Its My Dream

Its My Dream
34



Setelah menikmati bakso yang akhirnya membuat Rinjani menyesal, dan Bayu hanya bisa diam saja, mereka kemudian masuk kembali ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobil menuju arah kota Padang Panjang. Bayu akan mengantarkan Rinjani ke kontrakan Aleza terlebih dahulu untuk mengambil ransel milik Rinjani.


"Sayang, jangan lupa singgang nya" ujar Bayu yang melihat Rinjani turun melenggang saja.


"Haha haha lupa aku sayang" ujar Rinjani yang memang lupa oleh oleh yang sudah dibelinya tadi.


"Untung kamu ingetin aku. Kalau nggak tu terbuang aja dia" lanjut Rinjani.


Rinjani mengambil singgang yang tadi di beli oleh dirinya.


"Kamu nggak turun sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Bagusnya gimana?" tanya Bayu membalikkan kembali pertanyaan dan keputusan kepada Rinjani.


Rinjani melihat kearah Bayu.


"Turun ajalah sayang" ujar Rinjani yang akhirnya memutuskan Bayu untuk ikut turun ke kontrakan Aleza.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kontrakan. Rinjani mengetuk pintu kontrakan Aleza. Aleza yang baru selesai mandi berjala memakai handuk saja untuk membuka pintu. Untung saja sebelum membuka pintu dengan lebar, Aleza mengintip terlebih dahulu di kaca jendela kontrakannya.


"Bentar Jani, gue pakai baju dulu" ujar Aleza berteriak dari dalam kamarnya.


Aleza bergegas memakai pakaiannya kembali. Dia nggak mungkin menyuruh Rinjani masuk ke dalam kontrakan sedangkan Bayu berada di luar sendirian.


"Sayang, Aleza dia pasang baju dulu katanya. Siap itu baru dia bukakan kita pintu. Kayaknya dia habis mandi sayang" ujar Rinjani berkata kepada Bayu kenapa Aleza masih belum membukakan mereka berdua pintu kontrakannya.


Bayu mengangkat jempolnya ke arah Rinjani. Mereka berdua duduk di luar itu hanya sekian menit saja. Setelah itu Aleza membukakan mereka pintu kontrakan.


"Masuk Bayu, Jani. Maaf banget ya, tadi gue baru siap mandi hanya pake handuk doang. Nggak mungkinkan gue bukain pintu pakai handuk doang" ujar Aleza sambil membukakan pintu kontrakannya lebar lebar.


"Nggak usah masuk Za, di sini ajalah. Segan" ujar Bayu yang nggak mungkin masuk ke dalam kontrakan Aleza.


"Ini ada oleh oleh dari Padang Panjang" ujar Rinjani memberikan lima kotak singgang kepada Aleza.


Aleza mengambil kotak kue yang diberikan oleh Rinjani.


"Repot repot aja loe. Tapi makasi ya. Gue kasih mereka dulu" ujar Aleza membawa tiga kotak singgah untuk rekan rekannya yang sedang duduk duduk di depan kontrakan masing masing.


"Jadi, loe ke sini mau ambil ransel loe?" tanya Aleza kepada Rinjani saat dia sudah berada di dekat Rinjani dan Bayu.


"Yupi. Gue nginap di hotel ajalah" ujar Rinjani.


Aleza terdiam sesaat.


"Kalau menurut gue, lebih baik loe nginep di sini aja. Mau loe pulang jam berapa bisa. Kalau di hotel seganlah kita kalau loe pulangnya malam" ujar Aleza menjelaskan kepada Rinjani dan Bayu kenapa Aleza meminta Rinjani untuk tidur di kontrakannya aja.


Rinjani menatap ke arah Bayu. Giliran Rinjani meminta pendapat Bayu. Aleza melihat kearah Rinjani dan Bayu, Aleza tahu kalau mereka berdua pasti ragu dengan alasan Aleza.


"Maksud gue tu gini, dari pada loe nanti keluar malem, terus pulang di atas jam sepuluh jadi perhatian sama tamu dan resepsionis hotel, mending di sini aja" ujar Aleza menawarkan kepada Rinjani.


"Satu lagi, loe dijemput sama Bayu kan. Nah apa kata orang nanti. Kalau di sini, kami tau loe siapanya Bayu, nggak akan ada yang dosa karena elonya" lanjut Aleza menjelaskan kepada Rinjani dan Bayu.


"Gimana sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu.


"Ah sayang, kamu ngadi ngadi bae. Masak ia balik tanya ke aku lagi. Aku yang tanya kamu, eee eee eee kamunya tanya aku lagi" ujar Rinjani menatap ke arah Bayu.


"Kalau aku terserah kamu aja sayang. Tapi ini ya, aku pikir pikir lagi bagus juga ide Aleza. Jadi, saat kamu belum ngantuk kamu bisa ngobrol dulu dengan Aleza sayang" ujar Bayu yang setuju dengan pendapat yang diberikan oleh Aleza.


"Jadi, menurut sayang, aku nginep di tempat Aleza lagi aja gitu?" tanya Rinjani yang sangat senang akhirnya Bayu memilih opsi itu untuk dirinya.


Sebenarnya Rinjani juga ingin sekali untuk nginap di kontrakan Aleza, jadi dia ada kawan untuk ngobrol. Sedangkan kalau dia di hotel, maka dia tidak punya kawan untuk ngobrol.


"Oke sayang, aku setuju dengan keputusan kamu. Memang lebih baik aku nginap di kontrakan Aleza aja. Jadi, Aleza ada teman juga beberapa malam ini" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Aleza.


"Lah dapat pula aku jadi punya teman, padahal kamunya juga yang ingin punya teman tidur" ujar Aleza.


"Haha haha" Rinjani tertawa mendengar sanggahan yang diajukan oleh Aleza.


"Oke kalau gitu, nanti siap maghrib aku ke sini lagi jemput kamu ya sayang. Kita makan malam di luar nanti" ujar Bayu.


"Sip" jawab Rinjani.


"Kalau gitu aku pamit ke asrama dulu ya. Mandi dulu sama tu nganterin pasword si Aris" ujar Bayu berpamitan kepada Rinjani.


"Oke sayang. Hati hati ya. Malam nanti bawa Aris sekalian ya" ujar Rinjani yang tau kalau Aleza masih jomblo dan Aris bingung itu juga jomblo.


"Sip" ujar Bayu memberikan dua jempolnya untuk Rinjani.


"titip ya Za." ujar Bayu kepada Aleza.


"Emang barang di titip" jawab Rinjani sambil memukul tangan Bayu.


"kan ia barang, barang yang paling berharga dalam hatiku" ujar Bayu sambil menatap Rinjani dengan tatapan memuja.


"Ye pinter ngeles ya sayang ya" ujar Rinjani menatap Bayu.


"Males gue males. Main tatap tatapan. Loe berdua kira gue ini patuh hidup apa nggak dihargai banget" ujar Aleza menatap kearah Rinjani dan Bayu.


"Haha haha. Makanya jangan jomblo terus" ujar Rinjani sambil memeluk Aleza.


"Ais main peluk aja. Tengok tu orang orang pada nengok ke gue. Mereka kira gue pemain ganda nanti. Jadi, makin takut mereka pacaran dengan gue" ujar Aleza protes di peluk oleh Rinjani.


Rinjani melepaskan pelukannya dari Aleza. Bayu hanya bisa tersenyum melihat kelakuan dua sahabat itu, mereka berdua sama sama saling mendukung satu dengan yang lainnya, walaupun mereka berbeda kampus.


"Gue jalan dulu ya, jam tujuh sudah harus siap." ujar Bayu.


Rinjani kemudian menyalami tangan Bayu. Bayu kemudian keluar dari dalam kontrakan Aleza. Rinjani mengantarkan Bayu sampai naik ke atas mobil.


"Jam tujuh sayang" ujar Bayu sekali lagi kepada Rinjani.


"Iya iya nyenyek" ujar Rinjani mengkomen Bayu


"Haha haha. Balas dendam dianya" ujar Bayu.


Bayu kemudian berlalu dari kontrakan Aleza. Dia mengemudikan mobil menuju wisma. Aris sudah menunggu Bayu di sana. Sedangkan Rinjani kembali masuk ke dalam kontrakan Aleza. Mereka harus mandi dan bersiap siap karena jam tujuh Bayu akan datang menjemput mereka untuk makan malam keluar.