
"Kenapa kamu mau mau saja saat kakak ku menyuruhmu menandatangani kontrak itu!?Kamu tidak perlu mengorbankan dirimu seperti itu,kamu tahu kan seberapa kejam nya keluargaku,apalagi kini kamu susah terikat oleh Kakakku!"
Kata Sultan,dia mendobrak pintu rumah baru Mae di suatu malam.
Rumah baru yang cukup mewah,mungil namun cukup mahal karena berada dikawasan elite tepat di pusat kota,tentu saja Raja yang memfasilitasi Mae,dia sengaja menempatkan Mae di dekat kediaman Keluarga Gama agar dia mudah di akses.
Dirumahnya juga banyak sekali stok makanan yang sengaja dikirim oleh Raja pula,dia tak ingin bank darahnya sampai kekurangan nutrisi karena keluarganya sangat membutuhkan nya.
"Apa demi uang Mae?atau kakak ku mengancam kamu lagi,seperti yang dilakukan Ibu tiri ku?!"
Mae masih terdiam,dia menatap Sultan yang terus menanyai nya tentang alasan nya berurusan dengan Raja.
"Apa menurutmu Aku bisa menolak nya?!bahkan Ayah mu tidak akan tertolong andai saja Aku menolak saat Kakak mu memintaku untuk mendonorkan darah ku untuk Ayah mu!"Jawab Mae,tentu saja apa yang dikatakan Mae benar adanya.
"Tapi menurutmu apa tidak aneh,Kakakku sampai harus membuat surat perjanjian dengan mu,bahkan dia memberimu semua fasilitas ini,kamu tahu bahkan dia memintaku untuk segera menikahi mu!Ada yang harus kamu bayar mahal untuk semua itu bukan?!"
"Ya,sepertinya begitu!Sebenarnya Aku pun menolak imbalan yang dia tawarkan untuk ku,Dia bilang hanya membutuhkan darahku saat keluarga Gama membutuhkan nya,terlebih sekarang,Ayah mu sangat membutuhkan darahku terus menerus bukan!?"
"Memangnya kamu tidak ada masalah dengan itu?!bagaimana jika kondisimu yang malah tidak baik jika darahmu harus terus dikeluarkan terus terusan seperti itu!"
Sultan terdengar begitu khawatir.
"Sudahlah Sultan!memangnya apa urusan mu?!dan satu lagi, jangan sekali lagi kamu menerobos masuk begitu saja ke rumah ku!Aku tidak ingin terjadi Fitnah!sekarang silahkan pergi dari sini!ini sudah malam,Aku harus segera beristirahat,besok aku harus kerja!"Usir Mae.
Sultan malah menatap Mae nanar,mata nya terlihat sayu karena kelelahan.
Tanpa di duga Sultan memeluk Mae begitu erat.
"Hei!lepaskan Aku!"Mae memukuli dada Sultan agar bisa terlepas.
"Kenapa harus sampai seperti ini?Aku ingin sekali bisa melindungi mu,menjagamu,tapi Aku selalu jadi pengecut seperti ini,Aku tidak berguna Mae!"
Tangisnya pun pecah seketika,tetesan air mata nya jatuh membasahi bahu Mae,terasa hangat dan basah.
Mae terdiam membiarkan Sultan mendekapnya.
Dia pun tidak mengerti kenapa semuanya jadi begini,apakah ini cara Tuhan untuk menyatukan dirinya bersama Sultan?Apa harus sampai ia mengorbankan dirinya seperti ini?tapi apa boleh buat,apa dia akan tega menolak jika memang tuan Gama memerlukan bantuannya?!
Ah entahlah,biarlah semua berjalan apa adanya,dia hanya memiliki Tuhan yang akan menjaganya.
"Aku merasa bersalah sama Kamu,andai saja dulu kita tidak bertemu,Aku tidak akan membawa kesengsaraan terus menerus seperti ini kepadamu Mae!"Keluh Sultan masih dalam dekapan Mae yang hangat menjalar ke seluruh tubuhnya.
"Suttt!Semuanya adalah takdir,Aku tidak pernah menyesali pertemuan dengan mu!"
Mae melepaskan dekapan nya dan menempelkan jari telunjuknya di bibir Sultan,Ia menatap Sultan sendu,matanya berkaca kaca,tak ingin Ia memperlihatkan kelemahan nya di hadapan Sultan,namun kini ia tidak berdaya lagi menghadapi sesuatu yang lebih berbahaya,yaitu gelora cinta mereka berdua yang kini tengah memanas.
Untuk sekejap mata mereka beradu pandang,mereka saling menatap penuh kerinduan,penuh ketakutan,dan begitu penuh kekhawatiran.
Sultan pun tak berdaya lagi menahan dirinya,kini orang yang paling dia cintai berada dihadapan nya.
"Apa pendapat ku sama dengan mu?apa ini jalan dari Tuhan agar kita bersatu?!"
Ucap Mae,hatinya kini mulai melunak,tak ingin lagi Ia menahan diri lagi agar tidak mencintai Sultan,pria yang tak berhenti menjadi separuh jiwanya.
Mae bahkan tidak menampik saat bibir mereka bersatu,mereka saling berpagut menikmati alunan cinta yang kembali bersemi setelah sekian lama mereka terpisah jauh bahkan saling menghindar satu sama lain.
Sultan mengakhiri kecupan di bibir Mae yang masih terasa begitu manis,masih sama seperti pertama kali Ia mencium nya.
Ia mengusap bibir mungil itu,membelai pipinya yang begitu mulus kemudian keduanya hanya saling duduk berpelukan di sofa tanpa adegan panas yang sebenarnya mereka inginkan.
"Kini kita bebas melakukan apapun!Kakak mu sudah menjamin semua keputusan ku dan tak boleh ada yang menghalangi nya!semuanya sudah tertulis di atas perjanjian itu!"Ucap Mae,dia membelakangi tubuh Sultan ,sedangkan Sultan memeluk tubuhnya dari belakang,sepertinya malam ini akan panjang,dan akan mereka gunakan untuk saling mengungkapkan isi hati mereka.
"Aku tidak yakin dia akan menepati janji nya!Aku tahu bagaimana sifatnya,apalagi Ibu tiriku tetap menginginkan Laura agar menjadi menantu keluarga Gama,Ia memang serakah,Ia berniat menguasai perusahaan milik Laura lewat Aku,dan perjanjian antara keduanya tidak bisa dibatalkan atau salah satu dari kami harus membayar kompensasi yang banyak jika ingin putus!"Kata Sultan sambil membelai lembut rambut Mae yang terurai indah.
"Jadi kita masih tetap tidak bisa bersama!?"Mae terdengar kecewa dengan pernyataan Sultan.
"Kita harus tetap bersabar,Aku akan cari cara agar kita bisa bersama tapi keluargaku bisa menerimamu dengan tulus,bukan karena menginginkan sesuatu yang ada padamu!"
Jawab Sultan sambil mengecup pucuk kepala Mae.
"Tapi harus sampai kapan lagi!Aku lelah harus terus begini!rasanya itu tidak mungkin bagi mereka,Aku tidak bisa memaksakan diri agar mereka menyukaiku,sekarang Aku bertekad untuk memperjuangkan cinta kita,sampai kapan pun!"Protes Mae sambil mengangkat wajahnya agar bisa menatap Sultan.
Kini Sultan mengecup hidung Mae yang minimalis namun terlihat begitu menggemaskan itu.
"Ayo kita sama sama berjuang dan memulai lagi dari nol!"Ucap Sultan sambil tersenyum.
"Tapi bukan kah kamu tetap harus menikahi Laura!?"Wajah Mae cemberut ketika mengatakan hal itu.
"Aku akan berusaha mencari cara agar pernikahan ku dengan nya bisa gagal!Kamu tidak usah khawatir,akan ku pastikan kalau kamu akan dijadikan nyonya di rumah keluarga Gama.
Mae tersenyum bahagia,meskipun dia tidak terlalu yakin mereka bisa bersama selamanya,namun ia bertekad ingin tetap berada di dekat Sultan apapun kondisinya.
Semalaman mereka menghabiskan waktu berdua,tidak terjadi apa apa diantara mereka,mereka hanya saling mengobrol,mengatakan segala hal.
Rembulan yang terang benderang terlihat begitu indah seakan mengintip mereka berdua lewat jendela,seakan menjadi saksi kebahagiaan dua insan yang kembali bersama dengan penuh lika-liku perjuangan cinta mereka.
Akhirnya keduanya pun tertidur dalam posisi saling berpelukan di atas sofa,untuk saat ini,setidaknya mereka dapat kembali merasakan kebahagian yang telah lama lenyap dan menjauh.
****
"Bangun kalian!segera mandi dan ganti baju!Ayah sudah bangun,dan ingin bertemu dengan kalian berdua!"
Tiba tiba Raja sudah ada di dalam rumah Mae,sepertinya dia pun menerobos masuk tanpa permisi juga,
Adik dan kakak sama saja!
Pikir Mae sebal,mereka begitu seenaknya terhadap dirinya
Sebenarnya Raja berniat menemui Mae di kediaman nya,namun ia malah harus menyaksikan pemandangan yang tidak terduga,Dia menemukan Sultan ada disana juga,sepertinya semalaman mereka hanya berdua seperti itu.
Pikir Raja.
Ada sedikit kekecewaan hinggap di dadanya,tadinya ia akan mencoba mendekati Mae menggantikan posisi Claudia di samping nya.