Its My Dream

Its My Dream
29



Kejutan permintaan maaf dari Bayu akhirnya selesai juga. Dengan akhir yang membahagiakan bagi Rinjani dan Bayu. Hasil akhir yang memang sangat diharapkan oleh Bayu untuk terjadi. Hal gila yang semua berawal dari Rinjani yang marah karena Bayu membatalkan rencana makan malam mereka karena Bayu harus rapat dengan komandan.


Semua kegilaan yang ada di studio musik sudah kembali dirapikan oleh mahasiswa dan mahasiswi yang ada di sana. Mereka semua mengerjakan dengan senang hati. Bagi mereka semua, bisa membantu dosen untuk baikan dengan kekasihnya adalah salah satu kebahagiaan. Apalagi ini a Rinjani, dosen yang selalu peduli dengan mereka semua. Mereka dengan sukarela pasti mau membantu Bayu untuk membujuk Rinjani.


"Aleza makasi ya atas bantuannya" ujar Bayu kepada sahabat Rinjani tersebut.


Rinjani yang mendengar ucapan terimakasih Bayu kepada Alexandria, langsung saja menatap ke arah Aleza dengan tatapan bertanya dan heran.


"Tanya Bayu aja Jani. Gue nggak ikut ikut" ujar Aleza yang sudah tau arti dari tatapan Rinjani. Aleza juga tidak mau disalahkan oleh Rinjani nantinya.


Rinjani menatap ke arah Bayu. "Sayang" ujar Rinjani meminta penjelasan kepada Bayu.


"Di mobil" jawab Bayu dengan nada lembut dan perhatiannya.


Bayu menatap kepada semua mahasiswa da mahasiswi yang sudah membantu dirinya memberikan kejutan kepada Rinjani.


"Hay bro semua, makasi ya udah bantu gue tadi. Kalau nggak ada bro semua, belum tentu ini dosen cantik mau baikan sama gue" ujar Bayu mengucapkan terimakasih kepada semua mahasiswa yang telah membantu dirinya dalam upaya meminta maaf kepada Rinjani.


"Sama sama bro. Wanita memang sulit untuk dimengerti dan mengerti" ujar salah satu mahasiswa yang sedang bermasalah dengan kekasihnya yang juga ada di ruangan itu.


"Bener bro. Gue aja ampe sekarang masih pendekatan karena wanita susah mengerti" sambar yang lainnya.


"Haha haha. Kejar terus bro. Kalau begitu gue sama Rinjani izin pamit dulu ya" ujar Bayu.


Bayu menggandeng tangan Rinjani. Rinjani dan Bayu kemudian keluar dari dalam ruangan studio tersebut. Mereka berdua berjalan sepanjang koridor kampus dengan terus diperhatikan oleh setiap pasang mata yang ada di sana.


Bayu dan Rinjani acuh saja dengan tatapan yang diberikan orang kepada mereka berdua. Rinjani dan Bayu tidak ambil pusing dengan tatapan tatapan itu. Mereka berdua sudah terbiasa menerima tatapan kekaguman seperti tatapan yang mereka Terima saat ini.


"Masih ada ngajar sayang" tanya Bayu kepada Rinjani sambil tetap melihat ke arah kekasihnya yang sempat merajuk semaleman.


"Nggak sayang. Semua kegiatan mengajar udah habis besok lagi. Kenapa?" tanya Rinjani menatap Bayu.


"Aku nggak mau kalau harus pergi ke tempat latihan kamu lagi. Nggak sanggup aku. Nanti kamu mendadak ada pertemuan lagi" ujar Rinjani yang memang tidak ingin pergi ke tempat latihan Bayu.


Rinjani cukup trauma dengan kejadian kemaren. Dia mendadak harus pulang sendirian saat hari sudah malam karena Bayu harus Breafing dengan komandan satuan atau Rinjani tetap di wisma dengan resiko Bayu yang belum tahu jam berapa pulangnya. Resiko yang kedua duanya sama sama sulit harus di pilih oleh Rinjani.


"Kali ini nggak akan terjadi lagi sayang. Kamu dan aku akan pergi setengah hari." ujar Bayu dengan nada meyakinkan Rinjani kalau mereka tidak akan ada yang mengganggu.


"Kok?" tanya Rinjani penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Bayu sebentar ini. Mereka bisa pergi setengah hari kemanapun mereka mau.


"Nanti aja ceritanya. Sekarang masuk mobil dulu" ujar Bayu yang telah membuka kunci mobil.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu mengemudikan mobilnya meninggalkan kampus terkenal itu. Kampus yang telah melahirkan orang orang sukses dibidangnya.


"Sayang, pertanyaan pertama kok bisa nggak ngelatih hari ini?" tanya Rinjani sambil mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Bayu.


"Penasaran luar biasa sekali. Mana ada tentara bisa bolos ngelatih, emang kayak aku yang beberapa kali bolos ngajar" ujar Rinjani menjawab perkataan dari Bayu barusan.


"Jadi, aku siap rapat yang ternyata hanya lima belas menit itu, langsung pergi dengan Bang Aris ke hotel tempat kamu menginap." ujar Bayu mulai menceritakan kepada Rinjani awal mula semua kejadian.


"Sampai di hotel tempat kamu menginap, aku dan Bang Aris turun, masuklah ke dalam hotel. Baru sampe resepsionit. Resepsionit tersebut ngomong kalau kamu sudah chekout setengah jam yang lalu." ujar Bayu sambil menatap Rinjani dengan tatapan yang susah dimengerti oleh seorang Rinjani.


"Aku melihat ponsel ternyata mati sama kejadian dengan ponsel Bagi Aris. Saat itu dunia aku seakan runtuh Sayang. Aku sama sekali tidak punya gambaran kamu ada di mana" ujar Bayu dengan raut wajah yang berubah menjadi ketakutan.


"Aku hari itu hanya ingat dengan nama sahabat kamu Aleza. Tapi sayangnya aku nggak tau dimana rumahnya. Sehingga aku semakin kesal dengan diri aku sendiri" lanjut Bayu bercerita.


"Aku takut karena hari sudah malam. Aku cemas kalau kamu memutuskan untuk langsung pulang ke Padang." Bayu mengucapkan kecemasan nya kepada Rinjani. Bagaimana seorang Bayu yang memiliki tingkat kecemasan jauh di atas rata rata saat dia mengetahui kalau Rinjani hilang dari hotel.


Rinjani menatap Bayu lama. Dia dengan mendadak memeluk kekasih hatinya itu. Kekasih yang selalu dirindukannya setiap saat.


"Hay main peluk aja" ujar Bayu sambil menowel hidung mancung Rinjani.


"Kangen" jawab Rinjani sambil menatap Bayu.


"Tau nggak sayang semalam ngapain aku sama Bang Aris?" tanya Bayu sambil memegang tangan Rinjani yang memeluk dirinya itu.


Rinjani menggeleng, dia juga penasaran apa yang dilakukan oleh Bayu dan Aris semalam saat dia kabur itu.


"Aku dan Bang Aris muterin ini kota sayang sampai subuh" ujar Bayu menjawab gelengan Rinjani tadi.


Rinjani ingin melepaskan pelukannya dan menatap wajah Bayu. Tetapi tangannya di tahan oleh Bayu untuk tidak lepas. Bayu tidak mau Rinjani melepaskan pelukannya dari Bayu.


Rinjani akhirnya mengalah, dia tetap memeluk Bayu. Rinjani benar benar menyesal, kalau perbuatannya yang main kabur itu sudah mengakibatkan Bayu menjadi susah dan memilih untuk mencari dirinya semalaman.


"Subuhnya Bang Aris aku antar ke wisma. Terus dia ngomong harus bisa menemukan kamu baru kembali melatih. Dia juga ngomong kalau kamu udah ngambek maka urusannya akan jadi panjang" ujar Bayu memberitahukan Rinjani apa yang dikatakan oleh Aris kepada dirinya.


"Itu yang terjadi semalam sayang. Aku sama sekali nggak bisa tidur, nggak bisa ngapa ngapain. Aku fokus mencari kamu." lanjut Bayu bercerita.


"Bayangin aja sama kamu, semua hotel di kota ini aku masuki untuk mencari keberadaan kamu. Tapi hasilnya nihil. Jangankan untuk bertemu kamu. Bauk kamu aja nggak ada di hotel itu" ujar Bayu melanjutkan ceritanya.


"Makanya aku jadi makin panik kan ya. Panik banget"


"Aku mohon, besok kalau kamu marah sama aku, jangan main pergi aja. Tapi komunikasikan dengan aku. Kita akan pecahin masalah itu berdua. Bukan dengan cara seperti tadi." ujar Bayu menatap Rinjani dengan tatapan penuh makna.


"Aku bisa gila jadinya sayang" lanjut Bayu mengutarakan apa yang dirasakan oleh dirinya.


"Aku juga bisa gila. Gila karena kamu sayangku" ujar Rinjani sambil mengusap pipi Bayu dengan tangannya yang sudah dibebaskan oleh tangan Bayu.