
mereka melanjutkan obrolan itu dengan semangat. mereka saling berbagi pengalaman tentang bagaimana harus bersikap dan mengambil tindakan saat berada di daerah konflik. Bayu dan salah seorang rekannya yang tadi diputuskan oleh kekasihnya itu belajar banyak kepada sahabat Bayu yang baru pulang dari daerah konflik.
" jadi, kita tidak boleh menembak kalau orang itu tidak menembak Kita?" bacalah kembali bertanya kepada harapan Bayu yang baru pulang dari daerah konflik tersebut
" sama sekali tidak boleh. kalau mereka mengancam keberadaan kita baru kita balas. kalau tidak sempat salah satu dari mereka meninggal maka kita akan kena yang namanya HAM. Nggak main main loh ganjarannya kalau kita kena HAM" bicarakan Bayu mengatakan dan mengingatkan kepada Bayu dan juga rekannya yang akan pergi untuk tidak melakukan sesuatu yang berakibat buruk kepada karir mereka sebagai seorang tentara
" jadi selama kamu di situ berapa orang pemberontak yang telah kamu berikan timah panas sebagai hadiah karena telah menyerang kamu dari rekan-rekan kerja kamu yang lainnya?" ujar Bayu bertanya seperti seorang polisi yang sedang mengintrograsi seorang penjahat.
" berapa orang ya, rasanya nggak begitu banyak yang jelas waktu itu aku bisa membunuh eh membunuh, menghilangkan nyawa dua orang pemberontak kalau tidak salah, pada saat itu mereka menyerbu tempat gue dan para anggota gue sedang melakukan patroli" kata kawan Bayu menjelaskan kepada Bayu kronologi saat mereka diserang oleh kelompok kriminal bersenjata tersebut.
" apa? jadi mereka main serang seperti itu saja?" kata kawan Bayu yang nanti akan ikut serta dengan Bayu menuju daerah konflik.
" ya mereka main serang saja, mereka tidak akan takut kepada kita, walaupun kita ramai mereka lebih ramai lagi daripada kita" kata kawan Bayu yang telah selesai melakukan tugasnya sebagai penjaga negara tersebut di daerah konflik.
" itu sangat kuat dan terlalu War" kejar kawan Bayu yang akan pergi bersama Bayu ke daerah konflik
" hahaha hahaha hahaha. nggak usah terlalu dipikirkan hal itu tidak akan terjadi kalau kita tidak akan memikirkannya seperti itu" acara kan Bayu yang menyesal telah menceritakan pengalamannya selama di daerah konflik.
Mereka kemudian melanjutkan obrolan tersebut ke berbagai hal. Bayu sama sekali tidak ingin bercerita tentang apa yang terjadi antara dirinya dengan Rinjani.
" gue balik dulu ya udah jam 01.00 malam ini. besok gue ada kerja pagi. makanya gue harus tidur cepat" ujar Bayu yang perasaannya sudah tidak enak ingin menghubungi Rinjani saat itu juga.
" lo kok pulang? Emang lu nggak akan tidur di sini?" tanya kawan Bayu yang baru pulang dari daerah konflik tersebut.
" Enggak ah kapan-kapan aja lah gue tidur sini. Gue benar-benar ada urusan yang harus diurus. kalau urusan itu udah selesai dipastikan nggak akan nginep di sini" kata Bayu yang pikirannya sekarang tidak menentu
pikiran Bayu menjadi sangat bercabang hanya karena masalah dirinya dengan Rinjani. Rinjani sama sekali tidak ingin mengerti apa yang dikatakan oleh Bayu. padahal bayu sudah berusaha memberikan pengertian kepada Rinjani tetapi apalah daya Bayu kalau Rinjani sendiri tidak mau mengerti dengan apa yang terjadi pada saat ini.
Bayu kemudian mengemudikan mobilnya menuju rumah dinasnya yang terletak di Gang sebelah atau berjarak sekitar 200 meter dari mess tersebut.
bayu yang telah sampai di rumah dinas langsung membuka pintu pagar rumah dinas miliknya. Bayu kemudian memarkir Mobilnya di tempat biasa. setelah memastikan kalau mobilnya dalam keadaan baik-baik saja, Bayu kemudian turun dari mobil. Bayu berjalan menuju pintu rumah dinasnya. dia membuka pintu rumah tersebut. setelah itu, Bayu masuk ke dalam rumah. dia langsung menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya yang terlihat sangat lelah tersebut. Setelah membersihkan wajahnya Bayu kemudian berjalan menuju kamarnya yang terletak tidak berapa jauh dari kamar mandi tersebut.
Bayu kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia kemudian mencas pensilnya yang Baterainya tinggal sedikit tersebut. Bayu kemudian naik ke atas ranjang besarnya. Bayu menatap ke langit-langit kamar, dia serasa melihat Rinjani di sana sedang tersenyum menghadap kepada dirinya.
" sayang, sejujurnya aku takut, kalau kamu melakukan hal yang sama, dengan apa yang dilakukan oleh kekasih sahabat aku itu" kata Bayu yang mengingat kalau temannya diputusi oleh pacarnya sendiri hanya karena dia harus berangkat ke daerah konflik selama 2 tahun
" Aku sangat mencintaimu Sayang, Tolong jangan putusin aku hanya karena aku harus pergi melaksanakan tugas yang telah diberikan kepada aku" kata Bayu berbicara sendirian sambil menatap langit-langit kamar
mata Bayu sama sekali tidak bisa diajak kompromi untuk tidur. mata entar pikiran yang sama sekali tidak bisa diajak kompromi oleh Bayu. telah beberapa kali Bayu mencoba untuk memejamkan matanya, Tetapi dia sama sekali tidak bisa tertidur, bayangan Rinjani tadi yang terdiam saring jadi tahu apa yang akan terjadi menari-nari indah di setiap pikiran dan penglihatan Bayu.
"huft" ujar Bayu menghembuskan nafas beratnya itu.
Bayu tidak seharusnya mengatakan hal itu kepada Rinjani tadi. Bayu sudah berhitung dengan semua kejadian yang ada. akhirnya, karena kekeras kepalaan Rinjani membuat Bayu harus mengatakan apa yang terjadi sebenarnya. ternyata hal itu berdampak sangat erat kepada hubungan Bayu dan Rinjani. Rinjani terlihat tidak bisa menerima Apa yang ditugaskan oleh negara kepada Bayu.
" apa yang harus aku lakukan besok supaya Rinjani tidak marah lagi seperti sekarang ini" ujar Bayu yang tidak mengerti apa yang harus dilakukannya supaya kekasihnya itu tidak marah lagi kepada dirinya
" gue sepertinya harus mengatakan kepada Rinjani kalau ini adalah salah satu resiko yang harus ditanggung Rinjani saat dia menjalin kasih dengan seorang tentara seperti gue" ujar Bayu yang pada akhirnya mengambil kesimpulan seperti itu saja
" gue harus tidur sekarang. gue tidak mau besok telat saat bertemu dengan Rinjani. atau mengantuk saat bertemu dengan Rinjani" kata Bayu sambil menatap fhoto Rinjani yang tergantung di dinding kamarnya itu.
"gue harus menjelaskan semua ini kepada Rinjani. gue nggak mau kalau Rinjani berpikiran macam-macam saat gue pergi ke daerah konflik tersebut" kata Bayu yang sudah memutuskan kalau dia akan mengatakan semuanya kepada Rinjani
Tidak pun Bayu pergi periode ini, bayu sudah bisa dipastikan akan tetap pergi ke daerah konflik walaupun tidak di periode ini tetapi di periode berikut-berikut dan berikutnya
"Gue harus menjelaskannya kepada Rinjani, gue nggak mau Rinjani menyembuhkan sendiri apa yang menurutnya benar, tetapi belum tentu apa yang dikatakan Rinjani itu adalah benar" kata Bayu yang sudah pasti akan mengatakan apa yang dirasakannya kepada Rinjani.
Bayu kemudian berusaha untuk tidur kembali. Bayu benar-benar telah mengantuk dan tidak bisa lagi mengkondisikan matanya. urusan tertidur atau tidak Itu adalah urusan lain. sekarang Bayu hanya bisa berusaha untuk tertidur. Mata dan pikirannya benar-benar lelah setelah menghadapi semua cerita dan konflik yang terjadi antara dirinya dengan Rinjani hanya karena sebuah surat yang mengharuskan bayu untuk pergi berangkat ke daerah konflik selama 2 tahun.
" Ya Tuhan, aku mohon Buatlah Rinjani besok bisa mengerti dengan apa yang aku katakan kepada dirinya. aku benar-benar mencintai dirinya dan aku tidak bisa kehilangan dirinya" kata Bayu sambil melihat foto Rinjani yang terpampang di dinding kamar tersebut
akhirnya setelah berusaha, Bayu pada akhirnya bisa juga tertidur. Mataram pikirannya sudah kembali normal, dan membuat Ayu bisa Langsung tertidur nyaman.