Blind Love

Blind Love
The messy wedding



"Apa apaan kamu!Kamu pasti orang gila yang sengaja datang untuk menghancurkan acara pernikahan anak ku bukan?!dia bahkan tidak mengenal kamu!Scurity!seret mereka keluar!"Teriak nyonya Rhada sambil menampar Mae dihadapan semua tamu undangan.


Mae dan Ibunya benar benar diusir disana,tak ada seorang pun yang membela mereka,termasuk Sultan,tatapan nya masih kosong,dia seperti tidak menyadari dengan apa yang sedang terjadi,meskipun Mae berulang kali memanggil namanya.


Seketika juga terlihat Fahri,Della dan Suami Della diseret dengan tangan terikat dan mulut yang dilakban oleh para penjaga ketika Mae dan Ibunya sudah berada di luar gedung.


"Ya Allah,nak!"Teriak Ibunya Mae sambil membuka ikatan mereka.


"Kurang ajar!mereka sungguh keterlaluan!"Seru Fahri sambil berniat kembali masuk untuk melabrak mereka namun segera dicegah oleh Mae.


Della dan Ibunya menangis meratapi nasib Mae yang sangat menyakitkan.


"Jangan Fahri!kita tidak akan menang melawan mereka!Ayo kita pulang saja,Kakak akan membalas mereka nanti dengan cara yang berbeda,Tuhan pasti memilik rencana lain untuk Kakak,biarlah nanti mereka akan menerima pembalasan nya suatu hari nanti!"Kata Mae,dia berusaha untuk tegar meskipun hatinya tersayat begitu dalam.


Air mata nya seperti nya sudah mengering,terlalu sering ia tersakiti dan imun dalam hatinya seperti nya sudah bereaksi dan merubahnya menjadi kabut kegelapan yang membara,matanya tegas penuh amarah,tak ingin lagi ia kalah,


meski sesungguhnya jiwa nya menjerit, bertanya tanya kenapa nasibnya sampai seperti ini.


*Aku tak akan membiarkan lagi kalian menginjak nginjak ku lagi, tunggu sampai waktu nya tiba,akan ku buat kalian menyesal karena sudah mempermalukan ku begini!*


Batin Mae penuh kebencian, tangannya mengepal,giginya gemeletuk dan dada nya kini membusung penuh keberanian dan dendam yang membara.


"Kemana kita harus pulang bu?! untuk saat ini kita gak mungkin pulang ke kampung,para tetangga kita akan menggunjing dan itu akan semakin membuat hati Kakak lebih terguncang!"Kata Della ketika mereka sudah pergi dari tempat itu dengan menggunakan taksi,tujuan mereka belum tentu arah,Mae diam seribu bahasa masih dengan raut wajahnya yang tegang dan menahan rasa sakit, kecewa dan amarah yang menggebu.


"Kita mau kemana Bu?!"Tanya sang sopir taksi,dari tadi ia bingung mau kemana harus mengantarkan mereka.


Mae menyebutkan alamat rumah yang diberikan oleh Raja,kini ia tak peduli lagi dengan perkataan atau pandangan keluarga Gama terhadap nya.


"Enak saja mereka hanya mau memanfaatkan diriku saja!lihat saja nanti,akan ku kuras sampai habis uang mereka!"Ucap Mae dengan wajah nya yang datar membuat Ibu dan Adik adiknya khawatir,dia tidak seperti Mae yang mereka kenal lagi.


Tentu saja wajar jika Mae sampai sakit hati, keluarga Gama sudah memperlakukan Mae tidak manusiawi,tapi tetap saja Ibunya merasa sangat khawatir,dia takut Mae menjadi seperti mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Cheers!! hahahaha!"


Terdengar gelak tawa dari dua insan yang tengah duduk di meja ruang VIP di sebuah club' ternama.


Mereka tengah minum bersama seperti sedang merayakan sesuatu.


"Akhirnya,Aku berhasil masuk ke keluarga Gama, Sayang!kita tinggal melancarkan rencana kita dan sebentar lagi Aku akan menguasai semua kekayaan mereka, bagaimana aku hebat bukan!"


Mereka adalah Laura dan Haikal, ternyata mereka bersekongkol untuk menghancurkan keluarga Gama dan berniat merebut semua aset perusahaan.


"Iya sayang kamu memang hebat! Pertama kita kuasai dulu milik si Sultan, setelah itu Ibu tirinya,lalu kita singkirkan si Raja dan si tua Bangka yang sudah sakit sakitan itu!Aku sudah sangat menantikan kehancuran mereka,Aku ingin menuntut balas atas kematian Ibuku,dan mereka yang harus membayar atas kehancuran keluarga ku! terimakasih sayang, tanpamu semuanya tidak akan berjalan sesuai rencana!"Kata Haikal sambil mengecup bibir Laura.


"Dia biar aku yang urus!Akan ku jadikan dia alat agar Sultan semakin hancur, agar dia juga dapat merasakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang tersayang!"Kata Haikal penuh amarah.


Haikal menyimpan dendam yang begitu dalam kepada keluarga Gama, terutama kepada Sultan.


Keluarga Gama adalah saingan utama perusahaannya, mereka selalu lebih unggul dalam hal apapun, Ayah Haikal yang ambisius menekan Haikal agar dia harus lebih baik dari Sultan, Ibunya sampai menjadi korban keangkuhan mereka,tak tahan dengan perlakuan suaminya yang menuntut selalu sempurna, Ibunya Haikal mengakhiri hidupnya nya dengan meminum obat dalam dosis tinggi.


Kepergian sang Ibu membuat Haikal terpukul berat, sejak saat itu ia sangat membenci keluarga Gama, apalagi sejak kuliah Sultan selalu mengambil alih apa yang seharusnya menjadi miliknya, Haikal semakin bertekad untuk menghancurkan keluarga Gama, pertama dia mengambil Laura dan dia berhasil menjadikannya sekutu, kedua dia mendekati Mae untuk merebut nya dari Sultan, namun tak pernah berhasil, namun akhirnya dia berhasil menjauhkan nya dari Sultan, lalu dia mendekati nyonya Rhada agar melawan Tuan Gama,kini misinya hampir berhasil, menikah nya Laura dengan Sultan termasuk rencana nya juga,kini tinggal Raja,dia ingin membuat Raja tersingkir dari jajaran ahli waris keluarga Gama.


Mae dan keluarga memutuskan untuk tinggal sementara di rumah yang diberikan oleh Raja.


Namun Ibunya tidak setuju, Ibunya segera menyuruh Fahri dan Della untuk mengemasi barang barang mereka dan segera pulang ke kampung mereka.


Namun Mae menolak,dia beralasan ingin menyelesaikan urusan yang harus ia bereskan terlebih dahulu.


Ibunya semakin khawatir,ia mengingatkan Mae untuk tidak melakukan apapun untuk menuntut balas.


"Allah tidak tidur Nak!Ibu tak mau kamu menjadi seperti mereka, semua nya terjadi atas kehendak Allah, belajar lah untuk ikhlas nak,Ibu mohon urungkan niat mu jika ingin membalas dendam kepada mereka,itu dosa!kita pulang ke Bandung ya!?"Kata Ibunya dengan berderai air mata.


"Tapi aku punya pekerjaan disini Bu!Aku tak ingin menghancurkan apa yang sudah susah payah aku capai selama ini,Ibu tidak perlu khawatir,Aku tahu apa yang harus aku lakukan!"Jawab Mae berusaha tegar dihadapan Ibunya.


Ibunya ya terus terisak,meski berat hati,ia meninggalkan Mae tetap tinggal di kota.


Hari ini Ibu dan adik adiknya akan pulang ke kampung mereka menggunakan bis kota saja,Mae berniat mengantar mereka sampai ke terminal,di depan pintu tiba tiba datang sosok Raja menghalangi langkah Mae.


"Kamu mau kemana?!"Tanya Raja seperti akan menghalangi kepergian Mae.


"Apa urusanmu! kita semua akan pergi jika dari rumah ini,jadi kamu tidak perlu susah-susah mengusir kami!"Fahri langsung pasang badan membela Kakak nya.


"Mae, bisa kita bicara sebentar?!"Kata Raja tak menggubris perkataan Adik laki laki Mae itu.


"Bicara saja langsung disini! seharusnya kita tidak ada urusan lagi bukan?!Aku akan segera pergi dari sini!"Jawab Mae ketus,dia benar benar tidak ingin berurusan lagi dengan siapa pun anggota keluarga GAMA.


"Aku benar benar minta maaf atas apa yang sudah terjadi,Aku tidak tahu jika akhirnya akan seperti ini, Rhada yang merencanakan semuanya,dan aku menyesal tidak dapat melakukan apa apa!"Kata Raja, entah tulus atau tidak, yang jelas Mae sudah tidak percaya lagi dengan siapapun kini.


"Tidak perlu berbasa basi seperti itu, kalian orang kaya yang katanya berpendidikan tapi menurutku jauh dari kenyataan, aku doakan atas nama puteriku,semoga kalian hancur sehancurnya!"Seru Ibunya Mae dengan amarah yang membara kepada Raja.


"Aduh Ibu jangan mengutuk mereka seperti itu,doa orang dizolimi cepat dikabulkan Tuhan lho!"Della seakan menakut nakuti Raja.


"Sudah kak ayo kita pergi!nanti kita ketinggalan Bis lagi!"Kata Fahri, mereka pun beranjak pergi mengabaikan Raja.


"Tunggu!kalian mau ke terminal?biar aku antar!"Kata Raja mencegat mereka, kemudian dengan cekatan dia membawa koper Ibu nya Mae dan memasukkan nya ke dalam bagasi mobil.


Entah apa rencana Raja kini,namun ini tidak biasa, sikapnya yang dingin, diktator dan arogan biasa melekat di keseharian Raja, bahkan ia dibenci oleh para karyawan di perusahaan nya, ambisinya sebagai pewaris tunggal keluarga Gama begitu menggebu,lalu untuk apa ia menyimpan perhatian kepada Mae, mantan calon istri adik nya sendiri,apa benar-benar karena merasa iba dan berbelas kasihan,atau ada rencana terselubung demi mendapatkan keuntungan untuk dirinya sendiri?