Its My Dream

Its My Dream
Siang H - 17 Kejutan Rinjani



'Pap apa boleh Mamah mengatakan siapa mereka berdua?' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Mamah kepada Papap.


Papap yang berada di sebalah Mamah kaget saat menerima pesan chat yang dikirimkan oleh istrinya itu. Padahal posisi mereka sekarang ini sangat berdekatan sekali, tetapi ntah kenapa Mamah memilih untuk mengirimkan pesan chat kepada Papap.


'Jangan Mah, biarkan saja dulu, kita lihat sampai mana Bayu melakukan semuanya' balas Papap yang tidak mengizinkan Mamah untuk mengatakan apapun kepada Rinjani saat ini. Papap lebih memilih Mamah untuk mengendalikan dirinya terlebih dahulu supaya rencana Bayu sama sekali tidak gagal karena Mamah yang ikut campur kembali dalam urusan yang sudah diambil alih oleh Bayu


'Percayakan saja kepada Bayu' ujar Papap mengirimkan pesan selanjutnya.


Rinjani melihat apa yang dilakukan oleh Papap dan Mamah. Hal ini semakin memperkuat keyakinan Rinjani kalau ada sesuatu yang akan terjadi berikutnya. Rinjani benar benar tidak tahu dan tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada saat sekarang ini. Dia terlihat seperti anak kecil yang sedang berusaha mengiringi permainan orang dewasa. Rinjani terpaksa dibuat mengerti oleh orang orang dewasa yang sekarang berada di dekat dirinya saat sekarang ini.


"Mah, besok Papap harus keluar kota" ujar Papap mengalihkan perhatian Rinjani dengan apa yag dilakukan oleh Papap dengan Mamah yang terlihat sama sama sibuk dengan ponselnya.


"Oh Oke" ujar Mamah menjawab perkataan yang diberikan oleh Papap kepada dirinya.


Mamah menatap ke arah Rinjani. Rinjani masih terlihat sedang berpikir keras. Mamah berharap Rinjani tidak memikirkan kalau sekarang seseorang yang sangat penting dalam hidupnya sedang berada di sana. Mamah memperhatikans etiap gerak gerik Rinjani. Rinjani terlihat masih sama dengan yang tadi. Rinjani masih memikirkan apa yang tadi ditanyakan oleh dirinya kepada Papap dan Mamah


Mamah sekarang tidak bisa berbuat apa apa lagi karena sekarang acara sudah berubah drastis. Bayu mengambil alih acara yang sebelumnya disusun oleh Mamah, ternyata tadi siang ada perombakan acara dengan Bayu yang membuat acara itu. Tetapi pada dasarnya ada beberapa acara yang memang sudah dibuat oleh Mamah yang sama sekali tidak di ubah oleh Bayu.


Ranti memegang tangan sahabat baiknya itu. Ranti tidak bisa melakukan apapun, Ranti hanya bisa menguatkan Rinjani untuk tidak memikirkan hal yang buruk buruk.


"Jani, kamu jangan berpikiran buruk, akmu harus rilek Jani" ujar Ranti berusaha menetralkan pikiran Rinjani kemabali


"Benar apa yang dikatakan Ranti sayang. Kamu harus yakin kalau kami pasti akan melakukan dan memberikan yang terbaik untuk kamu" ujar Mamah mendukung apa yang dikatakn oleh Ranti kepada dirinya.


"Sudah sayang, Mamah mohon sama kamu sudah sayang, kamu jangan berpikiran macam macam ya. itu hanya perasaan kamu saja" ujar Mamah meminta Rinjani untuk tidak berpikiran macam macam.


"Iya Mah, aku akan berusaha untuk tidak berpikiran macam macam" jawab Rinjani yang memang sedang berusaha untuk menetralkan kembali pikirannya yang sedang kacau seperti sekarang ini.


"Mamah yakin kamu bisa" ujar Mamah memberikan semangatnya kepada Rinjani


"Makasi mah" ujar Rinjani sambil tersenyum kepada mamah


"Oh ya sayang, apa yang membuat kamu berpikrian kalau ada seseorang yang sangat dekat dengan kamu berada di dalam ruangan ini?" ujar Mamah yang penasaran dengan apa yang menyebabkan Rinjani memiliki pemikiran kalau ada seseorang yang sangat dekat dengan dirinya berada di dalam ruangan tempat acara sedang berlangsung.


"Mamah tengok kedua orang yang duduk satu meja dengan Bram, Ryan dan Josua itu?" ujar Rinjani meminta Mamah melihat ke arah kedua orang yang ditunjuk oleh Rinjani dengan mulutnya.


Rinjani tidak mungkin menunjuk ke arah kedua orang itu menggunakan tangannya karena bagaimanapun juga Rinjani masih belum memastikan siapa kedua orang yang sedang duduk dengan Bram yang menurut Rinjani sangat mengenal kedua orang itu.


"Mamah kenal dengan mereka berdua?" ujar Rinjani menanyakan kepada Mamah.


"tidak sayang" jawab Mamah


"Papap kenal dengan mereka?" lanjut Rinjani yang kali ini mengarahkan pertanyaan kepada Papap.


Rinajni berharap Papap mengenal ke dua orang yang ditunjuk oleh Rinjani tadi. Tetapi jawaban yang diberikan oleh Papap adalah sama dengan yang diberikan oleh Mamah kepada dirinya. Papap sama sekali tidak mengenal siapa kedua orang itu.


"Apa Bang Bayu ya Mah yang kenal dengan mereka berdua?" ujar Rinjani


"Oh ya mengingat Bang Bayu kemana pria tampan itu dia ya mah, kenapa aku tidak melihat dirinya sama sekali Mah?" ujar Rinjani yang baru ingat dengan kekasihnya itu.


Rinjani memang sama sekali tidak melihat keberadaan Bayu di sana. Dia sudah mengarahkan semua matanya kepada semua pengunjung. Tetapi hasilnya nihil Rinjani sama sekali tidak melihat keberadaan Bayu di dalam ruangan besar itu.


"Sayang?" panggil Mamah menyapa Rinjani yang matanya semakin liar mencari dimana keberadaan Bayu pada saat ini.


Rinjani sama sekali tidak menggubris panggilan dari Mamah. Matanya tetap liar mencari keberadaan Bayu.


"Mah Rinjani tahu semua ini adalah pekerjaan dari Bang Bayu, tapi Rinjani ingin tahu sekali kenapa Bang Bayu melakukan semua ini, apa yang terjadi Mah. Tetapi Jani ingin bertemu bang bayu mah. karena Jani sangat penasaran ada apa ini semua" ujar Rinjani yang semakin tidak bisa menahan perasaannya.


Rinjani benar benar kacau saat ini. Semakin Rinjani menekan dan menahan perasaannya semakin Rinjani tidak bisa mengendalikan perasaan dan juga rasa penasarannya. Rinjani terasa tersiksa dengan perasaannya kali ini. Rinjani sama sekali tidak tahu harus berbuat apa dengan apa yang sedang dilakukan olehnya saat ini. Rinjani benar benar habis main dibuatnya.


Papap, Mamah dan juga Ranti merasa kasihan dan iba melihat Rinjani yang seperti ini. Rinjani benar benar seperti sedang dalam keadaan yang tertekan karena apa yang sedang dipikirkan oleh diriny saat ini. Mamah sebenarnya sangat ingin menolong Rinjani keluar dari dalam permasalahannya itu, tetapi apa mau dikata Mamah sama sekali tidak mungkin merusak acara yang sudah disusun sama Bayu dengan sebaik baiknya.


"Mah" ujar Rinjani yang semakin tidak tahu apa yang harus dilakukannya.


Mamah yang melihat Rinjani sudah seperti itu memutuskan untuk melakukan sesuatu. Dia tidak ingin Rinjani menjadi pusing dan semakin tidak bisa berbuat apa apa. Dia akan melakukan sesuatu


"Kamu tunggu di sini ya sayang, Mamah akan coba cari tahu siapa orang itu" ujar Mamah


"Makasi Mah" jawab Rinjani


Mamah kemudian berjalan meninggalkan RInjani dan yang lainnya. Mamah harus menyelesaikan masalah ini secepatnya. Semua ini di luar prediksi Mamah, Mamah menyangka kalau Rinjani akan aman aman saja dengan semua kejadian, ternyata sama sekali tidak. Rinjani ternyata memakai pikiran dan perasaannya untuk melihat semua kejadian yang ada. Rinjani ternyata menganalisa semua kejadian itu.