Its My Dream

Its My Dream
Menuju Tempat Acara



"Sayang aku yang sangat cantik pada hari ini" panggil Bayu dari balik pagar kos. Bayu memang sudah berdiri dari tadi di sana tetapi sayangnya Rinjani sama sekali tidak menyadari kalau Bayu sudah berdiri di luar pagar sejak tadi


Rinjani yang mendengar suara yang sangat dikenalnya itu langsung melihat ke arah sumber suara. Rinjani melihat kalau di Balikpapan sudah ada Bayu yang berdiri dengan gagahnya memakai pakaian dinas dan semakin membuat Bayu terlihat menjadi sangat keren. Rinjani memberikan Senyum manisnya kepada kekasih hatinya yang datang tepat waktu sekali untuk menjemput dirinya mengikuti kegiatan serah terima jabatan yang akan dilakukan oleh Papap.


" sayang" Bayu kembali memanggil panggilan untuk Rinjani yang diberikan oleh Bayu.


Rinjani yang kembali mendengar suara Bayu langsung berdiri dari tempat duduknya. Dia kemudian merapikan gaun yang dipakainya sebelum berjalan menuju Bayu kekasihnya yang ternyata sudah berdiri di sana sejak tadi. Bayu terlihat sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu jarak dekat dengan Rinjani.


Rinjani kemudian berjalan mendekat ke arah Bayu. Dia sedikit memegang daunnya yang lumayan panjang tersebut. Rinjani tidak mau hanya karena gaunnya tersebut yang panjang membuat dirinya menjadi terjatuh karena menginjak ujung gaunnya yang sampai menutupi kakinya itu.


Bayu menatap dengan sangat takjub ke arah Rinjani. Rinjani sangat Anggun dalam balutan gaun yang warnanya Senada dengan warna baju yang dipakai oleh Bayu


"Sayang, kamu cantik sekali"


Bayu menyuarakan apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh dirinya. Dia melihat dengan tatapan kagum kepada kekasihnya itu. Tatapan yang menatap dengan kagum. Tatapan yang mengisyaratkan kalau orang yang memiliki mata tersebut sangat bangga dengan apa yang dilihatnya saat ini. apalagi yang dilihatnya itu adalah kekasih hatinya sendiri yang merupakan bagian hidup dari dirinya ke depan.


Bagaimana Bayu tidak akan kagum dengan penampilan dari kekasihnya itu. Rinjani berdiri dengan gaun berwarna yang serasi dengan warna pakaian dinas Bayu yang dipakai sekarang ini. Tambah lagi Rinjani memoles wajahnya dengan riasan sederhana tetapi walaupun sederhana, riasan itu berhasil membuat wajah cantik Rinjani semakin cantik dan dewasa.


"Biasa aja sayang" jawab Rinjani yang memang selalu merendah dengan penampilannya setiap hari.


Rinjani sudah berdiri tepat di sebelah Bayu. sekarang tingginya sudah hampir sama dengan tinggi Bayu.


' Untung aja gue pakai heel tinggi 7 centi meter, kalau nggak tentu gue masih pendek dari Bayu' kata Rinjani dalam hatinya saat melihat dirinya Sudah sama tinggi dengan Bayu. Rinjani menempatkan keputusan yang tepat untuk menggunakan high heels tingginya itu pada saat ini.


"Beneran sayang kamu cantik" ujar Bayu meyakinkan Rinjani kalau Rinjani sangat cantik, lebih cantik dari pada hari biasanya.


"Ow makasi tampan" jawab Rinjani.


" Apakah selama ini aku tidak cantik Sayang?" kata Rinjani bertanya kepada Bayu tentang apakah selama ini dirinya masih kurang cantik di mata Bayu


" Kamu selalu cantik di mata aku sayang, tetapi hari ini lebih cantik daripada hari-hari biasanya"


Bayu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Rinjani dengan sangat lugas dan dengan nada pasti yang sama sekali tidak bisa dibantah oleh Rinjani kembali.


" jadi aku memang cantik begitu maksud kamu?" ulang Rinjani bertanya kepada Bayu tentang hal yang sama dengan apa yang ditanyakannya sebentar ini


" kamu selalu dan akan tetap cantik dan semakin cantik setiap harinya baik berdandan maupun tidak berdandan" kata Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.


" haha haha haha haha" Rinjani tertawa mendengar jawaban yang diberikan oleh Bayu kepada dirinya sebentar ini


" Kenapa kamu tertawa seperti itu sayang?" ujar Bayu bertanya kepada Rinjani Kenapa Rinjani sampai tertawa ngakak seperti itu saat dirinya menjawab dengan jawaban panjang lebar untuk meyakinkan Rinjani kalau Rinjani memang sangat cantik


" masa iya ada orang yang gak dandan cantik" kata Rinjani membantah apa yang dikatakan oleh Bayu sebentar ini kepada dirinya.


" Beneran sayang. kamu mau dandan atau tidak kamu akan tetap terlihat cantik" jawab Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani


" kecantikan kamu itu bukan berasal dari make up yang kamu pakai, tetapi dari sikap dan watak serta kepribadian kamu. Hal itulah yang membuat Kamu terlihat cantik setiap waktu" kata Bayu dengan tetap memuji kecantikan Rinjani dan juga kebaikan hati seorang Rinjani yang memang sudah diketahui oleh semua orang


" haha haha haha, kamu semakin nggak jelas aja sayang" kata Rinjani yang sudah tidak ingin dipuji-puji oleh Bayu selanjutnya


Rinjani menggandeng tangan kekasihnya itu dengan lembut. Mereka berdua berjalan beriringan menuju mobil yang diparkir di bawah pohon yang rindang.


"Mobil siapa sayang?" kata Rinjani yang heran dengan mobil yang dibawa oleh Bayu saat ini.


Bayu melihat ke arah mobil yang memang benar ini adalah kali pertama Bayu membawa mobil itu menjemput Rinjani.


"Itu mobil aku sayang. Mobil kesayangan aku. Mobil yang aku beli dari uang milik aku sendiri, alias dari hasil kerja aku sendiri." kata Bayu sambil melihat dengan perasaan bangga kepada mobil yang berdiri di hadapan mereka berdua saat ini.


"Keren kamu sayang"


Rinjani memuji dengan tulus keberhasilan yang dicapai oleh Bayu saat dirinya masih baru mulai bisa mengumpulkan pundi pundi uang untuk membeli apa yang diinginkan oleh dirinya.


"Kamu lebih keren sayang. Masih kuliah aja udah bisa ngasilin duit. Biasanya orang kuliah ngabisin duit, kamu malah cari duit" balas Bayu yang nggak mau kalah dalam memuji kehebatan Rinjani.


"Haha haha haha. Sedikit sayang." jawab Rinjani yang malas di puji tentang apa saja yang dilakukan oleh dirinya selama ini.


"Mana ada dikit sayang." jawab Bayu.


Rinjani menatap ke arah Bayu. Bayu balas menatap ke arah dirinya.


"Udah, mari masuk ke dalam mobil. Kalau di teruskan bisa bisa kita nggak jadi sampe di tempat acara." ujar Rinjani menengahi pertengkaran yang nggak akan ada ujungnya antara mereka berdua tentang hal saling memuji antara satu dengan yang lainnya.


Mereka berdua kemudian masuk ke dalam mobil. Tempat acara hanya berjarak dua puluh menit perjalanan dari kos kosan Rinjani.


"Sayang, kenapa pilih warna gaun ini?" tanya Bayu kepada Rinjani untuk mengusir kegaringan, kediaman antara mereka berdua.


"sengaja sayang, biar sama dengan warna pakaian yang kamu pakai. jadi kita berdua couple" jawab Rinjani yang nggak tau lagi mau menjawab apa pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.


"jadi kamu sengaja memilih warna itu supaya sama dengan aku?" tanya Bayu kembali meyakinkan dirinya kalau Rinjani memang sengaja melakukan hal itu supaya dirinya bisa memiliki kesamaan warna dengan Bayu.