
"Kenapa kamu selalu seenaknya menculik ku!Aku harus bekerja sekarang, bagaimana kalau teman-teman ku mencari ku!"
Teriak Mae kesal, Pagi ini pengawal Raja kembali membawa paksa dirinya.
"Jika kamu tidak terus-menerus kabur,Aku tidak akan menjemput mu paksa! urusan kita belum selesai, Kamu malah main pergi begitu saja!"
Kata Raja,kali ini dia membawa Mae ke tempatnya.
"Apa maksud Anda?!Anda meminta saya untuk memberikan darah saya untuk Tuan Gama,dan itu sudah Saya lakukan,lalu apa lagi!?"Mae heran dengan kelakuan para anak Sultan yang suka seenaknya.
"Aku sudah mentransfer uang ke rekening kamu sebesar 300 juta,lalu ke rekening Ibu kamu sebesar 200 juta,lalu Kamu mau kabur gitu aja?!"
Mae terlihat mengerutkan dahinya,lalu bertanya penuh keheranan.
"Memangnya Uang itu untuk apa? lalu Anda disuruh siapa mentransfer uang itu ke rekening saya dan Ibu saya?!"Mae bertanya dengan polosnya.
"Ya ampun ini Anak!baca ini dan tuliskan apapun keinginan mu lalu tandatangani perjanjian itu!"
Kata Raja sambil melemparkan sebuah surat perjanjian ke hadapan Mae.
Mae membacanya dengan seksama sampai bolak balik.
"Apa ini, maksud semua ini tuh apa?? Aku harus bersedia kapan pun jika keluarga Gama memerlukan darahku?memangnya Aku bank darah apa?!kalau darah ku sampai habis gimana?!"Mae cukup kaget dengan perjanjian yang Raja ajukan.
"Darah mu itu tidak akan diambil setiap hari,Bodoh! hanya sesekali saja jika Ayah ku membutuhkan mu!Ayahku adalah seorang pemimpin perusahaan,jika Dia sakit,maka harga saham akan langsung anjlok!"
Ucap Raja penuh penekanan.
*Gila! bahkan Raja lebih licik dari dari Nyonya Rhada, Aku pikir dia melakukan semua ini demi Ayah nya, ternyata tidak! semuanya demi bisnis dan uang!*
Batin Mae sambil berpikir terus apa yang harus Ia lakukan.
"Aku tidak mau!"Tolak Mae.
"Kau tidak bisa menolak!"Seru Raja sambil berdiri.
"Aku punya hak atas diriku sendiri!"pungkas Mae tegas sambil menatap Raja,tak ada rasa takut sedikitpun di dadanya .
"Lihat keuntungan yang akan kau dapatkan gadis bodoh! bahkan Aku bisa membuat Sultan berpisah dari Laura dan kalian bisa kembali bersama!Kau tahu? bahkan Aku mampu membuat hidup berubah menjadi seorang miliarder!"
Ucap Raja dengan begitu angkuh nya.
"Sampai segitunya,biasa aja kali, Aku tetap tidak tertarik!"Mae tidak ingin dirinya terus diperalat,dia tidak sebodoh itu,Mae yakin ini bukan hanya sekadar tentang kemanusiaan,jika Raja sampai rela melakukan apapun agar dirinya mau menjadi pendonor tetap keluarga Gama,berati ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar itu.
"Kau tidak ingin menikah dengan Sultan?!"Raja penasaran dengan hubungan Mae dan adik tirinya itu.
"Biarlah Tuhan yang menentukan hidupku Tuan Raja,Anda tidak berhak! bahkan masalah jodoh,Aku yakin jika jodoh tak akan kemana!"
Raja mulai gusar Mae begitu keras kepala.
"Tandatangani sekarang!atau ku hancurkan karir juga seluruh keluarganya mu!"Ancaman Raja tidak main main,Mae pikir Dia sama saja dengan Nyonya Rhada, bahkan Raja lebih kejam dan mengerikan.
Bahkan Claudia, Istrinya, sampai saat ini kabur entah kemana, Dia tidak tahan dengan perlakuan Raja yang kasar, arogan dan keji.
Raja akan melakukan segala cara untuk memuluskan pekerjaannya, bahkan dengan cara kotor sekalipun.
"Kalian bukanlah Tuhan yang maha segalanya,hidupku adalah milik Tuhan ku,aku berhak atas diriku sendiri,dan aku tidak suka dengan cara kalian yang suka memaksakan kehendak kalian seperti ini!"Tegas Mae.
"Tidak dengan ku,gadis bodoh!Akan ku jadikan kau pemuas nafsuku jika kau tidak mau bekerja sama, segera tanda tangani surat perjanjian itu dan ku berikan Kau kebebasan hidup!"Raja menodongkan senjatanya ke arah kepala Mae.
Dia begitu menginginkan darah Mae yang langka demi kesembuhan Ayah nya,dan Raja yakin,bukan hanya Ayah nya saja, tapi salah satu keturunan nya juga nanti pasti akan membutuhkan darah Mae juga,dia tidak ingin susah susah mencari lagi.
Mae menatap Raja dengan tajam, begitu juga Raja, mereka saling menatap dengan angkuh nya,sama sama keras kepala.
Mae sadar tidak akan menang dari keluarga Gama yang memiliki kekuasaan begitu besar, dengan terpaksa Dia mengambil kembali kertas perjanjian itu,membacanya kembali dengan seksama dan mengganti poin poin yang dia tidak setujui dan menuliskan keinginan nya,disana tertulis "Aku ingin bebas melakukan apapun tanpa tekanan dari pihak manapun,dan keluarga Gama harus menjamin keselamatan dan kesejahteraan keluarga ku."
Raja tersenyum puas,meskipun begitu alot akhirnya Ia berhasil mengikat Mae agar tetap terhubung dengan keluarga Gama.
**
Tuan Gama masih belum sadar dari koma nya,dia dirawat diruangan khusus dan disembunyikan dari media,tidak boleh ada yang tahu jika Tuan Gama koma,itu akan sangat berpengaruh terhadap kondisi perusahaan mereka.
Disana dia bertemu dengan Sultan yang sedang menjenguk Ayah nya,dia terlihat bersama Laura, tunangannya.
"Untuk apa kamu disini?!"Tanya Sultan,dia mengikuti langkah Mae yang baru keluar dari ruang rawat Ayah nya.
"Bukan urusanmu!"
Jawab Mae tanpa berhenti melangkah.
"Kamu bilang bukan urusan ku?!Kamu keluar dari ruangan Ayah ku, tentu saja itu juga jadi urusan ku!"
Sultan menarik tangan Mae agar berhenti.
"Kamu tidak perlu tahu!"
"Aku ingin tahu!"
Sultan semakin mencengkram tangan Mae.
"Sakit Sultan! lepaskan!"
"Kamu menjual diri kepada Kakak ku!?Aku lihat kamu keluar dari mobil Kakak ku tadi!"
"Kurang ajar! Plakkk!"
Mae menampar Sultan cukup keras.
"sebegitu rendah nya Aku dihadapan mu?! tanyakan saja kepada kakak mu apa keperluan ku datang kesini!"
Kata Mae sambil menepiskan tangan Sultan dan mendorong tubuh nya agar menjauh.
Sultan tidak mengejar nya dan membiarkan Mae pergi meninggalkan rumah sakit itu.
Ia bergegas ingin menemui Kakak nya,Ia penasaran ada urusan apa Ia dengan Mae.
"Ada urusan apa Mae datang kesini?!"Tanya Sultan kepada Raja yang sedang menengok Ayahnya juga.
"Kamu tidak perlu tahu, mulai sekarang kalian bebas jika masih mau berhubungan!"
Bukan nya senang Sultan malah merasa keheranan dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
"Kakak serius?! bagaimana dengan Laura?!"
"Itu bisa diatur!"
"Apa yang terjadi Raja! Sultan tidak bisa memutuskan pertunangan nya dengan Laura!Kau tahu perusahaan nya akan bergabung dengan kita jika Sultan menikah dengan nya!"
Tiba tiba Nyonya Rhada muncul dari balik pintu, sepertinya dari tadi Dia mendengarkan percakapan mereka.
"Kalau begitu jadikan saja dia istri simpanan mu Sultan!"Kata Raja begini entengnya.
"Kakak pikir Dia akan mau!ini sebenarnya kalian kenapa sih?! tiba tiba mendukung hubungan ku dengan Mae?!padahal dari dulu kalian begitu menentangnya!"Sultan benar benar penasaran dengan sikap kakak nya.
"Tidak perlu banyak tanya, Sultan! lakukan saja apa yang kalian inginkan, dari dulu aku tidak pernah menentang Kalian!"Kata Raja tetap tidak ingin memberitahu.
"Aku tidak akan melakukan apa yang kalian inginkan mulai sekarang, sebelum Aku tahu apa yang kalian rencana kan kepada Mae!"Jawab Sultan tegas.
"Gadis itulah yang telah mendonorkan darahnya untuk Ayah mu, Sultan!dan Raja berniat memelihara Dia karena golongan darah nya yang langka cocok dengan golongan darah Ayah mu!!"
Akhirnya Nyonya Rhada mengatakan semuanya kepada Sultan,karena dia takut kehilangan Laura sebagai tambang emasnya.
Sultan tertegun mendengar semua rencana Kakaknya yang kejam kepada Mae, pantas saja dia begitu menginginkan dirinya sebaga agar kembali bersama Mae, ternyata ada udang di balik batu.
"Aku akan melakukan apapun keinginan mu, Kak!asal tolong lepaskan Mae dan jangan mengganggunya lagi!"Sultan tidak ingin wanita yang dicintainya dijadikan tumbal oleh keluarga nya.
"Sayang sekali Sultan, bahkan Dia sudah menandatangani perjanjian dengan ku!dan mulai saat ini dia berada di bawah kuasaku, tidak boleh ada yang mengusik nya, termasuk Anda,Nyonya Rhada!"Kata Raja sambil menatap tajam Ibu tirinya itu.
Sultan merasa sangat khawatir kepada Mae,dia tahu kakak nya bahkan lebih kejam dari Ibu tirinya.