapkan



" Baiklah saya tidak akan membahas tentang masalah itu lagi. sekarang kita tunggu saja apa yang dikatakan oleh ibu-ibu itu benar atau salah besar" ujar tentara tersebut sambil melihat kembali ke arah ibu-ibu yang tadi sibuk menggibah bersama dengan para sahabat-sahabatnya


Ibu ibu persit yang mendengar apa yang dikatakan oleh tentara yang sekarang berdiri di depan mereka itu, mengubah pendapat mereka masing masing di dalam kepalanya sendiri sndiri.


'Bisa jadi yang menjadi anak dari komandan kesatuan bukan wanita yang di depan itu, bisa jadi anak komandan kesatuan adalah komandan kompi' ujar salah seorang ibu ibu persit sambil melihat ke depan.


'berarti komandan Bayu adalah anak Komandan Anggara' ujar ibu persit yang lainnya.


Mereka semua menatap ke arah Bayu yang sekarang sudah berada di atas podium kehormatan. Bayu terlihat menatap ke mata Rinjani sambil memberikan senyumannya yang paling tampan dan bisa merombak jiwa raga setiap orang yang ada di sana. Senyuman yang hanya diberikan kepada Rinjani saja, tidak kepada yang lainnya.


"Rinjani wanita tercantik yang selalu bersemayam di hati kecil aku. Ada hal penting yang ingin aku ungkapkan kepada kamu."


Bayu mulai mengungkapkan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Rinjani. Rinjani membalas menatap Bayu. Rinjani kali ini sudah susah untuk menahan tawanya. Mereka berdua sangat jarang sekali terlibat dalam obrola serius. Biasanya mereka berdua hanya mengobrol sambil bercanda, sangat jarang seperti dalam kondisi seperti sekarang ini. Makanya, Rinjani dengan sekuat tenaga mencoba menetralisir perasaan yang ada di dalam hatinya saat ini. Rinjani berusaha bersikap serius dan tidak ingin merusak moment yang sedang diciptakan oleh Bayu untuk dirinya. Moment yang hanya akan terjadi sekali dalam hidup Rinjani. Makanya Rinjani harus bisa memberikan perlakuan terbaik untuk hal itu. Jangan sampai Rinjani merusak semuanya.


"Aku yang kamu kenal ini sama sekali tidak bisa merangkai kata kata dengan kata kata yang romantis. Tetapi aku yang kamu kenal ini akan selalu menunjukkan keromantisan aku, rasa sayang aku dan rasa cinta aku dalam tindakan yang sama sekali tidak akan pernah bisa kamu sangkal"


Bayu mulai melanjutkan kata katanya untuk menunjukkan rasa yang dia miliki kepada Rinjani


"Intinya apalah arti sebuah kalimat tanpa tindakan"


lanjut Bayu sambil tetap menatap ke wajah cantik Rinjani, kekasihnya yang sekarang sedang berdiri di hadapannya pada saat ini.


"Komandan Bayu, siapa nama wanita cantik itu? Kami sangat penasaran" ujar salah seorang anggota Bayu dari kompi C.


"Benar Komandan Bayu. Kami ingin tahu nama dari wanita yang beruntung itu" sahut yang lainnya.


"Setuju, kami ingin kenal namanya" sahut yang lainnya dengan berbarengan.


Bayu dan Rinjani serta kedua orang tua Bayu menatap ke arah semua pengunjung sambil tersenyum. Mereka berempat sangat senang karena sambutan yang diberikan oleh semua anggota kesatuan begitu hangat dalam menyambut mereka semua. Ini baru menyambut Rinjani apalagi nanti saat mereka tahu kalau komandan mereka adalah orang tua kandung dari Bayu.


"Sayang, mereka semua ingin mengenal nama kamu, apakah aku boleh memberitahu kepada mereka siapa nama kamu?" ujar Bayu meminta izin kepada Rinjani sebelum dirinya memberitahukan kepada semua orang nama kekasihnya itu.


"Boleh sayang, tetapi satu permintaan aku harus kamu penuhi terlebih dahulu" ujar Rinjani menjawab permintaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya


"Apa itu sayang?" tanya Bayu penasaran dengan syarat yang diajukan oleh kekasihnya tersebut


"Aku mau kamu menyelesaikan dulu perkataan kamu yang belum selesai kepada aku tadi. Aku penasaran dengan semuanya" kata Rinjani yang sangat penasaran dengan hal yang akan dikatakan oleh Bayu kepada dirinya tadi.


Bayu tersenyum kepada kekasihnya itu. Dia memang akan menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya kepada Rinjani.


"kamu sangat tidak sabaran sekali sayang" jawab Bayu kepada Rinjani.


Bayu kemudian memberikan kode kepada para rekan rekannya dari kompi C.


"Sayang aku minta kamu melihat sesuatu yang akan ditampilkan oleh rekan rekan aku itu ya" ujar Bayu kepada Rinjani.


Rinjani, Bayu, Papap dan Mamah kemudian melihat ke arah yang ditunjuk oleh Bayu. Mereka melihat beberapa tentara telah berlari menuju lapangan tempat mereka akan menampilkan parade berikutnya. Para tentara itu membawa beberapa kardus yang sudah digunting dan di cat dengan warna masing masing. Mereka kemudian membuat formasi yang bisa dibaca dari podium kehormatan.


Betapa terkejutnya Rinjani saat membaca tulisan tersebut.


"Sayang bagaimana jawaban kamu?" ujar Bayu sambil duduk dengan satu kakinya.


Bayu terlihat memberikan sebuah kotak cincin kepada kekasihnya itu.


Semua pengunjung berteriak dengan sangat keras, untuk memprovokasi Rinjani.


"Hay Nona cantik terima komandan kami jadi suami kamu ya" ujar rombongan yang sekarang masih membentuk tulisan, 'Menikahlah Denganku'


"Nona cantik lepaskan penderitaan komandan kami itu. Terimalah dia jadi suami kamu" terdengar kembali teriakan yang berasal dari tentara tentara yang sekarang sedang berada di bawah tulisan melamar Rinjani tersebut.


"Sayang," ujar Rinjani membuka mulutnya.


Semua orang langsung diam tanpa dikomando. Mereka juga penasaran dengan jawaban yang akan diberikan oleh Rinjani kepada Bayu. Makanya mereka tidak butuh komando untuk menutup mulut mereka saat itu juga. Mereka dengan kesadaran sendiri dan rasa ingin tahu dan rasa ingin mendengar membuat mereka menutup mulut mereka dengan spontan.


" sayang, aku mencintai kamu. Aku menerima kamu menjadi calon suami aku" jawab Rinjani dengan lantang dan cukup terdengar oleh semua orang yang mendadak diam saat mendengar Rinjani yang menjawab ungkapan perasaan dari Bayu.


Semua tentara yang tadinya membentuk formasi tulisan menikahlah denganku langsung berlari ke atas podium. Mereka memberikan bunga bunga yang dari tadi mereka bawa kepada Rinjani. Mereka juga mengangkat Bayu dan melemparkannya ke udara. Papap dan Mamah yang melihat kelakuan dari rekan kerja bayu tersenyum bahagia. Anak mereka benar benar dicintai oleh anggotanya.


"Selamat komandan akhirnya laku juga" ujar mereka saat sudah menurunkan Bayu dari lemparan yang membuat Rinjani menatap ngeri kepada mereka semua.


"Komandan kami laku"


"Komandan kami sold out"


"Banyak yang akan bersedih"


"Akhirnya maskot kompi C dan maskot kesatuan laris juga"


Begitu banyak teriakan teriakan yang mengungkapkan betapa cintanya mereka ke Bayu. Kebahagiaan atas diterimanya lamaran Bayu oleh Rinjani tidak hanya memayungi Rinjani, Bayu, Mamah dan Papap saja tetapi semua orang yang ada di kesatuan itu ikut berbahagia atas lamaran Bayu yang diterima oleh Rinjani.


Rinjani tersenyum bahagia, begitu juga Papap dan Mamah.


papap dan mamah kemudian memeluk Rinjani. Mereka sangat bahagia atas semua ini. Sekarang rinjani sudah sah menjadi menantu mereka walaupun Rinjani dan Bayu belum melakukan akad nikah.