
Angela masih mengunci dirinya di dalam ruangan 0 tanpa menghiraukan apapun yang terjadi di luar.
bahkan telepon dari Hyper dan Leon pun tak di gubris nya..
Leon pun menghubungi Jordan yang terakhir bersama Angel..
" Halo.. kau dimana ? " tanya Leon
" aku baru sampai dirumah.. kenapa ? " Jordan balik bertanya
" apa Angel ada disitu ? " tanya Leon
" gak tuh , Angel kan ada di Mansion nya ." jawab Jordan
" memangnya kau dimana sekarang ? " tanya Leon
" aku ? aku dirumah ayah .. di ATHAN " jawab Jordan
" sebentar .. memangnya Queen kenapa , bukannya tadi gak apa-apa ya.. lagipula kenapa nelpon aku bukannya nelpon suaminya aja sih.. " sambung Jordan
" yaudah , aku nanya itu aja.. be careful " ucap Leon lalu memutuskan panggilan itu tanpa sempat Jordan menjawab.
" kenapa ? " tanya Johan
" entahlah , tiba-tiba Leon telpon nanyain Queen ke aku bukannya ke Reiki.. mungkin Queen lagi sama Reiki. " ucap Jordan memasukkan ponselnya ke saku
" sudahlah ayo masuk.. nenek udah nungguin kamu " ucap Johan masuk ke kamar neneknya lebih dulu lalu Jordan mengikuti di belakangnya..
Disisi lain .
Leon dan Hyper terus mencoba menghubungi Angela.. tapi tak ada satu pun yang menjawab.
Alasan kenapa Leon terus mencoba menghubungi Angela adalah karena ia secara tak sengaja melihat Reiki di salah satu rekaman CCTV Mall miliknya sedang berjalan bersama wanita lain dan Leon tau wanita itu bukan adiknya.
Angela di dalam ruangan 0 memantau pergerakan di sekitar Villa yang di kunjungi suaminya itu.
Reiki belum tau kalau semua CCTV di seluruh sudut kota berasal dari Angel jadi Angel bisa dengan mudah memantau nya..
Tak terasa air mata nya jatuh saat melihat dari layar monitor , suami tercintanya dengan lembut menyuapi wanita lain di balkon atas Villa itu.
terlihat Reiki sedang memegang ponselnya ..
tring
Sebuah pesan masuk ke ponsel Angela..
' maaf sweety , malam ini aku gak bisa pulang.. aku ada kerjaan di luar kota . mungkin sampai beberapa hari kedepan ' isi pesan dari Reiki..
Angela tak mampu berkata apa-apa lagi..
ia hanya bisa menangis didepan layar monitor itu.
Sakit ? tentu sakit .. hati istri mana yang gak sakit saat melihat suami tercintanya lebih memilih menghabiskan waktu nya dengan wanita lain daripada istri sendiri.
Karena sudah tak sanggup melihat nya lagi.. Angela pun mematikan layar monitor dan masuk ke dalam kandang Hyena yang ada di dekatnya..
Sekolompok Hyena itu hanya melihat tuannya menangis sendiri di sudut kandang sambil memeluk kaki nya..
' Queen .. ada 100 lebih panggilan dari tuan Leon dan tuan Hyper dan ada juga dari tuan besar LU " lapor Blue.
tapi Angela tetap tak menanggapi nya.
Setelah merasa sedikit tenang , Angela pun keluar sambil mengirim pesan ke kakaknya bahwa ia sedang tak ingin di ganggu.
Angela memanggil salah satu anak buahnya.
" ketua memanggil saya ? " tanya anak buahnya itu.
" mm.. aku mau kau menyusup jadi salah satu pekerja di Villa ini . terserah jadi apa , mau jadi penjaga atau pekerja lainnya.. yang penting satu misi mu , cari tau siapa wanita ini dan segera laporkan padaku jika kau berhasil " ucap Angela memberikan foto Villa dan wanita itu..
" maaf ketua .. tapi , yang saya tau . wanita ini salah satu model dari tuan Reiki namanya jeni " ucap anak buah itu.
" kau yakin ? " tanya Angela
" iya , saya yakin ketua .. ini artikel tentang model itu " ucap anak buah itu memberikan ponsel nya setelah mencari bukti ucapan nya.
" baiklah kau boleh keluar dan lanjutkan pekerjaan mu yang tadi .. ini batalkan saja " ucap Angela
" baik ketua "
anak buah Angel pun keluar meninggalkan sang ketua sendirian di ruang rapat itu.
" Jeni .. ternyata malam ini pesta ulang tahunmu dan kau malah memilih menemani dia daripada aku " gumam Angela melihat foto Reiki dan Jeni yang diambil di depan cafe.
Angela pun keluar dari mansion sambil melajukan motornya menuju sebuah cafe..
Angela masuk ke cafe itu lalu memilih duduk di dekat jendela setelah memesan .
Arta yang ingin mengalihkan pikirannya dari Angela datang ke cafe itu dan secara tak sengaja melihat Angela yang sedang menatap kosong keluar jendela .
Awalnya ia ingin meninggalkan cafe itu namun langkahnya terhenti karena melihat air mata jatuh di pipi wanita pujaannya itu.
Secara tak sadar kakinya melangkah mendekati Angela.. mengulurkan tangannya memberikan sebuah saputangan.
" ah .. terimakasih " ucap Angela kaget dengan keberadaan Arta..
" aku gak apa-apa .. Kamu habis dari mana ? " tanya Angela melihat penampilan Arta yang tak seperti biasanya..
" ah itu.. aku dari rumah cuma mau kesini " jawab Arta canggung
" kenapa berdiri .. duduk aja . gak masalah kok. lagian tempat nya udah pada penuh tuh " ucap Angela
" apa gak masalah dengan suamimu ? " tanya Arta.
sejenak Angela memandang keluar dalam diam .
" biarkan aja .. jangan hiraukan dia " ucap Angela pelan
Arta merasa suasana hati Angela lagi gak baik.
pesanan mereka pun datang.
" Angel.. kamu mau coba ? " tanya Arta menawarkan ice cream pisangnya karena melihat Angela tak tertarik dengan pudding nya.
" gak usah makasih.. untukmu aja " ucap Angela sopan
" aku gak mau kamu mikir yang aneh-aneh .. sebenarnya aku mau tanya.. malam nanti kamu ada acara gak ? " tanya Arta pelan
" hah ? kamu bilang apa ? " tanya Angel karena suara Arta terlalu pelan ditempat seramai itu..
" aku dapat undangan pesta dari salah satu model yang pernah kerja sama dengan perusahaan papi.. kamu mau gak nemanin aku ? " tanya Arta
" ah aku gak ada maksud lain.. aku cuma gak tau harus ngajak siapa .. lagipula aku kan jomblo " ucap Arta
" hmmm.. kapan dan dimana ? " tanya Angela berpikir ia juga butuh teman curhat .
" malam ini jam 8 " ucap Arta
" yaudah.. aku temenin " ucap Angela
" bener ? makasih banyak Angel " ucap Arta senang
" kalau gitu jam 7 malam aku jemput kamu " ucap Arta
" emangnya kamu tau dimana rumahku ? " tanya Angela.
Arta terdiam dan memasang wajah bodohnya.
" aku ... gak tau " ucap Arta berkaca-kaca
" hihihi... udah gak usah pakai acara nangis segala.. nanti aku kirimkan lokasinya.. aku tunggu nanti malam ya " ucap Angela lalu berdiri dan meninggalkan area cafe dengan motor nya.
" aku harus siap-siap sekarang.. " ucap Arta semangat karena melihat jam pukul 4 sore.
" permisi.. berapa totalnya ? " tanya Arta membuka dompetnya di depan kasir.
" maaf tuan , tapi sudah dibayar oleh nona tadi " jawab kasir.
" ah baiklah.. terimakasih " ucap Arta lalu kembali ke rumahnya.
##
Villa Biru tempat dimana Reiki sedang duduk di depan laptopnya.
" sayang.. udahan dong kerjanya. kami juga butuh kamu " ucap Jeni manja memeluk Reiki dari belakang.
" sebentar lagi selesai. " ucap Reiki
" apa itu lebih penting daripada ini ? " tanya Jeni mengelus perutnya yang sedikit membesar.
" tentu ia lebih penting. tapi apa yang kulakukan sekarang adalah untuknya dimasa mendatang " ucap Reiki
" aku mengerti.. tapi , kapan kamu nikahin aku ? " tanya Jeni.
" Jeni.. sekali lagi ku tegaskan.. aku sudah menikah dan aku gak akan mau punya istri lagi.. sedangkan untuknya , aku akan bertanggung jawab sepenuhnya.. kau bisa tinggal disini selama kau mau dan setelah ia lahir , akan ku besarkan ia . dan ku jamin hidupmu takkan kekurangan apapun disini " ucap Reiki lalu pergi meninggalkan Jeni sendiri.
" aku tak yakin istrimu mau menerima anak ini.. lebih baik ia mundur sekarang " ucap Jeni
" sayang , ibu akan terus menjagamu dan kita akan jadi keluarga bahagia dengan ayahmu " ucap Jeni lembut mengelus perutnya..
.
.
.
.
.
to be continue 🤗😘😊
hayo..
pilih siapa ya ??
Reiki atau Arta ?? 🤔🤔