Its My Dream

Its My Dream
Malam H - 27 Target Bertemu



"Kita duduk di bagian balkon saja Jo. Lebih asik melihat pemandangan kota Bukittinggi dari balkon lounge hotel sini" ujar Bayu meminta Josua untuk menuju balkon lounge hotel tersebut.


"Sip Bang" jawab Josua.


Josua berjalan menuju balkon, sedangkan Bayu pergi memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua. Saat itulah seorang wanita yang dicari cari oleh Bayu dan Josua sedang duduk menikmati makan malamnya dengan santai.


Rinjani mengetahui kalau di situ ada Bayu dan Josua yang juga akan makan malam karena malas untuk pergi makan ke luar. Rinjani yang melihat kedatangan Bayu dan Josua berpindah posisi duduk. Dia tidak ingin mereka berdua menemukan dirinya sekarang. Rinjani sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu besok.


Bayu berjalan santai melewati Rinjani. Berhubung Rinjani tidak memakai parfum yang biasa dia pakai, membuat Bayu tidak tahu dan tidak sadar kalau dia telah melewati orng yang sedang di carinya.


Tetapi sebelum meninggalkan posisi dimana Rinjani duduk Bayu menatap kembali ke belakang.


'Kenapa dia berenti di sini' ujar Rinjani yang kaget Bayu tepat berhenti di belakangnya.


Rinjani berusaha bersikap tenang kembali. Dia tidak boleh terlihat gugup, bisa bisa nanti Bayu atau Josua menjadi curiga kepada dirinya.


'Santai Jani santai' ucap Rinjani menentramkan hatinya.


"Gue seperti melewati Rinjani" kata Bayu yang seperti memiliki firasat kalau dia memang baru saja melewati Rinjani.


"Tapi nggak mungkinlah. Hanya perasaan saja. Karena kangen makanya jadi merasa kalau lewat dekat dia" lanjut Bayu berkata dengan suara sedikit agak keras.


Rinjani mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu, walapun sedikit pelan karena Bayu tepat berada di belakangnya.


Bayu kemudian kembali jalan menuju lounge hotel. Dia terlihat berbisik kepada Josua. Josua menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Bayu. Josua tanpa sepengetahuan dari Rinjani berjalan keluar lounge.


Rinjani yang sudah merasa kenyang kemudian berjalan keluar dari lounge itu. Dia akan kembali menuju kamarnya. Rinjani sebenarnya ingin melihat ke arah Bayu duduk, tetapi Rinjani takut nanti kalau pas dia melihat ke arah Bayu, Bayu juga melihat ke arah dirinya.


Rinjani berjalan menuju kamarnya dengan santai sambil memainkan ponselnya. Josua yang tadi pergi meninggalkan lounge kembali masuk ke dalam saat sudah melihat apa yang ingin dilihat oleh dirinya.


Josua kembali duduk di dekat Bayu.


"Gimana Jo?" ujar Bayu yang penasaran dengan informasi yang didapat oleh Josua.


"Yup positif seratus persen kalau itu memang target yang kita cari Bang" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.


"Dasar anak itu" ujar Bayu sambil geleng geleng kepala.


"Apa kita beritahukan kepada Ryan Bang kalau kita sudah menemukan?" ujar Josua.


"Nggak usah, kita lihat bagaimana kinerja dari seorang Ryan" ucap Bayu yang memutuskan untuk tidak memberitahukan kepada Ryan kalau mereka sudah menemukan seseorang yang mereka cari.


"Oke Bang, mari sekarang kita makan" ujar Josua mengajak Bayu untuk menikmati makan malam mereka.


Hari ini mereka bisa makan malam dengan lahap dan tidak memperdulikan keadaan sekitar. Hal itu disebabkan karena yang mereka rusuhkan da mereka khawatirkan sudah bertemu. Makanya mere bisa menikmati waktu santai malam ini.


Pramusaji menaruh makanan yang dipesan oleh Bayu.


"Silahkan dinikmati Tuan" ujar pelayan mempersilahkan Bayu dan Josua untuk menikmati makan malam mereka.


"Terimakasih" jawab Bayu dan Josua kompak.


Pelayan meninggalkan Bayu dan Josua.


"Mari makan" ujar Bayu saat melihat hidangan yang sudah di sajikan di atas meja oleh pelayan


Bayu dan Josua kemudian menikmati makan malam yang dihidangkan tersebut. Mereka makan dengan lahap hidangan itu.


"Jadi kamu sudah mendapatkan di kamar berapa dia menginap?" ujar Bayu bertanya kepada Josua sambil menikmati satu potong kentang goreng.


"Sudah Bang. Kamarnya di lantai yang sama dengan kita. Cuma beda gang saja" ucap Josua memberitahukan kepada Bayu letak lokasi kamar target yang sudah mereka ketahui.


Merek kembali melanjutkan menikmati makan malam yang sempat tertunda itu.


"Jadi gimana Bang rencana untuk eksekusi besok pagi?" ujar Josua bertanya kepada Bayu untuk agenda mereka besok pagi.


"Tenang Jo. Kamu bisa menikmati tidur kamu sampe waktu chekout kita. Urusan pagi serahkan sama saya" kata Bayu sambil menatap ke arah Josua.


"Siap Bang. Jadi mulai sekarang kita dalam rangka liburan ini?" ujar Josua berkata sambil manahan ketawanya


" Yup anggap aja gue traktir loe" ujar Bayu


Mereka kemudian kembali mengobrol membahas tentang apa saja yang dilakukan oleh Mamah dan Papap saat tidak bersama dengan Bayu. Tiba tiba saat Bayu dan Josua asik bercerita, ponsel milik Josua bergetar. Josua melihat panggilan tak terjawab yang masuk ke dalam ponselnya.


"Siapa Jo?" tanya Bayu yang penasaran dengan panggilan masuk ke dalam ponsel Josua


"Ryan Bang" jawab Josua


"Angkat aja" kata Josua memberikan perintah kepada josua untuk mengangkat panggilan telpon yang berasal dari Ryan.


"Mana tau dia mau memberitahukan kepada kita dimana posisi Rinjani saat ini" ujar Bayu


Josua mengikuti saran yang diberikan oleh Bayu untuk mengangkat panggilan telpon yang berasal dari Ryan.


"Hallo Yan, ada apa?" ujar Josua saat mengangkat panggilan yang dilakukan oleh Ryan kepada dirinya.


"Bang, loe udah ketemu dengan target nggak ngomong sama gue loe. Loe nyuruh gue untuk tetap kerja" ujar Ryan yang langsung saja mengajukan protes kepada Josua saat Josua baru saja mengangkat panggilan terlpon dari Ryan


"Maksud loe gimana? Gue gagal paham" ujar Josua pura pura tidak paham dengan maksud pernyataan dari Ryan yang ngamuk ngamuk tidak jelas itu.


"Jangan pura pura gagal paham lah Bang. Abang udah ketemukan dengan Nona Rinjani. Jangan pake boong lah Bang" ujar Ryan yang pada akhirnya mengatakan maksud dari apa yang tadi diucapkan oleh dirinya.


"Kenapa ngomong kayak gitu?" ujar Josua bertanya kembali kepada Ryan.


"Tengok ponsel abang, gue udah share jawabannya kesana" ujar Ryan setengah kesal karena merasa dikerjai oleh Josua dan Bayu.


Ryan memutuskan panggilannya terhadap Josua. Ryan benar benar kesal dengan tingkah Josua yang mengerjainya habis habisan.


Josua kemudian melihat pesan chat yang dikirimkan oleh Ryan. Ternyata dalam pesan chat itu dirinya dengan Rinjani dalam satu titik yang sama.


"Haha haha haha. Pantesan dia emosi ke gue Bang. Ternyata dia sudah mengetahui kalau Nona Rinjani sudah kita ketemukan" ujar Josua sambil memperlihatkan sebuah pesan yang dikirimkan oleh Ryan kepada dirinya.


" Ternyata dia bisa juga memakai aplikasi itu. Yang penting itu tadi Jo, dia sudah bisa make maka sudah aman. Parahnya kalau dia tidak bisa make aplikasi itu. Disitu parahnya" ujar Bayu memberikan tanggapan dan komentarnya tentang hasil kerja yang dikirimkan oleh Ryan kepada dirinya.


"Bener juga Bang" jawab Josua


Bayu dan Josua kembali menikmati minuman mereka sambil menatap keindahan kota Bukittinggi pada malam hari. Mereka berdua menikmati pemandangan indah itu. Pemandangan kota Bukittinggi dari gedung yang tinggi. Tepat pukul sebelas malam, bertepatan dengan lounge tersebut akan ditutup. Bayu dan Josua kembali menuju kamar mereka. Mereka akan beristirahat malam ini setelah melakukan kegiatan pencarian Rinjani yang benar benar melelahkan tersebut. Melelahkan bukan karena apa apa, tetapi karena petunjuk dimana keberadaan Rinjani sangat susah didapatkan


"Jadi tadi gimana bisa bertemu Bang?" ujar Josua yang penasaran bagaimana bisa Bayu menemukan Rinjani


"Wangi shamponya nggak bisa boong. Dia memang tidak memakai parfum yang biasa dia pakai, tetapi dia lupa kalau gue sangat hafal wangi shamponya. Makanya pas lewat dekat dia tadi, gue berenti hanya ingin memastikan kalau itu memang shampo dia. Ternyata jeng jeng jeng, bener, itu shampo dia" ujar Bayu menjelaskan kepada Josua dari mana dia bisa tahu kalau itu adalah Rinjani


"Kan yang make shampo wangi itu banyak Bang" ujar Josua memberikan komentar lanjutannya kepada Bayu


"Banyak sih, tapi nggak ada yang keluar kamar rambutnya setengah basah. Rinjanilah orangnya" ujar Bayu


"Intinya ada sesuatu yang membuat gue tadi yakin kalau wanita itu adalah Rinjani" ujar Bayu menutup pembicaraan antara dirinya dan Josua.


Hal itu bertepatan dengan mereka yang sudah sampai di depan kamar mereka masing masing. Bayu dan Josua kemudian masuk ke dalam kamar. Mereka akan beristirahat malam ini dengan kepala yang sudah nyaman karena Rinjani sudah berhasil ditemukan, dan hanya tinggal eksekusi saja besok pagi, yang akan diambil alih tugasnya oleh Bayu