
Mereka sekeluarga kemudian sarapan di meja makan taman belakang rumah, tempat favorit keluarga Kadek Dewa Anggara saat menikmati makan keluarga mereka, baik itu sarapan, makan siang maupun makan malam. Mereka akan selalu melakukannya di meja depan taman belakang tersebut, keasrian taman belakang membuat mereka semua menjadi sangat suka dan menjadikan tempat itu merupakan spot favorit saat mereka berada di rumah dinas.
Sarapan kali ini mereka menikmati makan nasi goreng kampung lengkap dengan telor mata sapi dan juga telor dadar serta irisan wortel dan timun tak lupa pula kerupuk emping sebagai bagian kriuk kriuknya. Rinjani dan mamah memang tidak membuat lauk yang lain karena beberapa sambal dari sisa acara mendoa kemaren masih ada semuanya dalam satu piring saja. Mamah sengaja meninggalkan hanya satu piring saja karena tidak akan habis kalau ditinggalkan lebih banyak lagi, jadi semua sambal yang sudah dimasak kemaren itu diserahkan semuanya kepada para anggota yang datang dan juga anak yatim piatu dari panti asuhan yang diundang oleh Mamah dan Papap untuk ikut mendokan kebaikan bagi Bayu dan tentara yang lainnya yang akan berangkat menuju daerah perbatasan negara Indonesia dengan negara Papua Nugini.
"Jani kamu kuliah sampai jam berapa nak?" ujar Mamah bertanya kepada Rinjani yang terlihat telah selesai menikmati sarapannya pada pagi hari itu. Mamah juga sudah selesai menikmati sarapannya sehingga Mamah sudah bisa mengobrol dan berbicara serta memberikan pertanyaan kepada Rinjani, hal ini dilakukan Mamah untuk memastikan kalau agenda yang disusun oleh Mamah sudah sesuai dengan agenda Rinjani.
"Hari ini nggak ada kuliah dan juga tidak ada jadwal mengajar Mi, tapi rencananya Jani mau konsultasi skripsi Jani. Emang ada apa ya Mi?" ujar Rinjani bertanya kepada Maminya itu yang terlihat memiliki sebuah hal yang ingin dikatakannya kepada Rinjani.
"Kamu langsung pulang ke rumah ya kalau sudah selesai semua kegiatan di kampus" ujar Mamah "Kamu juga Ranti, nanti kalau semua urusan kampus kamu juga sudah selesai, kamu langsung pulang ke rumah ya, jangan kemana mana dulu, nggak usah pakai acara ke kos dulu" ujar Mamah melanjutkan permintaannya kepada Ranti.
Ranti menatap ke arah Rinjani, dia tidak tahu harus menjawab apa kepada Mamah. Rinjani mengangguk tanda menyetujui apa yang dikatakan oleh Mamah kepada dirinya dan Ranti. Ranti hanya bisa mengikuti kode yang diberikan oleh Mamah kepada dirinya.
"Baiklah Mah, aku dan Rinjani akan langsung ke sini nanti saat perkuliahan sudah selesai" ujar Ranti yang hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada dirinya, Dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada saat ini.
Setelah selesai mereka semua menikmati sarapan yang dibuat oleh Mamah dan dibantu oleh Rinjani, mereka semua kemudian mengambil perlengkapan masing masing untuk di bawa pergi menuju tempat mereka bekerja dan juga tempat kuliah mereka.
Mamah berjalan mendekat ke arah Ranti. Hal itu bisa dilakukan oleh Mamah, saat Rinjani pergi mengambil kunci mobilnya yang tertinggal di kamar. Ranti yang melihat Mamah berjalan ke arahnya, juga berjalan menyusuk ke arah Mamah. Mamah terlihat sedang ada perlu dengan dirinya sehingga membuat Ranti mau tidak mau suka tidak suka harus menyusul mamah supaya lebih cepat mendapatkan informasi yang ingin di dapatkan oleh Ranti.
"Ranti, boleh Mamah meminta nomor ponsel kamu?" ujar Mamah meminta nomor ponsel Ranti saat Mamah sudah berada dekat dengan Ranti.
"Boleh Mah" ujar Ranti menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada dirinya,
Ranti kemudian memberikan nomor ponselnya kepada Mamah. Ranti benar benar tidak tahu untuk apa Mamah meminta nomor ponselnya, tetapi Ranti hanya bisa menurut saja lagi. Mamah setelah mendapatkan nomor ponsel yang diberikan oleh Ranti, langsung menyimpan nomor ponsel itu.
"nanti akan mamah jelaskan kepada kamu, apa yang akan kita lakukan nanti siang" ujar Mamah berbicara dengan berbisik kepada Ranti.
Ranti memberikan jempolnya kepada Mamah. Ranti akan siap membantu mamah untuk kegiatan mereka nanti siang. Saat mamah sudah selesai semua urusannya dengan Ranti, kebetulan juga Rinjani keluar dari dalam kamar yang semalam mereka tempati. Rinjani telah membawa tas ransel dan juga pakaian kotornya. Rencananya mereka akan singgah sebentar di kontarakan untuk mengambil pakaian ganti yang akan mereka kenakan di acara nanti siang yang akan diadakan kembali di rumah Mamah dan Papap.
Bayu membukakan pintu mobil untuk Rinjani, Rinjani kemudian bersalaman dengan Bayu, Rinjani tidak lupa mencium punggung tangan Bayu karena itu menjadi rutinitas saat dirinya akan berpisah dengan Bayu untuk memulai hari harinya.
Ranti telah masuk ke dalam mobil, dia sudah duduk dengan rapi di sana dan tingal menunggu Rinjani saja lagi. Ranti sama sekali tidak mau mengganggu keromantisan antara Rinjani dan Bayu pada pagi hari. Moment moment yang sangat jarang bisa mereka lakukan selama ini. Baru kali ini moment pagi hari yang bisa mereka lakukan bersama setelah sekian lama mereka menjalin hubungan.
Setelah drama korea melankolis dengan saling mencium punggung tangan masing masing pasangan. Rinjani baru masuk ke dalam mobil. Sedangkan Bayu juga berjalan masuk ke dalam mobilnya. Mereka akan berkendara beriringan karena arah kampus dan juga arah kantor Bayu satu arah. Bahkan Bayu harus melewati kampus Vian kalau dia mau sampai di kantornya dengan cepat.
Tiga mobil beriringan keluar dari rumah dinas Papap, mereka berjalan beriringan sampai pertigaan jalan di depan, Papap tidak akan mengikuti Bayu masuk melalui pintu gerbang kesatuan yang lainnya. Kantor Papap letaknya di depan sehingga Papap akan masuk lewat gerbang utama. Sedangkan kantor Bayu letaknya lumayan di belakang sehingga gerbang yang dekat adalah lewat gerbang yang berada persis di depan kampus Vian.
"Mamah meminta nomor ponsel gue" ujar Ranti menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.
"Oooo gue kira apaan, ada loe kasih?" ujar Rinjani bertanya kepada sahabat baiknya itu.
"Adalah, masak nggak gue kasih" jawab Ranti,
"Sip" ujar Rinjani yang mendukung keputusan Ranti yang sudah benar memberikan nomor ponselnya kepada Mamah.
"Oh ya loe kuliah sampai jam berapa?" tanya Rinjani sambil melihat ke arah Ranti.
"Sampai jam sembilan. Setelah itu gue akan bimbingan skripsi dulu" ujar Ranti memberitahukan apa yang akan dilakukan oleh Ranti setelah dirinya selesai kuliah dua sks saja.
"Oke, loe mau ke kontarakan bukan untuk mengantar dan mengembalikan pakaian kotor yang sudah kita pakai semalam?" ujar Rinjani bertanya kepada Ranti,
"Yup, sekalian aku akan mengambil pakaian untuk dipakai saat acara nanti siang di rumah Mamah" kata Ranti menjelaskan apa lagi yang akan dia lakukan nanti saat pulang kekontrakan mereka.
"Jadi acara apa sebenarnya yang akan diadakan di rumah Mamah Jani?" ujar Ranti yang tidak tahu acara apa yang akan dilakukan oleh Mamah di rumahnya itu.
"Aku juga nggak tau acara apa Ran. Yang aku tahu kalau Mama akan mengadakan acara pada siang hari nanti" kata Rinjani yang memang tidak tahu acara apa yang diadakan oleh Mamah
"Loe nggak tanya bayu?" ujar Ranti berusaha bertanya kelanjutan ceritanya kepada Rinjani
"Bayu juga nggak tahu" jawab Rinjani yang memang sudah bertanya kepada Bayu tadi pagi, tentang acara apa yang akan diadakan oleh Mamah nanti siang.
"Waduh mamah membuat acara yang sama sekali tidak diketahui oleh siapapun, heran gue" lanjut Ranti yang baru saja merasa heran.
"Loe untung masih baru heran, gue udah dari kemaren herannya tapi terpaksa gue tahan sendiri aja" kata Rinjani mengungkapkan kalau dirinya memang sudah menanggung rasa penasaran dengan acara apa yang akan dibuat oleh Mamah di rumah dinas papap, tetapi sengaja dirahasiakan dari semua orang,
Jawaban Bayu sama dengan jawaban yang diberikan oleh Rinjani saat Ranti bertanya kepada dirinya. Bayu juga tidak tahu acara apa yang akan diadakan di rumah Mamah nanti siang.
Tak terasa mereka sudah sampai di depan pintu gerbang utama kampus. Bayu mendahului mobil Rinjani dan tak lupa mengklason kekasih hatinya itu, Rinjani yang melihat mobil Bayu sudah mendahului mobil yang dikemudikannya kemudian berbelok masuk ke dalam gerbang utama kampus. Dia harus memutar terlebih dahulu karena kampus mereka sebenarnya memiliki gerbang yang berbeda dengan gerbang utama kampus. Tetapi karena Rinjani dari tadi keasikan mengobrol dengan Ranti, membuat gerbang itu terlewatkan dan membuat Rinjani terpaksa harus berputar mengelilingi separo kampus dan kembali keluar menuju jalan yang dilewati angkot untuk masuk ke gerbang kampunya sendiri.