Its My Dream

Its My Dream
127 BARU



"Haha haha haha. Masih mampan ya Mah, tatapan seperti itu?" ujar Bayu bertanya kepada Mamahnya tentang tatapan yang masih sama yang diberikan oleh Mamah kepada Papap, tatapan itu akan diberikan oleh Mamah kepada Papap, apabila Papap sudah mulai terlihat usil dan melakukan suatu hal yang tidak masuk akal kembali.


Bayu memang tahu arti tatapan itu. Tetapi Bayu tidak menyangka aja tatapan itu masih dipakai mamah sampai sekarang untuk membuat Papap menjadi takut. Tatapan yang paling ditakuti oleh Papap sepanjang pernikahannya dengan Mamah yang sudah jalans elama dua puluh delapan tahun itu.


"Mampan sangat. Apa lagi itu rumah baru" ujar Mamah sambil melirik ke arah suaminya.


Papap menatap ke arah mamah, Papap tidaka mau Mamah membuka aibnya kepada Bayu, apalagi saat ini ada Rinjani di dekat mereka. Papap tidak mau hal memalukan itu sampai terjadi di depan mereka pada saat ini.


Rinjani sebenarnya ingin bertanya. Tetapi dia tahan dulu. Rinjani ingin sekali melihat kisah selanjutnya dari perdebatan antara Papap dan Mamah yang sama sama tidak perduli kalau ada Rinjani yang sama sekali tidak mengerti dengan tingkah polah keluarga Bayu itu.


"Jadi, Papap kenapa tadi tidak menjawab pertanyaan dari Mamah?" ulang Mamah bertanya kepada Papap.


"Oke Papap jawab satu satu dulu ya Mamah cantik kesayangan Papap." ujar Papap sambil tersenyum ke arah istri yang sangat disayanginya itu.


Istri yang selalu menemaninya dari perwira menengah sampai sekarang. Istri yang selalu bersedia ikut pindah kemanapun suaminya berdinas. Istri yang rela tidak mendapatkan jabatan apa apa asal ikut suaminya pindah dinas. Istri yang sangat mementingkan keluarganya. Secapek apapun Mamah, mamah pasti akan tetap menyempatkan diri untuk memasak dan mengajar serta membimbing Bayu belajar. Papap sangat beruntung memiliki istri seperti Mamah. Papap berharap Bayu juga akan mendapatkan istri seperti sifat dan sikap Mamah dalam berumah tangga.


"Jadi, Papap minta untuk bawa mobil ke Bayu, karena jalanan cukup sepi. Nggak seramai di tempat tinggal kita yang lama.Kalau tempat yang lama, sudahlah ramai, macet lagi. Jadi bikin Papap malas untuk bawa mobil. Menung sambil nginjek rem itu nggak asik Mamah" jawab Papap menjelaskan kepada Mamah kenapa tadi Papap meminta untuk membawa mobil kepada Bayu saat mereka dalam perjalanan pulang ke rumah.


"Pertanyaan kedua apa jawabannya?" ujar Mamah yang menerima alasan Papap kenapa selama ini Papap tidak mau membawa mobilnya. Sedangkan hari ini Papap meminta untuk mengemudikan mobil saat dalam perjalanan pulang menuju rumah mereka.


"Jawaban dari pertanyaan kedua yang menanyakan kenapa Papap tidak langsung menjawab pertanyaan Mamah saat kita sudah duduk di dalam mobil adalah, saat itu Papap sedang berkonsentrasi mengemudikan mmobil. Mamah tau sendirikan Papap sudah lama sekali tidak membawa mobil. Mana kita tadi dari dalam bestman lagi. Nah kalau Papap ngobrol dengan mamah, bisa bisa bukan keluar dengan selamat dari bestman kita. Tetapi nyungsep dan nabrak tu tonggak bestman" jawab Papap sambil menatap ke arah Mamah yang sudah bisa tersenyum cantik kembali saat mendengar apa yang dikatakan oleh Papap kepada Mamah.


"Oooo jadi tadi Papap diam dan serius menatap ke depan itu karena takut, mobil nabrak ke salah satu tonggak bestman?" ujar Bayu yang akhirnya memperjelas perkataan yang diajukan oleh Papap kepada mereka semua.


"Ya, nggak lucukan. Papap baru pindah tugas ke sini, ternyata Papap harus nabrak. Yang iya iya ajalah." ujar Papap sambil melihat ke arah Bayu dari kaca spion mobil.


"Jadi sekarang Papap mau ngantar kami pulang atau gimana ini?" tanya Bayu kepada Papap.


Papap melihat ke arah Mamah yang dari tadi diam saja. Papap meminta pendapat dari Mamah, apakah mereka akan mengantar Bayu dan Rinjani pulang langsung, atau Bayu dan Rinjani akan ke rumah Papap dulu, baru mereka berdua akan pulang ke rumah mereka masing masing.


"Kita antar aja Pap, biar besok sopir Papap jemput Bayu dulu ke asramanya. Atau Bayu tidur di rumah kita, biar besok pagi Bayu yang jemput Rinjani ke kosannya" kata Mamah yang sebenarnya ingin membawa Bayu untuk menginap di rumah mereka dibandingkan harus mengantar Bayu ke asrama.


"Ya udah, Mamah sama Papap, antar Jani aja ke kos, nanti Bang Bayu nginap di rumah Mamah, biar besok pagi Bang Bayu yang jemput Jani ke kos" ujar Rinjani yang sangat tahu dan mengerti keinginan Mamah untuk mengajak Bayu menginap di rumah mereka. Apalagi mereka sudah lama tidak bertemu. Rinjani sangat tahu bagaimana rasanya tidak bertemu dengan keluarga dalam jangka waktu yang lama, sekalinya bertemu tentu mereka ingin kumpul dan saling berbagi cerita.


"Gimana Bay?" tanya Mamah kepada Bayu.


Itulah asiknya punya orangtua yang satu frekuensi dengan kita. Apapun obrolan yangdibicarakan, mereka akan saling menyambung. Tidak ada yang akan melongo seperti orang yang tidak paham dengan apa yang mereka bicarakan antara satu dengan yang lainnya.


"Jadi kita nganter Rinjani terlebih dahulukan ya? Baru kita pulang?" ujar Papap bertanya dan memastikan kalau mereka akan mengantarkan Rinjani terlebih dahulu ke kos baru setelah itu mereka akan pulang menuju rumah, sesuai dengan apa yang diminta oleh Mamah dan disetujui oleh Rinjani dan Bayu sebentar ini.


"Yup Pap. Kita antar aku dulu ke kos. Setelah itu baru deh Papap, Mamah dan Bang Bayu pulang" jawab Rinjani yang sekarang sudah tidak canggung lagi dengan keluarga Bayu.


"Oke sip. Siapa yang jadi navigatornya? Papap belum tau daerah sini, apalagi kos tempat tinggal Rinjani" ujar Papap yang memang tidak tahu sama sekali jalanan di kota Padang itu.


"Papap lurus aja dulu" ujar Bayu memberikan perintah awal kepada Papap. Kemana Papap harus mengarahkan mobilnya terlebih dahulu.


"Kamu jadi navigator Papap, Bay?" tanya Mamah kepada Bayu.


"Yup Mah" jawab Bayu yang sekarang akan jadi navigator papap menuju rumah kos Rinjani.


Papap mengemudikan mobil sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. Bayu dengan sengaja membawa papap masuk ke dalam kampus Rinjani yang merupakan teramasuk kampus besar dan ternama di kota Padang.


"Ini kampus kamu Jani?" tanya Mamam kepada Rinjani saat melihat kampus yang begitu besar berdiri dengan megahnya.


"Yup Mam" jawab Rinjani dengan bangganya.


Tidak berapa lam. Mereka akhirnya telah sampai di depan kos Rinjani.


"Papap, Mamah singgah dulu?" tanya Rinjani kepada Papap dan Mamah


"Nggak usah sayang, udah malam. Kamu istirahat ya, besok pagi pagi sekali akan dijemput Bayu" ujar Mamah memberitahukan kepada Rinjani.


"Oke mamah, Hati hati di jalan Pap, makasi Bang atas bajunya" ujar RInjani mengatakan salam perpisahan kepada keluarga Bayu.


"Sama sama Jani. Kami jalan dulu ya nak" ujar Mamah.


Papap kemudian melajukan mobilnya menuju rumah mereka. Sedangkan Rinjani berjalan masuk ke dalam kos nya. Dia benar benar lelah hari ini. Tambah lagi dengan kejutan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.