
"Jani, Mamah tahu kamu khawatir dengan Bayu sayang, Mamah akan cari tahu dia dimana. anak itu juga nggak ngasih kabar ke Rinjani juga" ujar Mamah saat melihat Rinjani yang sama sekali tidak fokus dengan apa yang dilakukannya.
Rinjani terlihat beberapa kali melakukan kesalahan. Padahal biasanya Rinjani akan selalu mengerjakan apa yang dilakukan oleh dirinya dengan sangat sigap dan membuat siapapun mejadi sangat bangga dengan apa yang dilakukan oleh dirinya. Tetapi kali ini Rinjani sangat sangat terlihat kehilangan fokusnya.
Mamah kemudian terlihat mengetikkan sesuatu di ponselnya. Setelah itu balasan dari apa yang dilakukan oleh Mamah datang, Mamah membaca balasan pesan chat itu, Mamah tersenyum bahagia saat membaca pesan teks tersebut.
"Akhirnya kejutan itu akan datang juga" ujar Mamah sambil tersenyum melihat ke arah Rinjani.
Mamah beberapa kali berusaha menahan tawanya saat Rinjani menaruh makanan yang tidak satu jenis ke dalam piring. Beberapa kali Ibuk Ibuk persit yang bekerja dengan Rinjani terpaksa mengulang kembali apa yang telah dilakukan oleh Rinjani. Mamah memberikan kode kepada ibuk ibuk itu untuk terus memantau apa yang telah dilakukan oleh Rinjani. Ibuk ibuk persit tersebut mengikuti apa yang diminta oleh Mamah.
'Sepertinya Nona Rinjani sedang memikirkan komandan Bayu yang tidak juga pulang' ujar Ibuk ibuk persit yang bekerja dengan Rinjani saat melihat Rinjani semakin tidak fokus saja.
Ibuk ibuk persit itu tidak bisa berbuat banyak. Dia tidak bisa menegur Rinjani karena dilarang oleh ibuk komandan mereka. Jadi, ibuk ibuik persit itu hanya bisa menatap Rinjani dan mengulang kembali apa yang sudah dikerjakan oleh Rinjani. Seharusnya pekerjaan itu bisa dilakukan dengan semakin cepat karena yang bekerja dua orang, malahan memakan waktu semakin lama karena harus memperbaiki kerja Rinjani terlebih dahulu.
Mamah hanya bisa menggeleng saja melihat apa yang dilakukan oleh Rinjani pada saat ini. Rinjani benar benar kehilangan fokusnya. Sehingga membuat dirinya melakukan suatu hal yang tidak pada tempatnya. Dan bahkan membuat satu orang ibuk ibuk menjadi kerja dua kali karena harus membetulkan hasil kerja Rinjani yang bekerja sambil melamun itu.
Rinjani masih saja berusaha mengalihkan pikirannya kepada pekerjaan yang sedang dilakukannya, tetapi hal itu hanya bisa dilakukan sesaat oleh Rinjani, setelah hal itu Rinjani kembali teringat dengan Bayu. Rinjani benar benar tidak bisa tenang saat ini
"Janjinya pulang jam tiga kenapa sampai sekarang belum juga datang" ujar Rinjani dengan berbisik dan hanya Rinjani saja yang bisa mendengarnya.
"Kenapa nggak ngasih kabar juga kalau mau pulang telat atau ada keperluan lainnya" lanjut Rinjani yang ngedumel dan mengeluarkan sedikit demi sedikit beban yang sedang menghimpit Rinjani.
' Nah kan bener Nona Rinjani benar benar sedang mengkhawatirkan komandan Bayu' ujar ibuk ibuk persit yang mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani dengan berbisik tetapi ternyata masih bisa didengar oleh ibuk ibuk yang duduk sangat dekat dengan dirinya.
Rinjani kemudian melihat ke arah kue kue basah yang ternyata masih banyak di dalam kotak kotak kue yang berada di depannya. Dia kemudian melihat ke arah piring yang baru saja dirinya menaruh kue kue itu, ternyata Rinjani manaruh kue kue itu dengan sembarangan saja dan tidak teratur sama sekali. Sekarang Rinjani paham kenapa kue kue yang di dalam kotak besar besar itu masih banyak dan belum terlihat berkurang sedikitpun.
"Jadi Ibuk dari tadi mengulang kembali hasil kerja Jani yang amburadul itu ibuk?" ujar Rinjani bertanya kepada ibuk ibuk persit yang ada di sebelah Rinjani.
"Iya Nona Jani" ujar ibuk ibuk persit itu menyetujui apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Waduah, maafin Jani ibuk, gara gara Jani tidak fokus pekerjaan ibuk menjadi tidak selesai" ujar Rinjani yang sangat segan dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya yang telah merusak cara kerja ibuk ibuk persit yang sudah terkoordinir dengan rapi dan bagus itu.
"Tidak masalah Nona Jani" jawab Ibuk ibuk itu sambil tersenyum. Ibuk ibuk persit itu maklum dengan apa yang sedang menimpa Rinjani saat ini. Rinjani memang sedang dalam kondisi tidak fokus karena komandan Bayu belum pulang dari kantor. Padahal seharusnya Komandan Bayu sudah pulang dari jam tiga sore tadi.
"Sekarang Jani akan fokus Ibuk" ujar Rinjani yang berjanji akan fokus melakukan pekerjaannya kepada ibuk ibuk persit tersebut.
Ibuk ibuk persit itu tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya. Ibuk ibuk itu sangat yakin kalau Rinjani akan sangat berusaha dengan keras agar fokus dengan apa yang akan dilakukan oleh dirinya tanpa harus berbuat kesalahan yang tidak berarti sama sekali.
Rinjani kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan berusaha untuk serius dan fokus dengan apa yang sedang dikerjakan oleh dirinya. Rinjani menyingkirkan habis habis rasa cemasnya tentang Bayu. Rinjani berusaha untuk fokus melakukan pekerjaannya pada saat ini.
Pada saat Rinjani sudah mulai fokus melakukan pekerjaannya, Papap pulang dari kantor, Mamah yang melihat kalau suami tercintanya itu sudah pulang dari kesatuan langsung menyusul Papap ke pintu rumah. Papap melihat Rinjani yang sedang bekerja, Papap sudah mendapatkan semua cerita dari Mamah, makanya Papap ada ide untuk melakukan sesuatu kepada Rinjani.
"hay Jani" ujar Papap menyapa calon menantunya itu.
Rinjani yang mendengar Papap menyapa dirinya melihat ke arah Papap. Rinjani mencium tangan calon Papap mertuanya itu.
Beberapa ibuk ibuk yang melihat Papap, menundukkan kepalanya sedikit memberi hormat kepada Papap. Papap balas dengan menganggukkan kepalanya.
"Papap baru pulang dari kantor?" ujar Rinjani bertanya kepada Papap.
"Iya sayang. Kamu menunggu Bayu ya?" ujar Papap menggoda calon menantunya itu.
"Emang kelihatan banget ya, kalau Rinjani sedang menunggu Bang Bayu?" ujar Rinjani dengan nada cemasnya
"Nggak sayang. Nggak apa apa kalau terlihat juga kamu sedang mencemaskan Bayu" ujar Mamah yang kali ini sudah berada di sebelah Rinjani.
Rinjani kemudian memeluk Mamah dengan sangat erat. Dari tadi sebenarnya Rinjani ingin memeluk Mamah Bayu itu. Rinjani ingin menangsi di dalam pelukan mamah mertuanya itu. Tetapi semua rasa itu dicoba Rinjani untuk ditahannya. Tetapi saat ini hal itu sudah tidak bisa ditahan lagi oleh Rinjani. Rinjani memilih untuk memeluk calon mertuanya itu. Mamah yang melihat Rinjani dalam kondisi tidak baik baik saja, membalas pelukan Rinjani dengan erat pula.
"Ada apa sayang?" ujar Mamah yang tahu sekarang Rinjani sedang dalam keadaan frustasi yang sangat berat.
"Jani takut sesuatu terjadi dengan Bang Bayu Mah" ujar Rinjani menyuarakan kekhawatirannya kepada Mamah.
"Takut kenapa?" kata Mamah
"Takut Bang Bayu kenapa kenapa" jawab Rinjani
"Tadi Bang Bayu janji akan pulang jam tiga, Sekarang udah jam lima Bang Bayu belum juga datang Mah" ujar Rinjani yang pada akhirnya menyuarakan rasa takutnya kepada Mamah.
"Jani" panggil Papap
Rinjani yang mendengar Papap memanggil dirinya langsung saja mengangkat kepalanya dari pundak mamah. rinjani juga melepaskan pelukannya dari mamah.
"Bayu tidak kemana mana Nak, dan juga tidak kenapa kenapa" ujar Papap yang merasakan betapa khawatirnya Rinjani terhadap kondisi Bayu saat ini
"Kalau memang Bang Bayu baik baik saja, kenapa Bang Bayu belum pulang Pap?" ujar Rinjani bertanya kepada Papap.
"Bang Bayu Papap minta untuk menjemput teman Papap yang datang berkunjung ke sini sayang" ujar Paapap yang akhirnya mengatakan kepada Rinjani kemana Bayu pergi
"Oooo, jadi Bang Bayu ke bandara gitu maksud Papap?" ujar Rinjani berusaha meyakinkan dirinya dengan kembali bertanya kepada Papap
"Iya sayang" jawab Papap
"Oh" ujar Rinjani yang sudah bisa kembali tenang
"Tapi kenapa Bang Bayu tidak memberitahukan atau mengirim pesan kepada Jani, Pap?" ujar Rinjani yang ternyata masih ada lagi yang dipikirkannya
"Mendadak sayang, Papap juga dikasih tahu mendadak sama teman lama Papap itu. Papap kira mereka akan datang besok, ternyata sekarang. Karena itu makanya Bayu nggak ngirim pesan ke kamu" ujar Papap menjawab pertanyaan dari Rinjani
"Gimana, kamu sudah aman?" tanya Mamah kepada calon menantunya itu
"Sudah mah" jawab Rinjani
"Mamah sama Papap bersiap siap dulu ya" ujar Mamah
"Oke Mah" jawab Rinjani sambil duduk kembali ke kursi dan menyiapkan semua kue kue yang ada ke dalam piring piring kecil seperti yang sudah dilakukan oleh Rinjani tadi
Mamah dan Papap kemudian masuk ke dalam kamar. Sedangkan Rinjani yang sudah tenang kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat dilakukan oleh Rinjani dengan setengah setengah hati.
Perubahan cara kerja Rinjani sangat terlihat. Tadi Rinjani banyak melakukan kesalahan, tetapi sekarang semua kerja Rinjani sangatlah rapi tidak perlu ada perbaikan yang dilakukan oleh ibu ibu persit yang tadi, sehingga kerja mereka akan selesai dalam waktu yang cepat.