
Pelayan kemudian meninggalkan Bayu dan Rinjani di saung itu berdua. Rinjani menatap ke arah laut lepas yang jauh terletak di bawah perbukitan yang lumayan tinggi itu. Rinjani menikmati pemandangan yang sama sekali sebenarnya sangat menarik, tetapi bagi Rinjani tidak ada yang menarik pada saat ini. Hatinya membuat semua itu menjadi sebuah hal yang mmebuat apapun menjadi tidak indah dan tidak menarik lagi di mata Rinjani. Padahal selama ini Rinjani sangat terkenal paling suka dengan yang namanya pemandangan. Rinjani tidak pernah menolak untuk pergi menikmati semua pemandangan yang disajikan oleh alam itu. Tetapi kali ini semuanya berbeda, Rinjani sama sekali tidak tertarik dengan apa yang disuguhkan oleh alam. Semenarik apapun itu. Itu semua karena suasana hati dan perasaan serta pikiran Rinjani yang tidak sinkron antara satu dengan yang lainnya. Bayu menatap ke arah kekasihnya yang katanya sudah nyaman tersebut, tetapi pada kenyataannya sangat jauh dari rasa nyaman seperti yang diungkapkan oleh Rinjani tadi saat mereka akan berangkat dari kompi C menuju tempat ini.
Bayu hanya bisa melihat Rinjani yang seperti itu sekarang. Bayu tidak tahu harus memulai pertanyaannya kepada Rinjani. Bayu takut dengan dia mulai bertanya akan membuat Rinjani menjadi semakin tertekan, sehingga pilihan Bayu hanya satu, ikuti apa yang diinginkan oleh Rinjani.
'Aku tidak boleh hanya diam saja, kalau aku diam tentu masalah ini tidak akan selesai. Akan seperti ini saja untuk seterusnya' kata Rinjani dalam hatinya sambil sedikit melihat ke arah Bayu yang sabar menunggu Rinjani untuk mulai mau bicara kepada dirinya.
'Tapi aku nggak tau harus mulai dari mana untuk berbicara kepada Bayu' lanjut Rinjani yang bergelut dengan isi otaknya pada sore hari ini.
'Kenapa gue semakin susah untuk mengambil keputusan ya?' kata Rinjani selanjutnya.
Peperangan dalam diri Rinjani semakin terlihat nyata. Rinjani tidak tahu harus berbuat apa untuk bertanya kepada Bayu. Rinjani tidak tahu harus memulai dari mana. Dia benar benar hanya bisa diam saja. Tetapi dengan diamnya Rinjani akan semakin membuat keadaan menjadi sangat runyam.
"Jani, mau bicara atau hanya akan melihat ke laut lepas saja?" ujar Bayu yang sedikit mulai kehilangan kesabarannya sebagai seorang laki laki.
Rinjani yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu menjadi sedikit tersinggung dengan kalimat yang dikatakan oleh Bayu
"Mau lihat pemandangan saja" jawab Rinjani yang sekarang tidak stabil menjadi semakin tidak stabil saat mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu sebentar ini.
"Oh oke, silahkan kamu lihat pemandangannya. Saya mau makan" ujar Bayu yang kesal saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani sebentar ini.
Bayu kemudian mengambil piring yang berisi ayam krispi sesuai dengan apa yang dipesan oleh Bayu tadi kepada pelayan. Bayu sebenarnya kasihan telah memperlakukan Rinjani dengan seperti ini, tetapi kalau tidak berbuat seperti ini Bayu, maka Rinjani tidak akan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya. Jadi, mau tidak mau, Bayu harus bersikap tegas kepada Rinjani.
Rinjani yang melihat Bayu makan sendiri merasa semakin bersedih. Dia akhirnya mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Ranti.
'Tolong jemput gue di sini ya'
Isi pesan chat yang dikirim oleh Rinjani kepada Ranti. Rinjani juga memberikan sharelokasi kepada Ranti.
Ranti dan Bram yang berada di suatu tempat melihat pesan chat yang dikirim oleh Rinjani kepada dirinya.
"Sayang, coba lihat pesan Rinjani" kata Ranti kepada Bram sambil memberikan ponselnya dan memperlihatkan isi pesan chat yang dikirimkan oleh Rinjani kepada Ranti.
Bayu membaca isi pesan chat tersebut.
"Balas aja sayang, sepertinya tempat Rinjani duduk sekarang berdekatan dengan tempat kita duduk" kata Bram meminta Ranti untuk membalas pesan chat yang dikirim oleh Rinjani.
'Kamu kenapa?' Bunyi pesan yang dikirimkan oleh Ranti kepada Rinjani
'Sedang kesal aja. Bisa jemput?' Balas pesan yang dikirimkan oleh Rinjani kembali kepada Ranti
"Gimana sayang? Rinjani minta kita untuk tetap menjemput dirinya ke sana" kata Ranti memberitahukan kepada Bram kalau Rinjani tetap meminta dijemput.
"Oke kita jemput" ujar Bram
'Kami otw ke sana' balas Ranti kepada Rinjani
'Oke' jawab Rinjani.
'Nanti kalau udah sampe, kasih tahu ya.' Rinjani mengirimkan balasan pesan selanjutnya kepada Ranti
'Oke nanti saat sampai gerbang akan gue chat' Balasan pesan chat yang dikirim oleh Ranti kepada Rinjani.
Rinjani kemudian mengambil piring yang berisi makanan untuk dirinya. Dia berusaha menikmati makanan yang sebenarnya sangat lezat itu, tetapi mendadak menjadi hambar karena kemelut yang terjadi di dalam dirinya saat ini. Tetapi Rinjani harus tetap memakan makanan itu, dia sudah menyusun sebuah rencana di kepalanya saat ini.
"Ada apa dengan Rinjani sayang?" ujar Bram yang tidak mengerti dengan keadaan yang terjadi sekarang.
"Nggak tau juga sayang, tadi Rinjani cuma mengatakan kalau dia akan bercerita nanti saat dia sudah berada di kos" ujar Ranti memberitahukan kepada Bram apa isi pesan chat yang dikirim oleh Rinjani kepada dirinya
"Baiklah. Semoga tindakan kita untuk menjemput dirinya tidak membuat permasalahan Rinjani semakin rumit" kata Bram yang ntah kenapa baru sadar sekarang setelah mereka berangkat menuju tempat Rinjani menunggu.
Rinjani terlihat sedikit gelisah, hal itu diamati oleh Bayu. Tetapi Bayu yang juga sudah sangat bosan melihat gaya Rinjani, membiarkan saja Rinjani dengan kegelisahannya tersebut. Bayu pura pura tidak tahu dan malas untuk bertanya kepada kekasihnya itu. Bagi Bayu sekarang, dia hanya ingin Rinjani mengatakan saja apa yang ada di dalam pikirannya, bukan malah membuat hal itu menjadi sangat rumit dengan kelebayan yang dimiliki oleh Rinjani.
'Gue udah di gerbang' bunyi pesan chat yang hanya dilihat sekilas oleh Rinjani.
Rinjani yang kebetulan tidak membawa tas, hanya membawa ponsel saja langsung berdiri dari posisi duduknya. Bayu melihat hal itu dengan seksama. Dia sudah bisa membaca apa yang terjadi sekarang. Bayu yang sudah menjalani pendidikan intel tentu tidak bisa di tipu oleh Rinjani.
"Aku ke toilet sebentar" ujar Rinjani berkata kepada Bayu
"Oke" jawab Bayu
Rinjani kemudian berjalan pergi. Bayu yang melihat kondisi sudah aman langsung menghubungi pelayan memakai HT yang tadi di berikan.
"Tolong lihat kemana perempuan yang bersama saya tadi pergi" ujar Bayu saat pelayan yang tadi menerima panggilan dari dirinya
"Kenapa uda? Apa uni itu ada melakukan sesuatu?" ujar pelayan bertanya kepada Bayu
"Tidak, tadi katanya dia mau ke toilet" ujar Bayu memberitahukan kepada pelayan
"Oh baiklah. Akan saya antarkan" ujar pelayan
"Tidak perlu. Kamu hanya perlu melihat dia kemana sebenarnya" ujar Bayu menghentikan niat pelayan untuk mengantarkan Rinjani ke toilet.
"Oh baiklah" jawab pelayan
Pelayan kemudian melihat kemana Rinjani pergi. Sedangkan Bayu masih menikmati makanan yang tadi di pesan oleh dirinya dan Rinjani. Bayu tinggal menunggu laporan dari pelayan tersebut kemana Rinjani pergi.
Rinjani yang melihat mobil Bram sudah berdiri di depan gerbang langsung saja masuk ke dalam mobil. Tetapi untung saja pada waktu itu Ranti menunggu Rinjani di luar mobil. Kalau tidak maka akan semakin runyam permasalahan yang terjadi. Tetapi sebelum naik ke atas mobil Bram, Rinjani sudah mematikan ponselnya terlebih dahulu dan juga sudah menukar email yang biasa digunakan oleh dirinya di ponsel.
"Maaf uda, uni ternyata tidak ke toilet, tetapi naik ke atas sebuah mobil" ujar Pelayan memberitahukan kepada Bayu kemana Rinjani sebenarnya.
"Oke terimakasih. Tolong hitung berapa total yang harus saya bayar" ujar Bayu.
Pelayan kemudian berjalan menuju saung Bayu. Pelayan menghitung berapa yang harus dibayar oleh Bayu. Setelah itu pelayan memberikan struknya kepada Bayu
"Di kasir uda" ujar Pelayan memberitahukan kepada Bayu dimana Bayu harus membayar tagihan tersebut
"Ini untuk kamu bukan untuk membayar tagihan" kata Bayu menjelaskan kepada pelayan uang apa yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
"Oh baiklah" ujar Pelayan
"Terimakasih Uda" jawab pelayan selanjutnya
Bayu kemudian pergi membayar semua tagihan makanan yang dipesan oleh dirinya dan Rinjani. Setelah itu Bayu pergi meninggalkan tempat tersebut, Dia akan langsung pulang ke rumah dinasnya. Bayu sama sekali tidak akan pergi ke kos kosan Rinjani atau kembali ke rumah dinas Papap. Bayu sudah memutuskan untuk tidak membahas masalah ini sekarang. Tetapi besok.