Its My Dream

Its My Dream
51



Setelah menikmati nasi kapau yang dibeli oleh Rinjani saat dia berbelanja di pasar aua kuniang tadi, mereka berdua kembali melanjutkan perjalanan menuju kota Padang. Kota tempat mereka melakukan semua aktifitas mereka setiap hari. Kota tempat Bayu dan Rinjani mengais rezeki dan menuntut ilmu.


"Sayang, dari jam berapa kamu dengan Aris berada di depan kontrakan Aleza?" ujar Rinjani bertanya kepada Bayu sudah dari jam berapa mereka berdua duduk di depan kontrakan Aleza.


"Sudah dari jam sebelasanlah sayang" jawab Bayu memberitahukan dari jam berapa mereka berada di depan kontrakan Aleza.


"Lama banget ya. Kok bisa selama itu banget. Emang jam berapa dari Bukittingginya?" Rinjani melanjurkan pertanyaannya kepada Bayu.


"Siap kalian pergi itu, itu aja aku udah susah membujuk Aris untuk tidak langsung pergi menyusul kalian berdua." ujar Bayu yang rada sewot mengatakan hal itu.


"Bayangkan aja ya sayang. Saat kamu dan Aleza pergi dari restoran itu. E e e e e Aris juga mau langsung berdiri, aku larang dong ya. Aku ngomong sama dia, kalau wanita sedang marah itu biarkan saja dulu. Nanti baru di bujuk." ujar Bayu menceritakan pengalaman buruknya membujuk seorang Aris.


"Dasar dia nggak pernah pacaran, dia malah langsung ingin pergi saja. Untung aja waktu itu aku berhasil menahan Aris selama dua jama dengan adegan sakit perut dan harus bolak balik masuk wc" ujar Bayu melanjutkan ceritanya kepada Rinjani.


"Emang Aris mau mencari kami kemana?" lanjut Rinjani bertanya kepada Bayu.


"Itulah, saat aku tanya, kita harus mencari kemana Rinjani dan Aleza, jawabannya kita cari kemana mana. Masak mau mencari ke semua objek wisata. Iya kali sayang, segitu banyaknya objek wisata yang ada di sana." ujar Bayu.


"Namanya aja dia tentara, ternyata saat berurusan dengan wanita dia lumayan seteres juga sayang." lanjut Bayu menceritakan kepada Rinjani bagaimana paniknya Aris saat Aleza merajuk seperti tadi.


"Apa bedanya sama kamu sayang, kamu juga panik saat aku merajuk. Malahan rela berdiri di bawah balkon kamar aku sampai tengah malam, asalkan aku mau baikan lagi sama kamu" ujar Rinjani mengingatkan Bayu dengan tingkah konyolnya waktu Rinjani ngambek.


"Malahan rela tuh, nyuruh semua mahasiswa aku untuk memberikan kejutan romantis" lanjut Rinjani membuka semua kepanikan Bayu saat Rinjani marah kepada dirinya.


"Sayang kita bahas Aris, bukan bahas aku" ujar Bayu yang sekarang dalam keadaan malu saat Rinjani mengatakan semua kelakuan yang pernah dilakukan oleh Bayu dalam membujuk Rinjani supaya Rinjani tidak lagi marah kepada dirinya.


"Haha haha haha, malu dia" ujar Rinjani puas menertawai Bayu yang malu sendiri akibat tingkah dan perbuatan dia sendiri.


"Tapi aku bahagia sayang, itu tandanya kamu beneran sayang dan mencintai aku sayang" ujar Rinjani sambil memeluk pinggang Bayu.


"Ye main peluk aja" ujar Bayu yang kaget Rinjani main peluk langsung saja setelah mengungkapkan apa yang dirasakannya kepada Bayu.


"Meluk pacar sendiri tidak apa apa sayang. Asal jangan meluk pacar orang lain aja. Bisa diamuk aku nanti" jawab Rinjani ngasal kepada Bayu.


"Coba aja berani meluk orang lain. Aku masukin penjara kamu sayang" jawab Bayu sambil memandang sekilas kekasihnya itu.


Rinjani terdiam mendengar Bayu yang mau memasukkannya ke dalam penjara. Bayu yang melihat Rinjani terdiam setelah dia mengatakan penjara membuat Bayu merasa bersalah kepada Rinjani.


Rinjani melihat ke arah Bayu. Bayu terlihat sangat panik, hal itu terlihat nyata dari wajah Bayu dan tatapan mata Bayu.


"Haha haha haha, sayang sayang. Aku bukan kepikiran kamu mau masukin aku ke penjara sayang. Kamu ada ada aja pikiran kamu itu" ujar Rinjani kepada Bayu sambil mengusap wajah Bayu supaya kembali seperti semula.


"Terus?" tanya Bayu penasaran kenapa Rinjani bisa termenung tadi.


"Aku tadi mikir kalau aku juga pernah dimasukin Papa ke dalam penjara tentara, waktu aku masih SMA kalau tidak salah" ujar Rinjani kepada Bayu.


Apa yang diceritakan oleh Rinjani membuat Bayu penasaran. Bayu sangat penasaran kenakalan apa yang dilakukan oleh Rinjani sehingga Papa Rinjani tega memasukkan anaknya ke dalam penjara.


"Apa yang kamu lakukan sayang?" tanya Bayu penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Rinjani sehingga dia sampai masuk ke dalam penjara.


"Jadi hari itu, kami berlima ini tidak masuk sekolah, kami pergi main permainan dindong gitu. Ternyata hari itu ada razia pelajar yang dilakukan oleh satpol PP. Nah, kami kena tangkap dong ya. Terus karena yang ditangkap masih kami dan kami juga, kepala satpol PP manggil semua orang tua kami. Kebetulan juga kantor satpol PP berada persis di atas kodim, jadi gampangkan ya manggil orang tua kami berlima" ujar Rinjani menceritakan awal mula dirinya dan keempat sahabatnya yang lain saat masuk ke dalam penjara untuk dilakukan pembinaan supaya tidak nakal lagi.


"nah karena orang tua kami udah bosan memarahi kami, memberikan kami ganjaran. Akhirnya kalau nggak salah waktu itu Papa Deri memberikan ide untuk memasukkan kami ke dalam penjara." lanjut Rinjani menceritakan hal yang sebenarnya kelam tapi bagi Rinjani di sana adalah titik balik mereka berlima untuk menjadi anak penurut dan tidak bertingkah lagi.


"Terus apa semua orang tua setuju sayang?" tanya Bayu penasaran dengan kelanjutan cerita dari Rinjani tadi.


"Setuju lah sayang, makanya kami sampai masuk penjara." ujar Rinjani melanjutkan ceritanya.


"Berapa lama sayang?" tanya Bayu lagi.


"Tiga hari. Tapi ya gitu, tentara nyapu, kami juga nyapu. Saat tentara menurunkan bendera, kami harus berdiri tegak. Intinya sayang, kami benar benar diajarkan untuk menghargai hidup yang diberikan Tuhan kepada kami berlima." lanjut Rinjani yang sangat bersyukur kelima orang tua mereka memutuskan untuk memasukkan mereka ke dalam penjara saat itu.


"Kami berlima sangat bersyukur kami dimasukkan ke dalam penjara itu sayang, karena dari sana kami bisa berubah dan bisa mengambil hikmahnya. Semenjak itu kami tidak nakal dan tidak merepotkan orang tua kami lagi. Mulai saat itu kami berubah total." ujar Rinjani mensyukuri apa yang telah dilakukan oleh kelima orang tua tersebut.


"Sayang sayang, berarti semuanya sudah kamu lalui waktu SMA?" ujar Bayu yang tidak menyangka kalau Rinjani benar benar jahil waktu SMA.


"Ya, makanya sekarang saat aku melihat anak SMA yang keterlaluan, aku berpikir, nggak semua orang ada mendapatkantitik balik loh. Masak kamu nyianyiain semuanya" kata Rinjani kepada Bayu yang fokus menyetir mobil karena jalanan macet total.


"Sayang tumben macet?" ujar Rinjani yang heran kenapa terjadi kemacetan padahal tidak dalam suasana lebaran ataupun libur panjang.


"Ntah lah sayang, aku juga heran kenapa bisa macet panjang begini. Mana dua sisi lagi macetnya" ujar Bayu sambil melihat lajur di sebelah kanan juga tidak ada mobil yang melaju.