
"Sayang, kamu mau nggak bantu aku masukin pakaian serta kebutuhan aku yang lainnya ke dalam ransel?" tanya Bayu kepada Rinjani yang katanya ke asrama Bayu untuk membantu Bayu mengepak barang barang yang akan dibawa oleh Bayu ke Padang Panjang selama lima hari.
"Aku kan ke sini memang untuk itu sayang. Ayuk kita rapikan. Jarang jarangnya loh aku bisa membereskan keberangkatan kamu. Biasanya kan kamu beres sendiri." ujar Rinjani.
Mereka berdua kembali masuk ke dalam rumah. Rinjani duduk di bantal bantal besar yang ada di ruang tamu. Sedangkan Bayu masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaian yang akan dimasukkan ke dalam ransel miliknya.
Bayu mengeluarkan beberapa stel pakaian dinas lapangan miliknya. Setelah itu Bayu mengambil baju untuk melatih para tentara tentara baru yang baru mau masuk pendidikan.
Bayu mengantarkan semua pakaian yang telah diambilnya tadi, dan memberikan kepada Rinjani untuk di lipat dengan rapi.
"Sayang tolong dilipat ya" ujar Bayu sambil memberikan pakaiannya dan tas ransel miliknya yang akan dibawa ke Padang Panjang.
"Sip sayang" jawab Rinjani dengan semangat.
Rinjani melipat pakaian olahraga dan trening terlebih dahulu. Rinjani menyusun dan meletakkan pakaian olahraga itu di bagian paling bawah ransel Bayu.
Bayu keluar dari daerah dapur sambil membawa sabun dan beberapa cemilan untuk dimakannya saat malam hari. Atau siap melatih.
"Sayang yang ini tangannya di melipat gimana caranya biar sama besar?" tanya Rinjani yang kurang paham cara melipat lengan baju pakaian dinas lapangan milik Bayu.
"Sini jari tangan kamu tiga buah" ujar Bayu.
Rinjani bergeser ke arah Bayu. Bayu memegang tiga jari tangan Rinjani dan meletakkan ke atas lengan baju yang akan digulung. Bayu kemudian mengajarkan Rinjani cara melipat lengan bajunya.
"Paham sayang?" tanya Bayu sambil menatap Rinjani.
"Pahamlah, udah diprantekkan juga langsung, masak masih belum paham. Kebangetan kali aku sayang" jawab Rinjani.
Rinjani mempraktekkan cara melipat lengan pakaian Bayu, seperti yang diajarkan oleh Bayu tadi. Rinjani berhasil melipat lengan baju Bayu, tapi ntah salah ntah betul tentu Bayu yang tahu.
"Gimana sayang? Salah atau bener?" tanya Rinjani sambil mengangkat pakaian Bayu yang sudah di lipatnya dengan rapi.
Bayu melihatnya dan menggandeng lengan baju itu sama tinggi. Bayu tersenyum bahagia.
"Kamu lulus tes jadi ibu persit sayang" ujar Bayu sambil memberikan dua jempolnya kepada Rinjani.
"Ini masih ada lagi yang lainnya sayang, aturan aturan pakaiannya?" tanya Rinjani dengan penasaran.
"Ada sayang. Pakaian dinas harian apa lagi. Itu lebih banyak aturannya." kata Bayu sambil menatap Rinjani.
"Hahahahaha. Semoga aku bisa menghafalnya sayang, kalau kita memang berjodoh suatu hari nanti" ujar Rinjani sambil membelas senyuman Bayu.
"Aku sangat berharap kita berjodoh sayang" ujar Bayu sambil menggenggam tangan Rinjani. Bayu mencium tangan Rinjani dengan mesra.
"Sama" jawab Rinjani.
Mereka berdua saling berpandang pandangan cukup lama. Rinjani kemudian menarik tangannya, dan memberikan senyumannya kepada Bayu.
"Kamu berangkat jam tiga kan sayang?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Iya, dari rumah jam tiga. Kenapa sayang?" tanya Bayu.
"Aku lapar. Kamu ada masak nasi kan?" tanya Rinjani kepada Bayu.
"Nasi ada, sambal nggak ada. Tapi beberapa bahan sambal sederhana ada dalam kulkas. Kalau sayur tinggal ambil" ujar Bayu yang mengingat dia ada menyimpan tempe dan tahu serta cabai di dalam kulkas miliknya.
"Oke sayang, itu aja tidak apa apa. Aku akan bikin tempe dan tahu orek aja. Kamu ambil kangkung ya, kita akan bikin cah kangkung dengan bahan seadanya" ujar Rinjani.
Rinjani dan Bayu berdiri dari duduknya. Rinjani langsung menuju dapur dan mengeluarkan semua bahan bahan makanan yang akan dimasak olehnya, sedangkan Bayu mengambil sayuran di halaman depan.
"Sayang ini sayurnya, mau dibantu membersihkannya?" tanya Bayu saat meletakan sayur kangkung yang baru dipetik nya.
"Boleh juga sayang" ujar Rinjani.
Rinjani kemudian mulai menggoreng tahu dan tempe. Saat tahu dan tempe di goreng, Rinjani menggiling bumbu halusnya. Sedangkan yang diiris sudah disiapkan Rinjani tadi.
Setelah tempe dan tahu gorengnya masak, Rinjani kemudian menumis bumbu halus.
"Wow sayang, ini wangi bener. Kamu keren sayang" ujar Bayu memuji masakan Rinjani yang berbau sangat lezat itu.
"Rasa hitung kemudian, yang penting makan. Kamu kira makanan di barak asrama enak sayang. Hem Hem Hem sayang" ujar Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.
Akhirnya setelah bergelut dengan dapur. Rinjani telah menyelesaikan masakannya. Bayu membawa masakan itu ke teras depan. Dia berencana untuk makan siang di sana saja bersama Rinjani.
Rinjani mengambilkan nasi, orek tempe tahu dan juga sayur kangkung untuk Bayu. Setelah mengambilkan untuk Bayu, barulah Rinjani mengambil untuk dirinya sendiri.
Mereka berdua makan dengan lahap sambil sekali sekali diiringi canda tawa khas mereka berdua.
"Sayang, ini bener bener enak. Cepatlah kamu tamat sayang, jadi aku bisa melamar kamu" ujar Bayu menggoda Rinjani.
"Hahahahaha. Sabar sayang. Kamu aja belum lepas dinas, banyak gaya pula sayang. Lagian umur masih kecil kecil juga" ujar Rinjani yang masih ingin melanjutkan kuliahnya terlebih dahulu.
"Iya sayang, walaupun aku menikahi kamu cepat, kamu tetap boleh kok kuliah dan kerja. Aku nggak akan batasi aktifitas kamu sayang" ujar Bayu meyakinkan Rinjani.
"Hem Oke. Aku setuju. Habiskan dululah sayang lepas dinas kamu. Siap itu baru, itupun kalau kamu nggak dinas ke daerah konflik" ujar Rinjani kepada Bayu.
Mereka kemudian mengobrol sedikit. Jam tangan Bayu sudah menunjukkan pukul setengah tiga.
"Aku mandi bentar ya" ujar Bayu.
Rinjani mengangguk, Bayu masuk ke dalam sambil membawa piring kotor. Rinjani juga membawa gelas dan beberapa piring yang tidak terbawa oleh Bayu.
Saat Bayu mandi, Rinjani mencuci semua piring kotor itu dan membersihkan dapur milik Bayu. Saat Bayu selesai mandi dan berpakaian, Rinjani juga selesai membersihkan rumah Bayu.
"Kamu nyapu rumah sayang?" tanya Bayu saat melihat rumah yang sudah rapi.
Rinjani mengangguk.
"Dari pada gabut nungguin kamu siap siap sayag, mendinglah aku ngerjain sesuatu" Rinjani berkata sambil menyisir rambut Bayu.
"Oke udah keren. Mari berangkat" ujar Rinjani yang sebenarnya sedih karena harus berpisah dari Bayu.
Walaupun mereka juga jarang ketemu walaupun satu daerah dan bisa dikatakan jaraknya nggak sampe lima kilo, tetapi bagi Rinjani asal masih dalam daerah yang sama dia tidak msalah. Tapi ini sudah beda daerah, membuat Rinjani bersedih. Bayu bisa melihat itu semua.
Bayu menberanikan diri memeluk Rinjani. Rinjani akhirnya tidak bisa menahan air matanya untuk turun. Dia menangis di dada Bayu.
"Sayang, aku kan pergi cuma sampe jumat. Lagian kamis jumat kamu ada ngajar di Padang Panjang. Hanya dua hari sayang. Ayolah Jani, jangan bikin aku cemas ninggalin kamu" ujar Bayu berusaha membujuk Rinjani agar tidak menangis lagi.
Rinjani berusaha menenangkan perasaannya kembali. Dia tidak mau membuat Bayu menjadi ragu untuk meninggalkannya di sini. Rinjani tidak mau menambah beban Bayu lagi. Sudah cukup beban yang dibawa Bayu sekarang, Rinjani tidak mau menambah nya lagi.
Setelah cukup tenang, Rinjani mengangkat kepalanya.
Cup. Sebuah kecupan mendarat di bibir Bayu. Bayu tersenyum, sebuah keberanian baru dimunculkan oleh Rinjani saat mereka akan berpisah untuk beberapa hari.
"Udah oke?" tanya Bayu kepada Rinjani.
Rinjani mengangguk.
"Ayuk aku antar ke kos" ujar Bayu.
Bayu dan Rinjani masuk ke dalam mobil. Bayu akan mengantarkan Rinjani terlebih dahulu setelah itu baru dia akan melanjutkan perjalanan menuju kitaa Padang Panjang, tempat beberapa hari ini Bayu akan melakukan aktifitasnya.
*********************************************
** Bagaimana kelanjutkan perjalanan cinta antara Pak Tentara dengan mahasiswi ini.
Nantikan episode berikutnya kakak. Jangan lupa like dan komentarnya kakak.
singgah di
My Affair
Suamiku Bukan Milikku
Kepahitan Sebuah Cinta
Kesetiaan Seorang Istri**