YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 105



Dan saat ini suasana menjadi canggung karena kehadiran Bari .


Sebenarnya Rean punya niatan untuk merebut Lena dari kekasihnya dan menjadikan nya Ratu sepanjang sisa hidupnya tapi sepertinya itu hanya akan menjadi angan-angan saja karena Rean tau Bari bukanlah lawan yang bisa ia kalahkan.


" Kayaknya saya sudah terlalu lama disini , sebaiknya saya permisi undur diri dulu " ucap Rean ke arah Calista.


" emang kak Ean mau kemana ? gak nunggu kak Raya dulu ? " tanya Lista.


" kayaknya gak deh , soalnya ada janji rapat juga . makasih ya " ucap Rean lalu beranjak dari tempat duduk nya sebelum Lista menjawab lagi.


Lista dan Lena melihat Rean yang ada di luar cafe berusaha memberi penolakan pada Popy yang tentu saja tetap tak di tanggapi olehnya.


" Biarkan aja , jangan terlalu di ambil pusing . itu bukan urusan kita " ucap Bari cuek menyadarkan kedua gadis didepannya itu.


Sementara Arthur dan Raya saat ini masih berada di mansion keluarga Adinson.


Sejak sebulan yang lalu , tepatnya setelah menentukan beberapa hal tentang hubungan mereka .


Angela dan Reiki menyuruh Raya untuk tinggal bersama mereka sampai menjelang hari penting Arthur dan Raya.


Ya , Arthur dan Raya telah memutuskan untuk ke jenjang yang lebih serius dan sakral yaitu pernikahan dan hal itu juga sudah di setujui oleh keluarga kedua belah pihak.


Angela mulai sibuk mempersiapkan segala hal tentang pernikahan putra sulung nya itu , mulai dari hal yang terkecil sekalipun.


Sedangkan Reiki mengurus segala sesuatu yang berhubungan dengan surat menyurat keduanya.


Hal ini pun sudah di berita kan pada seluruh keluarga besar tak terkecuali pada dua kerajaan , Froz dan Phoenix.


Jordan dan Johan belum bisa datang ke kota DA karena masih melakukan beberapa perbaikan di Athan.


Namun Jordan tetap membantu beberapa hal yang bisa ia bantu.


Disaat generasi tua sibuk mempersiapkan pernikahan mereka , Arthur dan Raya malah sibuk dengan dunia mereka sendiri.


Arthur bermanja-manja dengan calon istrinya itu di lantai 4.


" Ar !! Turun bentar !! " teriak mami nya sembari naik ke lantai 4.


" aku turun dulu ya " ucap Arthur mengecup kening Raya yang tersenyum manis padanya.


Entah apa yang terjadi dilantai bawah , Raya tak tau .


##


Lian yang baru saja pulang dari kantor kaget setengah mati bahkan api biru nya sampai muncul saking kagetnya melihat Raya yang dipaksa Lista memakai masker wajah putih .


" KYAAAAAA !! AAAAA !! " teriak Lian dan Raya bersamaan.


Sontak saja teriakan keduanya menarik perhatian para penghuni termasuk para anggota The Dark Knight yang berjaga-jaga di bawah.


Semua orang langsung siaga dan siap tempur.


Angela dan Reiki juga langsung keluar dari kamar mereka membawa senjata masing-masing.


" Ada apa ?!! Dimana penjahatnya !?!? " Tegas Reiki .


Namun Reiki dan Angela langsung tenang begitu melihat keadaan yang sebenarnya.


Raya yang kaget berdiri kaku dengan masker putih dan dress tidur putih nya , sementara Lian menempel di dinding bagaikan cicak lengkap dengan wajah pucatnya.


TIK TOK TIK TOK


" HAHAHAHAHAHA !! " pecah tawa Reiki melihat ekspresi putra bungsunya itu.


Angela sendiri hanya tertawa kecil melihat kekonyolan dua anak didepannya itu.


Sedangkan Raya dan Lian kembali ke kamar masing-masing walaupun masih dalam keadaan canggung.


Malam berganti pagi.


Semua orang berkumpul di meja makan dan menikmati menu sarapan yang Raya sediakan.


Raya sudah tidak heran lagi saat melihat Julian dan Calista yang hampir tiap pagi berdebat dan saling memamerkan spirit mereka masing-masing.


" Yang ini taruh dimana ? " tanya Arthur membantu Raya membawa piring lauk.


" Disini saja . Terima kasih " jawab Raya tersenyum pada calon suami nya itu.


Sedangkan Angela dan Reiki tak mau ikut campur dan hanya melihat tingkah anak-anak mereka itu.


" Lian ! Lista ! Duduk !! " tegas Reiki karena si kembar yang masih saja saling adu Spirit sedangkan kakaknya sudah mulai menyantap sarapan.


Mendengar itu si kembar pun duduk dan menyantap sarapan dengan tenang.


Beberapa saat berlalu , Kini waktunya mereka sibuk dengan agenda masing-masing.


Lian ke kantor dan Lista pergi ke kampus mengurus skripsi nya. Sementara Arthur dan Raya pergi memilih cincin dan keperluan pribadi mereka.


@@


Diwaktu yang sama , Lena dan Bari datang berkunjung ke panti asuhan tempat Bari dan Raya dibesarkan sembari membawa beberapa kebutuhan pokok untuk para penghuni panti.


Lena disambut dengan hangat oleh anak-anak panti , begitu juga Lena yang berubah menjadi wanita yang lembut dan sopan berbeda dengan dirinya saat memegang senjata.


Tanpa Lena sadari sejak awal Rean mengikuti dirinya dan Bari.


" Sebaiknya kau jaga sikapmu , saat ini aku masih menghormatimu sebagai keluarga kandung dari Raya . Tapi jangan salahkan aku bertindak kasar jika kau berusaha merebut kekasihku " ancam Bari menangkap basah Rean yang berdiri agak jauh dari gerbang panti.


" aku tau dan memang aku akui kalau niat itu memang ada , tapi itu sebelum aku tau kalau dia milikmu . Aku titip dia padamu , jaga dia jangan pernah sakiti hati maupun raga nya . Karena kalau sampai itu terjadi , akulah orang pertama yang akan merebutnya darimu " ucap Rean balas mengancam Bari.


Suasana tegang diantara kedua pria itu terlihat oleh Mike yang memang menunggu sang kakak di dalam mobil.


" Kak jangan bilang cewek yang kakak maksud pencuri hati itu , dia ? " tanya Mike begitu mereka menjauh dari panti.


" ya , lalu kenapa ? memang salah? " tanya Rean.


" walaupun keluarga kita masih terhitung kalangan atas di negara ini , tapi kalau dibandingkan dengan keluarga cewek itu kayaknya kakak harus ekstra kerja keras deh. Kita ini lelaki berbeda dengan Raya kak " ucap Mike


" apa maksudmu Mike ?! " sergah Rean sedikit tak terima dengan perkataan sang adik .


" jangan bilang kakak gak tau kalau cewek itu sepupunya Arthur ? " ucap Mike


" aku tau , lalu kenapa ? " tanya Rean bingung.


" Yaampun kak !!! Kalau udah tau ngapain nanya , cewek itu tuh Putri tunggal keluarga Anson ! Ayah nya itu Leon Anson masa kakak gak tau ? " ucap Mike .


Rean terdiam seolah tak percaya dengan apa yang Mike katakan karena dirinya mengira kalau Lena itu sepupu Arthur dari keluarga Adinson.


" sudahlah kak , jodoh sudah ada yang ngatur . nanti pasti datang kalau udah waktunya " ucap Mike berusaha menghibur sang kakak.


" ya semoga aja " ucap Rean lemah seperti hilang semangat.


Mike tak bisa berkata apa-apa lagi , ia tau apa yang kakak nya rasakan itu .


" semoga aja jodoh nya kak Rean udah mendekat " batin Mike.


To Be Continue 😊😘🤗