
Bayu dan Rinjani duduk di kursi bagian depan. Sedangkan Papap dan Mamam duduk dikursi penumpang.
"Kita kemana Mam?" ujar Bayu bertanya kepada Mamam yang tadi mengusulkan untuk pergi membeli pakaian yang akan di pakai oleh Rinjani untuk acara serah terima Papap besok pagi.
"Mamam mana tau Bay. Kamu aneh. Mamam baru kali ini ke sini. Masak kamu tanya mamam kita mau kemana" ujar Mamam sambil melihat ke arah Bayu.
"Mana tau mamam udah dapat referensi kita harus kemana kan ya. Makanya aku tanya ke mamam" jawab Bayu yang memang sama sekali belum mendapatkan referensi mereka harus kemana saat ini.
"Jani, kemana tempat yang paling bagus untuk kita pergi?" tanya Mamam kepada Rinjani.
"Mamam mau beli dress atau seperti apa?" ujar Rinjani bertanya balik kepada mamam tentang pilihan pakaian yang akan dibeli mamam untuk acara tersebut.
"Kamu sukanya pakai apa?" ujar Mamam balik bertanya kepada Rinjani.
"Kalau boleh pake gaun sederhana saja Mam. Tapi ya sedikit berkelas lah" jawab Rinjani yang sudah bisa membayangkan pakaian apa yang harus dipakainya karena dia dulunya juga sering mengikuti kegiatan seperti yang diikutinya untuk kali ini.
"Oke. Kamu kasih tau Bayu saja dimana tempatnya" kata Mamam yang ternyata tidak salah mengajukan pilihan tempat kepada Rinjani.
"Jadi kita kemana sayang?" tanya Bayu kepada Rinjani.
*mall besar aja sayang. Di sana pilihan butik lebih banyak. Mamam pasti puas memilih pakaian di sana" kata Rinjani memberikan instruksi kepada Bayu kemana Bayu harus mengarahkan mobilnya menuju tempat yang paling disukai oleh kalangan wanita.
Bayu kemudian mengarahkan mobilnya menuju mall terbesar di kota Padang.
"Jadi, selain kuliah kegiatan kamu yang lain apa Jani?" tanya Mamam kepada Rinjanj.
Rinjani yang sedang mengirim pesan chat kepada Ranti, langsung manaruh ponselnya dan melihat ke belakang, ke arah Mamam yang tadi berbicara dengan dirinya.
"Aku asisten dosen di kampus dan beberapa kampus lainnya Mam" jawab Rinjani menjelaskan apa saja kegiatannya selain menjadi seorang mahasiswi.
"Wow, keren kamu sayang, belum tamat aja udah bisa cari uang sendiri" kata Mamam memuji Rinjani yang memiliki kemandirian yang luar biasa itu.
"Nggak juga Mam. Dari pada aku duduk duduk tanpa melakukan kegiatan yang berarti" ujar Rinjani menjawab pujian yang diberikan oleh Mamam kepada dirinya itu.
Rinjani memang memiliki sifat yang sangat rendah hati. Dia sama sekali tidak mau terlihat sombong atau sejenisnya. Makanya setiap ada yang akan memuji dirinya Rinjani pasti akan selalu merendah dan menyangkal apa yang telah dilakukan oleh Rinjani selama ini.
"Mamam, mamam nggak akan menemukan kesombongan atau kebanggaan yang dimunculkan oleh wanita cantik ini mamam. Rinjani bukan tipe yang seperti itu" ujar Bayu sambil menatap ke arah kekasihnya yang paling dicintai oleh dirinya.
"Nah itu salah satu yang membuat mamam sangat bahagia dan bangga punya menantu seperti Rinjani." ujar Mamam berkata dengan sangat bangga karena mamam berhasil mendapatkan seorang menantu yang sesuai dengan kriteria idaman mamam.
"Awas aja kamu Bayu, sempat kamu bikin menantu mamam bersedih atau terluka hatinya. Maka kamu siap siap aja akan mamam marahi" lanjut mamam yang sekarang sudah mulai mengancam Bayu dengan ancaman yang lumayan membuat Bayu keder.
Rinjani bertepuk tangan dengan sangat bahagianya. Mamam dan Papap hanya bisa tersenyum melihat kelakuan menantu mereka itu. Kelakuan yang benar benar membuat mereka berdua merasa kalau Rinjani benar benar seorang wanita yang menampilkan ekspresi apa adanya.
Tak terasa mobil Bayu suda sampai di depan mall besar tersebut. Bayu kemudian memasukkan mobilnya ke dalam gerbang utama mall itu. Bayu melakukan pembayaran parkir dan sejenisnya. Setelah itu dia memarkir mobil yang dikendarai olehnya di tempat parkir yang terdapat di basmen mall besar itu.
Setelah memarkir mobil di tempat parkir khusus roda empat. Papap, Mamam, Bayu dan Rinjani, kemudian turun dari dalam mobil. Mereka berempat kemudian berjalan masuk ke dalam mall besar itu.
"Mereka romantis sekali sayang" ujar Rinjani berkata sambil menatap wajah Bayu.
"Mereka berdua memang selalu menjaga keromantisan itu sayang. Mereka selalu bergandengan tangan kalau berjalan berdua" jawab Bayu menjelaskan kepada Rinjani bagaimana keadaannya kalau Papap dan Mamam berjalan berdua.
"Serius sayang?" ujar Rinjani yang kurang percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepda dirinya.
"Serius sayang. Ngapain boong" jawab Bayu yang memang mengatakan apa yang sebenarnya kepada Rinjani.
"Wow" ujar Rinjani dengan nada kagum mendengar apa yang dikatakan oleh Bayu kepada dirinya.
"Bahkan ne ya, pas ada ajudan tetap kayak gitu. Papap dan Mamam memang selalu romantis. Bagi mereka berdua, karena selalu sibuk, moment moment mereka bisa pergi berdua, akan dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Papap dan Mamam" kata Bayu menjelaskan kepada Rinjani bagaimana mesranya dan bagaimana romantisnya kedua orang tuanya itu.
"Bagi mereka dengan menjaga yang namanya keromantisan di dalam hubungan itu adalah sebuah keharusan dan kewajiban." Lanjut Bayu sambil tersenyum kepada Rinjani.
"Aku juga akan selalu romantis kepada kamu. Jadi, kamu siap siap untuk hal itu" kata Bayu sambil menatap wajah cantik Rinjani.
"Wow serius?" ujar Rinjani bertanya kesungguhan dari apa yang diucapkan Bayu kepada dirinya.
"Sungguhan" jawab Bayu.
Bayu kemudian memberikan Rinjani jari yang dilipit dua dan membentuk kode sarang he yo.
"Jani jangan ragukan keromantisan dari keturunan Anggara" ujar Papap yang ternyata mendengar apa yang diceritakan oleh Bayu kepada Rinjani.
"Benar itu Jani. Kamu tidak perlu meragukan mereka. Keturunan Anggara benar benar wow" kali ini Mamam yang menjawab keraguan yang ditanyakan oleh Rinjani kepada Bayu.
Mereka meneruskan perjalanan menuju lantai dua mall besar itu.
"Jani, sini nak jalan sama Mamam. Biar papap sama Bayu" ujar Mamam meminta Rinjani untuk berjalan berdua dengan dirinya.
Papap kemudian melepaskan genggaman tangan Mamam. Papap berganti posisi dengan Rinjani. Sekarang Mamam berjalan dengan Rinjani, sedangkan Papap dengan Bayu.
"Siap siap jadi tukang angkat bro" ujar Papap kepada Bayu.
"Oke Bro. Masalah gampang itu" jawab Bayu kepada Papap.
Mamam dan Rinjani melihat ke beberapa butik dan juga merk merk fashion ternama yang ada di mall besar itu.
"Kita masuk ke dalam toko itu gimana?" tanya mamam kepada Rinjani.
"Sip Mam. Mana tau ada yang bagus di situ kan ya" ujar Rinjani yang setuju untuk masuk ke dalam toko yang dikatakan oleh mamam kepada dirinya.
Calon mertua dan calon menantu itu kemudian masuk ke dalam toko yang dikatakan oleh calon mertua sebentar ini. Sedangkan Papap dan Anak laki laki mengikuti kemana perginya kedua wanita yang mereka sayangi itu.