Assistant Love

Assistant Love
Rencana Leon



Sementara Leon tengah mempersiapkan pernikahannya dengan Tasya, semua persiapan telah di siapkan, dibantu oleh keluarga Adhinata tentu saja sebagai wakil dari keluarga. Bahkan Arya yang langsung berbicara dengan Fierre ayah Tasya mengenai rencana kedua anak manusia yang bertemu dengan cara yang uniknya sendiri


Kesibukan juga kembali terjadi di rumah utama, dimana Leon hingga saat ini tinggal disana, dan tentu saja karena pengawasan dari Arya Adhinata agar kedua pria dewasa itu tidak kembali ke dunia hitam.


Keluarga harmonis yang selalu siap melindungi satu sama lain serta membantu satu sama lain, kekompakan juga dukungan yang mengalir tanpa pamrih. Membuat Leon maupun Jerry menemukan keluarga yang selama ini telah hilang.


"Bagaimana Le? Sudah siap semua?"


"Sudah ayah ... hanya satu yang kurang, Alan masih belum pulang."


"Kau ingin bagaimana? Mereka kan sedang honeymoon, ya walaupun negara tujuan mereka negara dimana mama Dinda menjalani pengobatan." tukas Jerry ketus. "Sudahlah, saksi kau disini banyak Le!"


Arya mengangguk, namun Leon tetap saja risau, dia sangat ingin bos sekaligus sahabatnya dan sudah menganggap nya saudara itu menyaksikan pernikahannya. Menjadi saksi hidup dimana acara sakral pertama kalinya dalam hidup.


Ayu menghampiri para pria yang tengah berkumpul itu, dia memberikan nasihat nasihat seorang ibu pada Leon, terutama karena Tasya memiliki putra dari pernikahannya dengan Erik. Leon tidak masalah dengan hal itu, dia menerima baby Zi dengan baik, dia juga menyayanginya selayaknya anaknya sendiri.


Persiapan di rumah keluarga Feremundo pun telah hampir selesai, semua undangan sudah disebar, keluarganya sudah berkumpul, bahkan ibu nya yang berada di paris sudah kembali.


"Sayang ... momy senang melihat mu bahagia seperti ini! Momy juga harap Leon menerima cucu momy, menjadi ayah yang baik lepas dari semua masa lalunya," ujar Dewi dengan mengelus tangan Tasya yang terlihat kaget, "Tidak apa apa, momy sudah tahu hal itu dari papi sayang!"


Tasya mengangguk pelan, "Iya Mam, tapi hanya Leon yang bisa membuat Tasya tenang, dan menerima diri Tasya yang tidak karuan ini, juga menerima baby Zi."


"Heh ... sayang kau ini bicara apa? Kamu itu luar biasa, anal Momy yang luar biasa,"


Berbeda dengan Tasya dan Leon yang tengah sibuk dengan persiapan pernikahan, Erik kini mendekam di penjara karena kasus kekerasan serta obat obatan terlarang yang di jual di klub malamnya, seorang wanita muda mengunjungi dan membawa kabar yang membuatnya semakin tidak karuan.


"Aku hamil Mas!" Ucapnya lirih saat waktu kunjungan, wanita muda itu menatap sendu pada Erik di balik kaca di ruang kunjungan. Namun Erik bersikap datar dan tidak peduli.


"Tapi aku akan segera menggugurkannya, aku kesini bukan untuk meminta tanggung jawabmu. Tapi hanya sekedar memberi tahu jika anak ini anakmu dan aku tidak menginginkannya."


Erik terperangah, wajahnya berubah pucat, gadis yang duduk dihadapannya adalah gadis yang dia renggut kesuciannya, dan tidak ada kemungkinan lain lagi selain anak yang berads di kandungannya adalah benar anaknya.


"Jangan kau lakukan itu! Jangan kau hilangkan dia, dia anakku ... aku akan memiliki anakku sendiri!"


"Maaf mas, niatku sudah bulat, aku tidak ingin mengorbankan masa depanku hanya demi anak yang tidak aku inginkan! Dan aku tidak peduli kau melarangku atau tidak! Kau tidak berhak atas hidupku dan apa yang aku lakukan dengan anak haram ini."


"Aku akan bertanggung jawab ... aku akan menikahimu, jangan kau hilangkan dia! Dia anakku, penerusku!"


"Terserah kau mas, aku tidak peduli!" Wanita muda itu beranjak dari tempat duduknya,


"Aaaaarrkkk!!!! Brengsekk!"


Erik berteriak dengan memukul mukul kaca yang tentu saja tidak pecah itu, karena kaca itu kaca khusus.