Its My Dream

Its My Dream
43



Dua mobil. yang dikendarai oleh dua tentara muda itu akhirnya telah sampai di sebuah hotel mewah di kota Bukittinggi. Bayu melakukan check-in untuk dua kamar, satu kamar akan ditempati oleh Bayu dan Aris, sedangkan satu kamar lagi akan ditempati oleh Rinjani dan Aleza.


Mereka kemudian masuk ke dalam kamar masing masing untuk menaruh pakaian yang mereka bawa.


"Kita mau makan dimana Jani?" tanya Aleza yang baru selesai membasuh wajahnya dan kembali sedikit berhias.


"Terserah mereka aja. Gue nurut aja. Loe ada tempat yang mau direkomendasikan?" tanya Rinjani kepada Aleza.


"Nggak ada, cuma gue lagi pengen makan nasi kapau aja." jawab Aleza yang memang sudah sangat lama menginginkan untuk makan nasi kapau tetapi tidak pernah kesampaian sama sekali.


"Iya juga ya. Nantilah saat di mobil bilang sama Bayu dan Aris, kita mau makan nasi kapau" ujar Rinjani yang juga tertarik kepada menu nasi kapau tersebut.


Mereka berdua telah selesai bersiap siap bertepatan dengan pintu kamar yang di ketuk dari luar. Rinjani berjalan menuju pintu kamar. Di melihat Bayu dan Aris yang sudah siap di depan pintu kamar.


"Gimana siap untuk berangkat makan?" tanya Bayu yang nggak tau mau menyebutkan makan siang atau makan sore atau sekaligus makan malam.


"Siap lah. Za, ayuk jalan" ujar Rinjani memanggil Aleza yang berada di dalam kamar.


Aleza menyambar ponsel dan juga dompetnya. Mereka berempat kemudian turun ke lobby hotel. Mereka akan pergi untuk mencari makan. Cacing cacing dalam perut sudah berdemo minta diisi.


"Kita kemana?" tanya Bayu mengulang pertanyaan yang sama.


"Nasi kapau gimana sayang?" jawab Rinjani dari kursi penumpang.


"Aleza, dia juga mau nasi kapau" lanjut Rinjani menambahkan nama Aleza supaya Bayu dan Aris juga setuju untuk makan nasi kapau.


"Oke nasi kapau yang di dekat aua kuning itu aja ya" ujar Bayu mengatakan tempat makan yang akan mereka tuju.


"Tapi di bungkus sayang. Nanti kita cari tempat makan yang enak. Suasana sejuk gitu" ujar Rinjani memberikan usulan tambahan.


"Kok?" tanya Bayu yang tidak yakin dengan usulan Rinjani.


"Jani, lebih baik makan di situ. Setelah ini kita bisa langsung main. Kalau di bungkus besok saja. Bisa sambil kita bawa nasi kapau ke Payakumbuh" ujar Aris memberikan usul supaya mereka makan di warung itu saja.


Rinjani melihat ke wajah Aleza. Aleza mengangguk meyakinkan Rinjani kalau usulan dari Aris ada bagusnya juga.


"Oke sip, kita makan di situ saja" jawab Rinjani yang pada akhirnya setuju untuk mereka langsung makan di warung nasi kapau saja.


Mereka berempat sampai di warung nasi kapau tersebut. Masing masing dari mereka memesan nasi kapau lengkap dengan lauk yang mereka inginkan.


"Jadi besok kita ke mana?" tanya Bayu yang tidak tahu akan kemana mereka seharian besok.


"Payakumbuh gimana sayang?" ujar Rinjani yang mengingat perkataan Aris tadi.


"Payakumbuh?" ujar Bayu.


"Setuju" jawab Aleza dengan semangat.


"Gimana Bang?" tanya Bayu kepada Aris.


"Oke juga. Nggak masalah" jawab Aris yang setuju setuju aja kalau mereka akan ke Payakumbuh.


Pesanan nasi kapau mereka akhirnya datang juga. Rinjani dan yang lainnya langsung menyantap nasi kapau itu. Perut mereka memang sudah sangat lapar, sehingga dalam sekejap nasi kapau itu sudah berpindah ke dalam perut mereka masing masing.


"Ngeri juga ya, nggak butuh waktu lama, udah pindah aja dia ke dalam perut." ujar Aleza saat melihat mereka sudah menyelesaikan ritual makan masing masing.


"Namanya juga lapar buk. Ya gampang mindahinnya" jawab Rinjani sambil mencuci tangannya.


Aris melakukan pembayaran untuk makan kali ini. Dia beradu cepat dengan Bayu. Rinjani dan Aleza yang melihat hanya bisa tersenyum saja melihat kelakuan dua orang itu.


"ada pula ya, orang berebut untuk bayar makan baru tau gue" ujar Aleza kepada Rinjani.


"Kalau orang kerja gitu. Kalau kita mahasiswa, kalau bisa di bayarin terus tiap makan" jawab Rinjani sambil tertawa kecil.


"Bener" jawab Aleza dengan semangat.


Mereka berempat kemudian masuk ke dalam mobil. Bayu sudah duduk di kursi pengemudi.


"Kemana lagi?" tanya Bayu kepada yang lainnya.


"Terserah saja. Aku nggak tau mau kemana" jawab Rinjani yang nggak tau harus kemana lagi.


Sewaktu dia merajuk itu, seharian Rinjani keliling keliling kota Bukittinggi karena Bayu memilih untuk tidur di dalam mobil.


"Ke kebun binatang gimana?" tanya Aris yang memang belum pernah ke kebun binatang itu sekalipun.


"Gimana?" tanya Bayu dengan pelan mengemudikan mobilnya.


"Boleh juga" jawab Rinjani dan Aleza bersamaan.


Bayu kemudian mengarahkan mobilnya menuju kebun binatang seperti permintaan Aris. Mereka akan melihat lihat koleksi binatang yang ada di sana.


"Baru akhir bulan maren kita ke sini ya sayang. Sekarang udah ke sini lagi." ujar Rinjani saat berjalan berdua dengan Bayu.


"Haha haha. Gimana lagi sayang, senior mintak ke sini. Lagian kamu tau dimana lagi objek wisata di daerah sini?" tanya Bayu kepada Rinjani.


"Nggak. Lagian udah mau sore gini sayang. Mana pula ada tempat wisata yang buka lagi" ujar Rinjani sambil menatap ke arah Bayu.


"Palingan jam gadang nanti malam sayang yang masih buka terus kafe kafe tempat nongkrong" ujar Bayu.


Mereka kemudian melihat lihat binatang yang ada di sana. Saat mereka selesai melihat lihat bertepatan dengan suara dari penjaga kebun binatang mengatakan bahwa kepada semua pengunjung untuk segera keluar karena kebun binatang akan segera di tutup.


"Nah loe, udah mau tutup aja" ujar Aleza sambil menatap ke arah Aris.


"datangnya kesorean lah iyalah dia mau tutup" jawab Aris sambil menatap ke arah Aleza.


"Sekarang mau kemana lagi kita?" tanya Bayu kepada Aris.


"Terserah aja Bay mau kemananya" ujar Aris melihat ke arah Bayu.


"Ramaaaayaaana Sayang" ujar Rinjani yang ntah kenapa sedang mau ke mall tersebut sekarang, padahal selama ini Rinjani anti masuk mall kalau hanya sekedar cuci mata saja.


"Yakin?" tanya Bayu kepada Rinjani yang tidak pernah mau di ajak ke mall selama ini kalau tidak ada keperluan sama sekali.


"Sekali sekali boleh lah ya" ujar Rinjani yang sebenarnya tidak tahu mau pergi kemana untuk saat ini.


Bayu mengarahkan mobilnya menuju mall yang dikatakan oleh Rinjani tadi. Bayu ingin melihat apakah Rinjani betah berada di sana atau baru lima. menit sudah minta pulang kembali seperti pengalaman mereka waktu itu.


Bayu memarkir mobil di parkiran mall tersebut. Mereka kemudian berjalan masuk ke dalam mall. Rinjani dan Aleza langsung saja menuju tempat permainan yang ada di mall.


"Ooo pantesan mau ke mall. Ternyata tujuannya ke sini" ujar Bayu saat melihat tujuan Rinjani kemana.


"Sayang, udah tukar koin belum?" tanya Bayu kepada Rinjani.


Rinjani menggeleng, dia sama sekali tidak membawa apa apa saat keluar dari kamar tadi.


"Lupa bawa apa apa" ujar Rinjani kepada Bayu.


"Terus mau main pake apa sayangku?" tanya Bayu.


"Sayangku yang bayarlah sayangku" jawab Rinjani.


Bayu kemudian menukarkan koin untuk main Rinjani. Hal yang sama juga dilakukan Aris. Mereka berdua sama sama menukarkan koin permainan.


"Basket, tapi lomba gimana?" tanya Aleza kepada Rinjani.


"Aku lomba dengan Rinjani, Bang Aris lomba dengan Bayu, gimana?" tanya Aleza kepada mereka bertiga.


"Oke siapa takut" jawab yang lain kompak.


Perlombaan kemudian di mulai. Rinjani lawan Aleza serta Bayu lawan Aris. Mereka bermain sambil tertawa karena tidak satupun yang serius saat lomba berlangsung.


"Yey menang" ujar Aleza bersorak saat dirinya menang melawan Rinjani.


Sedangkan Bayu lawan Aris dimenangkan oleh Bayu. Bayu memang terkenal sangat hobby bermain basket.


Setelah lelah memainkan semua permainan yang ada di pusat permainan itu. Rinjani dan yang lainnya keluar dari mall.


"Ke jam gadang lagi yuk sayang. Pengen makan kacang rebus" ujar Rinjani mengajak Bayu untuk makan kacang rebus di jam gadang.


Mereka berempat kemudian menuju tempat yang diminta oleh Rinjani. Mereka akan makan kacang rebus di sana sambil melihat lihat jam gadang dan air mancur menari.


Rinjani dan Aleza tidak lupa ber fhoto memakai ponsel milik Aleza. Rinjani dan Bayu juga tidak lupa mengabadikan moment yang sangat jarang terjadi itu.


Aris dan Aleza juga ber fhoto berdua. Mereka memang sudah resmi menjalin hubungan, tanpa ada yang mengungkapkan kata cinta satu dan yang lainnya. Bagi mereka berdua jalani saja dan cukup saling pengertian antara satu dengan yang lain.


Tepat pukul sepuluh malam, mereka semua kembali ke hotel tempat menginap. Rinjani dan Aleza membersihkan wajah mereka dari makeup yang mereka pakai. Sedangkan Aris dan Bayu hanya membasuh wajah saja, setelah itu mereka langsung memilih untuk tidur.