Its My Dream

Its My Dream
Malam H - 27 Pov Bayu dan Rinjani



"Intinya ada sesuatu yang membuat gue tadi yakin kalau wanita itu adalah Rinjani" ujar Bayu menutup pembicaraan antara dirinya dan Josua.


"Oke Bang." ujar Josua yang tahu dari kata kata yang diucapkan oleh Bayu, Bayu tidak akan memberitahukan apa apa lagi kepada dirinya.


Pembicaraan itu bertepatan dengan mereka yang sudah sampai di depan kamar mereka masing masing. Kamar yang hanya berjarak satu kamar dari kamar Rinjani. Kamar yang besok pagi akan dijadikan Bayu sebagai sebuah drama yang akan membuat siapa saja menyaksikan separo tertawa dan separo bersedih, perasaan yang campur aduk akan tersaji besok.


"Makasi traktiran makan malamnya Bang" ujar Josua sesaat sebelum dia masuk ke dalam kamarnya.


"Banyak gaya loe" jawab Bayu sambil memukul pundak Josua


"Gimana kalau malam ini aja, abang pergi ke kamar itu dan lakukan penggerebekan" ujar Josua memancing Bayu dengan ucapannya yang terkadang bener bener membuat Bayu kehilangan akal untuk menjawabnya. Kosa kata yang dipakai oleh Josua benar benar kosa kata yang tidak akan bisa digunakan kepada sembarangan orang.


"Besok pagi" ucap Bayu yang tetap dengan keputusannya untuk melakukan apa yang diinginkan oleh dirinya besok pagi, tidak lebih dan tidak kurang.


"Yelah, besok pagi mana bisa gue nengok Bang. Gue mau tidur dan bangun siang, pengen menikmati hidup judulnya ini" kata Josua yang memang sudah bisa membayangkan apa yang akan dilakukannnya nanti saat sudah berada di dalam kamar.


"Loe bagian dengar cerita aja besok pagi" kata Bayu


"Satu lagi, bagus loe tidur lama, karena besok akan jadi supir" lanjut Bayu


"Hah?"


Josua kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu. "Mana ada bisa kayak gitu Bang. Abang yang bawa mobil besok" kata Josua menolak tugas yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya


Bayu menatap lama Josua.


"Abang bisa duduk berdua dengan Nona Rinjani di depan. Nah saya di belakang." kata Josua memberitahukan kepada Bayu


"Kan keren tuh, abang bisa bercerita dengan Nona Rinjani, gue di belakang tidur. Nah, kan kalau gue tidur mau terjadi perang atau yang lainnya gue nggak bakalan tahu" ujar Josua memaparkan kenapa harus Rinjani dan Bayu yang duduk di bagian depan.


"Serah loe lah mau duduk dimana" ujar Bayu yang nggak bakalan menang ngomong dengan Josua.


"Selamat beristirahat Bang, semoga besok sukses"


"Yakinkan Nona Rinjani kalau mau kabur jangan tinggalkan jejak lagi" ujar Josua yang lebih dahulu masuk ke dalam kamarnya sebelum Bayu menimpuk kepalanya


Bayu dan Josua kemudian masuk ke dalam kamar. Mereka akan beristirahat malam ini dengan kepala yang sudah nyaman karena Rinjani sudah berhasil ditemukan, dan hanya tinggal eksekusi saja besok pagi, yang akan diambil alih tugasnya oleh Bayu


POV BAYU


"Untung saja Rinjani ditemukan cepat" ujar Bayu saat sudah berada di atas ranjang besar itu sambil memilih chanel televisi yang akan ditontonnya.


"Tu anak memanglah ya, katanya kabur, tapi kaburnya ke hotel mewah. Seharusnya dia ke mana gitu" lanjut Bayu yang nggak habis pikir dengan cara berpikir dari seorang Rinjani.


"Mana tadi nggak pake parfum karena takut ketahuan dia ada di sini" lanjut Bayu berkata sendirian.


"Eh ya ngomong ngomong masalah parfum kenapa tu anak tadi nggak pake parfum ya?"


"Rinjani mana pernah bisa percaya diri keluar dari dalam kamar atau dari dalam rumah tanpa memakai parfum. Itu satu hal yang nggak akan pernah mungkin terjadi selama ini" lanjut Bayu berkata sendirian.


"Sepertinya tu anak sudah tau kalau gue ada di sini" ujar Bayu yang berhasil menganalisa sendiri kejadian.


"Makanya tadi dia sama sekali tidak memakai parfum. Tapi dia lupa untuk menukar shamponya" lanjut Bayu sambil mengingat kejadian di lounge hotel


Bayu mengambil air minum kemasan dan membawanya ke atas kasur. Dia berencana untuk tidur setelah menikmati sebotol air kemasan.


POV RINJANI


"Gue yakin kalau Bayu pasti tidak menyangka kalau gue tadi yang duduk di dekat dirinya berdiri" kata Rinjani yang sudah berganti pakaian dengan pakaian tidurnya.


"Untung saja gue tadi nggak pake parfum, jadi nggak bisa diketahui oleh Bayu kalau aku berada di dekat dirinya" lanjut Rinjani yang merasa sukses sudah menipu Bayu.


"Besok pagi selesai sarapan gue akan langsung chekout dan kembali pulang ke kota Padang" kata Rinjani menyusun rencana kegiatan yang akan dilakukan oleh dirinya untuk besok hari.


"Gue akan langsung ke kos setelah itu sore ke rumah dinas papap untuk bertemu dengan Bayu"


"Gue akan mengatakan semuanya kepada dirinya"


"Gue akan minta maaf kepada dia karena sudah membuat susah Bayu dan Josua melakukan pencarian gue sampai ke kota ini" kata Rinjani yang sudah menyusun sendiri apa yang akan dilakukan oleh dirinya besok.


"Ternyata tu laki lakiĀ  bener bener mencintai gue. Sampai rela melakukan pencarian gue ke sini." ucap Rijani sambil memandang jauh ke atas menembus beberapa laintai hotel dan tujuh lapis langit.


"Tapi yang gue heran kenapa Bayu dan Josua bisa mencari gue ke kota Bukittinggi ya? Padahal kota yang lainnya banyak?" ujar Rinjani yang ntah kenapa bisa bisanya mengingat tentang hal itu.


"Apa mungkin gue membuat sebuah kesalahan sehingga Bayu dan Josua bisa menebak kalau gue berada di kota ini" kata Rinjani yang berusaha mengingat apa apa saja yang telah dilakukan oleh dirinya saat acara kabur kaburan itu sedang berlangsung.


"Gue pergi cuma ngomong sama tita doang, nggak ada ke yang lain" kata Rinjani mengingat kepada siapa dirinya ngomong saat pergi meninggalkan kos kosan


"Gue juga nggak ngomong ke Tita kalau gue kabur" lanjut Rinjani yang menyingkirkan kalau Tita yang memberi petunjuk kepada Bayu dan Josua.


"Apa saat perkuliahan online tadi ya, Bayu dan Josua bisa melacak keberadaan gue dimana" kali ini Rinjani menargetkan kalau saat dia melakukan perkuliahan online lah yang membuat Bayu dan Josua bisa melacak dirinya berada di mana.


"Tetapi gimana mereka mau melacak ke beradaan gue, kan gue nggak ngasih tau yang junior tentag perkuliahan yang gue lakukan siang tadi" lanjut Rinjani yang dengan percaya dirinya menyingkirkan kejadian perkuliahan.


"Gue yakin mereka hanya menebak nebak saja, karena kota yang besar tinggal satu Bukittinggi lagi" ujar Rinjani yang memutuskan kalau Bayu dan Josua hanya menebak nebak keberadaan Rinjani saja dan membuat mereka bisa sampai di hotel yang sama dengan tempat Rinjani menginap.


Rinjani kemudian melihat jam di layar ponsel miliknya.


"Sudah waktu nya tidur. Mari tidur" ujar Rinjani.


Rinjani mematikan ponsel miliknya. Dia tadi juga sudah menghubungi bagian room service untuk mengantarkan sarapan paginya langsung ke kamar tepat jam tujuh pagi. Dia akan chek out pagi dan kembali ke kota padang untuk menemui Bayu di sana dan menceritakan semuanya kepada Bayu.


Rinjani dan Bayu sama sama terlelap dalam mimpinya. Mereka tidur dengan nyaman karena masing masing juga sudah mengetahui kalau pasangan sedang dalam keadaan baik baik saja.