Its My Dream

Its My Dream
Malam Hari - 27 Pencarian Selanjutnya



Setelah berkendara sekitar empat puluh lima menit kurang dari tempat mereka mencari Rinjani tadi, Bayu dan Josua sudah sampai di kos kosan Aleza. Jam tangan Bayu menunjukkan pukul delapan malam.


'Semoga Aleza ada di dalam' ujar Bayu berkata dengan nada lemah dan berharap semoga Aleza ada di kos.


"Yakin ada Bang, nona yang kita cari?" ujar Josua bertanya kepada Bayu tentang seseorang yang akan mereka kunjungi itu


"Bisa jadi ada. Semoga memang ada" kata Bayu yang tidak yakin kalau Aleza ada di rumah.


Bayu mengetuk pintu kamar kontrakan Aleza, tetapi sayangnya sama sekali tidak ada jawaban dari dalam kamar kos-kosan Aleza tersebut.


seorang anak kos yang mendengar kalau ada seseorang yang mengetuk pintu kamar sebelah memilih untuk keluar dan melihat Siapa yang mengetuk pintu kamar seniornya itu


" Maaf Bang mau cari siapa ya?" ujar rekan 1 kos aleza


" Apa aleza nya ada dek?" ucap Bayu bertanya tentang keberadaan aleza kepada adik kost Yang keluar saat mendengar Bayu mengetuk pintu kamar aleza


" Kak Aliza tidak ada di kos bang. Kak Alesa dari dua hari yang lalu pergi pulang kampung karena ada urusan" ujar adik kos memberitahukan kepada Bayu kalau aleza sama sekali tidak ada di kamarnya


" Oh baiklah terima kasih atas informasinya. kalau begitu saya pamit dulu" ucap Bayu kepada wanita tersebut


Bayu dan Joshua kemudian berjalan menuju mobil mereka kembali. mereka berdua akan melanjutkan pencarian Rinjani ke kota Bukittinggi yang masih berjarak satu jam perjalanan dari Kota Padang Panjang.


" belum ada informasi dari Rian Jo?" tanya Bayu kepada Joshua yang sedang melihat jam pintarnya


" ini sedang aku tanyakan ke Ryan Bang, Bagaimana perkembangan penyelidikannya itu" jawab Joshua yang memang baru saja mengirimkan pesan kepada Rian tentang apakah pencariannya sudah berhasil atau masih dalam proses


' bentar lagi Jo' bunyi pesan chat yang dikirimkan oleh Ryan kepada Joshua


" belum bang masih tinggal sedikit lagi kata Rian sebentar ini mengirimkan pesan chatnya kepada aku" ucap Joshua memberitahukan kepada Bayu tentang perkembangan pencarian dan pelacakan yang dilakukan oleh Ryan terhadap nomor yang diperkirakan adalah milik Rinjani


" Oke semoga saja sebelum kita sampai di Bukittinggi, Ryan sudah berhasil menemukan Di mana keberadaan Rinjani saat sekarang ini" kata Bayu yang sudah tidak sabaran lagi ingin bertemu secepatnya dengan kekasih hatinya itu


" semoga saja bang" jawab Joshua dengan nada pesimis karena dia sangat tahu bagaimana Rian dalam memakai aplikasi yang sedang digunakannya saat ini.


setelah 1 jam perjalanan menuju kota Bukittinggi dari Padang Panjang Bayu dan Joshua sama sekali belum mendapatkan Pemberitahuan tentang Di mana keberadaan Rinjani saat ini dari Ryan


" di mana Jo Apa yang harus kita lakukan?" ucap Bayu yang sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih pada saat ini


" Kita cari hotel aja dulu Bang. nanti gue akan cas ini laptop di hotel barulah gue akan melakukan pelacakan terhadap nomor yang diberikan oleh Rian tadi" kata Joshua memberikan masukan kepada Bayu tentang apa yang akan mereka lakukan saat ini


" Sip kalau begitu kita akan cari hotel" kata Bayu sambil mengarahkan mobilnya menuju hotel langganan dirinya saat menginap di kota Bukittinggi


" kita pesan dua kamar atau satu kamar aja Jo?" kata Bayu meminta pendapat Joshua kembali sebelum dirinya melakukan pemesanan kamar saat sampai di hotel Nanti


" dua saja bang" ujar Joshua yang memang sama sekali tidak bisa tidur satu kasur dengan pria


" Oke kita pesan dua" jawab Bayu yang setuju dengan apa yang dikatakan oleh Joshua kepada dirinya


mereka berdua kemudian turun dari dalam mobil saat Bayu telah memarkir mobilnya di depan salah satu hotel berbintang empat yang ada di kota Bukittinggi.


Bayu dan Joshua kemudian masuk ke dalam lobby hotel, Joshua tidak lupa membawa tas ransel miliknya yang di dalamnya sudah ada laptop dan pakaian ganti yang memang harus disiapkan oleh Joshua. Hal ini disebabkan karena sewaktu-waktu kalau komandan harus melakukan perjalanan dinas mendadak maka Joshua sudah memiliki pakaian ganti


Bayu melakukan pemesanan untuk dua kamar kepada resepsionis yang sudah sangat mengenal Bayu


" lantai biasa Bang?" kata resepsionis bertanya kepada Bayu


" iyap lantai yang sama tetapi sekarang dua kamar bukan satu kamar" jawab Bayu sambil tersenyum ke arah resepsionis yang dari tadi melihat ke arah Bayu dengan tatapan menyelidik karena ada sesuatu hal yang aneh dengan dua orang pengunjung yang datang biasanya bersamaan sedangkan kali ini datangnya berbeda


Bayu sama sekali tidak menanggapi senyum-senyum yang diberikan oleh resepsionis tersebut kepada dirinya. Bayu bersikap acuh dan sama sekali tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh resepsionis tersebut


resepsionis kemudian memberikan dua kunci kamar kepada Bayu


" Ayo Jo ini kunci kamar kamu" kata Bayu memberikan satu kunci kamar kepada Joshua


Bayu dan Joshua kemudian masuk ke dalam lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai lima hotel berbintang empat tersebut.


saat mereka keluar dari lift, seorang wanita yang seharian ini telah mereka cari melihat kedatangan Bayu dan Joshua yang baru keluar dari lift. wanita itu kembali masuk ke dalam kamarnya


" Untung saja nggak nampak sama mereka berdua. kalau nampak jadi percuma aja pelarian Gue seharian ini" hujan wanita itu saat dirinya sudah berada di dalam kamar kembali


Bayu dan Joshua kemudian masuk ke dalam kamar mereka masing-masing. Bayu memilih untuk masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya yang telah lengket-lengket karena seharian ini berkeringat dan rencananya Bayu akan keramas untuk mendinginkan kepalanya supaya bisa berpikir jernih kembali dan bisa membantu Joshua untuk berpikir bagaimana cara menemukan Rinjani


sedangkan Joshua yang berada di kamar sebelah, langsung melakukan pencasan terhadap laptopnya yang telah kehabisan baterai saat mereka berada di cafe yang tadi sempat disinggahi oleh Rinjani untuk melakukan perkuliahan secara online dengan mahasiswa-mahasiswanya


sambil menunggu laptopnya kembali siap untuk digunakan, Joshua memilih untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Joshua butuh tubuh dan pemikiran yang segar untuk melakukan pencarian dan pelacakan terhadap nomor yang diberikan oleh Ryan tadi


Joshua membersihkan tubuhnya sambil bersenandung menyanyikan lagu-lagu favoritnya. Joshua terlihat sedang tidak dalam menyelesaikan salah satu masalah yang lumayan berat, Joshua benar-benar menikmati kegiatan mandi malamnya tersebut


setelah lebih kurangkurang lima belas menit menikmati mandinya. Akhirnya Josua memilih untuk menyelesaikan ritual tersebut. Josua kembali ke dalam kamar dan memakai pakaiannya kembali. Josua sudah kembali segar dan siap untuk melakukan kegiatannya berikutnya.


Perut yang sedikit lapar membuat Josua melihat ke dalam almari pendingin yang ada di dalam kamar. Josua melihat ada dua bungkus snack coklat di sana. Josua mengambil sncak tersebut. Setelah tiu Josua merebus air untuk membuat teh.


" semoga Bang Bayu juga laper sekarang" kata Joshua yang berharap Bayu juga merasakan kelaparan seperti yang dirasakan oleh dirinya pada saat sekarang ini, sehingga Bayu akan mengajak Josua untuk menikmati makan malam di hotel atau di luar sebelum melanjutkan pencarian terhadap Rinjani.


Setelah selesai membuat secangkir teh, Josua memakan snack yang tadi diambil oleh dirinya. Josua sama sekali belum mengaktifkan laptop miliknya. Dia masih menunggu laptop itu terisi daya, karena tadi beneran sampai habis terpakai.


saat itulah pintu kamar Josua di ketuk dari luar. Josua berjalan membuka pintu kamarnya. Dia sudah bisa menebak siapa yang datang ke kamarnya itu.


"kita makan malam dulu Jo. Setelah itu baru lanjut kerja. Gue laper banget" ujar Bayu mengajak Josua untuk pergi makan malam


"sip Bang. Makan dimana?" tanya Josua yang tidak tahu Bayu akan membawa dirinya makan kemana.


"lounge hotel aja Jo. Kita makan di sana aja. Males naik mobil lagi" ujar Bayu menjelaskan kepada Josua mereka akan makan malam dimana saat ini.


"oke bang gue ikut aja" jawab Josua.


Mereka berdua kemudian pergi ke arah lounge hotel. Mereka akan makan malam di sana sebelum melanjutkan pekerjaan mereka yang sudah harus segera dilakukan.