
"Apa yang kamu lakukan di sini Jo? Kita belum ada makan atau minum di sini, apa yang mau loe bayar ke kasir" ujar Bayu yang tidak paham apa yang dilakukan oleh Josua di depan meja kasir sambil menunggu kasir yang balik dari dalam kafe
Bayu sekarang benar benar tidak bisa memakai nalar kiritsnya, dia seperti bukan seseorang yang telah menjalani pendidikan untuk menjadi intel di kesatuannya. Bayu benar benar terlihat lupa dengan semua ilmu yang telah dipelajarinya selama ini.
"Bentar Bang. Nanti kita akan tahu apa yang terjadi sebenarnya di sini." ujar Josua menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Bayu kepada dirinya.
"Maksudnya?" ujar Bayu yang benar benar tidak mau berpikir menggunakan ilmunya. Bayu memilih untuk terus bertanya saja kepada Josua tentang apa yang sekarang sedang terjadi, Bayu benar benar tidak bisa berpikir untuk saat ini.
"Begini Bang, sampai sekarang kan titik koordiat dimana Nona Rinjani berada adalah di daerah ini. Makanya kita harus memastikan apakah email yang dipakai oleh Nona Rinjani memang benar email barunya atau email seseorang" ujar Josua menjelaskan apa maksud dari perkataannya tadi kepada Bayu
Bayu langsung mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya. Sekarang Bayu ikut ikutan untuk menunggu kedatangan seseorang yang sedang dipanggil oleh kasir ke dalam kafe.
Tak lama menunggu kasir dan seorang pria berpakaian rapi datang menemui Bayu dan Josua.
"Permisi Bang, ini manager kafe kami" ujar kasir memanggil Josua dan Bayu yang tidak melihat ke arah arah kasir dan managernya itu datang.
Josua dan Bayu kemudian berbalik arah, mereka melihat kearah nona kasir dan manager yang sangat tampan itu.
"Silahkan duduk Bang" ujar manager mengajak Bayu dan Josua untuk duduk di kursi yang ada di dekat mereka bertiga berdiri, sednagkan nona kasir sudah kembali ke tempatnya bekerja.
"Maaf Bang, ada keperluan apa sampai sampai mencari saya?" ujar manager saat mereka bertiga sudah duduk di sebuah kursi.
"Begini manager," ujar josua mulai akan mengungkapkan apa tujuan mereka meminta untuk bisa bertemu dengan manager kafe.
"Jangan panggil manager Bang, panggil Andi saja" ujar Manager yang bernama Andi itu
"Abang saja" ujar Josua yang segan memanggil manager itu dengan hanya menyebutkan namanya saja, sehingga Josua memutuskan untuk memanggil dengan sapaan abang atau bang seperti manager menyepa Bayu dan Josua
"Oke sip" ujar manager yang setuju dengan panggilan yang dikatakan oleh Josua tadi
"Jadi maksud dan tujuan kami meminta untuk bertemu dengan abang adalah, kami berdua ingin bertanya sesuatu yang sangat urgent dan kami berdua membutuhkan bantuan dari abang" ujar Josua mulai mengatakan kepada Andi apa yang menjadi maksud dan tujuannya untuk meminta bertemu dengan Andi.
"Oke bang, saya akan berusaha membantu semampu saya" ujar Andi menjawab perkataan yang dikatakan oleh Josua sebentar ini.
"Oh ya lupa, perkenalkan ini adalah anak komandan saya, namanya Bang Bayu" ujar Josua memperkenalkan Bayu yang hampir saja dilupakan oleh Josua.
"Bayu" ujar Bayu sambil menjulurkan tangannya kepada Andi
"Andi" jawab Andi sambil menjabat tangan yang diulurkan oleh Bayu kepada dirinya.
"Oh ya Bang Jo, lanjutkan" ujar Andi yang kembali akan fokus dengan apa yang akan dikatakan oleh Josua.
"Jaid begini, kekasih dari Bang Bayu pergi dari kos kosannya, karena ada suatu masalah yang terjadi. Nah, saya melacak lewat email milik Nona itu. Nah kebetulan email itu aktif di sini dan masih aktif sampai sekarang" ujar Josua menerangkan dengan cara yang bisa membuat siapapun berpikir keras karena kata kata yang dipakai oleh Josua lumayan membingungkan siapa saja yang mendengar.
Tetapi Andi berusaha untuk bisa mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya.
"Jadi, apa nona itu berhasil abang berdua ketemukan di kafe ini?" ujar Andi bertanya hasil dari pencarian Bayu dan Josua
"Sama sekali tidak ada, tetapi yang herannya email itu masih aktif dan berada di sini" lanjut Josua mengatakan kenapa dirinya bisa tahu kalau Rinjani di sini.
Andi menyimak apa yang diceritakan oleh Josua kepada dirinya. Andi kemudian terdiam dan berusaha mengingat sesuatu.
"Bang, boleh tahu alamat email yang aktif itu?" ujar Andi yang penasaran dengan alamat email yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya berkali kali.
Josua kemudian megambil ponsel miliknya, dia kemudian memperlihatkan alamat email Rinjani yang masih aktif dan berada di kafe ini.
Andi membaca alamat email yang diperlihatkan oleh Josua. Andi agak lama termenung saat membaca alamat email itu. Bayu dan Josua mengamati gerak gerik Andi, mereka sangat yakin sekarang dengan apa yang ada di dalam otak mereka berdua.
Josua menatap ke arah Bayu, Bayu mengangguk mengatakan dengan bahasa isyarat kalau pemikirannya sama dengan pemikiran Josua pada saat ini. Bayu dan Josua menatap ke arah Andi, mereka sudah menebak kalau Andi sangat tahu sesuatu dengan apa yang sedang mereka cari pada saat ini.
"Jadi bagaimana Bang Andi, apa abang kenal dengan alamat email ini?" ujar Josua bertanya kepada Andi sambil menatap tajam ke mata Andi. Josua tidak mau Andi berbohong kepada mereka berdua. Josua sekarang semakin yakin kalau Andi tahu sesuatu tentang Rinjani.
"Jadi begini Bang, tadi siang memang datang seorang wanita muda, kalau nggak salah namanya Rinjani" ujar Andi mulai menceritakan awal mula kejadian.
Bayu dan Josua saat mendengar nama Rinjani disebutkan oleh Andi, langsung bisa mengerti kenapa email itu masih aktif dan berada di kafe itu. Tebakan mereka berdua ternyata benar.
"Ringkasnya saja ya Bang." ujar Andi yang tidak mungkin mengatakan hal yang tidak penting kepada Bayu dan Josua
"Oke" jawab Bayu mempersilahkan Andi untuk langsung mengatakan hal yang penting saja dan menskip hal hal yang tidak penting.
"Terus wanita itu bertanya ke saya, kalau dia mau meminjam alamat email saya untuk melakukan kuliah online" ujar Andi menceritakan selanjutnya kejadian pada saat Rinjani datang ke kafe
"Terus lanjutannya?" ujar Bayu yang sudah tidak sabaran lagi mendengar kelanjutan cerita yang akan disampaikan oleh Andi kepada dirinya.
"Saya memberikan alamat email yang bukan alamat email pribadi saya yang saya pakai" ujar Andi mengatakan kalau alamat email milik dialah yang digunakan oleh Rinjani tadi saat Rinjani mengirimkan link perkuliahan onlinenya itu
"Kenapa kamu main percaya saja?" ujar Josua bertanya kepada Andi
"Wanita itu terlihat wanita baik baik Bang. makanya saya pinjamkan." jawab Andi
"Terus apa benar wanita itu melaksanakan perkuliahannya?" ujar Bayu yang kali ini bertanya kepada Andi
"Ya wanita itu di sini selama satu jam." jawab Andi memberitahukan berapa lama Rinjani berada di kafenya itu
"Oh ya Bang, maaf sebelumnya, apa wanita yang kita bicarakan ini yang Abang berdua cari?" ujar Andi yang penasaran kepada Bayu dan Josua sangat berminat membahas tentang Rinjani wanita yang meminjam alamat email Andi untuk melakukan perkuliahan online
"Ya dia. Dia adalah calon istri saya, tetapi karena ada miscomunication, dia memilih kabur dari kos kosannya" jawab Bayu memberikan penjelasan kepada Andi siapa bahwa orang yang mereka ceritakan itu adalah yang dicari oleh Bayu dan Josua.
"Terus bagaimana ini Bang? Wanita itu telah pergi dari sini sejak dua jam yang lalu" ujar Andi menyebutkan telah berapa lama Rinjani pergi dari kafe itu
"Kalau boleh tahu dia ke sini memakai apa?" ujar Bayu melanjutkan pertanyaannya kepada Andi
"Mobil umum Bang. Tadi pergi juga pakai mobil umum lagi" ujar Andi memberitahukan kepada Bayu dan Josua kendaraan apa yang dipakai oleh Rinjani saat datang dan pergi dari kafe tersebut.
"Arah kemana?" ujar Bayu yang penasaran apakah Rinjani balik ke kota Padang atau akan terus ke kota Bukittinggi
"Sepertinya bukittinggi Bang" jawab Andi
Bayu melihat ke arah Josua, mereka berdua sudah mendapatkan informasi kalau Rinjani tidak ada di sana dan sudah pergi naik bus umum lagi yang diperkirakan ke kota Bukittinggi.
"Terimakasih atas bantuannya Andi. Kalau begitu kami pamit dulu untuk melanjutkan pencarian Rinjani" ujar Bayu berpamitan kepada Andi
"Sama sama Bang, senang bisa membantu. Semoga Rinjani segera ditemukan" ujar Andi yang prihatin dengan apa yang terjadi di antara pasangan itu.
Bayu dan Josua kembali masuk ke dalam mobil, mereka akan melanjutkan perjalanan menuju kota bukittinggi untuk melanjutkan pencarian Rinjani di kota itu. Bayu dan Josua berharap bisa menemukan Rinjani di kota tersebut, kota yang cukup luas untuk mencari Rinjani. Tetapi Bayu dan Josua tidak boleh menyerah, mereka harus bisa menemukan dimana Rinjani saat sekarang ini