
"Lho kalian gak tahu apa?!Mae kan sudah menikah sekitar 2 tahun silam,bukan aku yang menikahkan nya memang,karena aku sedang di luar kota waktu itu dan Ibu kos nya bilang Mae harus segera di nikahkan karena ketahuan satu kamar dengan Pria,makanya Aku mengizinkan nya saja menikah dengan wali hakim,Iya kan Mae!?"Tanpa rasa kasihan jika Mae pasti akan malu jika rahasianya itu di ungkap di hadapan umum,Bapaknya sendiri malah dengan gamblang mengungkapkan semuanya,tanpa meraba perasaan putrinya itu.
"Mae?!Apakah yang dikatakan Bapak kamu itu benar?!"Tanya Ibunya merasa tidak percaya,kenapa Mae sampai menikah diam diam tanpa memberi tahunya,Ibu kandung nya sendiri.
"Mae!Jawab Ibu!"Teriak Ibunya lagi,karena Mae hanya diam membisa sambil menunduk malu.
"Jawab Kak!Katakan kalau apa yang dikatakan Bapak itu adalah bohong!"
Kata Fahri.
Semua mata tertuju kepada Mae, mereka semua menunggu jawaban yang sesungguhnya,mereka yakin jika Bapaknya Mae hanya mengada ada saja.
"Maafkan Mae Bu,benar apa yang dikatakan Bapak benar adanya,2 tahun lalu Mae pernah menikah dengan Sultan,namun tidak bertahan lama!Maaf karena tidak memberi tahu kalian!"Jawaban Mae begitu menggemparkan semua orang.
Mereka semua tak percaya jika Mae mampu menyembunyikan hal besar dari keluarga nya sendiri.
Apalagi Ibunya,dia sangat kaget dan tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Mae, Putri yang ia banggakan sudah berani menyembunyikan sesuatu yang besar.
"Kamu sudah membuat Ibu kecewa Mae!Apa maksud kamu menyembunyikannya semuanya dari Ibu, hah!?Ibu sudah percaya sama Kamu,dan Kamu malah berani berbohong seperti itu!"Ibunya Mae begitu marah.
Dia langsung berdiri dan hendak pergi dari tempat itu.
"Maafkan Mae,bu,,!"Mae memegang kaki Ibunya sambil menangis.
Haikal segera memegang bahu Mae dan menyuruh nya berdiri.
"Sudahlah selesai kan di dalam,semua orang melihat kalian!"Bisik Haikal sambil memapah Mae dan Ibunya ke dalam kamar mereka.
"Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, silahkan pesta nya di lanjutkan kembali,ini adalah urusan keluarga kami,dan seharusnya tidak menjadi konsumsi publik!"Kata Fahri sambil menatap tajam kepada Bapak nya,dia benci karena Bapak nya seperti sengaja membuka semuanya di depan umum.
Suasana menjadi kurang menyenangkan karena hal tadi.
Tapi acara harus tetap berlanjut meskipun keadaan menjadi terasa berbeda.
Semua orang berbisik-bisik menggunjing kan Mae, meskipun bukan suatu aib, tapi tetap saja Mae sudah salah karena sudah diam diam menikah, apalagi dari apa yang mereka dengar Mae menikah karena di gerebek akibat sudah satu kamar dengan seorang Pria.
Mereka pun mempertanyakan pekerjaan Mae sekarang, mereka bilang Mae menjadi sukses karena sudah menjadi Istri simpanan seorang Pria kaya raya.
Begitulah gosip beredar begitu cepatnya dan cerita nya menjadi kemana mana.
"Kakak menikah dengan Kak Sultan yang waktu itu pernah kesini nyusulin Kakak bukan?!"Tanya Fahri setelah acara resepsi pernikahan Dela selesai.
Mae hanya mengangguk malu dan ia masih merasa sangat bersalah.
"Kalau gitu Dela gak ngelangkahi Kak Mae dong ya,aduh, padahal Dela udah merasa bersalah banget sama Kak Mae!"Tutur Dela sambil membersihkan sisa makeup di wajahnya.
"Aku gedeg aja sih sama Bapak!apa maksud nya coba dia membuka semuanya dihadapan semua orang,pas lagi rame lagi! kenapa gak dari kemaren kemaren aja coba dia bilang sama kita!"Ucap Fahri kesal.
"Dia marah sama Kakak! kemarin dia minta uang 10 juta gak di kasih!"Jawab mae.
"Emang kebiasaan tuh Aki Aki!"Fahri terlihat sangat marah kepada Bapak nya.
"Maafkan Mae ya Bu,Mae malu waktu itu jadi gak bilang sama Ibu, lagipula pernikahan nya hanya sebentar,Bu.
Waktu itu pernikahan nya tidak sengaja! tapi Mae bersumpah tidak terjadi apa-apa, semua nya karena kesalahpahaman saja,Mae tidak pernah membuat Ibu malu!"Kata Mae tak berhenti meminta maaf kepada Ibunya.
"Lalu bagaimana sekarang dengan nak Haikal?!Gak mungkin kan dia hanya sebatas teman kamu!Ibu harap kalian cepat menikah!Ibu gak mau kamu terus terusan jadi bahan omongan orang, mereka pikir kamu itu wanita gak bener Mae!Ibu malu!"Kata Ibunya sambil melirik ke arah Haikal yang duduk di samping Fahri.
"Nanti deh Bu! Mae gak ingin gagal lagi dalam berumahtangga,Mae gak ingin mengecewakan siapa pun kali ini!"Jawab Mae sambil menatap Haikal.
"Tapi Aku akan kecewa jika kamu terus menolak Aku!"Haikal semakin berani setelah merasa semua keluarga Mae menerima nya sebagai calon Suami bagi Mae.
Dia terus melancarkan jurus agar Mae tidak dapat mengelak lagi dari nya.
"Tuh Kak!tunggu apa lagi!Kak Haikal itu Ganteng,baik, mapan lagi!Masa sih Kak Mae gak mau sama dia!"Kata Dela ikut ikutan membujuk Mae.
"Bukan gak Mau,Del?Aku hanya butuh waktu aja untuk memutuskan hal besar, ini adalah hidup ku!Aku ingin pernikahan ku kali ini yang terakhir,dan Aku ingin mencintai Haikal dengan seutuhnya dan tulus!"Jawaban Mae kali ini tak mampu membuat semua orang kembali berdebat.
"Ya udah,kita gak usah ikut campur terus dalam urusan Kak Mae,biar dia sendiri yang putuskan!Yang menjalani semuanya kan Dia!kita doakan saja yang terbaik untuk semuanya, Semoga Bang Haikal bisa lebih bersabar ya Bang!"Kata Suami Dela ,dia begitu dewasa dan bijaksana.
Haikal hanya tersenyum miris,lagi lagi ia masih belum mampu meluluhkan dinding es yang menyelimuti hati Mae, sepertinya Sultan masih membayangi dalam hubungan mereka.
Tapi Haikal tak akan menyerah begitu saja,dia yakin lama lama hati Mae akan terbuka untuk nya,dan pasti tak akan lama lagi Mae akan menjadi milik nya seutuhnya.
**
"Kenapa cepat sekali kalian harus kembali?!Ibu masih kangen sama kamu Mae!"Kata Ibu nya begitu Mae dan Haikal pamit.
Mereka harus segera kembali ke kota karena begitu banyak pekerjaan yang menanti mereka.
"Haikal banyak kerjaan Bu, apalagi Aku!dari kemarin saja Bos udah nanyain terus kapan Mae balik!"
Jawab Mae sambil memeluk Ibunya.
"Kapan kapan Ibu main lah ke tempat Mae!Nanti biar Haikal suruh sopir buat jemput!"Kata Haikal sambil mencium tangan Ibunya Mae.
"Wah beneran yah Kak!Nanti pas aku liburan sekolah Aku boleh yah main ke tempat Kakak!"Malah Fahri yang kegirangan.
"Iya deh iya!"Jawab Mae sambil bersiap berangkat.
"Ingat Mae!Jaga diri kamu baik baik!Ibu gak mau ya kamu terlibat hal yang macem macem!"Kata Ibunya memberi peringatan.
"Tenang aja Bu, Haikal akan jagain Mae Kok!"Haikal yang menjawab sambil tersenyum.
"Ibu juga gak mau kalian terlalu dekat jika belum siap menikah!"Tegas Ibunya.
"Siap Bu siap!"Jawab Haikal lagi,dia sudah begitu dekat dengan keluarga Mae.
**
"Bagaimana kerjaan kalian di Bali?! sudah selesai?!"Tanya Mea kepada Reno, begitu ia masuk Kantor semua nya sudah pulang dari Bali ternyata.
"Sudah sih!Tapi Pak Sultan membatalkan resepsi pernikahan nya di gelar di Bali,katanya sih jadinya malah akan di selenggarakan di Hotel milik nya di sini!"Jawab Reno.
"Begitu kah!?"Gumam Mae.
Kenapa Sultan malah balik ke kota ini lagi.
Dia ingin berusaha melupakan nya, tapi jika mereka berada di kota yang sama, kemungkinan besar mereka akan sering bertemu.
Mae tak ingin luka lama nya kembali ter ungkit.
Seperti nya dia harus segera membuat kejelasan tentang hubungan dengan Haikal,agar tidak lagi terjadi kesalahpahaman di antara Laura dan dirinya,juga dia tak ingin keluarga Sultan mengganggu nya lagi.
Jika ia harus pergi, pergi kemana lagi, dan ia tak ingin lari terus, lari dari kenyataan.