Its My Dream

Its My Dream
Perjalanan Menuju Rumah Mami



"Sayang, kita hari ini pulang ke rumah Mamah ya?" kata Bayu saat menjemput Rinjani dari mengajar di kampus jauh daerah kayu tanam.


"Emang ada acara apa sayang?" tanya Rinjani balik yang tidak mengerti kenapa Bayu mengajak dirinya untuk pulang ke rumah Mamah.


"Nggak tau juga. Ibuk Negara tadi nelpon, minta aku ngajak kamu ke rumah dinas"


"Oh Oke sayang. Mari kita ke rumah Mamah. Aku juga udah kangen sama Mamah." Jawab Rinjani yang sudah sangat kangen kepada Mamah.


Rinjani dan Mamah memang sudah tiga hari tidak bertemu. Selepas dari acara serah Terima itu Rinjani sibuk dengan kegiatannya. Apalagi pada hari berikutnya Rinjani dan Bayu menyempatkan diri pergi bermain berdua. Makanya jadi tidak bertemu dengan Mamah.


"Mana kangen yang lebih besar, ke aku atau ke mamah?" Bayu kembali bertanya kepada Rinjani tentang perbandingan berapa besar kangen Rinjani kepada Mamah atau kepada dirinya.


"Ke Mamah lah sayang. Ke kamu ngapain pake kangen segala. Tiap hari juga ketemu" jawab Rinjani sambil menatap ke luar jendela dan tidak mau menatap ke arah Bayu.


Rinjani menahan senyumannya dari Bayu. Dia tersenyum simpul sendiri saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya serta yang semakin membuat Rinjani tidak tahan untuk tersenyum adalah atas jawaban yang diberikan oleh Rinjani kepada Bayu.


"Oh jadi gitu, jadi nggak kangen aku. Oooo baiklah okelah. Nggak usah aja pake kangen sama aku, aku kan memang nggak layak di kangeni" jawab Bayu dengan nada memelas dan bersedih karena ternyata Rinjani sama sekali tidak kangen dengan dirinya.


Padahal Bayu berharap kalau Rinjani kangen banget dengan dirinya.


Rinjani yang melihat Bayu bersedih menatap ke arah kekasihnya itu. Rinjani tidak ingin Bayu bersedih lama lama.


Rinjani menatap Bayu lama. Sedangkan Bayu yang tahu dirinya di tatap oleh Rinjani pura pura tidak melihat kalau Rinjani melihat ke arah dirinya.


"Sayang"


Panggil Rinjani dengan nada manja dan berusaha membujuk Bayu untuk memandang ke arah Rinjani.


"Apa?" jawab Bayu dengan nada dibuat ketus seperti itu.


Rinjani kaget dengan nada jawaban yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. Bayu terdengar marah dari nada bicaranya.


"Kamu marah sama aku sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu sambil menatap ke arah Bayu.


"Nggak ada marah" jawab Bayu dengan santainya.


"Itu namanya marah. Mada ada orang jawab pertanyaan singkat singkat begitu" balas Rinjani sambil melihat ke arah Bayu.


"Serius sayangku nggak ada aku marah" ujar Bayu sambil melihat ke arah Rinjani.


Bayu bersorak dalam hatinya, dia berhasil mengerjai Rinjani dengan gaya khasnya. Bayu sengaja melakukan itu agar Rinjani sedikit merasa bersalah dan tidak berniat mengulang kembali kesalahannya yang sama.


"Kamu pasti ngerjain aku tadikan sayang. Makanya kamu pura pura marah dan jawab pertanyaan aku satu satu" kata Rinjani sambil menatap tajam ke mata Bayu.


"Mana ada gitu" jawab Bayu menolak tuduhan yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Ais sayang ngaku ajalah. Mana pernah kamu jawab pertanyaan aku selama ini ketus"


"Bener sayang. Nggak ada niat untuk mengerjai kamu. Aku bener bener nggak ada niat sama sekali"


Bayu juga bertahan dengan apa yang dikatakan oleh dirinya. Rinjani memutar bola matanya kepada Bayu. Dia kesal dengan cara Bayu menanggapi pertanyaan yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Ye lah" jawab Rinjani sambil mencubit pinggang Bayu.


"Wow. Sakit sayang" ujar Bayu komplen kepada Rinjani karena Rinjani dengan tiba tiba mencubit dirinya.


"Dikit sayang" balas Rinjani.


"Haha haha haha haha"


Mereka kemudian tertawa saat merasa lucu dengan apa yang mereka kerjakan saat ini. Bayu dan Rinjani sama sama terlihat seperti anak kecil yang sedang bergelut karena suatu hal yang mereka masing masing tidak mau mengalah sehingga harus mengeluarkan jurus mencubit andalan mereka masing masing.


"Ada ada aja yang kamu ketawain sayang" kata Bayu sambil menjadi lebih hidung Rinjani yang sangat mancung tersebut.


"bukan aku yang aneh aneh sayang. kamu yang aneh. masak iya kamu pake acara ngambek segala. kamu kan laki laki"


Rinjani membela dirinya yang dikatakan oleh Bayu ngadi ngadi dalam melakukan sesuatu. Rinjani malahan mengatakan kalau Danu yang ngadi ngadi sehingga membuat mereka sedikit ribut seperti tadi.


"Sayang, besok sabtu aku jadi ya ke asrama kompi c" kata Rinjani membujuk Bayu untuk membolehkan dirinya menuju kompi C sesuai dengan apa yang telah direncanakan oleh Rinjani bersama dengan ibu-ibu persit yang berada dan tinggal di Kompi C tersebut


" Oke Sayang aku setuju kalau kamu mau bermain dan bercengkrama dengan para ibu-ibu yang ada di asrama kompi C." kata Bayu yang setuju dan mengijinkan Rinjani untuk pergi bermain ke kompi C sesuai dengan apa yang telah disepakati oleh Rinjani dengan ibu-ibu tersebut


" tapi sayang Apa aku boleh minta sesuatu kepada dirimu?" tanya Bayu yang memiliki sebuah ide di dalam kepalanya saat ini


Bayu sangat yakin kalau Rinjani pasti bisa melakukan apa yang diminta oleh Bayu tersebut. karena permintaan Bayu ini sangatlah gampang diwujudkan oleh orang seperti Rinjani


Rinjani kemudian menatap dengan penuh curiga ke wajah kekasihnya itu. Bayu kalau sudah meminta sesuatu kepada Rinjani untuk mewujudkan keinginan Rinjani pasti memiliki ide-ide yang membuat Rinjani menjadi tambah kagum dan cinta kepada kekasihnya itu


" apa yang kamu minta sayang?" akhirnya Rinjani mengatakan hal tersebut kepada Bayu untuk Bayu mengatakan apa yang diinginkan oleh dirinya kepada Rinjani


" Gampang kok Sayang" kata Bayu sambil melihat ke arah Rinjani


Rinjani semakin penasaran dengan apa yang diinginkan oleh Bayu kepada dirinya.


" mau apa sayang Jangan bikin aku penasaran" gue cari Jani sambil melihat ke arah Bayu dengan memberikan Tatapan yang bermakna kalau Rinjani sudah tidak sabar lagi untuk mendengar apa permintaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya


" sabar dikit kenapa sayang" kata Bayu yang sangat mengerti Kalau Rinjani sangat-sangat tidak memiliki kata sabar di dalam kamusnya kalau sudah berhadapan dengan keinginan dari seorang Bayu


" sayang kamu kan tahu sendiri kalau aku sangat tidak bisa sabar saat mendengar kalau kamu menginginkan sesuatu dari aku" jawab Rinjani membela dirinya


" ya Sayang aku sangat tahu hal itu. itulah yang membuat aku semakin cinta dan sayang kepada dirimu" kata Bayu mulai mengeluarkan jurus gombalan-gombalan yang entah dari mana dipelajari oleh Bayu selama ini


" mulai dah tu gombalan gombalan nggak jelas dari letnan satu Bayu Anggara anak dari Komandan Kesatuan yang baru" ujar Rinjani sambil tersenyum mengejek Bayu yang pura pura tidk tahu kalau Rinjani sedang menyindir dirinya saat itu.