Blind Love

Blind Love
Wedding



Kini Mae berada di rumah megah milik Tuan Gama,ia dan Sultan dibawa menghadap Tuan Gama yang ternyata sudah dibawa pulang dari rumah sakit karena kondisinya sudah mulai membaik.


"Banyak para relasi kita yang mundur begitu mendengar Papah koma, mereka segera mundur begitu harga saham kita anjlok,kini tak ada jalan lain selain menikahkan segera Sultan dengan Laura, hanya perusahaan keluarga Pramono lah kini yang menjadi harapan terakhir kita, perusahaan mereka sedang berkembang pesat,jika bersatu dengan perusahaan kita,Saham kita akan kembali naik dan pasti nya pruduk kita akan banyak terjual dengan bantuan perusahaan Pram!"


Nyonya Gama memberikan laporan terkini tentang kondisi perusahaan mereka yang sedang diambang kehancuran.


"Kau atur saja bagaimana baiknya,Aku yakin Raja pun tidak akan tinggal diam dan tidak akan membiarkan perusahaan kita hancur begitu saja, setelah kesehatan ku benar benar pulih, semua nya akan kembali baik baik saja!"Kata Tuan Gama.


"Lalu bagaimana dengan perempuan itu, untuk apa Papah memanggil nya kesini? padahal aku sudah berhasil membuat Sultan jauh darinya!"


"Jangan terlalu jahat seperti itu, setidaknya kita harus berterimakasih kepada nya,Aku berhutang nyawa kepada nya,apa kamu lupa?"Tuan Gama sedikit kesal kepada istri ke dua nya itu, sifat nya yang angkuh tidak pernah berubah sedikitpun.


"Tuan besar, Tuan muda Raja dan Tuan muda Sultan sudah ada diluar ingin menemui Anda!"Kata orang kepercayaan Tuan Gama melaporkan.


"Suruh mereka masuk!"Kata Tuan Gama.


Tak lama raja dan sultan pun masuk bersama Mae.


"bagaimana kabar ayah sekarang,Apa sudah baikan? saat ayah tidak kunjung bangun Aku sangat takut!"tanya Sultan sambil memeluk ayahnya.


"jangan khawatir ayah baik-baik saja!" kata gamma sambil memeluk putra bungsu kesayangannya itu.


"hai ,kamu! jangan bersembunyi begitu, kemarilah mendekat kepada ku!"kata Tuan Gama kepada Mae yang bersembunyi di belakang Raja.


Dengan perlahan main maju mendekati Tuan Gamma dan berdiri di samping Sultan.


"Aku berhutang nyawa kepadamu,kurasa ucapan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas kebaikan kamu,kamu sudah memberi kehidupan kepadaku, sudah sepantasnya aku membalas Budi, katakan apa yang kau inginkan?! tidak usah sungkan katakan saja!"Kata Tuan Gama ,Dia terlihat begitu tulus.


"Saya ikhlas menolong Anda Tuan, jadi tidak usah dipikirkan, Saya tidak meminta apa-apa dari anda!"jawab main malu-malu.


"tidak bisa begitu Aku tidak ingin mempunyai hutang balas budi kepada siapapun, apalagi ini menyangkut tentang nyawaku!"Tuan Gamma bersikukuh ingin memberikan sesuatu kepada Mae.


"Jika begitu izinkanlah kami untuk menikah ayah, sekian lama kami saling mencintai dan sekian lama juga kami dipisahkan oleh kalian dan aku rasa ini tidak adil bagi kami,kami berhak untuk bahagia, apapun yang terjadi kali ini aku tidak akan mundur untuk menikah dengannya, dengan izin kalian atau pun tidak!"ini adalah kesempatan baik untuk bernegosiasi,Sultan langsung mengatakan keinginannya yang terpendam selama ini dan dia yakin kali ini ayahnya pasti akan menyetujuinya,untuk menikah dengan Mae.


Nyonya Rada seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Sultan atas apa yang ia ucapkan barusan, tapi dihalangi oleh Tuan Gama dengan memberi kode melalui tangannya.


"Hahaha, aku setuju setuju saja kau ingin menikah dengan siapapun, lakukan saja apa yang kau inginkan, memangnya dia ingin menikah denganmu?!"Tuan gak mau tergelap begitu mendengar putra bungsunya itu mengatakan ingin menikah dengan Mae, Dia pikir Sultan sangat pintar menggunakan kesempatan ini untuk bernegosiasi dengannya.


Sultan melirik ke arah Mae tertunduk.


"Aku yakin dia pun ingin, ayah! kami masih sangat saling mencintai ya kan, Mae?!"jawab Sultan sambil memegang tangan Mae.


Mae hanya tersipu malu tanpa menjawab pertanyaan Sultan ataupun Tuan Gama,entah apa yang harus ia katakan, memang benar dia memang masih mencintai Sultan tapi apakah ini sudah jalan yang benar bagi mereka?


Mae bahkan takut ini adalah awal dari kehancuran nya, masuk ke keluarga Gama tanpa diinginkan oleh mereka bukanlah sesuatu yang diimpikan oleh Mae selama ini.


"Baiklah jika itu memang yang diinginkan oleh kalian, Raja urus pernikahan mereka segera!"


Kata Tuan Gama,dia memerintahkan kepada Raja untuk mengurus Adik nya.


"Baik Ayah!"Jawab aja dengan dingin.


dia sudah bisa menebak jika Sultan akan menggunakan kesempatan ini untuk mencapai keinginannya, bukan apa-apa, Raja hanya khawatir tentang Mae.


Raja pikir ibu tirinya itu tidak akan tinggal diam dan membiarkan dia kehilangan aset berharganya yaitu Claudia,apalagi dia sudah mendapat kabar jika Nyonya Rada akan memanfaatkan pernikahan Sultan dengan Claudia untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan mereka.


Tapi tidak ada yang bisa menentang keputusan ayahnya kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi kedepannya.


Mae pun diantar pulang oleh Sultan ,terlihat bahagia terpancar dari raut wajah mereka.


Mereka bahagia akhirnya akan bersatu, meskipun masih ada kekhawatiran dalam hati Mae,tapi ia pikir mungkin ini sudah jalannya untuk bersatu dengan Sultan.


Sudah diputuskan jika Sultan dan Mae akan mengadakan pernikahan secara diam-diam satu minggu lagi, Nyonya Rada bilang jika ini adalah jalan terbaik jika semuanya ingin baik-baik saja.


Sultan terpaksa menyetujui keputusan Ibu tirinya, meskipun Ia menginginkan pesta yang besar di acara pernikahannya dengan Mae, tapi Ibu tirinya bilang itu bisa dilakukan nanti setelah keadaan perusahaannya kembali kondusif.


Hari bahagia itu pun akhirnya tiba.


Mae memboyong seluruh keluarga nya di kampung untuk datang menghadiri hari yang paling penting dalam hidup Mae.


Mae dan seluruh keluarganya nya yang terdiri dari Ibu,dan Adik adiknya ditempatkan di hotel milik keluarga Gama,disana lah Sultan akan mengucapkan janji suci yang hanya akan dihadiri oleh kerabat dekat kedua keluarga saja.


Mae begitu gugup menunggu dirinya dipanggil untuk melaksanakan akad bersama Sultan,dia terlihat begitu cantik dengan riasan wajah dan gaun pengantin yang begitu indah.


"Apa keluarga Sultan sudah datang,Del?!"Tanya Mariam kepada adiknya Dela, mengingat hari sudah semakin siang, namun masih belum ada tanda tanda dirinya dipanggil.


"Sudah kak! mereka sudah tiba baru saja, tapi seperti akan ada pesta deh! banyak tamu undangan yang datang juga,katanya hanya keluarga inti yang datang!"Kata Dekat yang baru saja ngecek keluar .


"Masa sih?! mungkin ada perbedaan rencana,Del!Apa Sultan ada Del!?"Mae khawatir jika laki laki pujaan hatinya itu akan ingkar janji atau takut terjadi sesuatu karena Mae tahu bagaimana sifat Nyonya Rhada terhadap dirinya dan Sultan.


"Ada dong, kakak gak usah cemas begitu, Kakak ku yang paling cantik ini pasti jadi nikah dong hari ini!"Goda Dela kepada Kakak nya yang tak berhenti cemas dari tadi.


"Iya Mae, semua akan baik-baik saja, Ibu selalu mendoakan kamu agar bahagia selalu!"Kata Ibunya sambil mengelus pipi Puteri sulungnya itu.


Dia begitu bahagia akhirnya penantian panjang nya selama ini kini terwujud sudah,Mae akhirnya menikah dengan laki-laki pujaan hatinya, meskipun Ayahnya tak tak dapat hadir karena sedang merantau jauh di pulau Kalimantan,Mae akan tetap bisa menikah dengan wali adik laki-laki sendiri, yaitu Fahri.


Sudah hampir 30 menit semenjak kehadiran Sultan dan keluarga nya,kini sudah hampir satu jam,tapi kenapa acara akad masih belum dimulai,ia belum juga dipanggil keluar dari kamar riasnya.


"Bu,apa masih belum dimulai acaranya,kok lama banget ya!?"Mae kembali dibuat resah.


"Ibu coba lihat dulu keluar ya!?"Kata Ibu nya Mae yang dari tadi mendampingi Putri nya di ruang rias pengantin.


Mae pun mengangguk antusias.


Ibunya Mae segera beranjak menuju tempat akad yang berada tak begitu jauh dari ruang rias pengantin.


Namun betapa terkejutnya ia dengan apa yang dia lihat.


Ternyata acara akad sudah dimulai,namun ia tak melihat Fahri dan Della disana,tapi Sultan sudah duduk berdampingan dengan seorang pengantin perempuan yang memakai busana pengantin yang sama persis dengan yang dikenakan Mae,namun kepala dan wajahnya di tutup sebuah kain,jelas itu bukan Mae,putrinya itu masih berada di kamar rias semenjak tadi.


Dengan panik Ibunya Mae segera kembali ke kamar dimana Mae berada,dia menarik tangan Mae untuk segera keluar dan melihat apa yang sedang terjadi diluar sana.


"Ada apa bu?apa yang terjadi?"Tanya Mariam ia kaget kenapa Ibunya terlihat panik dan bingung.


"Lihat siapa yang duduk di sebelah Sultan ,ternyata bukan kamu yang dinikahinya,terus Dela dan Fahri ada dimana sekarang.


Mae terdiam ambigu melihat semua itu.


Terdengar semua saksi mengatakan Sah,dan Mae mendengar penghulu mengatakan nama Sultan dan Laura disebut.


"Apa apaan ini?!bukankah aku yang akan menikah dengan Sultan hari ini?!Sultan apa yang terjadi?Kalian sengaja membodohiku?!"Tanpa ragu Mae melabrak mereka di tengah banyaknya tamu undangan.


Dia menghampiri Sultan,lalu Laura membuka kain yang menutupi wajahnya,dia tersenyum kearah Mae dengan penuh kemenangan.


Tapi wajah Sultan datar tanpa ekspresi,dia seperti tidak sadar dan tidak mengenal semua orang,ijab Qabul tadi pun ia membacanya dari secarik kertas,sepertinya dia sedang dalam pengaruh obat.


Dia tidak bereaksi sedikitpun meskipun Mae berteriak memanggil namanya dan menarik narik lengan nya.


"Apa apaan kamu!Kamu pasti orang gila yang sengaja datang untuk menghancurkan acara pernikahan anak ku bukan,dia bahkan tidak mengenal kamu!Scurity!seret mereka keluar!"Teriak nyonya Rhada sambil menampar Mae dihadapan semua tamu undangan.