
Bayu yang telah selesai ribut dengan sepasang kekasih itu, kembali melanjutkan perjalanannya menuju restoran hotel bintang empat tersebut. Bayu sudah meminta izin kepada pelayan untuk mengambil dua porsi makanan dan akan membawanya ke kamar. Pihak hotel memberikan izin kepada Bayu untuk membawa dua porsi makanan menuju kamarnya. Bayu memakai alasan kalau rekan sekamarnya tidak bisa menjemput menu sarapan ke bawah, sehingga pelayan memperbolehkan Bayu untuk membawa dua porsi menu ke atas
Bayu mengambil makanan yang disukai oleh Rinjani sewaktu mereka menginap di hotel tersebut beberapa bulan yang lalu. Rinjani benar benar menikmati suasana saat itu. Pada saat itu kondisi di antara Bayu dan Rinjani dalam keadaan damai dan tidak sedang dalam posisi bertengkar seperti ini. Sebenarnya bukan bertengkar tetapi Rinjani yang tidak bisa mengomunikasikan apa yang ada di dalam pikirannya dengan baik kepada Bayu, sehingga membuat mereka berdua menjadi miss komunikasi.
Bayu kemudian membawa makanan yang telah diambilnya dengan manaruh semua makanan di atas troli yang biasa digunakan oleh room service untuk mengantarkan makanan yang dipesan oleh tamu hotel yang tidak bisa menikmati sarapan pagi mereka di restoran karena ada keperluan yang harus dilakukan.
Bayu mendorong troli makanannya menuju lift. Bayu akan langsung menuju kamar Rinjani untuk menikmati sarapan pagi yang sudah diambilkan oleh Bayu ke restoran. Makanan yang selalu dimakan oleh Rinjani saat mereka menginap di jaringan hotel terkenal itu.
Lift berhenti di lantai kamar dirinya dan kamar Rinjani. Bayu mendorong troli yang berisi makanan ke arah kamar Rinjani. Lorong yang berbeda dengan lorong kamar Bayu dan Josua.
"Oke eksekusi Bayu sukses" ujar Bayu yang hendak mengetuk pintu kamar dan mengatakan kata room service.
Tetapi Bayu membatalkan niatnya saat mendengar suara yang sangat dikenal oleh Bayu. Suara yang sudah sangat familiar dan tidak bisa dilupakan oleh Bayu.
Josua melihat Bayu dari arah kamarnya. Dia melihat Bayu membawa troli yang berisi makanan. Tiba tiba sebuah ide melintas di kepala Josua.
"Haha haha haha"
"Haha haha haha"
Josua tertawa terbahak bahak saat melihat Bayu yang sudah seperti room service saat membawa troli yang berisi berbagai makanan yang sudah ada di atas piring piring yang memenuhi troli. Kejadian yang tidak akan terulang kembali, sehingga moment itu harus dimanfaatkan sebaik baiknya oleh Josua.
Bayu menatap Josua dengan tatapan tajam. Bayu tidak mengerti dengan tawa yang dikeluarkan oleh Josua.
"Apa yang kamu ketawain sampe segitunya?" ujar Bayu yang langsung saja protes melihat Josua yang tertawa terbahak bahak seperti itu.
"Gimana ndak mau tertawa Bang, Abang bener bener mirip sama room service kalau di asrama" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.
"Maksud kamu?" ujar Bayu yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya.
"Abang tengok sendirilah tampilan abang pagi ini. Pake baju kaus terus dorong troli yang di atasnya penuh dengan makanan. Abang tinggal ketuk pintu ngomong room service," kata Josua yang ntah dari mana berani menggoda Bayu dengan kata kata room service.
"Masih nggak dibuka juga, ulang lagi, room service" ujar Josua semenjak merasa dekat dengan Bayu selalu saja ada ide untuk mengusili Bayu pada moment moment tertentu
Contohnya memont sekarang ini, dimana Bayu yang sedang dalam keadaan berjuang mengembalikan mood Rinjani yang pada saat ini sedang marah kepada Bayu karena Bayu yang masih belum juga menceritakan tentang keberangkatannya menuju daerah konflik selama satu tahun. Hal yang menjadi dasar bagi Rinjani untuk marah kepada Bayu.
"Hust pergi sana sarapan." ujar Bayu mengusir Josua.
Bayu tidak mau Josua menggagalkan rencananya dengan berteriak seperti apa yang akan dilakukan oleh Bayu nantinya.
"Ketuk dulu Bang, jarang jarangnya aku melihat letnan dua apalagi pimpinan kompi melakukan ketuk pintu dan memanggil dengan mengatakan dirinya room service" ujar Josua yang masih tetap berdiri di sana dan tidak mau beranjak dari posisinya.
"Josua, kamu mau aku adukan ke Papap, kalau kamu sering menggoda aku selama bekerja?" ujar Bayu menggunakan Papap sebagai bahan untuk dijadikan alasan kepada Josua supaya Josua mau beranjak dari tempatnya.
"Selagi bisa" jawab Bayu dengan entengnya
"Ye lah, aku pergi dulu kalau udah bawa bawa nama komandan, aku takut Bang" ujar Josua yang langsung saja berjalan meninggalkan Bayu yang masih berdiri di depan kamar Rinjani.
Bayu melihat dan memastikan Josua masuk ke dalam lift baru dia akan melanjutkan aksinya.
"Aman" ucap Bayu saat melihat Josua sudah berada di dalam lift.
"Ini anak jugalah ya, memang bener bener aneh udah selama ini berdiri di depan kamarnya, dia tetap nggak keluar juga, emang nggak akan sarapan" ujar Bayu sambil geleng geleng kepala melihat kelakuan Rinjani.
"Padahal biasanya dia paling duluan bangun untuk sarapan, kali ini apa yang terjadi?"
"Apa dia sakit ya?" ujar Bayu yang sudah memiliki perasaan tidak enak dengan keadaan Rinjani di dalam kamar.
Bayu mulai panik sendiri dengan apa yang ada di dalam pikirannya pada saat ini. Dia tidak bisa membayangkan kalau Rinjani sakit di dalam sana dan tidak bisa berbuat apa apa.
"Tapi tadi malam sehat sehat aja, nggak ada kayak sakit" ujar Bayu yang memang semalam melihat keadaan Rinjani dalam keadaan baik baik saja.
"Atau tu anak masih dalam keadaan tidur ya?" lanjut Bayu menebak nebak apa yang sedang dilakukan oleh Rinjani sekarang di dalam kamarnya itu.
"Ketuk ajalah" ujar Bayu yang memutuskan untuk mengetuk pintu kamar Rinjani.
Bayu mengetuk pintu kamar Rinjani, tetapi sama sekali tidak ada tanggapan dari dalam. Bayu mencoba sekali lagi peruntungannya dengan kembali mengetuk pintu kamar Rinjani. Tetapi masih tetap sama, tidak ada tanggapan dari dalam kamar
"Room service" ujar Bayu yang pada akhirnya mengatakan juga dua kata yang sebenarnya Bayu tidak ingin mengatakan hal itu.
Seseorang dari dalam kamar Rinjani membuka pintu kamar, Bayu sudah bersiap dengan gaya coolnya di depan pintu untuk memberikan kejutan kepada kekasihnya itu.
Tiba tiba yang keluar adalah seorang pria dengan pakaian house keeping.
"Maaf, Nona yang ada di dalam kamar kemana ya?" ujar Bayu bertanya kepada house keeping yang sedang membersihkan kamar yang dipakai Rinjani.
"Sudah chek out Tuan" jawab house keeping dengan ramah.
"Oh makasi" jawab Bayu
"Tunggu sebentar Bang, abang siapa?" ujar house keeping bertanya kepada Bayu
"Apalagi tuan membawa troli room service" ujar house keeping bertanya kepada Bayu tentang siapa Bayu dan apa keperluannya
"Saya adalah kakak wanita yang menginap di sini semalam. Ternyata dia sudah chek out. Kalau begitu saya ke bawah dulu" ujar Bayu memutuskan untuk sarapan bersama dengan Josua di restoran hotel.