
Bayu yang baru selesai rapat dengan semua komandan yang ada di kesatuan untuk membahas keberangkatan anggota yang akan pergi bertugas selama satu tahun di daerah yang sedang mengalami konflik, kembali menuju ruangannya. Bayu saking tidak bisa membagi pikriannya sampai lupa mengambil ponsel miliknya yang tadi sedang di charge.
Bayu melihat layar ponsel miliknya dan berharap ada pesan yang dikirimkan oleh Rinjani kepada Bayu. Tetapi apa yang diharapkan oleh Bayu hanya tinggal harapan saja. Pesan yang diharapkan oleh Bayu sama sekali tidak ada masuk ke dalam ponsel milik Bayu. Saat melihat panggilan, Bayu melihat begitu banyak panggilan yang dilakukan oleh Ranti sahabat Rinjani.
"Ngapain Ranti nelpon berkali kali ya?" ujar Bayu yang tidak kaget saat melihat panggilan yang dilakukan oleh Ranti sebanyak berkali kali itu.
"Apa ada sesuatu yang penting sekali, sehingga Ranti harus menelpon berkali kali ke nomor ponsel aku ya?" ujar Bayu berusaha menebak apa yang mengakibatkan Ranti harus berkali kali menghubungi Bayu.
"Bisa jadi memang ada hal yang sangat mendesak ini" kata Bayu.
Bayu kemudian melakukan panggilan ke ponsel Ranti. Ranti yang sedang tertidur karena kelelahan memikirkan dimana keberadaan Rinjani, langsung kaget saat merasakan getaran di ponsel miliknya. Ranti melihat nama siapa yang muncul di layar ponselnya itu.
"Wow, Bayu" ujar Ranti.
Ranti langsung dengan semangat mengangkat telpon dari Bayu.
"Hallo Bang Bayu, apa Rinjani dengan Bang Bayu seharian ini?" ujar Ranti yang sengaja langsung menanyakan hal itu supaya Bayu sadar kalau Rinjani menghilang lagi.
"Maksud kamu bagaimana Ranti?" ujar Bayu meminta Ranti menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Jadi gini Bang" ujar Ranti
"Tadi seharusnya aku belajar dengan Rinjani, tetapi mendadak Rinjani membatalkan perkuliahan karena katanya dia ada urusan pribadi. Nah aku langsung pulang ke kos karena tahu abang sedang tidak baikan dengan Rinjani." kata Ranti yang memulai mengatakan dan menceritakan kepada Bayu apa yang sebenarnya terjadi.
"Nah saat aku sampai di kos, ternyata Rinjani tidak ada. Malahan kunci kos dititip Rinjani kepada adik kos. Adik kos yang memberikan ke aku kunci tersebut" kata Ranti melanjutkan ceitanya kepada Bayu.
"Saat itu aku lihat kalau tas besar milik Rinjani tidak ada. Aku kembali memanggil adik kos, dan menanyakan apakah dia melihat bagaimana kondisi Rinjani saat pergi dari kos kosan" lanjut Ranti menjelaskan kepada Bayu bagaimana Ranti bisa tahu kalau Rinjani pergi dari kos kosan.
"Terus apa jawaban adik kos itu?" ujar Bayu yang sudah tahu kemana arah pembicaraan ini ujungnya
"Rinjani pergi membawa tas besar dan juga tas laptop serta satu tas jenjengan" ujar Ranti mengatakan kepada Bayu apa saja yang dibawa oleh Rinjani dari kos kosannya itu.
"Baiklah terimakasih Ranti atas informasinya. Sekarang serahkan saja kepada aku, aku akan mencari kemana Rinjani pergi" kata Bayu.
"Sama sama Bang, usahakan bertemu sahabat aku itu ya Bang" ujar Ranti meminta Bayu untuk bisa menemukan Rinjani
"Aku akan berusaha untuk menemukan Rinjani" jawab Bayu dengan nada optimis.
Bayu kemudian memutuskan panggilan telponnya dengan Ranti. Dia kemudian mengambil kunci mobilnya di atas meja.
"Gue harus cari Rinjani dengan Josua" ujar Bayu.
Bayu mengemudikan mobilnya menuju kantor Papap. Bayu harus menceritakan kejadian ini kepada Papap, sekaligus meminta izin untuk mengajak Josua dalam pencarian Rinjani. Kalau hanya kemampuan melacak Bayu yang digunakan, maka akan sangat kesulitan menemukan Ranti dalam waktu cepat. Sedangkan kalau memakai bantuan dari Josua, maka Rinjani berkemungkinan akan semakin cepat ditemukan.
Bayu memarkir mobilnya tepat di depan ruangan Papap. Bayu kemudian turun dari dalam mobilnya, seorang piket jaga sebenarnya akan menghardik orang yang parkir sembarangan itu, tetapi mengurungkan niatnya karena melihat siapa yang turun dari dalam mobil.
Bayu masuk ke dalam ruangan Papap. Papap yang baru keluar dari toilet melihat Bayu yang datang dalam keadaan panik langsung mengerti kalau anaknya ini sedang mengalami masalah yang berat.
"Ada apa Bay?" tanya Papap kepada Bayu.
"Jadi kamu mau membawa Josua untuk mencari dimana keberadaan Rinjani?" ujar Papap bertanya kepada Bayu.
"Iya Pap, kalau diizinkan" ujar Bayu dengan nada yang sangat berharap kalau Papap mengizinkan Bayu untuk membawa Josua ikut dalam pencarian Rinjani.
"Oke silahkan" ujar Papap
"makasi Pap" kata Bayu yang sangat berterimakasih kepada Papap karena memperbolehkan dirinya membawa Josua dalam pencarian Rinjani.
"Sama sama Nak, Semoga Rinjani cepat bertemu dan kalian bisa cepat menyelesaikan masalah yang kamu sendiri tidak tahu apa maslaahnya itu" ujar Papap memberitahukan dan berharap yang terbaik untuk anak satu satunya itu.
"makasi Pap, jangan tahu mamah ya pap" ujar Bayu.
"Siap komandan" jawab Papap sambil tersenyum.
Bayu kemudian meninggalkan ruangan Papap. Dia mencari Josua yang ternyata sedang duduk berdua dengan Ryan di kursi yang berada di depan ruangan Papap.
"Jo, kamu ikut dengan Bayu sekarang" ujar Papap memberikan perintah kepada Josua untuk ikut dengan Bayu
"Siap komandan" jawab Josua tanpa harus bertanya apa yang akan dilakukan oleh dirinya saat ikut dengan Bayu
"Pap aku jalan dulu ya" ujar Bayu meminta izin kepada Papap
"Oke hati hati, tas kamu jangan lupa mabil Jo" ujar Papap yang melihat Josua akan pergi tanpa membawa perlengkapannya.
"Maaf komandan" ujar Josua.
Josua kemudian mengambil tas milikya di atas mobil komandanya itu. Setelah itu Josua dan Bayu kemudian masuk ke dalam mobil Bayu.
"Kita mau kemana Bang?" ujar Josua saat dirinya sudah berada dalam mobil milik Bayu
"Ranjani kabur" ujar Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Josua kepada dirinya.
"Maksudnya?" ujar Josua yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
Bayu kemudian menceritakan kembali cerita yang tadi diceritakan oleh Ranti kepada dirinya. Josua menyimak apa yang dikatakan oleh Bayu. Josua sekarang paham kenapa dirinya diajak dan diizinkan oleh komandan untuk pergi dengan Bayu mencari Rinjani.
"Sekarang kamu paham kan Josua, kenapa kamu aku bawa untuk pergi menemani aku ke luar?" ujar Bayu bertanya kepada Josua yang sudah duduk dengan tenang di kursi sebelah pengemudi.
"Sudah Bang. Aku pasti akan membantu abang untuk menemukan Nona Rinjani" ujar Josua yang sudah paham untuk apa dia menemani Bayu.
Kalau hanya untuk menemani tentu Bayu tidak akan meminta Josua kepada Papap, dia hanya akan meminta Ryan, tetapi karena Bayu membutuhkan kemampuan Josua, makanya Bayu meminta Josua yang menemani dirinya kepada Papap.
"terimakasih Jo. Aku berharap Rinjani dapat ditemukan secepatnya, karena tiga hari lagi aku harus ikut latihan intensif" ujar Bayu.
"Siap Bang. Serahkan kepada aku" ujar Josua.