Its My Dream

Its My Dream
68



"Cuacanya bagus banget ya sayang" ujar Rinjani sambil menatap ke arah langit yang benar benar bersih dan berwarna biru. Tak sedikitpun awan menutupi keindahan langit siang itu. Matahari juga menyinari tempat itu dengan cahayanya yang lumayan panas. Tetapi panas matahari terkurangi dengan hembusan angin pantai yang tidak begitu keras.


"Iya sayang. Kita datang di waktu ya pas. Mana angin laut bertiup tidak terlalu kencang sehingga payung payung ini tetap berdiri diam tidak ribut seperti biasanya" ujar Bayu menambahkan apa yang dapat mereka amati dari tempat bermain mereka hari ini. Tempat yang ternyata memang seindah yang ada di sosial media. Bayu tidak merasa rugi membawa Rinjani ke tempat itu. Walaupun harga yang akan dibayar oleh Bayu nanti lumayan menguras kantong Bayu, tapi harga sesuai dengan pelayanan yang didapat oleh Bayu dan Rinjani selama di situ.


Rinjani mengambil satu buah nungget yang tadi di pesan oleh dirinya. Rinjani mencoba nugget itu. Rinjani mengunyah nuggetiliknya dengan gaya khas Rinjani. Bayu yang melihat gaya mengunyah Rinjani hanya bisa menahan senyum gelinya saja.


"Mana ada orang makan nugget kayak gitu sayang" ujar Bayu yang pada akhirnya memprotes saat melihat cara makan Bayu yang terlalu lebay untuk menikmati sebuah nungget yang dipesan oleh Rinjani.


"Ini ada. Emang aku nggak orang sayang" ujar Rinjani menjawab perkataan Bayu sebentar ini yang mengoreksi cara makan nugget Rinjani yang memang sangat lebay. Hal itu juga disadari oleh Rinjani sendiri.


"Orang sih. Tapi aneh aja nengok cara kamu makan nugget" ujar Bayu yang tetap aja mempermasalahkan cara Rinjani menikmati nugget tersebut.


Rinjani akhirnya mengubah cara dirinya saat menikmati nunggrt goreng tersebut. Kali ini Rinjani makan dengan biasa saja seperti dia makan makanan lainnya.


"Apa kenikmatannya kurang sayang?" ujar Bayu yang melihat Rinjani telah mengubah cara makan nugget miliknya itu. Bayi tergelitik untuk menanyakan hal itu kepada Rinjani.


"Nggak masih sama dengan yang tadi" jawab Rinjani sambil tersenyum karena dia sudah berhasil memancing emosi Bayu dengan cara makannya yang terlalu lebay tadi.


Bayu melempar Rinjani dengan kentang goreng miliknya. Karena kesal mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani dengan gampangnya. Bayu tidak menyangka Rinjani akan menjawab dengan perkataan seperti itu. Dalam bayangan Bayu, Rinjani akan menjawab beda, ternyata jawaban Rinjani adalah sama.


"Haha haha haha, nggak boleh kesal sayang. Mana ada boleh kesal kesal kayak gitu" ujar Rinjani yang akhirnya memakan kentang goreng yang dilempar oleh Bayu kepada dirinya kerena kesal mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani.


Bayu hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Rinjani. Tingkah yang akan selalu dirindukan oleh Bayu dua tahun ke depan. Bayu berharap dia pergi untuk kembali kepada Rinjani.


Bayu menatap Rinjani dengan sangat lama. Bayu seperti menghafal setiap raut raut wajah dan bentuk mata, pipi, hidung, dagu, bibir dan alis Rinjani. Bayu meresapi semuanya dan memasukkan ke dalam pikiran Bayu.


Rinjani sama sekali tidak sadar kalau dia di tatap dengan tatapan seperti itu oleh Bayu. Dalam pikiran Rinjani, Bayu sekarang sedang sibuk dengan ponselnya. Makanya Rinjani sibuk dari tadi selfi dan mengabadikan setiap pemandangan yang ada di depannya kali ini.


Setelah puas dengan mengambil fhoto nya sendiri. Rinjani kemudian melihat ke arah Bayu. Untung saja Bayu tidak menatap Rinjani saat Rinjani melihat ke arahnya. Kalau tidak bisa dipastikan Rinjani akan menuntut jawaban dari Bayu, kenapa Bayu menatap dirinya seperti itu.


"Sayang, kita ber fhoto di sana lagi yuk. Fhoto berdua" ujar Rinjani yang sudah semangat untuk ber fhoto karena matahari sudah mulai bersahabat dengan dirinya dan Bayu.


"Oke" jawab Bayu yang langsung bersemangat untuk melakukan fhoto berdua dengan Rinjani.


Sebelum pergi ke tempat yang diminta oleh Rinjani, Bayu terlebih dahulu menutup semua makanan mereka dengan tutup yang disediakan oleh pelayan tadi.


"Ayuk jalan" ujar Bayu kepada Rinjani.


Mereka berdua kemudian menuju tempat yang ingin dijadikan sebagai spot untuk ber fhoto bagi Rinjani dan Bayu.


Mereka berdua kemudian mengambil beberapa fhoto degan cara melakukan selfi atau mebaruh ponsel mereka pada suatu tempat yang sudah disediakan oleh tempat wisata itu.


"Sayang kelihatannya di sana juga bagus" ujar Rinjani menunjuk suatu tempat yang memang sangat bagus untuk dijadikan tempat berfhoto pasangan.


"Ayuk" ujar Bayu yang sama sekali tidak menolak keinginan Rinjani untuk melakukan fhoto bersama.


Mereka berdua berjalan ke tempat yang akan mereka tuju tersebut. Rinjani melihat di sana memang bagus untuk spot fhoto. Tetapi sayangnya tidak ada tempat untuk menaruh ponsel yang disediakan seperti tempat yang tadi mereka gunakan sebagai spot pengambilan fhoto.


Saat Rinjani dan Bayu melihat lihat, seorang pelayan datang menghampiri mereka berdua.


"Ada yang bisa saya bantu Kak?" tanya pelayan dengan sangat ramah.


"Kami mau mengambil fhoto kami berdua di sini. Tetapi sayangnya kami tidak melihat ada tempat untuk menaruh ponsel, seperti yang di sana" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Pelayan yang datang menghampiri mereka berdua saat terlihat sedang kebingungan tadi.


"Kalau begitu, mari saya bantu" ujar pelayan tersebut dengan ramah.


Rinjani memberikan ponsel miliknya kepada pelayan tersebut. Mereka berdua kemudian mengambil beberapa gaya dengan dibantu oleh pelayan untuk mengabadikan gambar mereka. Akhirnya setelah lebih kurang sepuluh fhoto Rinjani dan Bayu memutuskan untuk selesai. Mereka berdua tidak mungkin lama lama mengganggu kerja pelayan tersebut.


"Terimakasih" ujar Rinjani dengan sangat sopan kepada pelayan tersebut.


"Sama sama Kak, sudah pekerjaan kami untuk menolong dan memuaskan semua pengunjung dengan pelayanan dan juga bantuan dari kami" jawab pelayan tersebut dengan ramahnya menjawab ucapan terimakasih dari Rinjani.


Rinjani dan Bayu kemudian balik menuju tempat mereka duduk tadi. Sedangkan pelayan sudah menghilang untuk membantu pengunjung yang lain.


"Sayang, kamu laper nggak?" tanya Bayu kepada Rinjani.


Bayu sudah merasakan kalau perutnya sedikit sudah berbunyi minta di isi. Apalagi saat dia melihat jam tangannya ternyata hari sudah pukul dua siang. Memang sudah selayaknya perutnya diisi dengan makanan berat, bukan kentang goreng atau nugget goreng lagi.


"Laper sih, kamu pesan lah sayang. Aku mau makan nasi goreng aja" ujar Rinjani menyebutkan apa yang mau di makan oleh dirinya untuk makan siang mereka.


Bayu mengambil handy talk yang tadi diberikan oleh pelayan. Bayu kemudian menekan nomor yang diminta oleh pelayan tadi. Setelah melakukan itu Bayu kembali meletakkan alat komunikasi tersebut.


Mereka berdua kemudian menunggu kedatangan pelayan sambil melihat lihat hasil fhoto yang diambil tadi.


"Nah yang ini sayangnya kurang ketengah sayang. Kalau nggak pasti sangat bagus jadinya" ujar Rinjani mengomentari hasil fhoto yang sedang dilihat oleh dirinya.


"Tapi tetap cantik kok sayang" jawab Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.


Bayu sangat tahu kalau Rinjani akan selalu memprotes dirinya kalau hasil fhoto tidak sesuai dengan apa yang dia mau. Makanya Bayu hanya komen dengan tetap mengatakan kalau hasil fhoto itu sangat cantik. Biar Rinjani tidak lagi mengomel. Kalau Bayu komen iya sayang kurang bagus, maka akan panjang sekali rentetan nya.


"Permisi kak, ada yang bisa saya bantu?" ujar pelayan yang tadi dihubungi oleh Bayu untuk datang ke tempat mereka berdua berada.


"Kami mau lanjut pesan untuk menu makan siang" jawab Bayu mengatakan maksud dirinya memanggil pelayan tersebut untuk datang ke tempat mereka duduk.


"Baiklah mau pesan apa kak?" tanya pelayan dengan ramah dan memberikan tabel menu makanan yang disedikan di tempat itu.


Bayu dan Rinjani membaca menu menu yang tersedia di sana.


"Kami mau pesan satu piring nasi goreng, satu beef steak dan air mineral dia botol" ujar Bayu menyebutkan pesanan untuk dirinya dan Rinjani.


Pelayan mencatat semua pesanan itu dengan sangat teliti. Pelayan tidak mau nanti salah mengantarkan menu dan berakibat kepada kinerja pelayanannya.


"Ada yang lain Kak?" tanya Pelayan memastikan kalau ada menu tambahan lain yang akan dipesan oleh Bayu dan Rinjani.


"Sepertinya tidak ada." jawab Bayu.


Pelayan mengambil kembali buku menu yang tadi dipakai oleh Bayu dan Rinjani. Setelah itu pelayan pamit untuk mengambilkan pesanan yang sudah dipesan oleh Bayu tadi.


Rinjani dan Bayu melanjutkan obrolan tentang hasil fhoto mereka tadi. Obrolan yang sebenarnya paling dihindari oleh Bayu. Tetapi mau bagaimana lagi, Bayu tidak mungkin menolak saat Rinjani ingin membahas tentang hal itu. Akhirnya dengan berat hati terpaksa Bayu mengikuti alurnya.