Its My Dream

Its My Dream
35



"Jadi, kita mau makan dimana nanti Jani?" tanya Aleza kepada Rinjani yang baru selesai membersihkan badannya dan hendak memakai pakaian.


"Nggak tau aku. Loe yang orang sini tentu loe yang tau" ujar Rinjani sambil memakai pakaiannya.


"Mau konsep kafe atau restoran?" tanya Aleza lagi.


"Kafe aja" jawab Rinjani.


"Ke Najha cofee and cafe aja" ujar Aleza memberi masukan ke kafe mana mereka akan pergi nantinya.


"Oke. Nanti loe kasih tau aja sama Bayu. Gue ikut aja" ujar Rinjani sambil menatap Aleza sekilas dari cermin.


Rinjani dan Aleza kemudian mengobrol ringan sambil menunggu Bayu dan Aris serta tiga rekan pelatih lainnya.


Bayu memarkir mobilnya di tempat parkir khusus pelatih. Dia kemudian berjalan menuju wisma.


"Bayu, ada loe bawa bika atau singgang?" tanya Aris sambil melihat Bayu yang nggak membawa tentengan ke dalam wisma.


"Ada Bang bentar. Lupa gue bawa ke wisma." ujar Bayu yang berjalan kembali ke luar wisma menuju mobil mengambil semua yang dibelinya tadi.


Bayu mengambil singgang, bika dan kawa daun untuk Aris dan ketiga pelatih lainnya.


"Ini Bang, singgang dan bika yang dibeli di kafe telago" ujar Bayu sambil meletakkan apa yang dibelinya ke meja tempat Aris dan yang lainnya sedang duduk duduk.


"Gue mandi dulu Bang" ujar Bayu berjalan menuju kamarnya.


Aris dan yang lainnya mengobrol ringan. Sambil menunggu Bayu selesai mandi dan bersiap siap. Dua orang pelatih lainnya sudah pergi untuk makan malam keluar.


Bayu yang baru selesai mandi dan memakai pakaian santainya kembali menuju Aris yang ada di ruang tamu.


"Bang, jam tujuh kurang kita ke kontrakan kawan Rinjani aja ya. Siap itu kita makan ke kafe atau kemana. Ganti makan malam yang batal itu" ujar Bayu menyampaikan rencananya untuk makan malam keluar bersama dengan Rinjani dan Aleza.


"Oke sip. Gue ganti baju dulu ya" ujar Aris berjalan kembali ke kamarnya.


Bayu mengambil satu singgang yang masih ada di dalam kotak kue. Bayu menikmati singgang tersebut. Bayu menunggu Aris selesai bersiap siap.


"Bayu, mari jalan. Gue udah siap" ujar Aris yang sudah terlihat sangat rapi dengan memakai kemeja dan celana levis serta sepatu convers.


Bayu dan Aris kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobil menuju kontrakan Aleza yang terletak di dekat kampus terkenal di kota dingin itu.


"Jadi, Rinjani tidak di hotel nginap, Bay?" tanya Aris.


"Nggak Bang, Rinjani nginap di kontrakan temannya." jawab Bayu sambil melihat ke arah Aris sekilas.


Bayu melajukan mobil dalam kecepatan sedang menuju kontrakan Aleza. Mereka masih ada waktu lima belas menit lagi sebelum jam tujuh malam.


Tin tin tin. Bayu yang malas turun menekan klakson mobilnya saja untuk memanggil Rinjani dan Aleza keluar dari dalam kontrakannya.


"Za, itu kayaknya Bayu" ujar Rinjani dan Aleza yang memang sudah duduk di kursi yang ada di depan kontrakan Aleza.


Rinjani dan Aleza kemudian berjalan menuju mobil Bayu yang parkir di depan pintu gerbang kontrakan Aleza. Rinjani dan Aleza kemudian masuk ke dalam mobil Bayu.


"Kita kemana Za?" tanya Bayu bertanya kepada Aleza memastikan kemana tujuan tempat makan mereka malam ini.


"Ke kafe Najha Coffee aja Bang. Tempatnya di sana asik." ujar Aleza memberikan usulan kepada Bayu kemana mereka akan pergi makan malam.


"Jadi pengarah jalan ya Za" ujar Bayu.


"Sip Bang" jawab Aleza.


Aleza kemudian membagi lokasi Najha Cafe kepada Rinjani. Rinjani memberikan ponselnya kepada Bayu. Bayu mengikuti petunjuk arah yang dipandu oleh Google map.


Bayu memilih untuk makan malam di Rofttop kafe. Aleza mengambil daftar menu dan juga daftar untuk memesan makanan. Bayu, Aris, Rinjani dan Aleza melihat lihat daftar menu yang ada. Mereka kemudian memutuskan mau memesan apa untuk makan malam kali ini.


"Aleza, kenalin ini teman masa kecil gue. Nama Aris, kebetulan juga dia sekarang jadi rekan Bayu ngelatih di bawah" ujar Rinjani mengenalkan Aris kepada Aleza.


"woi bro, nama cewek cantik sebelah gue ini, namanya Aleza." ujar Rinjani mengenalkan Aleza kepada Aris.


Aris dan Aleza kemudian berkenalan. Mereka berdua saling berjabat tangan. Bayu menggelengkan kepalanya kepada Rinjani. Bayu sudah bisa menebak apa maksud Rinjani.


"Kamu emang lah sayang" ujar Bayu yang kaget dengan maksud Rinjani.


"Sekali sekali sayang" ujar Rinjani dengan pelan.


Aris dan Aleza menatap Rinjani dan Bayu yang berbicara dengan sangat pelan.


"Apa yang loe berdua bicarakan?" tanya Aris curiga kepada Bayu dan Rinjani.


"Nggak ada ngomong apa apa. Kalian berdua aja yang main curigaan sama kami berdua" ujar Rinjani menjawab kecurigaan dari Aris.


"Percaya banget gue itu, kalau loe nggak ngapa ngapain dengan Bayu" jawab Aris yang menatap Rinjani dengan tatapan curiga.


Rinjani mau menjawab perkataan Aris sekali lagi. Tetapi Bayu memberikan kode untuk Rinjani jangan membalas Aris lagi. Rinjani kemudian memilih untuk diam, dia nggak mau ribut dengan Bayu karena tidak melakukan apa yang dilarang oleh Bayu


Pelayan kafe yang datang langsung menghidangkan menu makan malam yang dipesan oleh Bayu tadi.


"Ayuk makan, gue lapar" ujar Bayu memecah ketegangan yang sedikit tercipta tadi di antara mereka semua.


Mereka berempat kemudian menyantap makanan yang sudah disajikan oleh palayan.


"Jadi ada yang merajuk kemaren malam?" tanya Aris menggejek Rinjani.


"Iyalah gara gara elo juga kali, gue jadi ngambek" ujar Rinjani menanggapi apa yang dikatakan oleh Aris tadi.


"Lah nyalahin gue dia nya. Mana ada gara gara gue" ujar Aris yang nggak mau disalahkan oleh Rinjani.


"Gimana nggak gara gara elo. Kalau nggak elo rapat dengan komandan itukan gue bisa main malam itu sama Bayu" ujar Rinjani protes kepada Aris.


"Lah nyalahin gue, yang salah itumah komandan bukan gue. Aneh loe, jelas gue diajak sama komandan bukan gue yang ngajak komandan" jawab Aris yang nggak mau disalahkan begitu saja oleh Rinjani.


"Eee eee lupa gue harusnya loe bersyukur sama gue. Karena komandan memutuskan untuk ngadain pertemuan, loe jadi bisa seharian jalan sama Bayu kan ya." ujar Aris menanggapi perkataan Rinjani.


"Sama aja bray." ujar Rinjani sambil menoyor kepala Aris.


"Kepala bro" ujar Aris.


"Biarin" jawab Rinjani.


Bayu dan Aleza menatap ke arah Rinjani dan Aris yang meributkan sesuatu yang nggak mutu.


"Bang, Sayang udah ah ribut mulu kalau ketemu." ujar Bayu kepada Aris dan Rinjani.


"Aris mulai sayang" jawab Rinjani.


"Udah sayang. Kamu berdua sama aja. Sama sama aneh" ujar Bayu lagi.


"Oke oke. Sekarang deal untuk nggak perang lagi" ujar Aris.


Mereka kemudian melanjutkan obrolan ringan. Mereka akan menghabiskan malam di kafe itu. Tepat pukul sepuluh malam, mereka beranjak meninggalkan kafe. Bayu akan mengantarkan Rinjani dan Aleza menuju kontrakan Aleza. Setelah itu barulah mereka akan pergi ke wisma untuk beristirahat.