YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA

YOUNG CEO And QUEEN OF MAFIA
S 3 - 96



Walaupun situasi di keluarga besar itu saat ini sedang dalam status waspada tinggi , namun itu tak menghalangi para calon menantu mereka untuk beraktivitas seperti biasa.


Seperti halnya Raya dan Bari , keduanya sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.


Selama berhari-hari ini Bari terus berada di restonya dan beberapa hari terakhir pula ia tidak bertemu dengan kekasihnya , Lena.


Walaupun begitu , Bari tidak sendiri karena hampir setiap hari dan setiap waktu Anton ada di restoran Bari.


" mau apa lagi kau kesini ?! " ketus Bari karena Anton masuk ke dapur tempatnya menyiapkan hidangan.


" a- aku cuma mau lihat aja , gak bakal ganggu kok..janji " ucap Anton.


" terserah " ucap Bari tak mau meladeni Anton lagi dan fokus dengan kerjaannya.


Sesuai janjinya , Anton diam saja walaupun perhatian nya tak lepas dari Sang adik.


" kenapa kau terus menatap aku kayak gitu.. sorry , aku masih normal dan gak tertarik " ucap Bari bergidik.


Pletak.


Bari menatap tak percaya saat Anton tiba-tiba menjitak kepalanya.


" sekali lagi kau bicara omong kosong , percaya gak percaya bakal ku ambil pacarmu dan ku kurung kau " ucap Anton kesal lalu keluar dari dapur yang panas.


Walaupun kesal dan marah sekalipun ,Tapi Anton tetap setia menunggu di salah satu kursi restoran.


Waktu berlalu dengan cepat , tak terasa hari pun sudah malam.


" Orang ini .. benar-benar ya . bikin orang pusing aja " gumam Bari melihat Anton yang ketiduran di kursi.


Biar semarah apapun yang namanya saudara tetap saja ada rasa tak tega.


Bari mengambil selimut lalu menyelimuti kakaknya itu.


Entah apa mimpi Anton dalam tidurnya sampai-sampai Bari kaget karena Anton tiba-tiba menangis sambil bergumam tak jelas.


Karena penasaran , Bari mendekat ke wajah Anton mendengarkan gumaman kakaknya itu.


" Gas , Bagas ... Tidak . jangan bawa Bagas .. Bapak , Lepaskan aku . " gumam Anton.


Bari tertegun mendengar itu , lalu ia pergi membiarkan Anton tetap terlelap.


Malam semakin larut dan suasana mencekam sangat terasa di Metrocity.


Bagaimana tidak , sejak sore tadi sudah banyak mobil-mobil berkaca anti peluru berlalu lalang di seluruh sudut kota bagaikan tengah berpatroli.


" ah jam berapa nih " gumam Lena melirik jam tangan nya.


" Na , malam ini mungkin akan jadi malam yang panjang dan berdarah . Karena itu tetap fokuskan pikiran mu dengan pertempuran nanti , jangan sampai lengah . Paham ? " tanya Leon pada putrinya yang kini sudah memakai baju zirah lengkap nya .


" iya Pah. gimana dengan Arthur dan si kembar lalu yang lainnya ? " tanya Lena


" mereka juga ikut , edward juga. kalau untuk Layla , ia sudah kembali ke Trian dengan bunda nya. Sepupu LU mu juga sudah ditempat yang aman dengan paman mereka . Jadi kamu tenang saja . oke " ucap Viona.


" Bari sudah di tempat yang aman kan ? " tanya Leon menyadari perubahan ekspresi putrinya.


" oh tidak !! Bari masih di Restoran " Lena panik sekali karena baru menyadari hal itu.


" Tenang sayang. sekarang telepon dia dan katakan padanya keadaan kita sekarang , minta dia untuk mencari tempat yang aman " ucap Viona.


Lena langsung mencoba menghubungi kekasihnya itu namun tak kunjung tersambung.


" Dia di resto yang mana ? " tanya Leon sembari melihat Gadget nya karena menerima laporan terbaru.


" resto yang baru , di dekat pasar " ucap Lena


" perang sudah pecah disana " ucap Leon membacakan laporan yang ia terima.


Lena langsung terduduk lemas karena ia tau perang malam ini sangat sulit dan terbilang sangat besar.


Lena diam saja waktu dibawa 2 bodyguard nya itu untuk mengungsi.


##


Di pasar raya Metrocity , tempat yang tadi siang masih ramai akan penjual dan pembeli kini di ambil alih pasukan musuh berseragam hijau dan pasukan Dragon Eyes yang menahan mereka.


pasukan penyerang yang terdiri dari 5000 orang yang dilengkapi berbagai macam senjata ditambah jutaan butir amunisi , terus memborbardir 4000 orang pasukan Dragon Eyes Leon dan Beberapa Anggota Pasukan Bayangan Angela.


Suara-suara teriakan dan desingan senjata terus bergema dan tak ada habis-habisnya.


Korban terus berjatuhan dari kedua belah pihak tanpa pandang bulu.


Bukan hanya pasar yang hancur karena peristiwa ini tapi seluruh bangunan dan sarana publik pun turut jadi target pengrusakan oleh pasukan musuh.


Tak terkecuali bangunan baru tempat restoran Bari yang juga jadi incaran pasukan musuh.


@


BUGH BUGH !!!


SYUUT !


PRANGGG !!


BRUUG !!


Anton menghajar orang-orang berbaju hijau yang mencoba masuk ke resto milik adiknya itu.


" CEPAT PERGI DARI SINI !! APALAGI YANG KAU TUNGGU !! CEPAT !! BIAR AKU YANG MENAHAN MEREKA !! " teriak Anton pada Bari yang masih diam di ambang pintu menuju lantai atas.


" Tunggu !! jangan orang ini " ucap Bari karena mengenali tanda anggota pasukan Bayangan milik Angela.


" kenapa ? " tanya Anton.


" Tuan , sebaiknya anda berdua segera naik ke atap sudah ada yang menjemput anda ke tempat yang aman " ucap Anggota Pasukan Bayangan yang di beri perintah menyampaikan pesan pada Bari.


" oke terima kasih . sekarang ayo pergi ! akan ku jelaskan semua nya nanti " ucap Bari langsung menarik tangan Anton , menuju tangga .


Dor !!


Anton langsung memasang badannya menahan peluru yang melesat tiba-tiba bahkan anggota Pasukan Bayangan sekalipun tak menyadari peluru itu.


Bugh !!


Anton langsung tersungkur karena tembakan itu.


" Cepat pergi !! Jangan pedulikan aku , Kamu harus tetap hidup. ini bukan salahmu , maafkan aku karena tak bisa menjaga baik dulu maupun sekarang. Kamu harus hidup bahagia , Adikku . Bagas " ucap Anton lalu mendorong Bari menjauh dari tempat itu.


Namun Bari kembali lagi dengan kilatan di matanya dan senjata di tangannya.


" bawa kakakku ke landasan segera !! " perintah Bari pada anggota Dragon Eyes yang ada disana.


Sementara Bari menembaki pasukan hijau itu dengan pistol yang memang ia siapkan diresto nya itu karena ia tau cepat atau lambat ia akan terlibat dalam hal dunia bawah tanah sama seperti kekasihnya itu.


Hanya dalam waktu beberape menit , Bari berhasil mengusir mundur pasukan hijau itu menjauh dari restoran nya .


Dengan setengah berlari Bari naik ke atap dimana sudah ada sebuah helikopter yang menunggu nya dan Anton yang juga sudah ada di dalam nya.


Helikopter itu mulai terbang semakin jauh dari tanah. Namun ada hal yang menarik perhatian Bari , dengan beberapa granat yang ia bawa , Bari menghancurkan sebuah markas kecil pasukan hijau itu tanpa menjatuhkan korban dari pihak kekasihnya.


Sementara Lena kembali bersemangat dan penuh emosi begitu mendengar kekasih selamat.


Lena dengan pedang ular nya menebas para musuh yang kini saat ini mulai memasuki area markas nya.


" Beraninya kalian menyentuh calon suami ku !! " geram Lena terus mengayunkan pedangnya dengan penuh emosi.


To be continue 😊😘🤗