
"Kenapa kaget?" tanya Bayu kepada Rinjani.
"Tapi janjinya siap maghrib. Kenapa datang mulai dari sekarang? Ini namanya sebelum maghrib" ujar Rinjani dengan ketus kepada Bayu yang langsung berdiri saat melihat Rinjani yang datang ke dekat dirinya.
"Udah nggak bisa lagi menahan untuk menjelaskan kepada kamu semuanya" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.
Rinjani kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Dia tidak menyangka Bayu akan mengatakan hal itu kepada Rinjani
"Tapi janjinya siap maghrib. Kenapa datang mulai dari sekarang? Ini namanya sebelum maghrib" ujar Rinjani dengan ketus kepada Bayu yang langsung berdiri saat melihat Rinjani yang datang ke dekat dirinya.
Bayu sudah maklum dengan reaksi yang akan diperlihatkan oleh Rinjani saat dia sudah berada di teras dan mengetahui siapa yang datang mencari dirinya
"Udah nggak bisa lagi menahan untuk menjelaskan kepada kamu semuanya" ujar Bayu menjawab pertanyaan dari Rinjani.
Rinjani kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya. Dia tidak menyangka Bayu akan mengatakan hal itu kepada Rinjani. Bayu sangat ingin memastikan kalau Semua hal yang berkaitan dengan kesiswaan harus sudah diselesaikan sebelum hari Rabu
"Tapi janjinya nanti siap maghrib" ujar Rinjani kembali mengatakan hal yang sama kepada Bayu. Rinjani memang sudah sangat Penasaran sekali dengan apa yang terjadi di lapangan itu tadi.
"Sekarang aja" jawab Bayu yang tetap ingin sekarang menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi di dalam hubungan mereka berdua.
Rinjani menatap ke arah Bayu. Bayu balas menatap ke arah Rinjani. Bayu tidak mau dan tidak suka kalau Rinjani membantah apa yang diinginkan oleh Bayu saat ini.
"Jangan ngebantah aku jani" ujar Bayu sambil menatap ke arah Rinjani.
"Aku nggak ngebantah. Aku ngomong sesuai dengan janji kita yang sudah kita sepakati kemaren dan tadi siang" ujar Rinjani kembali menatap ke arah Bayu dengan tatapan tolong mengerti apa yang aku inginkan.
"Nggak sekarang juga Jani" ujar Bayu sekali lagi meyakinkan Rinjani kalau dia tetap ingin membawa Rinjani sekarang juga untuk menyelesaikan apa yang seharusnya mereka selesaikan.
"Sekarang naik ke atas. Tukar pakaian. Kita keluar" ujar Bayu yang akan membawa Rinjani ke rumahnya.
Bayu akan menjelaskan semua kejadian di sana. Bukan di kos Rinjani yang sama sekali tidak ada privasi tersebut. anak-anak kost tempat kerja Rinjani tinggal sudah terbiasa untuk mengganggu atau menguping pembicaraan setiap kekasih yang berada atau yang sedang berkencan dengan pacarnya itu.
Rinjani dengan sedikit rasa kesal dalam hatinya terpaksa naik ke lantai dua rumah kos dengan perasaan marah. Dia benar benar tidak menyangka kalau Bayu akan datang sekarang ke kos untuk menyelesaikan permasalahan mereka berdua.
Rinjani berjalan sambil mengentak hentakkan kakinya. semua anak kos yang tidak ada kegiatan di luar menatap heran ke arah Rinjani. mereka semua menatap heran ke arah Rinjani, karena mereka selama ini tidak pernah melihat Rinjani yang begitu marah kepada seseorang. apalagi ini marah kepada Bayu. pria tersebut tak lain dan tak bukan adalah kekasih Rinjani yang selama ini sangat ramah kepada setiap anak kos yang ditemuinya.
Rinjani terus berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua. dia sebenarnya sangat marah kepada Bayu yang datang tidak sesuai dengan perjanjian mereka sebelumnya. tetapi karena Rinjani juga penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Bayu, makanya Rinjani setuju untuk pergi keluar bersama bayi saat ini.
berarti memang baru balik dari dapur. tadi memasak mie instan yang akan dijadikan lauk untuk makan malamnya. Ranti dan Rinjani memang memiliki hobby untuk mengetik makanan instan di kamar mereka. mereka berdua memiliki sifat yang sama, yaitu sangat mudah merasakan lapar di malam hari. makanya mereka berdua memutuskan untuk menyedot makanan instan, sehingga saat perut mereka lapar mereka tinggal mengolahnya saja tanpa harus berjalan dulu keluar dari kos-kosan untuk mencari makanan pengganjal perut mereka sampai pagi.
Rijani hanya diam saja. Iya sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan oleh nanti sebentar ini. pikir dari Jani sekarang sudah tidak berada di badan, sehingga apapun itu dia menjadi tidak konsentrasi untuk melakukan segala jenis kegiatan.
Ranty menyadari perubahan yang terjadi dari raut wajah Rinjani. Ranti sudah bisa menebak siapa yang datang.
" Rinjani" Panggil Ranti yang meminta Rinjani untuk fokus mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Ranti sebentar lagi
" apa?" jawab Rinjani sambil melihat ke arah Ranti.
Jani yang telah selesai memilih pakaian apa yang akan dikenakannya, berjalan Kembali menuju sudut tempat mereka biasa mengganti pakaian kalau ada teman atau sahabat mereka di dalam kamar tersebut
" gue minta, loe mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bayu.Semuanya.Kalau perlu loe nggak boleh motong perkataan Bayu sedikitpun. Loe hanya mendengarkan semua penjelasan Bayu." Ranti akhirnya mengatakan apa yang harusnya dikatakan oleh Ranti kepada Rinjani tadi siang.
" loe tau nggak Rinjani mencari kekasih itu yang seperti Bayu sangatlah susah. kalau nggak akan bisa menemukan lokasi seperti bayi itu lagi" ujar Ranti melanjutkan apa yang ingin disampaikannya kepada Rinjani.
" gue nggak mau nanti lo ngambil keputusan mendadak hal itu akan merugikan lo sendiri. makanya gue mengatakan kepada lo dan berharap kepada lo untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan kepala dingin tidak dengan emosi apalagi dengan cara marah marah yang tidak jelas" kata Ranti melanjutkan apa yang ingin disampaikannya kepada Rinjani.
Ranti memang sangat tidak ingin kalau Rinjani mengambil keputusan yang salah terhadap hidupnya. Ranti sangat yakin kalau Bayu adalah pria terbaik yang dikirimkan oleh sang pencipta untuk dijadikan Rinjani sebagai pendampingnya
kejadian telah selesai memakai pakaiannya kemudian melihat ke arah Ranti.
" gue akan melakukan apa yang lo katakan tadi" kata Rinjani sambil berjalan menuju kaca yang ada dan tergantung di dinding kos tersebut.
" Itu baru keren" lanjut Ranti memberikan semangat kepada Rinjani untuk bisa mengendalikan emosinya supaya dia tidak rugi saat semuanya sudah terjadi.
" gue jalan duluan ya doakan aja gue bisa mengambil keputusan yang paling tepat untuk hidup gue dan hidup Bayu" kata Rinjani sambil mengambil tas kecil miliknya
dia tidak mau saat dia sudah mengambil keputusan ternyata keputusan itu tidak disukai oleh bayu, dan memaksa Bayu untuk meminta Rinjani berjalan kaki ke kos mereka.
Rinjani kemudian melangkahkan kakinya menuju tempat Bayu kembali. dia sudah tidak sabar mendengar penjelasan yang akan diberikan oleh Bayu kepada dirinya.
sudah Ranti yang berada di kamar mengambil ponsel miliknya. nanti kemudian menghubungi dosen Bram.