
"Bayu, apakah Papap boleh bertanya dan meminta sesuatu dari kamu Nak?" tanya Papap sambil melihat ke arah Bayu anak tunggalnya yang sebentar lagi akan diantarkan oleh Papap ke garis terdepan untuk melawan musuh yang masih berasal dari negara mereka.
"Boleh Pap, silahkan aja. Hari ini kita bebas untuk bertanya dan memberikan nasehat maupun apapun itu" jawab Bayu yang memang harus memanfaatkan hari harinya dengan keluarganya.
Salah satunya hari ini. Bayu harus bisa memanfaatkan hari ini untuk berbincang dan berbagi dengan Papap. Bayu harus memanfaatkan moment ini untuk membahagiakan Papap karena sebentar lagi akan berpisah dengan Bayu kurun waktu satu tahun ke depan. Satu tahun kalau pergi kuliah tidaklah terasa lama, tetapi satu tahun untuk ke medan pertempuran akan terasa sangat lama bagi siapapun.
"Apa Papap boleh meminta waktu kamu untuk bersama dengan kami menjelang kamu pergi ke sana selama satu tahun?" ujar Papap meminta waktu milik Bayu untuk dihabiskan bersama dengan mereka sekeluarga dan juga Rinjani.
"Boleh Papap, kita akan quality time. Kita akan selalu bersama sama untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi kita sekeluarga" ujar Bayu menyetujui permintaan Papap untuk menghabiskan waktu yang ada dengan keluarga besarnya.
"Makasi Nak." jawab Papap sambil sedikit menahan air matanya yang sudah ingin jatuh membasahi wajah Papap.
Josua dan Ryan sangat mengerti dengan apa yang sedang dialami oleh komandan mereka pada saat sekarang ini. mereka sangat paham bagaimana kondisi komandan mereka itu, bagaimana sedihnya seorang Ayah yang harus menandatangani surat untuk memberikan perintah kepada anak kandungnya menuju medan yang dia sendiri tahu bagaimana keadaan di sana.
"Apa Mamah meminta sesuatu kepada Papap?" tanya Bayu sambil melihat layar ponselnya yang menyala karena ada sebuah notifikasi sebuah chat yang masuk ke dalam ponsel Bayu
Papap mengangguk mengiyakan pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya. Mamah memang ada mengatakan sesuatu kepada dirinya. Tetapi Papap tidak memberikan jawaban karena Bayu sudah melihat ponsel miliknya dan terlihat megetik sesuatu di sana.
"Rinjani?" ujar Papap bertanya kepada Bayu
"Yap Pap, dia mau tidur katanya" ujar Bayu mengatakan apa bunyi isi pesan chat.
Josua yang sedang menyeruput coffenya langsung saja tampa ada babibu menyemburkan kopi tersebut ke arah samping, hanya karena mendengar jawaban yang diberikan oleh Bayu kepada Papap.
"Kenapa Jo?" ujar Papap bertanya kepada ajudannya itu.
"Siap tidak ada apa apa Komandan" jawab Josua yang sebenarnya malu dengan apa yang telah dirinya lakukan.
"Jangan bohong kamu Jo. Ada apa? Masak tiba tiba saja kamu bisa menyemburkan apa yang sedang kamu minum." ujar Papap yang tidak yakin kalau Josua dalam keadaan baik baik saja, padahal Josua sudah menyemburkan air minum yang sedang dinikmati oleh dirinya.
"Maaf Komandan, saya memang berbohong" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Komandan yang sama sekali tidak percaya dengan jawaban yang diberikan oleh Josua sebentar ini.
"Jadi kenapa?" tanya komandan kembai bertanya kepada Josua.
"Ini disebabkan gara gara Bang Bayu yang menjawab kalau kekasihnya sedang memberitahukan akan tidur" ujar Josua menjelaskan kenapa dirinya bisa menyemburkan air minum tersebut.
"Makanya, loe punya kekasih lagi. Biar loe bisa melakukan apa yang gue lakuin" ujar Bayu memberikan semangat kepada Josua dan Ryan untuk mencari kekasih supaya mereka mengetahui bagaimana rasanya ada seseorang yang memberikan perhatian dan menuntut perhatian dari kita.
"Kapan kapan lah Bang" jawab Josua dengan santai.
"Jadi apa yang diminta oleh Mamah kepada Papap?" tanya Bayu bertanya kembali kepada Papap tentang permintaan yang diajukan oleh Mamah kepada Papap.
"Mamah minta nama kamu di ganti dengan nama orang lain" jawab Papap sambil melihat ke arah Bayu sekilas saja.
Setelah itu Papap mengarahkan pandangan matanya ke arah lain. Papap tidak berani menatap ke arah Bayu. Papap takut Bayu salah sangka kepada dirinya.
"Papap menjawab, Papap tidak bisa menukar nama Bayu dengan nama anggota yang lain karena Papap harus bisa bersikap adil dan objektif. Papap tidak mungkin menukar nama kamu dengan nama anggota lain."
"Papap mau menjaga nama baik kamu dan nama baik keluarga kita." kata PapapĀ menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Apakah Papap salah telah melakukan hal itu nak?" ujar Papap memberikan pertanyaan kepada Bayu untuk menilai apakah yang dilakukan oleh Papap adalah sebuah kebenaran atau tidak.
"Apakah Papap salah tidak memakai kekuasaan Papap untuk menukar nama kamu dengan anggota yang lainnya?"
Papap melanjutkan kembali pertanyaan yang diajukannya kepada Bayu.
Bayu melihat ke arah Papap. Bayu tahu bagaimana keadaan Papap sekarang.
"Pap, Papap telah melakukan hal yang benar. Tidak ada yang salah dalam hal ini Pap, semuanya sudah benar." jawab Bayu dengan tegas.
"Malahan akan terjadi hal sebaliknya kalau Papap melakukan hal yang kebalikan dari apa yang telah Papap lakukan sekarang ini, maka bisa dipastikan Aku dan keluarga kita akan dihujat oleh semua orang."
"Aku nggak mau keluarga kita dihujat Pap" jawab Bayu.
"Satu lagi Pap. Aku sangat bangga terpilih untuk pergi menjaga keutuhan bangsa dan negara. Suatu kehormatan bagi setiap tentara, saat namanya ditugaskan untuk berangkat ke daerah konflik, di situlah kita akan semakin berguna bagi bumi pertiwi." lanjut Bayu menjelaskan kepada Papap apa yang dilakukan oleh Papap adalah sebuah kebenaran.
"Baiklah Nak. Berarti Papap sudah melakukan sebuah kebenaran. Terimakasih atas dukungan kamu. Tapi tolong jelaskan kepada Mamah besok ya. Mamah sedikit ngamuk gara gara Papap menolak keinginan Mamah untuk menukar nama kamu dengan nama anggota yang lainnya." ujar Papap meminta bantuannya kepada Bayu untuk menerangkan dan memberikan penjelasan kepada Mamah apa yang melatar belakangi Papap menolak keinginannya untuk menukar nama Bayu dengan nama yang lainnya.
"Haha haha, jadi beneran ada yang ngambek?" ujar Bayu kembali bertanya dan menekankan kepada Papap kalau memang ada masalah antara Papap dan Mamah sebelum Papap mengajak dirinya ke cafe.
"Haha haha haha haha, sedikit memang ada. Kamu kayak nggak tau Mamah kamu aja bagaimana." ujar Papap menjawab ejekan yang diberikan oleh Bayu kepada Papap.
"Jadi, komandan bisa juga selisih paham dengan ibuk, kami kira tidak" kata Josua menanggapi apa yang dikatakan oleh Papap sebentar ini.
"Kenapa berpikiran seperti itu?" ujar Papap yang curiga dengan pola pemikiran yang dikatakan oleh ajudannya itu.
"Iyalah komandan, Komandan dan ibuk terkenal romantis. Kemana mana selalu pegangan tangan sehingga membuat kami semakin yakin kalau komandan nggak pernah ribut dengan ibuk"
"Tetapi ternyata bisa ribut juga komandan" kata Josua menjelaskan kepada komandan alasan dirinya menjadi kaget saat tahu kalau komandan bisa ribut juga dengan istrinya.
"Haha haha haha haha haha"
Papap tertawa bahagia saat mendengar apa yang dikatakan oleh ajudannya itu. Papap tidak menyangka kalau keromantisan antara dirinya dengan istrinya menjadi pusat perhatian oleh setiap anggota di kesatuan.
"Dimana mana yang namanya rumah tangga pasti ada ributnya. Tetapi bagaimanapun juga ributnya tidak akan lebar kemana mana kalau salah satu mengalah" ujar Papap berkata kepada semua yang ada di sana.
"Salah satu tips nya adalah, kita sebagai laki laki tidak boleh egois" ujar Papap mulai berbagi tips dalam berumah tangga kepada ketiga tentara bujangan itu