Its My Dream

Its My Dream
99



Beberapa anak kos terlihat sedang duduk duduk menikmati waktu sore hari mereka. Ada juga beberapa yang berdiri di luar pagar, karena baru saja diantarkan oleh kekasih mereka, saat pulang dari kampus.


Rinjani membuka pintu kamar mereka. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kamar yang tidak besar itu. Rinjani kemudian mengambil segelas air minum. Dia kemudian duduk di kasur, hal yang sama juga dilakukan oleh Ranti.


"Jadi, terus gimana lanjutan cerita tadi?" kata Ranti saat melihat Rinjani sudah mulai tenang dan tidak terlihat sedang lelah lagi


Rinjani menatap ke arah Ranti. Ranti mengangguk menandakan kalau Rinjani harus menyelesaikan ceritanya tadi. Karena Ranti sudah penasaran dengan kelanjutannya.


"Gue mandi dulu. Nanti di sambung ya. Gue mau mandi kerama, kebetulan kamar mandi kosong. Jadi bisa lama lama" kata Rinjani yang kembali menunda waktu pembicaraan masalahnya kepada Ranti.


"Gile loe. Kalau tau hanya setengah ngomong mending nggak aja tadi" ujar Ranti yang langsung ngamuk ngamuk saat Rinjani ngomong dia mau mandi dulu.


"Siap mandi cerita. Loe juga mandi sana. Jadi enak ceritanya nanti" ujar Rinjani yang tau Ranti sudah banyak berkorban kepada dirinya hari ini.


"oke kita mandi. Awas loe masih ndak ngomong nanti ya" ujar Ranti mengancam Rinjani.


"Sip" jawab Rinjani.


Kedua mahasiswi cantik itu, kemudian pergi menuju kamar mandi. Mereka berdua akan membersihkan tubuh mereka yang sudah berkeringat dari pagi. Rutinitas yang padat membuat mereka cukup lelah dan perlu di terapi air dingin. Mereka berdua sepakat untuk melanjutkan pembicaraan setelah mandi.


Rinjani dan Ranti mandi sambil kecil-kecil menikmati alunan musik yang dipasang oleh Ranti dari kamar mandi sebelah.


Karena mereka mandi yang terakhir maka mereka menikmati acara mandi yang sudah lama tidak mereka lakukan tersebut dengan betul-betul menikmati acara mandi biasanya dilakukan dengan sangat cepat karena masih banyak rekan-rekan yang lain yang akan memakai kamar mandi tersebut.


" Jani kita benar-benar menikmati acara mandi kita pada pagi hari ini, enak juga ya mandi sore paling akhir. Kita bisa mandi sepuasnya sesuai dengan apa yang kita hendaki" ujar Ranti dari kamar mandi sebelah sambil menggosok kepalanya yang sudah selama 3 hari tidak dikeramasnya


"Haha haha haha. Besok besok kita pengajuan diri juga untuk mandi paling terakhir saat semua kawan-kawan kita telah mandi sore" ujar Rinjani berkata kepada Ranti yang berada di kamar mandi sebelah.


"Sip. Kayaknya memang keren mandi paling akhir. Bisa lama lama" ujar Ranti yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya.


Mereka kemudian melanjutkan ritual mandi yang tadi sempat terganggu karena ada suatu hal yang harus mereka kerjakan terlebih dahulu. Saat mereka sedang menikmati acara mandi sore yang terasa sangat menyenangkan itu, tiba tiba ada sebuah gangguan yang datang dari depan pintu kamar mandi.


"Kak Jani, Ooooo oooo kak Jani" ujar seseorang memanggil Rinjani dari luar kamar mandi.


"Ya, ada apa?" ujar Rinjani menjawab dari luar kamar mandi


" ada yang nunggu kakak di teras depan rumah" hujan salah satu anak kos.


"Siapa?" Tanya Rinjani kepada anak kos yang tadi memanggil dirinya dari arah pintu luar kamar mandi


" maaf Kak aku nggak tahu dia siapa tapi yang jelas seorang pria" jawab anak kos tersebut.


'Seorang pria?' ujar Rinjani dalam hatinya.


" hal Baiklah terima kasih. Tolong bilang kalau aku sedang mandi sebentar ya" kata Rinjani sambil menjawab dari dalam kamar mandi dan meminta tolong kepada anak kos itu untuk menyampaikan pesan yang dikatakan oleh Rinjani tadi.


" Oke kak. Akan aku sampaikan" jawab anak kos tersebut sambil melangkah pergi dari depan kamar mandi untuk menyampaikan pesan yang dikatakan oleh Rinjani sebentar ini kepada pria yang mencari Rinjani


Rinjani tidak memiliki bayangan siapa yang menemui dirinya sekarang ini.


"Bayulah. Siapa lagi" jawab Rinjani sambil memakai pakaiannya.


Ranti memiliki kebiasaan memakai pakaiannya di dalam kamar mandi sebelum berjalan keluar dari dalam kamar mandi menuju kamar.


"Gue langsung turun aja ya" ujar Rinjani yang langsung mau menemui orang yang datang berkunjung itu dan akan langsung meminta orang itu untuk pergi dari hadapannya saat ini juga.


"Oke sip." jawab Ranti yang rencananya akan memasak mie instan untuk menu makan malam dirinya, karena Ranti tadi tidak sempat untuk pergi membeli menu makan malam.


Rinjani turun dengan santai menuju teras kontrakan.


"Siapa yang datang y?" ujar Rinjani kembali bertanya tanya dalam hatinya mengenai siapa yang datang menemui dia dan sudah duduk di taman depan rumah.


Rinjani kemudian membuka pintu ruang tamu menuju teras rumah kos. Rinjani langsung kaget saat melihat siapa yang sekarang duduk di teras itu.


"Kok?" ujar Rinjani sambil melihat ke arah Bayu yang sudah duduk di teras itu sambil memainkan permainan yang ada di ponsel miliknya.


"Kenapa kaget?" tanya Bayu kepada Rinjani.


"Tapi janjinya siap maghrib. Kenapa datang mulai dari sekarang? Ini namanya sebelum maghrib" ujar Rinjani dengan ketus kepada Bayu yang langsung berdiri saat melihat Rinjani yang datang ke dekat dirinya.


"Udah nggak bisa lagi menahan untuk menjelaskan kepada kamu semuanya" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.


Rinjani kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Dia tidak menyangka Bayu akan mengatakan hal itu kepada Rinjani.


"Tapi janjinya nanti siap maghrib" ujar Rinjani kembali mengatakan hal yang sama kepada Bayu.


"Sekarang aja" jawab Bayu yang tetap ingin sekarang menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di dalam hubungan mereka berdua.


Rinjani menatap ke arah Bayu. Bayu balas menatap ke arah Rinjani. Bayu tidak mau dan tidak suka kalau Rinjani membantah apa yang diinginkan oleh Bayu saat ini.


"Jangan ngebantah aku jani" ujar Bayu sambil menatap ke arah Rinjani.


"Aku nggak ngebantah. Aku ngomong sesuai dengan janji kita yang sudah kita sepakati kemaren dan tadi siang" ujar Rinjani kembali menatap ke arah Bayu dengan tatapan tolong mengerti apa yang aku inginkan.


"Nggak sekarang juga Jani" ujar Bayu sekali lagi meyakinkan Rinjani kalau dia tetap ingin membawa Rinjani sekarang juga untuk menyelesaikan apa yang seharusnya mereka selesaikan.


"Sekarang naik ke atas. Tukar pakaian. Kita keluar" ujar Bayu yang akan membawa Rinjani ke rumahnya.


Bayu akan menjelaskan semua kejadian di sana. Bukan di kos Rinjani yang sama sekali tidak ada privasi tersebut.


Rinjani dengan sedikit rasa kesal dalam hatinya terpaksa naik ke lantai dua rumah kos dengan perasaan marah. Dia benar benar tidak menyangka kalau Bayu akan datang sekarang ke kos untuk menyelesaikan permasalahan mereka berdua