Its My Dream

Its My Dream
110 Lanjut



" Panggil kami dengan sebutan Papap dan Mamam" ujar mamam sambil melihat ke arah Rinjani.


Rinjani kemudian mengangguk setuju untuk memanggil kedua orang tua Bayu dengan sebutan yang diucapkan oleh mamam sebentar ini. Bayu tersenyum bahagia karena Rinjani bisa menerima perkenalan antara dirinya dengan kedua orang tua Bayu dengan cara seperti ini. tadi Bayu sempat membayangkan kalau Rinjani akan mengamuk dan pergi dari rumah besar tersebut. tetapi nyatanya tidak sama sekali, Rinjani sangat bisa bersikap dewasa, dia bisa mengerti dan paham dengan apa yang dilakukan oleh Bayu dan kedua orang tuanya.


" maafkan kami ya nak, kami terpaksa melakukan hal seperti ini saat perkenalan dengan kamu" kata mamam sambil melihat ke arah Rinjani dan Bayu secara bergantian.


" sebenarnya kami mau mengajak kamu untuk perkenalan sambil mengadakan acara makan malam. tetapi Bayu memberitahukan kepada kami berdua, kalau kamu sedang marah besar kepada dirinya. sehingga kami berdua memutuskan untuk meminta Bayu mengajak kamu ke rumah ini saja supaya kita bisa berkenalan seperti layaknya keluarga" kata Mamam menjelaskan kepada Rinjani Kenapa Rinjani bisa langsung dibawa oleh Bayu ke rumah besar itu.


jadi mendengar setiap kata-kata yang dikeluarkan oleh mamam kepada dirinya. Rinjani sama sekali tidak mau untuk menyala perkataan dari mamam tersebut.


" Mama Apakah boleh Rinjani bertanya?" kata Rinjani sambil melihat ke arah mama.


" Apa nak silakan aja" kata Mama yang memperbolehkan Rinjani untuk bertanya kepada dirinya dan juga kepada papap.


" Rinjani cuma heran. kenapa Bang Bayu baru hari ini mengajak rencana untuk menemui papa dan mamam di rumah ini. kenapa selama ini tidak pernah sama sekali" kata Rinjani sambil menatap ke arah papap dan mamam.


Mama melihat ke arah Papap. Mama pengen Papap yang menjelaskan semua itu kepada Rinjani. mamam mau nanti dia salah-salah menjelaskan kepada Rinjani.


" jadi begini nak, Papap dan mamam, baru pindah ke sini dua hari yang lalu. sebenarnya bukan di rumah ini kami tinggal, ini adalah rumah pribadi milik kami sendiri. kami seharusnya tidak tinggal di rumah ini. tetapi karena rumah yang harusnya kami tempati belum selesai dibersihkan, makanya kami tinggal di sini" kata Papa menjelaskan kepada Rinjani kenapa baru kali ini Bayu membawa dirinya ke rumah tersebut.


Rinjani terlihat sangat bingung dengan penjelasan yang diberikan oleh Papap kepada dirinya. Rinjani sama sekali belum bisa menarik benang merah dari cerita yang diceritakan oleh Papap tersebut.


" maaf Pap, Rinjani tidak mengerti dengan apa yang Papap katakan" kata Rinjani sambil melihat ke arah Papap dan Bayu bergantian.


" jadi gini Nak. Papap kan seorang tentara. Papa baru dipindah tugas kan ke daerah sini dua hari yang lalu. karena rumah dinas yang disiapkan untuk kami belum bersih, makanya papa dan mamam sepakat untuk membeli rumah ini." kata Papa menjelaskan kepada Rinjani Kenapa mereka bisa berada di rumah ini saat sekarang.


" Jadi Bapak juga tentara seperti Bang Bayu?" kata Rinjani bertanya kembali kepada Papap untuk meyakinkan dirinya bahwa Papap dan Bayu sama-sama seorang tentara.


" ya nak Papap, mamam dan Bayu sama-sama tentara" kata Papa menjelaskan kepada Rinjani Apa pekerjaan Papap dan mamam sebenarnya.


Rinjani mengangguk tanda mengerti dengan apa yang dijelaskan oleh Papap saat ini kepada dirinya. Rinjani kemudian menetap ke arah Bayu. dia ingin menjelaskan Apakah Bayu sudah mengatakan apa yang terjadi dalam hubungan mereka kepada kedua orang tuanya tersebut.


" Bayu sudah menjelaskan kepada kami berdua, kalau kamu sedang ada masalah dengan Bayu saat ini" kata Mamam yang lebih memilih untuk bercerita kepada Rinjani tentang apa yang sudah diceritakan oleh Bayu kepada papap dan mamam kemarin.


Rinjani menatap ke arah Bayu. Rinjani sama sekali tidak marah kalau Bayu sudah menceritakan permasalahan antara mereka berdua kepada kedua orang tuanya. malahan Rinjani ingin mendengar dan menerima nasihat atau pandangan yang akan diberikan oleh Mama kepada dirinya.


" Rinjani Maaf sebelumnya ya nak," lanjut Mamam yang ingin melanjutkan ceritanya dan juga memberikan nasehat kepada Rinjani tentang pekerjaan dan profesi yang sedang dilakukan oleh Bayu saat ini.


" Sebenarnya Mama tidak ingin ikut campur dalam permasalahan ini. tetapi Mama harus memberikan pengertian dan juga pandangan kepada kamu supaya kamu bisa paham dan mengerti dengan profesi yang sedang dilakukan oleh Bayu saat ini nak"


" Bayu adalah seorang abdi negara. saat ini negara membutuhkan tenaga dia untuk menjaga kestabilan nasional. Sebenarnya ini adalah suatu kebanggaan bagi seorang Bayu atau tentara pada umumnya. Kenapa di menjadi satu kebanggaan? karena mereka ditunjuk untuk membela negara mereka sendiri dan menjaga keutuhan negara mereka. setiap tentara Menunggu hal itu nak" lanjut Mama menjelaskan kepada Rinjani dengan cara yang lebih halus daripada apa yang disampaikan oleh Bayu sebelumnya.


" mamam sangat tahu apa yang ada dalam pikiranmu untuk saat ini. tapi Yakinlah, harta nyawa tahta dan rezeki itu sudah ada yang mengaturnya. kamu tidak perlu mencemaskan keadaan Bayu di sana, Apapun yang terjadi di sana itu adalah kehendak tuhan sayang."


" mama dan papa hanya berharap kepada kamu untuk memperbolehkan dan merestui Bayu untuk pergi ke daerah konflik tersebut. biarlah Bayu melakukan apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang tentara. itu adalah suatu kebanggaan yang akan dimiliki oleh Bayu saat dia pulang dari daerah konflik tersebut." lanjut Mama memberikan pengertian kepada Rinjani.


" di sana Bayu tidak akan sendirian sayang. Bayu akan pergi selalu bersama-sama dengan rekan-rekannya yang lain. mereka akan saling menjaga antara satu dengan yang lainnya. jadi kamu hendaknya tidak terlalu cemas seperti ini" kata Mama mengakhiri apa yang harus dikatakannya kepada Rinjani.


Rinjani mendengar semua yang dikatakan oleh mamam kepada dirinya. Rinjani menganalisa semua itu dalam otak cantiknya itu. Rinjani kemudian dapat menarik sebuah kesimpulan, bahwasanya berangkat ke medan perang, mempertahankan keutuhan negara sendiri adalah suatu kebanggaan bagi seorang tentara.


" mamam satu pertanyaan boleh?" kata Rinjani sambil menatap ke arah mama


Mama mengangguk menyetujui permintaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.


" Apakah aku nggak boleh cemas dengan keadaan Bang Bayu di sana?" ujar Rinjani bertanya kepada Mama tentang apa yang sedang berada di dalam pikirannya saat ini.


" boleh sayang boleh sangat-sangat boleh sekali kalau kamu ingin mencemaskan Bayu di sana. tetapi hal itu tidak boleh membuat diri kamu menjadi terbebani. tapi tadi sudah mama bilang kalau Bayu di sana tidak sendirian. mereka akan pergi secara berkelompok. jadi keamanan mereka akan terjaga" kata Mama memberikan pengertiannya kepada Rinjani.


Rinjani kemudian terdiam. Rinjani memikirkan semuanya. akhirnya Rinjani telah sampai pada suatu kesimpulan yang harus diambil oleh dirinya saat ini. Rinjani sangat berharap kalau kesimpulan itu tidak membuat dirinya atau Bayu merasa dirugikan. menurut Rinjani keputusannya kali ini adalah keputusan terbaik yang harus diambil oleh Rinjani.