
Rinjani sudah terbangun dari pukul setengah lima tadi, Rinjani dan Ranti sudah merendam pakaian yang akan mereka cuci setelah melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Rinjani dan Ranti memisahkan pakaian mereka menjadi tiga ember. Satu pakaian untuk warna puih, satu ember pakaian berwarna dan satu ember lagi untuk celana jins dan pakaian dalam. Alhasil kamar mandi menjadi sangat penuh karena ember ember yang dipakai oleh Rinjani dan Ranti untuk merendam pakaian mereka. Setelah merendam pakaian, Rinjani dan Ranti menulis nama mereka sebagai orang pertama yang akan menyuci pakaian di dalam kamar mandi. Rinjani dan Ranti kemudian kembali ke dalam kamar, mereka akan melanjutkan istirahat yang sempat tertunda tadi karena harus merendam pakaian mereka ke dalam kamar mandi. Mereka berdua sama sama takut kalau mendapatkan antrean terakhir untuk menggunakan kamar mandi sebagai tempat mencuci pakaian.
Rinjani dan Ranti tidak tidur kembali, mereka menunggu suara azand sambil bermain gadget masing masing. Rinjani melihat ada panggilan video yang gagal terhubung ke ponsel miliknya dari Bayu. Rinjani melihat jam ponsel miliknya.
"Yah nggak mungkin Bayu bangun jam segini. Nanti ajalah telpon dia setelah selesai mencuci. Tapi aku akan ambil fhoto dan memamerkan ke dia kalau aku sedang melakukan kegiatan loundry yang seharusnya aku upahkan dengan uang yang diberi oleh Bayu kemaren" ujar Rinjani yang sudah bisa membayangkan niat jahilnya untuk menggoda Bayu melalui pesan chat yang akan dikirimkan oleh Rinjani.
Tak berapa lama suara azand berkumandang dengan merdu. Rinjani dan Ranti kemudian keluar kamar dan mengambil wuduk untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim. Setelah selesai melakukan kewajiban mereka, mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar mandi dengan memakai atribut untuk mencuci pakaian yang banyaknya segunung itu. Rinjani mengambil fhoto pakaian yang akan dicucinya, Rinjani kemudian mengirimkan fhoto itu kepada Bayu. Rinjani melihat hanya centang satu saja pesan chat yang dikirim oleh Rinjani kepada Bayu.
"Sepertinya dia masih dalam keadaan tidur" ujar Rinjani manaruh ponselnya di tempat yang aman. Rinjani akan mulai melakukan kegiatan rutinnya setiap hari minggu yaitu mencuci pakaian dan menyetrika pakaian yang sudah di cuci minggu kemaren.
Ranti juga melakukan hal yang sama dengan Rinjani. Dia juga mengirimkan fhoto pakaian yang akan dicuci olehnya kepada Bram. Kejadiannya tetap sama, sama sama centang satu.
"Sepertinya mereka kompak untuk bangun siang Jani. Kita berdua aja yang bangun pagi karena malas mengantarkan pakaian kita ke loundry" ujar Ranti berkata kepada Rinjani bagaimana kompaknya Bayu dan Bram untuk tidur dan bangun siang hari.
Rinjani dan Ranti mulai menggundar pakaian mereka. Mereka memilih mana yang harus digundar dan mana yang hanya dikucek saja. Mereka berdua melakukan pekerjaan itu dengan sangat bahagia dan tidak merasa kalau mencuci pakaian mereka sendiri menjadi sebuah beban yang harus mereka pikul. Mereka menganggap mencuci pakaian itu adalah kewajiban yang memang harus mereka lakukan.
"Kak Jani, siap kakak siapa yang mau nyuci?" tanya Dian yang ternyata bangun terlambat dan sudah didahului oleh Rinjani dan Ranti untuk mencuci pakaian.
"Nggak ada, loe mau nyuci?" tanya Rinjani sambil melihat sekilas ke arah Dian yang ternyata baru bangun tidur.
"Yupi, tapi kayaknya kakak masih lama, aku menyetrika ajalah duluan" ujar Dian sambil kembali ke kamarnya untuk mengambil pakaian yang akan diseterika yang jumlahnya lumayan banyak. Dian memperkirakan dia selesai menyetrika, Rinjani atau Ranti juga selesai mencuci pakaian mereka.
"Kakak nggak nyetrika pakaian?" tanya Dian yang sekarang sudah berada di meja tempat seterika pakaian yang disediakan oleh pemilik kos.
"Rencana, tapi nantilah siang. Siap masak, nggak kuat kalau siap mencuci, langsung seterika tanpa makan terlebih dahulu. Rencana siap nyuci mau ke tempat buk cokro dulu beli sarapan" ujar Rinjani mengatakan kepada Dian apa rencana dirinya hari ini setelah mencuci pakaian itu.
"Ranti, siap nyuci kita ke tempat buk cokro ya. Gue kangen sama picalnya" ujar Rinjani mengajak Ranti untuk makan pical ke warung buk cokro yang terletak di jalan murai itu. Tepat di tepi banda bakali.
"Oke" jawab Ranti yang cuciannya lebih banyak dari pada Rinjani. Ranti menggunakan kekuatan super untuk dapat menyelesaikan dengan cepat kegiatan mencuci pakaian itu. Ranti tidak bisa berlama la mandi kamar mandi, bisa bisa dia masuk angin dan ujung ujungnya sakit lagi kalau dia lama lama di kamar mandi.
Rinjani dan Ranti melanjutkan menyuci pakaian mereka. Sedangkan Dian menyetrika pakaiannya yang porsinya lumayan besar itu. Saat sedang sibuk mencuci pakaian, tiba tiba ponsel Rinjani berdering ada panggilan video yang masuk ke dalam ponselnya. Rinjani melihat panggilan video itu, ternyata big boss yang menghubunginya. Rinjani mengangkat panggilan video itu.
"Hay" sapa Rinjani kepada Bayu yang dilihatnya berada di dalam kamar mandi. Rinjani terlihat berpikir apa yang dilakukan oleh Bayu di kamar mandi itu sepagi ini.
"Kamu dimana sayang?" tanya Rinjani yang heran kenapa Bayu pagi pagi sekali sudah berada di dalam kamar mandi rumah dinasnya itu.
"Aku sedang di kamar mandi, mau jadi tukang loundry seperti kamu sekarang" ujar Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani yang memang pakaiannya sudah basah karena kegiatan mencuci pakaian itu.
"Serius kamu mau mencuci sendiri pakaian kamu sayang?" ujar Rinjani yang kurang percaya dengan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
"Serius. Lihat aja sendiri kalau kamu tidak percaya aku mencuci pakaian sendiri" ujar Bayu sambil memperlihatkan dia mencuci pakaiannya sendiri dengan tidak menggunakan jasa loundry seperti biasanya.
"Haha haha haha, sayang sayang., kamu ada ada aja. Ngapain juga kamu harus nyuci sendiri sayang. Kamu antar ajalah ke loundry" ujar Rinjani yang langsung tertawa melihat Bayu yang akan mencuci pakaiannya sendiri menggunakan tangannya yang selama ini tidak pernah memegang atau menggundar pakaian menggunakan gundar kain.
"Nanti kamu capek loh sayang. Nggak gampang loh mencuci pakaian menggunakan gundar kain kalau kamu tidak terbiasa" ujar Rinjani yang masih kekeh meminta Bayu untuk menggagalkan saja niatnya mencuci dengan menggunakan tangan.
"Kamu antar sajalah ke loundry" ujar Rinjani meminta Bayu untuk mengantarkan pakaian kotornya ke loundry sekali lagi.
"Ogah. Aku nggak mau kalah sama kamu. Masak kamu perempuan kuat mencuci sebanyak empat ember. Aku yang laki laki nggak kuat dua ember. Cemen banget aku" ujar Bayu yang tetap ngeyel untuk menggundar sendiri pakaian kerjanya itu.
"Okelah kalau begitu. Mari aku lihat apakah kamu benar benar kuat menggundar pakaian itu atau akan menyerah di ember pertama" ujar Rinjani menantang Bayu untuk kuat atau tidak menyelesaikan kedua ember pakaian yang akan dicucinya pakai gundar kain.
"Oke tantangan diterima, kalau aku menang, malam ini kita akan makan malam di luar. Tapi kalau kalah kita akan tetap makan di luar tapi kamu yang bayar" ujar Bayu mengatakan apa hadiah yang akan diterima oleh pemenang lomba itu.
"Oke sip." ujar Rinjani setuju dengan hadiah lomba yang diajukan oleh Bayu kepada Rinjani.
Mereka berdua kemudian melanjutkan mencuci pakaian sendiri sendiri. Video call itu sengaja tidak dimatikan karena Rinjani takut Bayu curang. Makanya dia meminta kepada Bayu untuk tidak mematikan video call mereka sampai semua pakaian Bayu selesai dicuci oleh Bayu.
"Ada apa Jani?" tanya Ranti dari kamar mandi sebelah. Ranti mendengar Rinjani tadi sedang menelpon dengan Bayu
"Ini, Bayu juga mencuci sendiri pakaiannya hari ini. Bayu tidak mengantarkan pakaiannya ke loundry" ujar Rinjani menceritakan kepada Ranti Bayu yang sedang mencuci pakaiannya sendiri tanpa mengantarkan ke loundry.
"Serius, kalau loe nggak percaya loe tengok sendiri ajalah" ujar Rinjani meminta Ranti untuk melihat sendiri bagaimana cara Bayu mencuci pakaiannya sendiri.
Ranti dan Dian melihat bagaimana cara Bayu menghindar pakaiannya. Bayu melakukannya dengan cara yang sangat benar. Bayu terlihat sudah terbiasa melakukan pekerjaan rumahan itu.
"Hay Bang Bayu, sepertinya abang sudah terbiasa mencuci pakai gundar kain" ujar Ranti menyapa Bayu yang terlihat sangat bersemangat menggundar pakaian dinas lapangannya yang sangat kotor tersebut.
"Haha haha haha. Jangan lupa Ranti, aku ini adalah tentara yang biasa hidup di lapangan. Jadi, kalau masalah mencuci, menyetrika itu masalah gampang. Sahabat kamu saja yang sudah berani menertawakan aku" ujar Bayu menggoda Rinjani yang masih tetap serius menggundar pakaiannya.
"lah iyalah sayang, kamu nggak pernah mencuci menyetrika, eee eee eee tiba tiba karena percakapan kita kemaren kamu tiba tiba langsung mau nyuci dan nyetrika sendiri. Makanya aku kaget. Kaget ya sayang bukan menyangkal kalau kamu tidak bisa" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Bayu yang mengatakan kalau kalau Rinjani meragukan Bayu untuk urusan sepele itu.
"Jadi, yang menang gimana bang?" ujar Ranti yang ingin tahu apa yang dijadikan hadiah oleh Rinjani dan Bayu.
"kalau abang menang makan abang yang akan traktir Rinjani makan malam. Tetapi kalau Rinjani yang menang maka Rinjani yang akan traktir" uajr Bayu mengatakan kepada Ranti apa yang akan dijadikan hadiah oleh mereka berdua.
"Oke Bang. Fokus bang. Biar nggak dibelikan oleh Rinjani" ujar Ranti memberikan dukungan kepada Bayu.
"nggak akan sanggup kamu sayang mencuci dua ember itu" ujar Ranjani yang bermaksud untuk merusak konsentrasi Bayu dalam mencuci pakaian.
"tenang saja sayang, akan aku pastikan ini akan selesai dalam sekejap. Kamu jangan pernah remehkan aku sayang" ujar Bayu mencoba meyakinkan Rinjani kalau dia pasti akan menyelesaikan dua ember pakaian itu.
"Okelah kalau begitu" ujar Rinjani yang tidak akan mengganggu konsentrasi Bayu dalam mencuci pakaian nya.
Rinjani, Bayu dan Ranti menggundar pakaian mereka sendiri sendiri.
"yes satu ember selesai" ujar Bayu bersorak kesenangan saat ember pertama telah selesai dieksekusi oleh Bayu.
Bayu mulai mengerjakan ember keduanya. Rinjani melihat hal itu. Dia tersenyum bahagia, Bayu benar benar menyelesaikan semua pekerjaannya dengan sangat baik.
Setelah satu jam berkutat dengan pakaiannya yang dicuci, Bayu akhirnya selesai juga mencuci semua pakaian miliknya itu.
"sayang maaf ya aku telah selesai" ujar Bayu sambil tersenyum ke arah Rinjani yang memang sudah mengangkat dua jempolnya ke arah Bayu.
"selamat sayang, langsung jemur aja. Nanti jemput aku lima ya. Kita jalan jalan dulu baru makan malam" ujar Rinjani meminta Bayu untuk menjemputnya di jam lima sore.
"Oke sip. Kamu lanjut mencuci ya. Aku mau jemur pakaian dulu, terus menyetrika pakaian aku yang akan aku pakai dinas besok" ujar Bayu yang telah selesai menyuci pakaiannya sendiri. Ini adalah kali pertama Bayu mencuci sendiri pakaiannya. Biasanya Bayu memang mencuci, tetapi hanya sebatas pakaian dalam saja, tidak pernah pakaian sehari hari dan juga pakaian dinas. Ini adalah kali pertama Bayu mencuci sebanyak itu.
Ranti dan Rinjani melanjutkan pekerjaan mereka yang belum selesai. Setelah satu setengah jam berlalu akhirnya pakaian Rinjani dan Ranti sudah dikeringkan di bawah sinar matahari. Rinjani dan Ranti bisa memilih dimana mereka akan menjemur pakaian mereka saat ini.
Setelah menjemur pakaian Rinjani dan Ranti menukar pakaian mereka. Mereka berdua akan pergi membeli sarapan. Dian sudah memberikan uang untuk menitip membeli pical dan bakwan.
Rinjani dan Ranti kemudian pergi membeli sarapan ke tepi banda bakali itu. Mereka berdua tidak jadi makan di sana mengingat Dian dan beberapa orang anak kos lain menitip kepada mereka sarapan yang akan mereka makan pagi ini.
Setelah semua titipan dan gorengan selesai. Mereka kembali ke kos. Sesampainya di kos, Rinjani dan Ranti memberikan kepada setiap anak kos yang tadi menitip bekal sarapan itu kepada mereka masing masing.
Rinjani dan Ranti kemudian makan sarapan mereka. Setelah itu Rinjani lanjut menyetrika pakaian. Sedangkan Ranti memasak sambal untuk mereka makan nanti siang.
Ranti akan menyetrika setelah Rinjani selesai menyetrika pakaiannya. Tepat pukul dua siang Rinjani telah selesai menyetrika semua pakaiannya termasuk dengan pakaian yang subuh tadi di cuci yang separo sudah kering.
Ranti juga sama, dia menyetrika di meja luar, tepat pukul dua juga telah selesai menyetrika.
"gue tidur bentar ya Ran. Capek banget" ujar Rinjani yang ingin beristirahat siang. Selama seminggu ini Rinjani sama sekali tidak pernah tidur siang.
"sama gue juga mau beristirahat ngantuk gue" ujar Ranti yang juga sudah merasakan matanya sangat berat dan ingin beristirahat juga.
Rinjani dan Ranti kemudian beristirahat siang. Sambal yang sudah siap dimasak oleh Ranti ditutup dulu, mereka akan makan nanti saat sudah bangun dari istirahat siang. Mereka benar benar lelah setelah mencuci dan menyetrika pakaian yang sangat banyak itu.
Rinjani dan Ranti dalam sekejap sudah berpindah ke alam mimpi. Kesibukan di kos besar itu tetap terlaksana. Banyak di antara anak kos yang bangun kesiangan dan baru mencuci pakaian mereka saat matahari sudah mau tergelincir keberadaannya.