
Papap yang telah selesai memberikan kata sambutan kemudian kembali ke kursinya. Sebelum duduk Papap sempat memberikan hormat kepada komandannya yang pangkatnya lebih tinggi dari pada papap. Papap kembali duduk di sebelah Mamah. Protokol kembali melanjutkan acara formal itu. Semua tamu undangan tetap dalam posisi yang sama sejak acara resmi itu di mulai. Mereka semua seperti patung hidup karena sikap sempurna tersebut. Rinjani bergidik ngeri dan kagum kepada mereka semua.
"Mereka benar benar kuat mengikuti jalannya acara dengan sikap sempurna seperti itu." kata Rinjani sambil menatap kearah orang orang yang duduk dengan sikap sempurna.
"Untung aja di kampus nggak ada aturan yang mengharuskan setiap peserta rapat atau diskusi harus duduk dengan sikap sempurna. Kalau ada bisa dipastikan Rinjani tidak akan pernah ,mengikuti acara apapun di kampusnya itu"
Rinjani masih bisa bersyukur karena dia tidak harus bersikap sempurna seperti orang orang yang ada di ruangan ini saat melakukan pertemuan di kampus.
"Apa yang kamu lihat sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani
"Masih hal yang sama sayang" jawab Rinjani sambil tersenyum kepada Bayu.
"Kamu mulai belajar ya, karena besok besok kamu juga akan melakukan hal itu juga. Kalau kamu sudah menjadi istri aku" kata Bayu membuat Rinjani menganga tidak percaya.
"Ais kalau harus kayak gitu aku pikirin dulu lah sayang. Nggak kuat" jawab Rinjani yang mulai usil dengan memberikan jawaban yang membuat Bayu juga kaget mendengar jawaban dari Rinjani.
"Loh kok?" ujar Bayu sambil menatap tajam ke mata rinjani.
"Becanda kali. Kan aku bisa izin dengan alasan kuliah." kata Rinjani yang melihat raut wajah bayu langsung berubah saat Rinjani mengatakan hal itu kepada Bayu.
"Kamu bener bener lah sayang. Aku kira beneran kamu nggak akan mau menikah dengan aku" ujar Bayu sambil melihat ke arah Rinjani yang sedang tertawa tanpa suara itu.
Kalau saat itu Rinjani berada di luar ruangan, sudah bisa dipastikan kalau Rinjani akan tertawa ngakak saat melihat wajah Bayu yang sudah berubah saat mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani tadi.
"Wajah kamu bener bener langsung berubah sayang, saat aku ngomong kalau aku akan memikirkan terlebih dahulu apakah aku mau atau tidak." kata Rinjani mengatakan seperti apa raut wajah Bayu yang berubah tadi kepada Bayu.
"Gimana nggak berubah sayang. Aku nggak bisa membayangkan gimana aku tidak bersama dengan kamu lagi. Aku benar benar tidak sanggup untuk hal itu sayang. Beneran tidak sanggup" lanjut Bayu berkata dengan setengah berbisik kepada Rinjani.
Rinjani mendengar semua yang dikatakan oleh Bayu. Rinjani benar benar yakin kalau Bayu dan dirinya saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Mereka sama sama harus saling mengisi kekurangan dari pasangan.
"Para hadirin untuk menutup acara pisah sambut hari ini, marilah kita menghaturkan doa kepada pemilik kehidupan, doa kali ini akan disampaikan oleh letnan dua Agus Hidayat, S.PdI. Kepada letda Agus dipersilahkan" ujar protokol mepersilahkan letda Agus untuk memimpin pembacaan doa untuk mengakhiri kegiatan pada hari ini.
Letnan Dua Agus Hidayat, S.Pd.I kemudian maju ke mimbar untuk memimpin doa. Setelah itu, protokol mengumumkan kalau akan ada parade dari setiap kompi yang ada di kesatuan tersebut. Para tamu di harapkan menuju tempat parade.
"Sayang, acaranya mulai' ujar Bayu memberitahukan kepada Rinjani kalau acara yang menarik seperti yang dikatakan oleh Bayu tadi akan dimulai.
"Acara parade? Aku sudah sangat lama sekali tidak melihatnya sayang. Terakhir aku melihat acara itu, saat Ayah masih di batalion. Lagian aku lihat juga dari jarak jauh serta masih sekolah dasar palingan." kata Rinjani yang mengingat dan menceritakan kepada Bayu kapan terakhir kalinya dia menyaksikan parade para tentara dari jarak dekt walaupun sebenarnya jauh.
"Tapi kamu nanti menyaksikannya dengan Mamah ya" kata Bayu meminta Rinjani untuk menonton parade dengan Mami tidak dengan Bayu.
"Kok gitu sayang?"
Rinjani memberikan respon terkejutnya kepada Bayu. Dia tidak menyangka kalau dia akan menonton parade dengan Mamah tidak dengan Bayu kekasihnya itu.
"Kamu lihat saja nanti aku mau ngapain" jawab Bayu yang sengaja tidak mengatakan kepada Rinjani dia mau ngapain nanti. Hal ini di sengaja oleh Bayu untuk memberikan kejutan kepada Rinjani.
Bayu mengecup puncak kepala rinjani.
"Dilarang cemberut. Nanti cantiknya hilang" kata Bayu yang melarang Rinjani untuk cemberut kepada dirinya.
Papap dan Mamah yang telah selesai beramah tamah dengan para petinggi di kesatuan baru mereka itu, berjalan mendekat ke arah Bayu dan Rinjani yang terlihat sedang dalam perdebatan yang sepertinya baru akan mencapai puncaknya itu.
"Hai kalian berdua meributkan apa lagi coba?" kata Mamah yang langsung bertanya kepada sepasang kekasih yang terlihat sedang sibuk berdebat tersebut.
"Kalian berdua nggak malu dilihatin orang pas ribut kayak gini?" lanjut Mamah berkata dengan tanpa mendengarkan terlebih dahulu jawaban dari Bayu dan Rinjani.
Bayu dan Rinjani saling pandang pandangan. Mereka berdua heran dengan tuduhan yang diberikan oleh Mamah kepada mereka berdua. Mereka berdua merasa kalau mereka sama sekali tidak pernah ribut antara satu dengan yang lainnya.
"Mamah, kami berdua nggak sedang ribut. Siapa bilang kami ribut" kata Rinjani menjawab tuduhan yang diberikan oleh Mamah kepada dirinya dan juga Bayu.
"Masak iya, tadi mamah lihat kalian berdua sedang ribut dan berdebat" ujar Mamah yang tidak langsung percaya saja dengan apa yang dikatakan oleh Rinjani kepada Mamah.
"kamu pasti boong, makanya bilang kalau kamu berdua tidak dalam berdebat."
"Mamah nengok ko" lanjut mamah yang nggak mau dikatakan memfitnah anak dan calon menantunya itu, karena sudah menuduh mereka sedang berdebat dan ribut.
"Beneran mamah, nggak ada yang ribut sama sekali. Kami berdua dalam kondisi baik baik saja" kali ini Bayu yang menjawab tuduhan yang diberikan Mamah kepada mereka berdua.
"Mamah nggak percaya" jawab mamah masih yakin kalau anak dan menantunya itu memang ribut tadi.
"Mamah, beneran. Kami berdua nggak ribut sama sekali." kali ini Rinjani berusaha meyakinkan calon mamah mertuanya itu.
"terus apa yang kalian obrolin berdua sehingga terlihat sangat serius" ujar mamah yang penasaran dengan tema obrolan Rinjani dan Bayu tadi, sehingga membuat Bayu dan Rinjani terlihat sedang melakukan percakapan serius dan sedikit terlihat seperti berdebat, padahal sebenarnya tidak sedang berdebat.
"Mamah mau tau aja tau mau tau banget?" ujar Bayu yang mulai mengajak mamah bercanda dengan pilihan aneh yang diberikan oleh Bayu kepada mamah
"Kenapa harus pake itu?" lanjut Mamah yang bertanya kenapa dirinya harus memilih antara mau tau banget atau mau tau aja.
"Wajib Mamah. Semua jawaban yang akan Bayu dan Rinjani berikan kepada Mamah tergantung dari piliha mamah sendiri"
Batu menjelaskan kepada Mamah aturan mainnya.
"Mau tau banget" jawab Mamah sambil melihat ke arah Bayu dan Rinjani bergantian.
"Puas kan ye. Mau tau banget" ulang Mamah sekali lagi kepada Bayu dan Rinjani.
Rinjani dan Bayu tersenyum mendengar jawaban yang diberikan oleh Mamah kepada mereka berdua.