Its My Dream

Its My Dream
Malam H - 27 Pencarian



Bayu kemudian mengembalikan fokusnya kembali, sambil mengusap wajahnya dengan sedikit agak keras. Bayu tidak boleh lengah untuk saat ini. Bayu benar benar harus bisa fokus sekarang. Dia sama sekali tidak boleh lengah sedikitpun. Rinjani harus cepat ditemukan supaya dia bisa fokus kepada pekerjaannya. Latihan persiapan untuk menuju daerah konflik sudah di depan mata, sehingga Bayu tidak bisa berbuat apa apa lagi, dia harus fokus setelah ini untuk menjalankan latihan tersebut.


"Kemana arahnya Jo?" ujar Bayu bertanya kepada Josua saat mereka sudah sampai di simpang jalan besar kota Padang, Bayu tidak tahu harus berbelok ke arah mana, karena Josua sama sekali belum memberitahukan kepada Bayu kemana mereka harus berbelok.


"Jalan menuju kota Bukittinggi Bang" ujar Josua menerangkan ke arah mana mereka harus mulai mencari keberadaan Rinjani.


Titik koordinat dimana Rinjani berada sekarang sudah ada di peta milik Josua. Setiap pergerakan dari Rinjani sudah terpantau oleh Josua. Sehingga Rinjani tidak akan bisa pergi lagi. Josua sudah mengunci alamat email yang digunakan oleh Rinjani untuk memulai kegiatan perkuliahan secara onlinenya tadi. Jadi kemanapun Rinjani pergi Josua akan dapat mengetahuinya. Rinjani sudah tidak bisa pergi kemana mana lagi tanpa sepengetahuan dari Bayu dan Josua. Kecuali Rinjani menonaktifkan kembali email barunya itu. Tetapi Rinjani yang sama sekali tidak berpikir sampai ke sana tetap memakai email tersebut. Rinjani berpikir kalau Bayu tidak akan mengetahui alamat email terbarunya itu.


"Menurut kamu apa Rinjani akan bergerak lagi Jo?" ujar Bayu sambil tetap menatap lurus ke depan.


Bayu tetap fokus dengan komudinya, dia melajukan mobil dalam kecepatan yang bisa dikatakan kencang yaitu seratus kilo meter per jam.


"Bisa jadi Bang, kelihatan kali ini Rinjani berada di tempat yang tidak bisa untuk menginap. Dia hanya berhenti sementara saja" kata Josua memberitahukan kepada Bayu tentang tempat dimana Rinjani berada sekarang ini.


"Maksud kamu dia berada di kafe atau semacamnya gitu?" ujar Bayu sambil melihat ke arah Josua sekilas


"Ya begitulah Bang." ujar Josua setuju dengan apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.


"Abang tau dimana tempat semacam ini yang diperkirakan bisa menjadi tempat untuk melakukan perkuliahan secara daring oleh Rinjani?" ujar Josua yang sama sekali belum mengetahui arena yang ditujunya sekarang ini.


"Ada beberapa tempat" jawab Bayu yang sudah mengklasifikasikan tempat tempat yang mungkin akan dikunjungi oleh Rinjani.


Tempat yang dirasa oleh Bayu sangat representatif untuk melakukan kegiatan perkuliahan secara online, selain harus tempat yang kuat sinyal jaringan internet, juga tempat yang cocok dan aman serta tidak berisik. Rinjani membutuhkan tempat seperti itu sekarang ini.


"Oke Bang, kalau udah ada beberapa tempat yang menurut abang bisa dijadikan sebagai tempat bagi Nona Rinjani untuk melakukan perkuliahannya, maka kita hanya tinggal menuju tempat itu saja lagi. Kita harus bisa menemukan Nona Rinjani sebelum Nona Rinjani bergerak." ujar Josua menjelaskan kepada Bayu kalau mereka harus secepatnya sampai di daerah yang sesuai dengan peta yang ditampilkan di layar laptop milik Josua.


"Jo, apa di peta itu tidak langsung dikatakan Rinjani berada dimana?" ujar Bayu bertanya kemungkinan yang ada kepada Josua.


"Nggak Bang. Peta di sini cuma menampilkan tempat saja. Tapi kita akan di antarkan ke sana langsung, seperti kita memakai peta petunjuk arah yang biasa kita pakai" ujar Josua menerangkan bagaimana cara kerja aplikasi yang sedang digunakan oleh Josua ini.


"Keren dong, jadi kenapa loe nanyak ke gue tadi tempat yang bisa di tuju oleh Rinjani?" ujar Bayu bertanya motif Josua bertanya tentang tempat kemana berkemungkinan Rinjani pergi untuk melaksanakan perkuliahan onlinenya itu.


"Karena mana tau suatu saat saya dengan Ryan jalan jalan ke sini, jadi bisa berenti di tempat yang view serta tempatnya layak untuk komandan dan ibuk berhenti menikmati makan dan beristirahat" ujar Josua yang pekerjaannya memang memastikan Papap dan Mamah dalam keadaan sehat dan nyaman selama di perjalanan.


"Makasi atas pujiannya Bang. Saya hanya menjalankan sesuai SOP nya saja" jawab Josua yang memang selalu mengerjakan pekerjaannya sesuai dengan SOP yang harus dilakukan oleh dirinya.


Akhirnya setelah berkendara kurang lebih satu jam setengah, Bayu sampai di tempat yang sesuai dengan titik koordinat yang ditunjukkan laptop Josua.


"Ayo Jo, di sini tempatnya" ujar Bayu berkata kepada Josua.


Bayu dan Josua kemudian turun dari dalam mobil. Mereka berdua sangat bersemangat saat melihat kalau koordinat Rinjani tidak berubah sama sekali dari tadi. Menurut aplikasi yang digunakan oleh Josua, Rinjani masih berada di tempat itu dan sama sekali belum beranjak dari sana sejak tadi.


Bayu dan Josua masuk ke dalam kafe yang sedang trend di kalangan anak muda di Sumatera Barat. Kafe yang memiliki view yang sangat indah, serta rasa masakan yang ada di kafe itu tidak kaleng kaleng, alias semuanya enak dan lezat sangat sesuai dengan harga yang harus dibayarkan oleh pengunjung saat mereka menikmati makanan yang mereka pesan. Tambah lagi dengan suasana kafe yang sangat mendukung yaitu sejuk, serta letak kafe yang tepat di pinggir jalan yang padat untuk arus mobilitasnya. Jalan raya Padang Bukittinggi, sehingga membuat kafe yang satu itu selalu ramai dikunjungi oleh pengunjung. Pengunjung yang sengaja datang ke sana karena viral, serta pengunjung yang memang mampir ke sana karena sedang dalam perjalanan menuju kota Bukittinggi, Padang panjang dan Padang bahkan ke Padang Pariaman maupun Pariaman.


"Kemana kita harus mencari ini Jo, pengunjung sangat ramai, belum lagi kafe yang juga lumayan besar" ujar Bayu yang tidak tahu harus memulai dari mana melakukan pencarian terhadap Rinjani


"Kita bagi dua daerah saja Bang. Kanan Abang, saya kiri" ujar Josua menjelaskan pembagian daerah pencarian terhadap Rinjani di kafe yang luas dan juga ramai pengunjung tersebut.


"Sip" ujar Bayu menjawab pembagian daerah yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya.


Mereka berdua kemudian berpencar untuk mencari keberadaan Rinjani di kafe itu. Bayu dan Josua melihat setiap orang yang ada di kafe, tapi setelah mencari dengan sangat teliti bahkan sampai ke toilet, Bayu dan Josua sama sekali tidak menemukan Rinjani di kafe tersebut.


"Jo, kok nggak ada ya?" ujar Bayu saat mereka berdua sudah berjumpa kembali.


"Bentar Bang" ujar Josua yang ingat sesuatu


Josua kemudian menuju kasir, dia menceritakan apa tujuannya kemari. Kasir yang paham langsung pergi memanggilkan manager kafe untuk berbicara dengan Josua. Bayu yang penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Josua pergi berjalan menyusul Josua yang sedang berdiri di depan meja kasir.


"Apa yang kamu lakukan di sini Jo? Kita belum ada makan atau minum di sini" ujar Bayu yang tidak paham apa yang dilakukan oleh Josua.


Bayu sekarang benar benar tidak bisa memakai nalar kiritsnya, dia seperti bukan seseorang yang telah menjalani pendidikan untuk menjadi intel di kesatuannya. Bayu benar benar terlihat lupa dengan semua ilmu yang telah dipelajarinya selama ini.


"Bentar Bang" ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.