Its My Dream

Its My Dream
Pagi H - 17 HS hotel #



Papap dan Mamah yang pagi itu terlihat arah mobil mereka menuju kesatuan hanya karena ingin mengelabui Rinjani dan Bayu yang berkendara di belakang mereka. Setelah mereka merasa sudah tidak terlihat lagi oleh Bayu dan Rinjani dari kaca spion mereka dan kebetulan Papap sudah berada di gerbang utama kesatuan meminta Josua untuk memasukkan mobil ke dalam gerbang utama. Mereka akan langsung kembali keluar melalui gerbang yang satunya lagi.


"Josua, kita langsung keluar lagi, Kita ke hotel tempat teman lama saya menginap" ujar Papap meminta Josua mengantarkan mereka berdua muju hotel tempat kedua sahabat lama Papap dan Mamah menginap.


"Siap komandan" ujar Josua menyetujui perintah yang diberikan oleh Papap kepada dirinya. Pagi ini memang Josua yang mengemudikan mobil bukan Ryan seperti biasanya karena Ryan dalam kondisi tidak fit dan prima untuk membawa mobil di jalan raya, sehingga Josua yang seharusnya menjadi ajudan hari ini bertindak sebagai driver atau sopir menggantikan Ryan.


Josua kembali memutar mobil mengambil jalan menuju gerbang utama untuk keluar. Beberapa perwira yang baru sampai saat melihat mobil komandan yang kembali keluar dari gerbang utama menatap heran ke arah mobil itu.


"Apa mungkin komandan sedang sakit? Sehingga memilih untuk pulang kembali?" ujar salah seorang perwira kepada rekannya.


"Bisa jadi, nanti siang kita juga akan tahu. Kita kan diundang untuk datang ke HS Hotel untuk memenuhi undangan yang diberikan oleh komandan kepada kita semua" ujar salah seorang perwira yang sedang duduk bersama sama di puja sera yang terletak di pinggir kantor utama.


"Jadi acaranya jam setengah satu, saat jam makan siang. Saya penasaran dengan acara yang dibuat. komandan sama sekali tidak memberitahukan kepada kita semua acara apa yang akan diadakannya itu. Jadi kita tidak tahu harus membawa hadiah apa ke sana" ujar perwira yang lain memberikan tanggapannya atas undangan yang diberikan oleh komandan mereka tersebut.


Mobil yang dikemudikan oleh Josua sudah bergerak menuju HS Hotel, tempat dimana sahabat lama Papap yang dari Bali menginap di sana untuk beberapa hari ini saja.


"Apa papap sudah menghubungi mereka berdua Pap?" tanya Mamah kepada Papap.


"Sudah, mereka akan menunggu kita berdua di lobby hotel" jawab papap yang sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu dengan dua orang teman lama yang sudah lama sekali mereka tidak bertemu itu.


Sekarang saatnya mereka berempat melepas rindu yang sudah sangat lama mereka tahan, hanya karena satu hal saja mereka berempat bisa kembali bertemu. Sebenarnya mereka bisa bertemu saat pertemuan yang diadakan oleh markas besar mereka, tetapi hal itu tentu saja hanya bisa sebentar saja karena jadwal kegiatan yang padat, sehingga temu kangen itu tidak akan berlangsung lama.


Mobil yang dikemudikan oleh Josua sudah sampai di depan HS Hotel, hotel bintang empat yang baru berdiri di akhir tahun kemaren, hotel yang tingkat kenyamanannya luar biasa nyaman untuk orang orang yang memilih menginap dan menikmati istirahat mereka di hotel itu.


"Maaf Komandan, kami berdua menunggu di parkiran saja atau bagaimana?" ujar Josua bertanya kepada Papap dan Mamah.


"Kalian berdua ikut turun dengan kami" ujar Papap memberikan perintahnya kepada Josua dan Ryan.


"Siap komandan" jawab Josua dan Ryan bersamaan.


Josua memberhentikan mobilnya di lobby hotel. Vallet membukakan pintu mobil untuk Papap dan mamah, sedangkan Ryan turun sendirian dari dalam mobil dengan membuka pintu mobil untuk dirinya sendiri. Sedangkan Josua memberikan kunci mobilnya kepada vallet untuk membatu memarkir mobilnya di bestman.


Papap dan Mamah serta Ryan dan Josua masuk ke dalam lobby hotel. Tuan dan Nyonya Bramntya yang melihat kalau Tuan dan Nyonya Anggara sudah datang langsung berdiri dari duduknya. Mereka berdua berjalan mendekat ke arah Papap dan Mamah.


"Santi, lama tidak berjumpa" ujar Mamah memeluk sahabat lamanya itu.


"Sari, lama juga tidak bertemu" balas Santi sambil memeluk Mamah.


Papap dan juga tuan Bramantya saling berpelukan juga. Sedangkan keempat ajudan berdiri di belakang komandan mereka masing masing. Mereka saling menganggukkan kepala saja untuk saling menyapa.


"Bagaimana istirahat kamu semalam?" ujar Papap bertanya kepada Baramntya.


"Haha haha haha haha, mana ada saya memberikan hotel yang abal abal untuk kamu, tentu saya akan memilihkan hotel yang sangat luar biasa untuk kamu" ujar Papap dengan nada bangga karena sudah memberikan pelayanan yang terbaik untuk sahabatnya itu. Sahabat yang sudah sangat lama tidak bertemu dengan Papap.


"Mana tahukan ya, kamu memberikan saya hotel yang yah begitulah" ujar Bramantya berkata kepada Papap.


"haha haha haha, tidak akan mungkin" jawab Papap sambil tertawa terbahak bahak mendengar jawaban yang diberikan oleh Bramantya kepada dirinya.


"Jadi gimana ceritanya penerbangan yang seharusnya dilakukan pagi ini mendadak berubah menjadi kemaren siang?" ujar Papap yang memang kemaren sempat heran dengan kelakuan sepasang suami istri itu yang mendadak melakukan perubahan jadwal terbang mereka ke kota Padang dari Bali.


"Ya ini ni, Santi, ntah kenapa mendadak meminta kemaren siang berangkat. Untung saja masih ada penerbangan yang tersisa untuk empat orang, kalau tidak terpaksa ajudan berangkat hari ini" ujar Bramantya memberitahukan kepada Papap kenapa dirinya dan juga istrinya pada akhirnya melakukan penerbangan ke Padang kemaren siang bukan pagi hari ini saja.


"Jadi intinya Santi tidak tahan lagi untuk menghirup udara kota padang gitu maksudnya?" ujar Mamah yang menarik kesimpulan kenapa bisa keluarga Bramantya terbang siang kemaren menuju kota Padang.


"haha haha haha"


Santi tertawa mendengar jawaban atau tanggapan yang diberikan oleh Mamah terhadap keputusannya untuk berangkat terbang ke kota Padang kemaren siang. Sebenarnya alasannya bukan itu tetapi ada satu alasan yang nantinya pasti akan terbongkar juga pada saat yang sudah ditentukan.


"Bukan itulah, kamu tahu sendirilah kenapa aku lekas ingin cepat datang ke kota ini. Kan nggak mungkin aku katakan sekarang" ujar Santi menjawab kesimpulan yang diberikan oleh Mamah saat mengatakan kalau Santi ingin cepat mendarat di Padang karena sudah kangen dengan udara kota Padang.


"Haha haha ya, aku sangat tahu alasan kamu untuk cepat datang ke kota ini, semoga kamu cepat bertemu dengan dia ya" ujar Mamah mendoakan semoga Santi cepat bertemu dengan orang yang sudah sangat dirindukannya itu untuk bertemu di kota Padang ini.


"Oh ya ngomong ngomong apa dia ada mengirim pesan kepada kamu kemaren?" ujar Mamah penasaran apakah Santi mendapatkan pesan dari orang yang ingin ditemuinya itu.


"Mana ada pernah, kami sangat jarang sekali berkirim pesan maupun menelpon. Jadi, ya sampai sekarang sama sekali belum ada" jawab Santi memberitahukan kepada Mamah kalau dia sampai saat ini belum ada mendapatkan kabar dari orang yang ingin sekali Santi bertemu dengan dia karena sudah sangat lama tidak bertemu itu.


"Tenang saja, sebentar lagi loe pasti akan ketemu dengan dia" ujar Mamah memberikan semangat kepada Santi,


Papap, Bramntya, Mamah dan Santi saling melepas rindu mereka yang sudah sangat lama mereka tahan tahan itu, Sehingga hari yang sebenarnya cukup panjang itu menjadi sangat singkat karena Mamah harus memastikan persiapan untuk acara nanti siang sudah selesai dieksekusi oleh pihak hotel,


"Kamu mau ikut dengan saya Santi, memastikan apakah acara untuk nanti siang sudah siap atau belum?" ujar Mamah mengajak Santi untuk melihat persiapan yang sudah dilakukan oleh managemen hotel tempat Bramntya dan istrinya menginap.


"Oh oke. Aku ikut" ujar Santi yang setuju untuk ikut dengan Mamah melihat lihat persiapan tempat untuk dilangsungkannya acara yang akan sangat berarti itu nantinya.


"Papap, Mamah pergi memastikan persiapan dulu ya. Atau Papap dan Bang Bramntya mau ikut boleh juga" ujar Mamah yang pada akhirnya memilih untuk mengajak Papap dan Bramantya melihat tempat acara akan dilangsungkan.


"Gimana Bramantya, apa kita ikut dengan mereka?" ujar Papap bertanya kepada Bramantya apakah mereka berdua akan ikut atau akan menunggu saja di lobby hotel.


"Ikut sajalah" ujar Bramantya memilih untuk ikut dan menyaksikan langsung keadaan persiapan acara yang akan dilakukan dalam beberapa jam ke depan.