Its My Dream

Its My Dream
Pembicaraan Penting Papap dan Mamah



"Sayang, kita berdua benar benarlah ya, Papap dan Mamah ribut gara gara kita, eee kitanya malah main kabur aja berdua"


Rinjani mengomel kepada Bayu saat mereka berdua sudah berada di dalam mobil dan siap berangkat meninggalkan rumah dinas Papap dan Mamah.


"Sayang, kamu nggak pernah nengok bagaimana ujungnya kalau mereka berdua sudah ribut" Bayu berbicara sambil berbisik ke arah Rinjani. Gaya bicara Bayu seperti kata kata yang akan disampaikan oleh dirinya tidak boleh didengar oleh orang lain. Sehingga Bayu memilih untuk berbicara dengan berbisik kepada Rinjani kekasih hatinya itu.


"Emang apa yang dilakukan oleh Papap dan Mamah setelah mereka ribut berdua seperti tadi?" tanya Rinjani yang sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Papap dan Mamah setelah ribut.


"Bentar aku keluarin mobil dulu, sempit banget" ujar Bayu yang tidak menyadari kalau tempat dia parkir akan sesusah ini saat mengeluarkan mobilnya.


Bayu mengeluarkan mobilnya dari dalam garasi rumah dinas Papap. Bayu dengan sangat hati hati mengeluarkan mobil kesayangannya yang dibawakan langsung oleh Papap dari rumah mereka yang berada di pulau Jawa.


"Sayang ini kita udah di luar loh, kenapa masih belum juga jawab pertanyaan yang aku ajukan tadi" ujar Rinjani mengajukan protesnya kepada Bayu karena Bayu sampai sekarang masih juga belum memberikan jawaban dari pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya.


"Emang kamu nanyak apa tadi sayang?" kata Bayu yang sengaja pura pura lupa dengan pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani kepada dirinya tadi sesaat sebelum dirinya keluar dari tempat parkir yang berada di rumah dinas Papap.


"Jangan pura pura lupa Letan satu Bayu Anggara" ujar Rinjani dengan nada mengancam kepada Bayu.


"Aku tahu kamu hanya pura pura saja. Kamu kira aku baru kenal dengan kamu" ujar Rinjani sambil berbisik ke telinga Bayu seperti yang dilakukan oleh Bayu tadi kepada dirinya.


"Haha haha haha haha haha, kamu balas dendam ke aku sayang" tanya Bayu kepada Rinjani sambil menatap ke arah Rinjani sambil tersenyum tipis setipis tisu untuk mengusap wajah bagi para ibu ibu yang kepanasan saat kondangan.


"Tidak, cuma menggunakan cara yang digunakan oleh seseorang kepada kita" jawab Rinjani sambil tersenyum seperti senyuman yang dilakukan oleh Bayu sebentar ini.


Bayu akhirnya hanya menggelengkan kepalanya saja saat melihat apa yang dilakukan oleh Rinjani kepada dirinya. Bayu sama sekali tidak menyangka kalau Rinjani bisa melakukan hal seperti itu kepada dirinya. Bayu mengira kalau Rinjani akan bersikap biasa saja. Tidak bersikap alay seperti itu kepada Bayu.


"Bermain adil ya sayang" ujar Bayu sambil menatap sekilas ke wajah cantik kekasih yang selalu ada untuk dirinya dan terkadang benar benar membuat Bayu sangat kesal dan marah saking pisesifnya seorang Rinjani terhadap Bayu.


"Yupi. Jadi sayang, apa yang terjadi sebenarnya setelah Papap dan Mamah selesai ribut."


Rinjani mengulang kembali pertanyaan yang diajukannya tadi kepada Bayu.


"Jangan pernah mengalihkan pembicaraan ke arah yang berbeda sayang" lanjut Rinjani yang sangat yakin kalau Bayu pasti akan mengarahkan pembicaraan ke arah yang lain lagi.


"Nggak akan, aku akan katakan apa yang terjadi sebenarnya kepada kamu sayang kku, cinta ku, wanita yang aku sangat cintai" ujar Bayu berkata kepada Rinjani.


"Jadi gina, Papap dengan Mamah kalau sedang ribut nggak usah ditemani, nanti ujung ujungnya baikannya dengan cara yang sangat horor" kata Bayu melanjutkan memberitahukan kepada Rinjani bagaimana gaya Papap dan Mamah saat mereka berdua berbaikan.


"Emang gimana gayanya?"


"Papap dan Mamah itu mah kalau sedang marahan, nanti Papap akan selalu mengendong Mamah ke kamar, nah kamu tahu sendirilah apa yang akan mereka lakukan berdua kalau sudah di dalam kamar" ujar Bayu mengatakan kepada Rinjani apa yang dilakukan oleh Papap saat membujuk Mamah yang sedang dalam kondisi marah kepada Papap.


"Atau apa harus aku berikan contohnya, atau kita berdua langsung yang menjadi pemerannya?" ujar Bayu melanjutkan jawaban yang diberikan oleh dirinya kepada Rinjani.


Rinjani kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Selama ini Bayu sama sekali tidak pernah berotak mesum seperti yang terjadi pada saat ini. Biasanya Bayu adalah orang yang sangat serius dan tidak akan pernah mengatakan hal hal yang berbau aneh seperti apa yang dikatakannya sekarang kepada Rinjani.


"Kamu mandi dimana tadi Bayu Anggara?" ujar Rinjani sambil menatap kesal ke arah Bayu yang duduk di sebelahnya dan sedang mengemudikan mobil tersebut.


"Mandi di rumah Papap. Kayaknya rumah itu benar benar membuat otak aku menjadi aneh sayang" jawab Bayu yang menyalahkan rumah yang ditempati oleh Papap.


"Ye mana ada rumah yang disalahin. Dimana mana yang salah itu ya memang orang yang ngomong. Ngapain juga rumah. Apa hubungannya rumah dengan mulut seseorang" ujar Rinjani yang tidak terima Bayu menyalahkan rumah yang ditempati oleh Papap sekarang ini.


"Lah tadi apa hubungannya juga dimana aku mandi dengan apa yang aku katakan?" ujar Bayu membalikan perkataan yang diberikan oleh Rinjani tadi kepada dirinya. Bayu membalikkan perkataan itu langsung dengan kontan kepada Rinjani tanpa ada pengurangan atau melebihkan perkataannya.


"Adalah sayang, kalau orang asal ngomong berarti mandinya nggak di tempat biasa" jawab Rinjani yang asal comot jawaban saya.


Rinjani sengaja melakukan hal itu supaya dia tidak terlihat kalah melawan Bayu saat menjawab setiap pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.


"Yah ada pula kayak gitu jawabannya" kata Bayu mengajukan protes dengan jawaban yang diberikan oleh Rinjani sebentar ini.


"Yah tergantung yang memberikan jawaban dong, apa yang mau dijawabnya" kata Rinjani masih membela dirinya atas jawaban apa yang diberikan oleh Rinjani kepada Bayu.


"Ya lah susah ngomong sama orang ahli bahasa, ada aja jawaban yang akan diberikan oleh dirinya kepada awak yang bertanya ne" ujar Bayu dengan suara pelan tetapi terdengar oleh Rinjani.


"Sayang, ngomel sih ngomel, tetapi jangan sampe kedengeran gitu dong sayang. Jadi anehkan jadinya" ujar Rinjani menegur cara Bayu ngomel yang membuat siapa saja yang mendengar akan tertawa ngakak.


"Sayang, itu namanya mengomel yang tidak disembunyikan" ujar Bayu menjawab kepada Rinjani apa model mengomel yang dipakai oleh Bayu sebentar ini.


Sepasang kekasih itu masih tetap saling berbagi cerita di dalam mobil yang dikemudikan oleh Bayu menuju kos kosan Rinjani, hari yang sudah mulai larut malam membuat Bayu harus langsung menuju kos kosan Rinjani tanpa harus singgah ke tempat manapun, karena kalau mereka memilih untuk singgah maka mereka tidak akan sampai tepat waktu di kos kosan Rinjani.


RUMAH DINAS PAPAP


"Jadi Pap, apa yang ditelpon oleh ajudan tadi?" tanya Mamah kepada Papap sambil menatap ke arah Papap


Papap dan Mamah berada di atas ranjang, mereka baru saja selesai melakukan olah raga malam yang membuat keringat mereka keluar.