
"Kamu kemana hari ini Jani?" kata Ranti saat mereka baru saja selesai joging pagi hari.
Rutinitas joging yang memang mereka lakukan setiap hari sabtu atau akhir pekan. Saat ini bisa dilakukan oleh Rinjani dan Ranti pada hari sabtu. Sepulang dari joging Ranti dan Rinjani singgah untuk membeli sarapan sebelum mereka melakukan rutinitas atau kegiatan yang sudah mereka rancang dari kemaren kemaren.
"Palingan mau ke rumah Bayu dulu. Ada kegiatan di sana" jawab Rinjani sambil memakan goreng pisang dan ketan yang tadi sempat di belinya saat dalam perjalanan pulang menuju kontrakan mereka berdua. Suapan terakhir dari pisang goreng dan ketan yang sangat lezat itu sudah berpindah ke dalam perut Rinjani.
"Goreng dan ketannya sangat lezat" ujar Rinjani yang hanya di sambut gelengan kepala oleh Ranti. Rinjani sukses memakan empat pisang goreng dan dua bungkus ketan.
"Kamu mau kemana?" tanya Rinjani yang tahu kalau Ranti dan Bram sudah sangat lama tidak jalan bersama menghabiskan waktu yang sangat berkualitas untuk mereka berdua. Rinjani sangat yakin kalau Ranti pasti akan pergi dengan BRam keluar dari kontrakan mereka.
"Rencana mau ke Pariaman sama Bram. Kami mau jalan jalan. Perasaan udah terlalu lama kami tidak jalan jalan" ujar Ranti memberitahukan kepada Rinjani apa rencana yang akan dikerjakannya hari ini dengan Bram.
"Cie yang mau kencan" ujar Rinjani meledek Ranti yang memutuskan untuk pergi healing dengan Bram kekasihnya itu ke daerah Pariaman.
"Ye sekali sekali" jawab Ranti yang mengambil handuk untuk pergi membersihkan dirinya.
Rinjani yang melihat Ranti sudah bersiap siap mau mandi, juga melakukan hal yang sama. Dia sudah janjian dengan Mamah mau pergi ke asrama tempat Bayu menjadi komandan kompi C. Rinjani memang sudah dari beberapa hari yang lalu sudah janjian dengan Mamah untuk pergi berkunjung ke asrama kompi C menemui para istri istri anggota Bayu dan berbincang bincang dengan mereka.
"Loh loe kok ikut ikutan mandi? Emang loe mau pergi sekarang?"
Ranti menatap Rinjani dengan tatapan heran saat melihat Rinjani yang sudah menyandang handuk dan menenteng tempat sabun sabunnya alias perlengkapan mandi milik Rinjani.
"Gue juga mau pergi dari pagi ini." jawab Rinjani sambil menaruh perlengkapan mandinya di kamar mandi sebelah Ranti.
"Tapi Bayu latihan kata loe kemaren ngomong ke gue" ujar Ranti yang ingat kalau Rinjani kemaren sempat memberikan informasi kepada dirinya kalau Bayu sudah akan melakukan latihan intensif semenjak H - 20 keberangkatan atau tepatnya hari ini.
"Nggak sama Bayu lah, tapi sama Mamah Bayu." ucap Rinjani sambil tersenyum ke arah Ranti.
Rinjani sudah bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh dirinya dan juga Mamah nanti saat mereka sudah berada di asrama kompi C. Apalagi nanti Rinjani dan Mamah akan pergi ke suatu tempat untuk menikmati makanan yang sudah sangat lama tidak dinikmati oleh Rinjani. Mamah kemaren malam saat Rinjani dan Mamah janjian sudah menyetujui kemana mereka berdua akan pergi setelah dari asrama kompi C.
"Wow ada yang mau ngedate dengan calon mertua" ujar Ranti menggoda Rinjani dari kamar mandi sebelah.
"Oh tentu iyes lah ya. Pendekatan ke mertua itu penting" ujar Rinjani menjawab godaan dari Ranti dengan candaan pula.
"Gue juga maulah. Nanti gue ngomong dulu sama Bram, untuk mengajak gue ke rumahnya bertemu dengan kedua orang tuanya" ujar Ranti sambil membayangkan bagaimana sosok kedua orang tua Bram kekasih hatinya itu yang baru menjadi pasangan kekasih selama hitungan bulan.
"Itungan hubungan kalian aja baru bulan udah mau langsung bertemu mertua aja. Kamu nggak bisa sabar apa?" ujar Rinjani menanggapi ide apa yang dikatakan oleh Ranti sebentar ini kepada dirinya.
"Eeee gue mau gaspoll. Ngapain pake lama lama" jawab Ranti dari sebelah sambil menahan tawanya agar tidak meledak dan membuat Rinjani juga tertawa di kamar mandi sebelah.
"Haha haha haha haha haha"
Ranti yang mendengar jawaban yang diberikan oleh Rinjani tertawa terbahak bahak. Rinjani yang mendengar Ranti tertawa gara gara jawaban yang diberikan oleh dirinya, memilih untuk ikut tertawa juga.
"Udah ah tawanya, gue mau mandi ini. Sakit perut gue tertawa terus" ujar Rinjani yang sudah dengan susah payah beursaha menghentikan tawanya.
Rinjani dan Ranti kemudian menikmati mandi pagi yang sangat menyegarkan karena mereka baru saja membakar kalori dan berkeringat sehabis joging yang mereka lakukan dari kontrakan berlari sepanjang pantai dan bekahir di tempat tukang jual pisang goreng.
Kedua wanita cantik itu mandi sambil bersenandung merdu menyanyikan lagu favorit mereka masing masing. Berhubung karena mereka bukanlah artis, tetapi memiliki suara yang bagus. Makanya mereka berdua memilih menjadi penyanyi kamar mandi saja. Keputusan yang sangat baik demi ketenangan telinga telinga orang orang yang mendengar suara merdu mereka disenandungkan.
Rinjani dan Ranti menghabiskan waktu yang lama untuk membersihkan badan mereka pagi ini. Mereka melakukan perawatan seorang wanita terlebih dahulu, sehingga tidak heran kalau mereka mandi menghabiskan waktu satu jam lebih.
"Ranti, gue keluar duluan" ujar Rinjani yang sudah selesai melakukan ritualnya.
"Yup. Gue dikit lagi" ujar Ranti yang ternyata masih belum selesai padahal sudah lebih dahulu membersihkan tubuhnya dari pada Rinjani.
Rinjani keluar dari dalam kamar mandi. Dia kemudian menuju kamarnya untuk bersiap siap. Rinjani melihat kalau jam di kamarnya sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Dia masih ada satu jam menjelang pertemuan dirinya dengan Mamah, yang berjanji akan bertemu pada pukul sembilan di rumah asrama Bayu. Jadi, Rinjani tidak perlu ke rumah Mamah dulu tetapi langsung saja ke rumah dinas Bayu yang jaraknya tidak sejauh ke rumah dinas papap. Sehingga waktu yang satu jam cukup untuk sampai ke rumah dinas Bayu.
Rinjani membuka pintu almari pakaiannya yang terdiri dari dua pintu itu. Rinjani melihat lihat pakaian apa yang cocok dipakainya untuk menemani Mamah ke acara pertemuan dengan para istri dari anggota kesatuan yang dikomandoi oleh Bayu. Setelah memilih selama kurang lebih selama lima belas menit, pilihan Rinjani jatuh kepada jelana jins dan baju kemeja berwarna biru soft. Rinjani kemudian mengeluarkan pakaian pilihannya itu. Kemudian Rinjani memakai semua produk perewatan tubuhnya dengan sangat cermat dan sama sekali tidak melewatkan salah satu treatman pun. Selesai mengaplikasikan semua treatman perawatan tubuhnya, Rinjani kemudian memakai pakaian yang sudah dipilihnya itu. Saat itulah Ranti masuk dari dalam kamar mandi dengan sudah berpakaian.
"Wow, loe terlihat cantik sekali Jani" ujar Ranti berseru saat melihat Rinjani yang sudah sangat cantik dan sudah selesai memakai pakaianya tetapi make up belum sama sekali.
Rinjani hanya tersenyum saja. Dia kemudian memberikan sedikit polesan make up setelah memakai skin care ke wajah cantiknya itu. Skin care yang hanya berfungsi untuk perawatan saja.
"Oke selesai" ujar Rinjani setelah merasa selesai memberikan sedikit riasan di wajah cantiknya itu.
Rinjani mengambil tas jinjing miliknya. Dia memasukkan semua peralatan tempurnya ke dalam tas. Rinjani kemudian melihat ponsel miliknya. Mamah ternyata sudah berada di depan kontrakan Rinjani.
"Wow mertua gue udah di bawah Ran" ujar Rinjani berteriak kaget saat membaca pesan chat yang dikirim oleh Mami kepada dirinya.
"Gue jalan dulu ya. Loe hati hati" ujar Rinjani kepada Ranti sahabat terbaiknya itu
"Oke. loe juga hati hati. Jalan sama mertua masalahnya" ujar Ranti yang mulai usil menggoda Rinjani
"Ngeng" jawab Rinjani
Rinjani kemudian langsung berlari menuju lantai satu kontrakan mereka itu. Dia tidak mau Mamah mertuanya menunggu lama. Rinjani bisa segan nantinya.