
Mobil yang dikemudikan oleh Bayu mulai meninggalkan objek wisata tersebut. Pengunjung di sana masih sangatlah ramai. Mereka seperti enggan untuk meninggalkan tempat itu. Tetapi Rinjani lebih memilih pulang cepat supaya tidak terjebak macet atau antrian yang cukup panjang saat keluar dari daerah yang terkenal dengan jalan kecilnya tersebut.
"Sayang, tempat tadi bener bener keren sayang. Aku nggak nyesel datang ke sana" ujar Rinjani menyatakan kepada Bayu bagaimana puasnya dia berada di tempat itu seharian ini.
Rinjani benar benar menikmati tempat tersebut. Rinjani tidak mau meninggalkan moment yang penting itu dalam hidupnya. Rinjani selalu mendokumentasikan perjalan perjalannya dengan Bayu, kemanapun mereka berdua pergi. Seperti perjalanan hari ini, Rinjani juga dl telah mengabadikan momentnya dalam album yang diberi nama Malawa.
"Tujuan saya adalah untuk membuat Nona menjadi bahagia Nona. Tidak ada tujuan yang lainnya. Tujuan saya hanya satu itu Nona." jawab Bayu sambil tersenyum usil ke arah Rinjani yang sudah langsung meledak tawanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu.
Rinjani sama sekali tidak menyangka kalau Bayu akan mengatakan hal seperti itu kepada dirinya. Selama ini Bayi tidak pernah bisa melakukan hal seperti itu. Rinjani heran kali ini, kenapa Bayu bisa berbicara seperti itu. Seperti bukan Bayu saja yang mengatakan hal itu.
"Sayang, kamu memang pembelajar yang baik" ujar Rinjani memuji Bayu sambil menepuk nepuk pundak Bayu dengan sebelah tangannya yang menganggur kerena sedang tidak memegang jagung bakar yang tadi di beli oleh Rinjani di penjual pinggir jalan.
Ntah kenapa tadi Rinjani tiba tiba ingin menikmati jagung bakar. Sampai sekarang jagung bakar yang dibeli oleh Rinjani itu hanya habis seperempatnya saja oleh Rinjani. Rinjani memang sudah menawarkan kepada Bayu, tetapi Bayu menolak karena perutnya yang sudah kenyang oleh nasi goreng yang dimakannya tadi.
"Kok kamu bilang aku pembelajar yang baik sayang?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani dengan nada heran dan penasaran apa maksud dari perkataan Rinjanj sebentar ini.
"Perasan aku bukan sedang kuliah deh. Walaupun kamu seorang dosen. Kita sekarang ini sedang berkencan" lanjut Bayu mengatakan hal itu yang tujuan sebenarnya adalah membuat Rinjani menjadi kesal kepada dirinya. Bayu memang sengaja melakukan hal itu.
"Terserah kamu sayang. Jangan bikin aku kesal" ujar Rinjani yang mulai kesal dengan Bayu. Tetapi Rinjani akhirnya berpikir kalau hal itu salah dilakukan oleh Rinjani. Pada akhirnya Rinjani kembali berbicara dengan baik kepada Bayu.
"Iya sayang, kamu pembelajar yang baik. Kan aku yang selalu ngomong asal jeblak aja. Eee eee eee tadi sudah kamu ambil alih kepintaran aku itu sayang. Kamu ngomong sudah seenak hati kamu saja" ujar Rinjani mengatakan apa maksud dari pernyataannya yang menyatakan kalau Bayu adalah seorang pembelajar yang baik. Rinjani tidak mau nanti Bayu salah paham, dan mengakibatkan Rinjani tidak akan diajak oleh Bayu kemanapun mereka akan pergi pada hari hari selanjutnya.
"Aku kira kenapa coba." kata Bayu sambil melirik sekilas ke arah Rinjani.
Jalanan yang mereka lalui masih sagat kecil dan berjurang di sebelah kiri dan sebelah kanan tebing. Belum lagi jalan itu mendaki dan menurun dengan turunan lumayan curam. Kalau siang hari berkendara di sana akan membuat kita mual sendiri melihatnya. Kalau malam, jangan pernah lihat ke kiri bisa langsung muntah saking mengerikannya. Makanya Rinjani dari tadi hanya menatap wajah Bayu saja. Wajah yang tidak akan bosan bosan Rinjani untuk melihatnya setiap saat dan setiap hari.
"Sebenarnya jawabannya gampang sayang. Aku belajar dari kamu, kamu keseringan menjawab seperti itu kepada aku. Makanya kau langsung meniru saat aku memiliki kesempatan untuk melakukannya kepada kamu" ujar Bayu sambil tersenyum dan membawa tangan Rinjani ke mulutnya. Bayu mengecup tangan tersebut dengan kecupan sayang.
"Yah, berarti aku lagi lah ya sumber untuk kamu belajar. Bayar sayang" ujar Rinjani sambil melentangkan telapak tangannya kepada Bayu.
Bayu mengecup telapak tangan itu. Rinjani menatap ke arah Bayu. Bayu sudah mulai lagi dengan keusilannya sebagai seorang kekasih yang tidak pernah disangka sangka oleh Rinjani, Bayu akan bisa melakukan hal hal seperti itu.
"Sayang sayang, kamu aneh sayang. Saat aku ingin mesra kamu mengatakan aku aneh. Eee eee eee pas aku nggak mesra, kamu tanya kapan aku akan mesra. Kan kamu aneh" ujar Bayu menjawab perkataan dari Rinjani.
"Aku kadang kadang memang tidak romantis sayang, tetapi saat aku romantis kan kamu tahu sendiri bagaimana gaya aku saat aku sedang romantis ke kamu" lanjut Bayu menjelaskan kenapa dia melakukan hal itu kepada Rinjani.
"Romantis itu butuh momen sayang. Kalau keseringan namanya bukan romantis tapi lebay" lanjut Bayu yang pada akhirnya bisa membuat Rinjani tersenyum lagi dan melupakan kecurigaannya sesaat.
'Untung saja aku bisa mengalihkan, kalau tidak. Ntah apa yang harus aku jawab ke dia. Aku nggak tau akan jawab apa' ujar Bayu dalam hatinya berkata kata tentang apa yang terjadi nanti kalau dia tidak bisa menahan hatinya untuk tidak selalu bersikap romantis kepada Rinjani, yang pada akhirnya akan membuat Rinjani menjadi penasaran dan menaruh curiga kepada dirinya.
"Hay mikirin apa?" ujar Rinjani yang melihat Bayu sibuk dengan pikirannya sendiri saat ini.
"Nggak ada mikirin apa apa. Emang kenapa?" uajr Bayu balik bertanya kepada Rinjani kekasihnya yang sedang dalam mode super duper perhatian dengan apa yang dilakukan oleh Bayu saat ini.
"Yakin nggak ada mikirin apa apa?" tanya Rinjani yang sama sekali tidak percaya kalau Bayu sama sekali tidak ada memikirkan apa apa saat ini.
"Yakin sayang. Kamu nya aja yang suudzon sama aku mengatakan kalau aku sedang memikirkan sesuatu sama kamu" ujar Bayu sambil menatap ke arah Rinjani dan memberikan Rinjani senyum jahil dan usilnya kembali.
Rinjani yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Bayu menjadi sadar kalau dia sedang dalam mode dikerjai oleh Bayu. Rinjani bener bener gedek dibuat oleh tingkah Bayu kali ini.
"Kamu bener bener ya sayang. Jangan ngerjain aku sampe sebegitunya napa." ujar Rinjani yang protes dengan apa yang dilakukan oleh Bayu.
Rinjani tadi mengira kalau Bayu memang ada melakukan suatu hal yang tidak dipahami oleh Rinjani. Tetapi nyatanya tidak, Bayu ternyata hanya mengerjai dirinya saja kali ini. Ntah sudah keberapa kalinya Rinjani terkecoh oleh ulah Bayu. Tetapi Rinjani sama sekali tidak belajar dari kesalahannya itu.
"Haha haha haha. Maafkan aku sayang. Aku sengaja melakukan hal itu karena jalan tadi sangat mengerikan. Makanya aku melawan kamu untuk bisa mengimbangi aku. Aku bener bener cemas tadi" ujar Bayu yang akhirnya mengatakan apa tujuannya membuat kesal Rinjani dalam perjalanan pulang.
"dasar kamu Bayu" teriak Rinjani di dalam mobil.
Rinjani berteriak di dalam mobil membuat telinga dia dan telinga Bayu menjadi sedikit budek gara gara teriakan Rinjani yang menggema di dalam mobil.
Bayu kemudian mengemudikan mobil dalam kecepatan sedang. Daerah yang jalannya kecil bin mengerikan itu sudah mereka lewati. Jalan yang dilalui oleh Bayu kali ini sudah sangat lebar. Bayu tersenyum melihat keadaan jalan. Bayu menambah kecepatan mobilnya dibandingkan saat mereka di jalan kecil itu.