
Mae ikut terhanyut,terbuai ingin ikut menumpahkan rasa rindu yang membuncah didada.
Gelora asmara diantara mereka seakan tersalurkan setelah sekian lama saling terpendam.
Tangan Sultan semakin nakal merambah ke bagian tubuh Mae yang lain.
Mae berusaha menepis nya meskipun nalurinya berkata lain, namun ini tidak baik.
Mae rasa harus segera menyudahi segalanya.
Didorong nya tubuh Sultan sekuat tenaga,namun Ia malah semakin menggila,mengecup leher Mae dengan kasar dan mencumbu nya semakin ganas.
"Plakkk!"
Mae menampar Sultan sekuat tenaga.
"Berhenti Sultan!Aku bukan perempuan murahan yang bisa sesuka hati kamu kamu mainkan!Jika kamu terus begini,Aku sungguh tak ingin bertemu lagi dengan mu, selama nya!"Teriak Mae begitu marah.
"Jangan dong Mae!Aku sudah susah payah agar bisa dekat kembali dengan mu!apa salahnya jika Kita kembali bersama Mae!Aku sudah tidak peduli dengan apapun selain Kamu sekarang!"
Sultan begitu frustasi dengan ancaman Mae.
"Tidak bisa Sultan!Kita tidak bisa bersama!"
Kata Mae sambil menepis tangan Sultan.
"Tapi kenapa!?"
"Aku sudah berjanji Sultan!berjanji kepada keluarga mu!Aku sudah menukarkan cinta kita dengan kehidupan ku, kehidupan keluarga ku,dan Aku tak mungkin mengingkari janji ku itu!Aku sudah dibayar agar meninggalkan mu dan tidak kembali lagi pada kehidupan mu! puas kamu?!"
Teriak Mae kesal.
Sultan mundur dan terduduk kembali,raut wajahnya terlihat kecewa,tak ada lagi kata yang terucap dari mulut nya.
Mae menyambar tas kecil milik nya, lalu segera beranjak menuju pintu keluar, dia membenahi pakaiannya yang agak berantakan.
Saat Mae membuka pintu,disana sudah ada pengawal Sultan yang hendak menemui nya.
Mae hanya melewati nya tak peduli,Dia pun pergi meninggalkan Hotel Sultan dengan perasaan kesal.
"Tuan muda!Bos besar mengalami kecelakaan tadi di jalan tol, sekarang Beliau sudah berada dirumah sakit, Anda harus segera kesana!"Kata pengawal itu memberi tahu Sultan tentang keadaan Papahnya yang sedang kritis.
"Benarkah?! Kapan Papah kecelakaan nya?!"Sultan begitu terkejut mendengar kabar tersebut.
"Saya kurang tahu kapan kejadian nya Tuan,tapi Saya baru di suruh kasih kabar Tuan baru saja!"
Jawab pengawal itu lagi.
"Antar Aku ke rumah sakit sekarang juga!" Kata Sultan sambil segera beranjak.
"Baik Tuanku!"
Sultan pun segera pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Papahnya.
Sesampainya disana sudah ada Ibu tirinya juga Kakak tirinya yang sedang menunggu di ruang operasi.
"Bagaimana keadaan Papah?!"Tanya Sultan begitu khawatir.
"Kemana saja Kamu! sangat sulit di hubungi!"Bentak Raja.
"Maaf,tadi Aku sangat sibuk! bagaimana kondisi Papah sekarang?!"Tanya Sultan lagi.
"Dia kehilangan banyak darah dan butuh banyak donor, sedangkan Papah kamu memiliki golongan darah yang langka, tidak ada yang cocok dengan nya,dia kritis sekarang!"Nyonya Rhada yang menjawab.
"Periksa semua golongan darah para pegawai kita, semoga saja ada yang cocok!"Perintah Sultan kepada para pengawal nya.
"Sudah semua Tuanku, tapi Bos besar memiliki darah yang langka dan semua nya tidak ada yang cocok!"Jawab pengawal nya sambil membungkuk.
"Terus bagaimana ini!kenapa kalian diam saja! kalian ingin Papahku mati dan semua harta nya jadi milik kalian, begitu?!"
"Jangan sembarang ya,Kamu!kita semua sedang berusaha mencari pendonor yang cocok!"Bentak Nyonya Rhada.
"Tuan Muda! Kita Kita sudah menemukan orang yang cocok!"Kata salah satu pengawal pribadi Raja.
"Siapa?kenapa tidak dibawa langsung kesini!"Jawab Raja begitu antusias.
Pengawal itu menyodorkan sebuah dokumen kepada Tuannya,Ia cukup terhenyak membaca data itu.
Ia menaikan Alisnya lalu menatap Sultan lalu Ibu tirinya yang tengah memandang nya penuh tanda tanya.
"Biar Aku yang urus, kalian jagalah Papah disini!"Kata Raja sambil pergi meninggalkan rumah sakit.
"Kamu tidak akan bisa menolak nya gadis kecil! Akan ada banyak tawaran menguntungkan dari keluarga ku,Kamu hanya perlu sedikit lagi berkorban untuk Papah ku!"Batin Raja sambil menyeringai,Dia segera meluncur untuk menjemput paksa pendonor yang sedang dibutuhkan Papahnya sekarang juga.
.
Pukul 23.40,Mae baru saja merebahkan tubuhnya di tempat tidur sederhana nya.
Ia gelisah tak karuan karena memikirkan pertemuan nya kembali dengan Sultan tadi .
"Salah kah jika hati ini masih mengharapkan Dia?Akh!Aku tidak ingin terus terjerumus ke dalam angan yang tidak tentu, biarlah semua berjalan apa adanya!"Gumamnya sambil memeluk guling disampingnya.
Drrttt drtttt,,
"Assalamualaikum,Haikal!"Sapanya malas, dia baru saja akan memejamkan matanya saat Haikal menelpon nya tiba tiba.
adalah kekasih nya saja.
"Apa aja boleh! terserah kamu aja lah!"Jawab Mae datar.
"Kamu udah ngantuk?!"Tanya Haikal, Dia
mendengar suara Mae yang melemah.
"mmmm,iya!"Jawab Mae sambil menguap.
"Ya udah, tidur lah, jangan lupa mimpi in Aku yah, Bye My princess!"
Sebal.
Mae tidak suka diperlakukan seperti itu, terdengar sangat lebay.
Ia melempar ponselnya ke tempat tidur asal, kantuk begitu menyerang nya kini,
baru saja ia akan menutup matanya, tiba-tiba terdengar suara yang menggedor pintu kamarnya.
"Buka pintunya segera!bugh bugh bugh!"Suara seorang Pria berteriak di luar kamar nya.
Mae terkejut bukan main,
Siapa malam malam begini yang menggedor pintu nya secara tidak sopan.
"Hei, cepat buka pintunya!"Teriak nya lagi.
"Siapa?!"Mae balik bertanya, Dia takut jika orang jahat yang berada di luar sana.
"Tuan Raja ingin bertemu! cepat buka pintunya atau ku dobrak!"
"Raja?! untuk apa Dia mencari ku! bahkan Aku sudah menolak Adik nya."Gumam Mae sambil memakai kerudung nya juga mantel nya.
"kreeett!"
Baru juga Mae membuka pintu,Raja langsung nyeruduk gitu aja masuk ke kamar Mae yang sempit.
Ia duduk di kursi meja rias yang hanya ada satu.
"Duduk lah!"
Perintah Raja.
"Bukan kah ini tempat ku, seharusnya Aku bukan yang menyuruh Anda duduk!"Jawab Mae, sifat keras kepala nya bangkit lagi.
"Sudahlah Aku sangat terburu buru!"Kata Raja sambil mendudukkan Mae di tempat tidur nya, mereka kini duduk berhadapan.
"Aku ada penawaran menarik dengan mu!"
"Saya tidur mau! potong Mae.
Dia tidak ingin terlibat apapun dengan keluarga Sultan siapa pun itu.
"Dengar kan dulu!"Bentak Raja.
"Saya tidak mau dengar apapun! keluar dari tempat ku sekarang juga,atau saya akan teriak agar semua penghuni rusun ini keluar dan mengeroyok Anda.
"Kau tidak mengerti jika Aku sedang terburu-buru?! baiklah kalau begitu,kita selesaikan saja nanti!bawa Dia sekarang juga,dan jangan buat keributan!"Perintah raja kepada para pengawal nya.
Dengan cekatan para pengawal Raja menyumpal mulut Mae menggunakan kain lalu menggendong nya diatas pundak salah satu dari mereka dan membawa nya ke rumah sakit,Tuan Gama membutuhkan pendonor segera.
Mae terus berontak dan tak bisa diam hingga Raja harus memberinya obat bius, Dia akhirnya diam hingga sampai di rumah sakit lalu darahnya akan segera di ambil, namun saat itu juga dia bangun dan kembali berontak meminta pulang.
"Dengar kan Aku,Aku mohon!Ayahku butuh darahmu segera,dia sedang meregang nyawa sekarang, Aku berjanji akan mengabulkan apapun yang kamu minta setelah ini! tolonglah, setidaknya ini demi kemanusiaan, Aku tahu kamu orang yang baik!"Baru kali ini Mae melihat seorang konglomerat memohon dibawah kakinya, tentu saja Ia tidak bisa menolak permintaan seperti itu,Ia akan sangat menyesal jika seseorang meninggal karena keegoisan nya.
Akhirnya Mae pasrah dan berbaring di atas blangkar, hingga seorang perawat memeriksa nya lalu Ia pun diambil darahnya untuk menyelamatkan Ayah dari orang yang selama ini menghancurkan hidupnya.
Setelah urusan nya selesai, tubuh nya terasa lemas , mungkin karena darahnya diambil cukup banyak tadi.
Tak ada siapapun di ruangan itu.
Mae segera bangkit dan dengan perlahan Dia berjalan terseok-seok keluar dari rumah sakit itu,penjagaan sedang lengah karena ini sudah hampir dini hari, Mae mencegat taksi lalu segera pulang ke rumah susun tempat ia tinggal.
"Kakak dapat pendonor dari mana!?"Tanya Sultan,Ia sangat ingin tahu siapa orang yang sudah menyelamatkan Ayahnya.
Setelah mencari kemanapun tidak ada pendonor yang cocok,lalu tiba tiba Kakak nya pergi lalu datang tanpa sepengetahuan siapa pun, kemudian tahu tahu Ayah nya sudah terselamatkan.
"Kamu tidak perlu tahu, bersyukur saja orang itu mau mendonorkan darah nya hingga Ayah selamat!"Jawab Raja,dia sengaja tak ingin membuat Sultan atau siapa pun tahu jika Mae lah orang yang sudah menyelamatkan Tuan Gama.
Sultan hanya diam dalam keinginan tahunya yang besar.
Raja pun ingat jika Dia meninggal kan Mae setelah diambil darahnya nya tadi.
Ia bergegas untuk menemui, Sultan yang penasaran mengikuti Kakak tirinya itu, namun Raja tak menemukan Mae dimana pun.
"Sial! kemana dia!Penjaga! Kalian kemana saja, perempuan itu sudah kabur segera cari Dia dan bawa ke mansion milik ku!"
Teriak Raja , Ia begitu marah Mae bisa lolos dari pengawasan mereka.
Ayah nya pasti masih membutuhkan nya,Dia harus segera mengikat Mae dengan sebuah perjanjian.