Its My Dream

Its My Dream
112 Lanjut



" pindah ke ruang keluarga kembali" kata Papa mengajak semua orang untuk pindah ke ruang keluarga.


tetapi sebelum pindah ke ruang keluarga, mama dan Rinjani lebih memilih untuk membersihkan meja makan terlebih dahulu.


" mah biarin Jani aja yang bersihkan meja makan, Mamah bikinkan teh atau yang lain minuman yang lainnya aja untuk kita makan di ruang keluarga nanti" kata Rinjani yang memang belum mengerti Bagaimana selera papa dan mama dalam menikmati teh atau minuman sejenisnya.


makanya sebelum Rinjani terlanjur membuat, lebih baik Rinjani meminta tolong saja kepada Mama untuk membuat minuman untuk mereka di ruang keluarga nanti.


" Oke sip. Apa kamu bisa membersihkan meja makan sendiri?" kata Mama bertanya kepada Rinjani Apakah Rinjani bisa membersihkan meja makan itu sendirian tanpa bantuan dari mama.


" bisalah Mam Gampang itu. asal jangan nama suruh aja aku bikin meja makan yang baru. maka aku yakin itu tidak akan pernah bisa" kata Rinjani sambil melihat ke arah mama


" kamu ada-ada aja Jani, Nggak mungkin lah kamu mama suruh untuk bikin meja makan baru" kata Mama yang sangat senang mendengar Rinjani yang sudah bisa bercanda kepada dirinya.


" Mama ke dapur dulu ya" ujar mama sandi berjalan ke arah dapur untuk membuat minuman dan juga mengambil puding mangga yang tadi sempat dibuat mama saat Bayu mengatakan kalau dirinya akan makan malam di rumah dengan membawa Rinjani


Rinjani kembali melanjutkan pekerjaannya. Rinjani menyusun kembali dan menghangatkan beberapa sambal dan memang harus dipanaskan dengan memakai kompor kecil yang berada di atas meja makan itu.


setelah memanaskan kembali beberapa makanan tersebut. Rinjani kemudian mengumpulkan semua piring-piring kotor dan membawanya ke tempat cuci piring.


" Kamu mau ngapain Jani?" tanya Mama sama lihat Rinjani yang sudah mencelupkan tangannya ke dalam sabun cuci piring yang ada di samping tempat cuci piring tersebut


" mau nyuci piring ini mah" jawab Rinjani sambil mengambil sebuah piring kotor dan langsung mencuci piring tersebut.


" Jangan lakukan itu Sayang. biar nanti mama saja yang mencucinya" kata Mama menolak Rinjani untuk melakukan kegiatan mencuci piring kotak tersebut


" nggak masalah mah biar Rinjani saja. Lagian piring kotornya juga tidak banyak kok" jawab Rinjani yang tetap melakukan kegiatannya mencuci piring-piring kotor yang selesai mereka pakai untuk makan malam tadi


" Ah kamu memang lah ya Jani. nggak mau Mama Larang. nanti tangan kamu kotor" kata Mama sambil geleng-geleng kepala melihat Rinjani yang sama sekali tidak mau dilarang tersebut.


" kotor kan bisa dicuci mah. nggak perlu cemas juga. Lagian kita cuci piring kan pakai sabun" kata Rinjani sambil melihat ke arah mama yang sedang sibuk menaruh potongan puding buah mangga di atas beberapa piring kecil.


setelah berkutat dengan piring-piring kotornya itu, Rinjani akhirnya telah selesai membersihkan semua piring-piring kotor dalam waktu lima belas menit saja.


mama kemudian, menaruh piring-piring yang telah bersih itu kembali ke tempatnya. sedangkan Rinjani mencuci tangannya kembali dengan sabun cuci tangan yang ada di dekat tempat cuci piring


" Ayo kita ke ruang keluarga, kamu tolong mama bawakan puding buah itu ya" kata Mama meminta Rinjani untuk membawa puding buah yang telah ditaruh mama di atas beberapa piring-piring kecil.


" sip mama itu masalah gampang" kata Rinjani sambil mengangkat barang-barang kecil yang di atasnya sudah berada puding buah mangga


Mama dan Rinjani kemudian menaruh puding buah dan juga secangkir teh untuk masing-masing mereka.


" Kok lama banget mah?" tanya papa Yang merasa mama dan Rinjani sangat lama berada di dapur


" Rinjani pakai nyuci piring segala tadi Pak, makanya jadi lama" jawab Mama sambil duduk di sofa sebelah papa


sedangkan Rinjani duduk tepat di sebelah Bayu. Bayu tersenyum ke arah Rinjani, saat mendengar Mama mengatakan kalau Rinjani telah membantu mama untuk mencuci piring-piring kotor yang mereka pakai untuk makan malam tadi. Rinjani balas menatap ke arah Bayu, Rinjani juga memberikan senyum terindahnya kepada Bayu. Rinjani tahu kalau Bayu sekarang sedang bangga terhadap dirinya, karena dia sudah menganggap rumah Bayu seperti rumah milik Rinjani sendiri


" kok mama nggak ngelarang Rinjani ya Nyuci piring?" kata Papa yang sedikit marah kepada Mama, karena mama sama sekali tidak melarang Rinjani untuk mencuci piring kotor tersebut.


" Papa jangan marah ke Mama, tadi Mama udah melarang Rinjani untuk tidak membersihkan piring-piring tersebut. tetapi, Rinjani sendirilah yang ingin membersihkan piring-piring itu. jadi, Papa silakan marah kepada Rinjani saja. jangan kepada Mama" ujar Rinjani menjawab pertanyaan yang diberikan oleh papi kepada mami


Mami tadi memang sudah sempat melarang Rinjani untuk membersihkan piring-piring kotor setelah mereka gunakan untuk makan malam. tetapi, Rinjani tetap memaksa untuk mencuci piring-piring kotor tersebut. Rinjani tidak mau, nanti setelah dia ada Bayu pulang, Mama akan berkutat dengan piring-piring kotor di dapur


" Terima kasih ya nak, kamu sudah mau menganggap rumah ini seperti rumah kamu sendiri" kata Papa yang tidak jadi marah kepada Mama.


" sama-sama papa, mama. Rinjani memang sudah menganggap rumah ini sebagai rumah Rinjani sendiri. besok-besok kalau seandainya Bayu ada kegiatan, sedangkan Mama tidak ada kegiatan ke kantor, maka Rinjani akan senang hati pergi berkunjung ke rumah ini" kata Rinjani sambil menatap ke arah mama.


" Wow Mama sangat senang mendengarnya sayang, kita berdua akan pergi jalan-jalan ke manapun yang kita mau. biar mama yang menjemput kamu ke kosan. karena, sebentar lagi kami akan pindah ke rumah dinas" kata Mama yang sangat semangat mendapatkan seorang putri untuk menemani hari-harinya ke depan


Bayu tersenyum melihat Mama yang begitu bahagia mendapatkan Rinjani sebagai teman selama Papa dan Mama bertugas di daerah ini. Mama sama sekali tidak menganggap Rinjani sebagai calon menantunya saja, tetapi Mama telah menganggap Rinjani sebagai anaknya, sebagai putrinya. Hal itulah yang membuat kebahagiaan di dalam diri Bayu semakin luar biasa. Bayu tidak menyangka kalau dia akan dengan gampang ini memperkenalkan Rinjani kepada keluarganya.


" Oh ya Bay, besok apa kamu ada kegiatan?" tanya papa yang berencana Mau mengajak Bayu untuk keluar rumah, dan berencana untuk membahas sesuatu dengan anak tunggalnya tersebut


" nggak ada apa emang ada apa?" tanya Bayu kepada Papa dan Mama.


" besok kan papa dah Mama disambut di kesatuan baru, Papa dan Mama minta kamu dan Rinjani untuk datang menghadiri kegiatan tersebut. Kami akan memperkenalkan kamu kepada semua orang. Papa berharap kamu tidak menolak ajakan ini" kata Papa menyampaikan apa yang ingin dikatakannya kepada Bayu


Bayu memandang ke arah Rinjani. Bayu tidak mungkin mengambil keputusan sendiri tanpa berdiskusi dulu dan menanyakan kepada Rinjani Apakah Rinjani bersedia untuk menemani dirinya ke dalam acara penyambutan untuk papa dari kesatuan.


" besok aku nggak ada kuliah sayang, kita akan pergi menemani Papa dan mama" kata Rinjani yang setuju untuk menemani Bayu ke acara tersebut.


" nah berhubung Rinjani sudah setuju. Mari kita cari pakaian untuk dipakai oleh Rinjani" kata Mama dengan semangat mengajak semua anggota keluarganya untuk pergi mencari pakaian yang akan dipakai Rinjani besok hari


" Oke Mari kita jalan-jalan" kata Papa yang setuju dengan ajakan mama


papa, mama, Bayu dan Rinjani kemudian berjalan keluar dari dalam rumah besar itu. mereka berempat akan pergi menuju sebuah butik besar yang ada di kota Padang. Mama berencana untuk mencarikan pakaian yang akan dipakai oleh Rinjani besok hari. setelah mencari pakaian yang akan dipakai oleh Rinjani, rencananya mereka berempat akan langsung menuju rumah dinas Bayu. mereka akan mengambil pakaian yang akan dipakai Bayu untuk esok hari.