
Bayu kemudian melihat ke arah komandan kesatuan yang juga sekaligus sebagai orang tua kandungnya sendiri. Bayu tersenyum kepada pria tersebut, Bayu sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh pria tersebut sebelum dirinya bertanya lebih lanjut. tetapi demi kepuasan para pengunjung Parade, Bayu tetap harus melakukan apa yang disarankan oleh mereka yang menonton acara parade tersebut, supaya mereka tidak merasa sakit hati kepada Bayu dan juga menjadi tidak mendukung Bayu lagi.
Bayu kemudian berjalan menuju panggung kehormatan. Dia berdiri di bagian bawah panggung kehormatan dan melihat ke arah semua orang yang berada di panggung kehormatan tersebut.
Bayu memberikan penghormatan kepada komandan kesatuan. Mayor Jendral Anggara membalas penghormatan yang diberikan oleh Lenan Dua Bayu Anggara tersebut.
"Lapor, Saya Letnan Dua Bayu Anggara, meminta izin untuk menyampaikan sesuatu yang pribadi kepada salah seorang pengunjung kegiatan parade. Laporan selesai" ujar Bayu sambil melihat ke mata Komandan kesatuan.
"Laporan saya Terima. Silahkan dilaksanakan. Kembali ke tempat" ujar Komandan kesatuan memberi perintah kepada Bayu.
"Laksanakan" ujar Bayu menjawab perintah dari komandan kesatuan.
Bayu berbalik dan kembali menuju tempatnya tadi. dia mengambil mic tersebut.
"Langsung saja ke inti dari perkataan yang ingin saya sampaikan kepada seseorang tersebut yang tak lain tak bukan adalah kekasih saya."
Bayu diam sesaat dan menarik nafas sebelum melanjutkan ceritanya tersebut.
"Wanita yang sangat saya cintai dan sangat saya sayangi. Wanita yang selalu mengisi hari hari saya dengan canda dan tawa serta kebahagiaan yang selalu mengiringi kami. kebahagiaan yang tercipta karena murni dari cinta yang diberikan kepada saya" lanjut Bayu menjelaskan dengan panjang lebar apa yang dirasakan oleh dirinya kepada Rinjani di depan semua orang.
"Komandan Bayu, tolong beritahukan kepada kami yang mana orangnya" ujar salah seorang pengunjung parade.
"Ya benar. Tolong beri tahu kami yang mana orangnya. kami sangat penasaran dengan orang tersebut. orang yang sangat beruntung mendapatkan cinta dari komandan Bayu" kata salah satu pengunjung menambah apa yang sudah dikatakan oleh salah seorang pengunjung yang lain.
Bayu menatap semua orang yang hadir di sana. mereka semua menganggukkan kepalanya kepada Bayu. Mereka ternyata sangat benar benar penasaran dengan wanita yang sangat beruntung karena telah mendapatkan cinta dan perhatian dari seorang Bayu.
"Baiklah karena semuanya penasaran dan ingin tahu mana wanita yang telah berhasil membuat hati saya menjadi berbunga bunga adalah...... " kata Bayu sengaja menggantung kalimatnya supaya mereka semua menjadi sangat penasaran dengan wanita yang dikatakan oleh Bayu.
" komandan Kompi langsung saja lah tunjuk Siapa wanita yang berbahagia itu. kami sudah tidak sabar lagi untuk melihat wanita yang telah berhasil merebut hati komandan Kompi kami ini. komandan Kompi yang menjadi Primadona setiap wanita yang ada di kestatuan" kata salah seorang rekan Bayu di Kompi C.
" apa sama pengunjung penasaran dengan wanita tersebut?" tanya Bayu kepada seluruh pengunjung yang menyaksikan parade tersebut.
" ya kami sangat penasaran. Kami ingin tahu seperti apa wajah dari wanita yang telah berhasil memikat hati komandan Kompi kami yang keren ini" kata salah seorang ibu-ibu Persit mewakili dari semua ibu-ibu Persit dan pengunjung acara parade tersebut
Bayu melihat ke arah Rinjani sekilas. Rinjani terlihat membalas melihat Bayu sambil memberikan senyum Termanis yang dimilikinya.
Bayu sekarang yakin untuk memperkenalkan Rinjani kepada semua orang. karena Bayu sudah mendapatkan jawaban dari senyuman yang diberikan oleh Rinjani kepada dirinya.
" Baiklah karena saya sudah mendapat persetujuan dari kekasih saya itu maka saya akan langsung saja memperkenalkan dirinya kepada anda semua yang berada di sini" kata Bayu dengan nada bangga untuk memperkenalkan Rinjani kepada setiap orang ada di halaman luas kesatuan tersebut
" Lah kenapa komandan Kompi naik ke atas podium?" kata salah seorang pengunjung saat melihat Bayu yang naik ke atas podium kehormatan
" bener juga ya kenapa komandan Kompi naik ke sana?" lanjut salah seorang dari pengunjung yang ada dan sedang menyaksikan apa yang akan dilakukan oleh Bayu di atas tanah
" kita lihat sajalah. Jangan pernah jadi penonton yang serasa jadi pemain. apalagi merasa jadi wasit atau penasehat. maka jalan cerita tidak akan terlihat natural lagi" kata salah seorang tentara yang mendengar obrolan antara dua Ibu Persit yang sibuk menerka nerka Apa yang dilakukan oleh Bayu di podium kehormatan tersebut
Bayu terlihat mengobrol dengan komandan kesatuan dan istrinya tersebut. Bayu seperti meminta izin untuk memperkenalkan Rinjani kepada semua orang.
komandan Kompi membalas dengan mengangguk kepada Bayu.
" Hah jadi, calon istri komandan Kompi itu anak dari komandan kesatuan?" kata ibu-ibu Persib yang lainnya saat melihat kalau Bayu meminta izin kepada komandan kesatuan beserta istri
" aduh ibu-ibu Tolong ya jangan menebak-nebak lagi." kata tentara yang tadi mencegah para ibu-ibu itu melanjutkan perkataan-perkataan yang sama sekali tidak dilandasi oleh bukti-bukti yang kuat
" ibu-ibu tahu kan Siapa nama dari komandan kesatuan kita yang baru?" lanjut tentara tersebut bertanya kepada ibu-ibu yang tadi sibuk mengatakan kalau calon istri dari komandan kompi adalah anak dari komandan kesatuan
" Ya tahulah Kami masak kami nggak tahu" jawab ibu-ibu persit sambil menatap jengkel kepada tentara yang tadi bertanya kepada mereka Siapa nama komandan kesatuan mereka yang baru
" Mayor Jenderal Anggara bukannya itu nama dari komandan kesatuan kita yang baru" kata ibu-ibu tersebut menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tentara yang sekarang telah duduk di dekat mereka.
" nah itu tahu 100% untuk ibu-ibu yang sangat mengenal Siapa nama komandan kesatuan kita yang baru ini" kata tentara itu sambil memberikan dua contohnya kepada ibu-ibu Persit yang sudah menjawab pertanyaan yang diberikan oleh tentara tersebut kepada mereka semua
" sekarang pertanyaan saya selanjutnya, apa ibu-ibu tahu siapa nama panjang dari komandan Kompi C?"
tentara itu kembali bertanya kepada ibu-ibu Persit tersebut.
" Om semakin banyak bertanya maka harus ada hadiah dong. masa iya Om hanya bertanya saja, tapi sama sekali tidak memberikan hadiah kepada kami" kata ibu-ibu Persit yang sudah sangat jengkel karena ditanya-tanya oleh tentara tersebut
" ibu-ibu Jawab aja dulu pertanyaan saya. nanti jawaban yang ibu-ibu berikan akan menjawab perkataan yang tadi ibu-ibu katakan" lanjut tentara tersebut yang tetap akan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada ibu-ibu yang dari tadi sibuk saja menembak-nembak anak Siapa calon dari komandan Kompi tersebut.
" Kalau kami males bagaimana?" kata salah seorang ibu-ibu yang baru datang dan langsung berminat dengan obrolan yang sedang terjadi antara dua orang ibu-ibu persit dan satu orang tentara.
" kalau ibu-ibu malas mah tidak masalah bagi saya. ibu-ibu juga yang akan rugi karena telah menggibahi seseorang tanpa memberikan bukti-bukti yang jelas. bisa-bisa nanti jatuhnya adalah fitnah" kata tentara tersebut sambil melihat ke arah ibu-ibu yang masih menatap lurus ke panggung kehormatan
" jangan merajuk gitu dong. kami akan memilih dengan pilihan suka-suka komandan Kompi saja" ujar salah seorang ibu-ibu yang berada di tempat tersebut
" Baiklah saya tidak akan membahas tentang masalah itu lagi. sekarang kita tunggu saja apa yang dikatakan oleh ibu-ibu itu benar atau salah besar" ujar tentara tersebut sambil melihat kembali ke arah ibu-ibu yang tadi sibuk menggibah bersama dengan para sahabat-sahabatnya