Its My Dream

Its My Dream
Acara Parade



"Ayo Mah, jani, kita ke podium kehormatan. Papap udah nggak sadar ingin melihat bagaimana dan apa saja kegiatan yang dilakukan oleh setiap anggota kesatuan selain dari kegiatan wajib yang memang sudah menjadi rutinitas mereka setiap hari." ujar Papap yang sudah tidak sabaran lagi ingin melihat apa saja yang akan ditampilkan oleh anggota kesatuan tempat Papap akan bertugas mulai hari ini.


"Mah, Papap kenapa semangat sekali Mah, untuk melihat apa yang akan di tampilkan oleh peserta parade?"


Rinjani akhirnya menyuarakan keheranannya kepada Mamah, saat melihat Papap yang sudah tidak sabaran lagi untuk melihat parade yang akan ditampilkan oleh tentara tentara di kesatuan itu. Sehingga Papap tidak sadar kalau sudah berjalan dengan langkah yang lumayan cepat menuju podium kehormatan.


Rinjani sayup sayup mendengar bunyi suara drumd band yang dipukul dengan tidak begitu keras. Rinjani seperti mendengar sayup sayup irama yang sangat familiar di telinganya.


"Ah mana mungkin mereka akan memainkan lagu kesukaan gue."


"Emangnya gue siapa"


Rinjani berkata di dalam dirinya sendiri untuk mengingatkan dirinya kalau dia bukan siapa siapa dan tidak akan mungkin para tentara itu akan memainkan musik marching band dengan memainkan instrumen lagu kesukaan Rinjani


"Ada apa sayang?" tanya Mamah saat melihat Rinjani terdiam dan berhenti dengan mendadak.


"Kamu mendengar apa?" tanya Mamah saat melihat dan menyadari kalau Rinjani mendadak berhenti saat mereka sedang berjalan menuju podium kehormatan tersebut.


"Nggak ada Mah" jawab Rinjani yang tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya ada di dalam pikirannya saat ini kepada Mamah.


"Oh baiklah" ujar Mamah yang tidak mau memaksa Rinjani untuk mengatakan kepada dirinya ada apa sebenarnya yang dipikirkan oleh Rinjani pada saat ini.


'Bisa malu gue kalau mamah sampai tahu apa yang ada di dalam pikiran gue' ujar Rinjani yang nggak  mau Mamah mengetahui apa yang menyebabkan dirinya berhenti mendadak tadi saat sedang berjalan bersama Papap dan mamah menuju podium kehormatan.


Akhirnya Rinjani kembali berjalan bersama Mamah menuju podium kehormatan. Papap yang melihat istri tercintanya dan menantunya berhenti mendadak, juga memilih untuk berhenti dan menunggu dua wanita terpenting di keluarga Anggara itu.


"Kenapa berhenti mendadak Mah?" tanya Papap kepada Mamah, saat melihat istri cantik yang selalu dipuja oleh Papap sudah berada di dekat dirinya kembali sambil tersenyum mengembang.


"Itu tadi Rinjani ntah nengok apa dia berhenti mendadak. Yah mamah juga ikut berhenti Pap" jawab Mamah yang mengatakan apa yang dikatakan oleh Rinjani tadi.


"Ada apa Jani?" tanya Papap kepada Rinjani.


"nggak ada apa apa Pap. Semuanya baik baik saja. Tadi seperti melihat teman, tapi ternyata salah orang" jawab Rinjani lebih memberikan alasan yang masuk akal kepada Papap dari pada kepada Mamah tadi.


"Serius? Kamu nggak boong kan?" tanya Papap menatap menyelidik kepada Rinjani.


"Nggak Pap." jawab Rinjani dengan suara yang sedikit bergetar.


"Ayok kita ke podium" ujar Papap mengajak Mamah dan Rinjani menuju podium kehormatan itu.


Acara tidak akan di mulai kalau Papap dan Mamah belum berada di mimbar. Apalagi saat sekarang ini komandan lama dan istri sudah berada di atas podium kehormatan. Papap tidak mau dikatakan arogan oleh anggota kesatuannya karena datang sangat terlambat dibandingkan komandan yang lama.


"Maaf Mas, tadi ada sedikit hambatan. Jani tadi katanya melihat rekan lamanya. Ternyata salah. Maaf sudah menunggu" ujar Papap saat sudah tiba di atas podium dan berdiri di sebelah komandan lama.


Mamah dan Rinjani tersenyum meminta maaf kepada kemondan lama dan istrinya.


"Tidak apa apa Mas. Namanya melihat teman lama ya memang harus dipastikan dulu, kalau tidak mau dikatakan sombong oleh teman tersebut"


Komandan lama memaklumi apa yang dilakukan oleh Rinjani tadi saat di jalan menuju podium kehormatan.


Protokol kemudian diperintahkan oleh ajudan Papap untuk langsung memulai saja acara parade yang sudah tertunda selama lima belas menit, gara gara kejadian Rinjani tadi. Protokol kemudian membuka acara parade yang akan dilakukan pada saat serah terima komandan kesatuan saja. Semua pengunjung berdiri untuk melihat parade yang sebentar lagi akan lewat.


"Parade kali ini berbeda dari pada biasanya." ujar protokol mulai menerangkan bagaimana jalannya parade yang sebentar lagi akan melintas di depan para pengunjung.


"Biasanya kita akan melihat marching band kebanggaan kesatuan kita untuk membuka acara parade. tetapi kali ini tidak, kali ini akan di buka dengan satu kegiatan ekstra yang akan dibuka dan dimulai bulan ini. Ini lah dia, kita sambut aksi pencak silat dari kompi C." ujar Protokoler memberitahukan kepada semua orang kelompok dari kesatuan mana yang akan berjalan terlebih dahulu untuk membuka parade tersebuut.


"Kita sama sama tahu kalau komandan kompi C adalah sesosok tentara muda yang masih bujangan, tapi sekarang sudah pakai tapi, tadi komandan kompi itu sudah membawa calon istrinya yang sangat cantik. Jadi bagi para wanita jomblo di luar sana yang berharap dengan komandan kompi C, dipersilahkan untuk mundur dan jangan berperang. Karena komandan kompi C benar benar jatuh cinta kepada wanita cantik yang sekarang masih berdiri bersama kita." kata protokoler mulai membawakan acara dengan tidak terlalu resmi, hal ini disebabkan karena acara parade adalah acara hiburan dan di tengah hari yang panas.


Mamah yang mendengar apa yang dikatakan oleh protokol langsung menatap ke arah Rinjani. Mamah takut Rinjani merasa tidak nyaman dengan apa yang dikatakan oleh protokol tersebut. Rinjani yang tahu kecemasan Mamah memberikan Mamah balasan dengan tersenyum manis, menandakan kalau dirinya dalam keadaan baik baik saja, dan sama sekali tidak tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh protokol.


Mamah yang melihat Rinjani tersenyum, akhirnya memberikan senyuman balasan untuk menantunya tersebut. mamah sangat senang kalah Rinjani merasa nyaman dan baik baik saja sekarang. jadi, mamah dan papap akan aman dari kata kata manis Bayu nantinya.


Papap, Mamah dan Rinjani yang tahu siapa yang akan tampil, langsung menatap fokus ke jalan tempat parade akan lewat.


"Sejak kapan Bayu bisa silat Jani?" tanya Mamah yang penasaran dengan kepandaian anak laki lakinya yang bertambah tersebut.


"Nggak tau juga mam. Biasanya Bang Bayu hanya latihan jujitsu dan tekwondo. Nggak pernah silat" jawab Rinjani yang sebenarnya juga terkejut pada saat ini karena Bayu akan tampil dengan melakukan gerakan pencak silat yang sama sekali belum pernah dilakukan oelh Bayu.


"Atau dia diam diam belajar silat?" ujar Mamah menebak apa yang telah dilakukan oleh Bayu


"bisa jadi Mah, tapi nggak masalah juga" jawab Rinjani yang akan selalu mendukung dan sama sekali tidak akan mempermasalahkan kalau Bayu melakukan kegiatan lain di luar sana yang bermanfaat.


Mamah tersenyum dan menepuk pundak Rinjani dengan lembut. Bayu sudah mendapatkan pasangan yang benar benar sangat cocok dengan Bayu. Terutama sekali Rinjani adalah anak yang tidak sombong dan neko neko. Itu adalah syarat pertama untuk bisa masuk ke dalam keluarga Anggara