Its My Dream

Its My Dream
Pagi H - 17 Percakapan Dini Hari



Semua anggota keluarga termasuk dengan Bram dan Ranti yang membantu membersihkan rumah dinas papap selesai mengerjakan semua pekerjaan mereka pada pukul dua belas malam. Mereka semua terlihat sangat lelah skeali karena sudah beraktifitas semenjak bangun tidur sampai tengah malam, aktivitas yang sangat banyak yang harus mereka lakukan pada hari ini. AKtivitas yang benar benar menguras tenaga dan pikiran mereka dari pagi hari sampai dengan tengah malam.


"Ranti, kamu menginap di sini saja ya, nggak usah pulang. Nanti tidur dengan Rinjani saja di kamar tamu" ujar Mamah meminta Ranti untuk tidak pulang karena hari yang sudah tengah malam.


"Bram juga nggak usah pulang, menginap di sini saja. Kamar Bayu bisa itu tidur itu, atau kalau malas berdua dengan Bayu, kamar ajudan ada satu lagi yang kosong, karena Josua dan Ryan memilih untuk berbagi kamar mereka" ujar Mamah yang juga meminta Bram untuk tidak pulang ke rumahnya melainkan menginap saja di rumah Mamah. Mamah sangat takut terjadi sesuatu di jalan kepada Bram yang sudah pulang terlalu larut malam.


"Nggak usah aja Mah. Bram pulang saja karena besok ada kuliah pagi sekali. Lagian rumah Bram tidak terlalu jauh dari sini, apa lagi jalanan sudah sangat sepi dalam lima menit Bram sampai di rumah" ujar Bram yang tidak mungkin untuk menginap di rumah Bayu. Apa lagi jarak rumah dirinya dan rumah Bayu sangat dekat sekali, hanya beda gang saja, rumah Bayu di jalan besar sedangkan rumah Bram di balik rumah Bayu.


Bram memang sangat mengenal Bayu dan Riniani tetapi belum dengan keluarga besar Bayu, sehingga mau tidak mau Bram masih segan dengan keluarga Bayu.


" Oh ya udah kalau kamu nggak mau menginap di sini, kamu besok datang kan pas di acara besok hari?" Kata Mamah yang tidak melanjutkan kalimatnya dan menggantinya dengan kata besok hari supaya apa yang akan mereka lakukan besok tidak ketahuan oleh Bayu dan juga Rinjani.


" Sembilan puluh persen saya akan datang mah" ujar Bram menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mamah kepada dirinya. Bram pastinya akan datang ke acara itu karena ada Ranti di sana, lagian kalau Bram tidak datang maka akan siap siap aja Ranti mengamuk seperti banteng ngamuk kepada dirinya besok hari.


" Oh baiklah kalau begitu. Kamu hati-hati di jalan ya karena hari sudah sangat larut malam sekali" kata Mamah yang tidak ingin Bram mengalami suatu hal saat dirinya pulang dari rumah dinas papap


" siap mah aku akan hati-hati berkendara. Titip Ranti untuk malam ini ya Mah" ucap ucap Bram kepada Mama sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Ranti yang berada dan tepat berdiri di samping Rinjani


Ranty yang mendengar apa yang dikatakan oleh Bram kepada mama hanya bisa tersenyum simpul saja. Ranti sangat tidak menyangka kalau Bram akan mengatakan hal seperti itu kepada Mama.


" Oke Bram Mama akan menjaga Ranti seperti mama menjaga Rinjani" jawab Mama sambil tersenyum ke arah Bram karena tidak menyangka kalau Bram mengatakan hal yang tadi kepada dirinya Padahal mereka baru kenal tadi saat pengajian belum dilaksanakan


Bram diantarkan oleh Bayu menuju tempat mobilnya terparkir. Suasana memang sudah sangat sepi sunyi senyap, tapi beberapa kendaraan masih berlalu lalang. Itulah enaknya tinggal di tepi jalan utama, bagaimanapun sudah tengah malamnya, yang namanya kendaraan masih berlalu lalang di depaan pagar rumah walaupun pagar lumayan jauh letaknya dari depan rumah dinas papap.


" hati-hati di jalan bro Jangan lupa besok hari ya" kata Bayu kembali mengingatkan Bram untuk hadir besok pada acara selanjutnya


" pastinya gue akan hadir Bro" jawab Bram yang memang akan hadir memenuhi undangan dari Mama dan juga Bayu


" Mana Mungkin lo nggak akan hadir ya bro, Ranti aja di sini" kata Bayu sambil menatap ke arah Bram


" haha haha haha, lo kayak nggak merasakannya aja Bro" kata Bram kali ini menjawab pertanyaan dan perkataan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.


Bram kemudian masuk ke dalam mobilnya sedangkan Bayu kembali ke dalam rumah, dia ingin menjelaskan apa yang terjadi kemaren kepada Rinjani, tetapi keinginan Bayu sama sekali tidak bisa terkabul karena Rinjani sudah masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk beristirahat dengan Ranti.


Dalam rumah hanya terlihat Ryan dan Josua yang juga sudah akan bersiap siap untuk tidur. Mereka berdua berhenti berjalan saat melihat Bayu yang baru masuk dari luar rumah mengantarkan Bram menuju mobilnya.


"Kak Jani sudah masuk kamar dari tadi Bang dengan Nona Ranti" ujar Josua yang tahu siapa yang sedang dicari oleh Bayu.


Josua dan Ryan yang melihat Bayu duduk dan sepertinya butuh teman itu memilih untuk menemani Bayu di sana saja. Mereka tidak akan tega untuk meninggalkan Bayu di sana duduk sendirian, mereka akan menemani Bayu yang terlihat sedang panik dan juga bersedih itu.


"Ada apa Bang?" ujar Ryan bertanya kepada Bayu.


"Rinjani sepertinya marah ke gue. Nggak biasanya dia main langsung tidur saja tanpa pamit dengan gue" ujar Bayu sambil mengusap wajahnya dengan telapak tangannya yang besar itu.


"Mana ada Kak Jani marah Bang. Nggak ada itu. Itu cuma perasaan abang saja, karena abang merasa bersalah kepada Kak Jani." ujar Ryan menjawab kegalauan hati Bayu.


"Maksud kamu?" ujar Bayu yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Ryan kepada dirinya.


"Ya, abang salah, Kak Jani bukan marah sama abang, tetapi lebih tepatnya kak Jani cemas dengan kondisi Abang tadi, saat abang sudah seharusnya sampai di rumah masih belum sampai, Nah saat Papap pulang, Papap mengatakan kalau Abang diminta Papap untuk menjemput sahabat Papap ke bandara. nah mulai saat itu Kak Jani sudah mulai tenang kembali" ujar Ryan menceritakan secara singkat bagaimana keadaan Rinjani tadi saat Bayu belum pulang juga ke rumah.


"Beneran loe, Rinjani nggak marah sama gue?" ujar Bayu yang masih perlu diyakinkan oleh Ryan kalau Rinjani memang tidak sedang dalam keadaan marah kepada dirinya.


"Ais Abang serius suer jujur sangat sangat jujur, Kak Jani nggak marah sama abang" ujar Ryan menggunakan beberapa kata untuk meyakinkan Bayu kalau Rinjani memang tidak sedang dalam keadaan marah kepada dirinya.


"Huf sukur banget kalau dia tidak marah ke gue" ujar Bayu yang sedikit lega saat mendengar apa yang dikatakan oleh Ryan kepada dirinya.


"Kalau abang masih tidak percaya sama gue, apa perlu Kak Jani gue bangunin biar ke sini, atau Papap aja sekalian supaya Papap menceritakan apa yang terjadi kepada Bang Bayu?" ujar Ryan yang sedikit kesal kepada Bayu karena Bayu sama sekali tidak percaya kepada dirinya.


"Haha haha haha, jangan marah bro. Gue percaya sama loe" kata Bayu menepuk pundak Ryan.


Josua yang melihat hanya bisa geleng geleng kepala saja.


"Sudah sana istirahat besok kerja pagi" ujar Bayu meminta Josua dan Ryan untuk beristirahat.


Bayu kemudian berjalan menuju kamarnya, Dia menyempatkan melihat ke arah kamar tamu dimana Rinjani beristirahat di sana.


"Susah kalau sudah buta cinta akut" ujar Josua saat melihat apa yang dilakukan oleh Bayu sebentar ini


"Coba aja besok Bang" balas Ryan.


"Ogah gue kalau harus jadi katang Bang Bayu" ujar Josua menjawab perkataan dari Ryan


Josua dan Ryan kemudian mengikuti Bayu untuk masuk ke dalam kamar mereka berdua. Mereka juga akan beristirahat karena besok mereka dinas pagi dan juga besok ada acara yang sampai saat ini mereka masih belum tahu acara apa yang akan terjadi di rumah besok siang. Sampai saat ini hanya Papap dan Mamah yang mengetahui acara aa